Pendahuluan: Tujuan pelajaran ini ialah untuk menunjukkan bahwa sejarah dunia terkandung dalam kitab-kitab suci Alkitab dan secara khusus dipetakan dalam binatang-binatang lambang yang terlihat dalam khayal-khayal Daniel dan Yohanes Pewahyu.
Renungan Doa: PK 536 “Nubuatan-nubuatan yang telah diberikan oleh AKU ADALAH yang agung itu dalam firman-Nya, yang mempersatukan mata rantai demi mata rantai dalam rangkaian peristiwa-peristiwa, dari kekekalan di masa lampau sampai kepada kekekalan di masa yang akan datang, memberitahukan kepada kita di mana kita berada pada hari ini dalam arak-arakan zaman dan apa yang dapat diharapkan pada masa yang akan datang. Semua yang telah dinubuatkan akan terjadi, sampai kepada masa kini, telah tertelusuri pada halaman-halaman sejarah, dan kita boleh yakin bahwa semua yang masih akan datang akan digenapi menurut urutannya.” {PK 536.3}
Bacalah Dan. 7:1, 2
Apakah yang dilambangkan oleh ‘keempat angin dari langit’? GC 440: angin melambangkan pertikaian dan kekacauan bangsa-bangsa. Apakah yang dilambangkan oleh ‘laut besar’?
Wahyu 17:15: air melambangkan bangsa-bangsa dan rakyat. Laut secara harfiah adalah tempat penampungan segala air, jadi ia tentu melambangkan tempat kelahiran bangsa-bangsa, yaitu Dunia Lama.
Bacalah Dan. 7:3
Apakah yang dilambangkan oleh ‘keempat binatang’ itu?
Dan. 7:17: binatang-binatang itu ialah empat raja yang akan muncul. Keempat binatang itu melambangkan empat kekaisaran dunia yang akan muncul dari Dunia Lama.
Bacalah Dan. 7:4.
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh Singa itu?
Singa adalah raja binatang, atau yang pertama dalam urutan binatang-binatang. Singa itu sepadan dengan kepala dari Emas pada patung Daniel. Jadi, singa itu melambangkan Babel.
Apakah yang dilambangkan oleh sayap-sayap itu?
Sayap-sayap pada singa itu tidak wajar. Sayap-sayap itu menandakan bahwa Babel adalah kekaisaran universal yang kedua
(yang ke-2 sejak penciptaan).
Bukankah sayap-sayap itu melambangkan kecepatan?
Tidak. Kekaisaran Babel memerlukan lebih dari 1800 tahun untuk mencapai puncak kemuliaannya. Tentu saja hal itu tidak dapat disebut cepat. Seandainya sayap-sayap itu melambangkan kecepatan, sayap-sayap itu seharusnya berada pada beruang, sebab Koresh dan Darius menaklukkan Babel dalam satu malam. Karena itu, sayap-sayap itu tentu melambangkan jangka-jangka waktu. Kerajaan Adam adalah kerajaan universal yang pertama, jadi Babel adalah yang kedua, yang digambarkan oleh dua sayap.
Sayap-sayapnya tercabut.
Ungkapan ini menandakan bahwa kekaisaran Babel akan berlalu (lihat Dan. 5:26).
Hati manusia diberikan kepadanya.
Hati adalah pengatur tubuh. Hal ini menjadikan hati suatu lambang yang tepat bagi seorang raja, pengatur suatu bangsa. Bacalah Mzm. 53:1 - “Orang bebal berkata dalam hatinya” “Hati” itulah
yang menurut definisi Alkitab membentuk akal budi manusia. Jadi, lambang itu menggambarkan bahwa seorang raja yang tidak mau mengakui Yang Mahatinggi disingkirkan (hati binatang) dan seorang yang mengakui Dia ditegakkan (hati manusia).
Bacalah Dan. 7:5
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh Beruang itu?
Dan. 5:28: kerajaan diberikan kepada orang Media dan Persia. Kerajaan universal yang berikutnya sesudah Babel ialah Media-Persia.
Mengapa ia berdiri miring pada satu sisi?
“Kerajaan itu terdiri dari dua bangsa, yaitu orang Media dan orang Persia. Kenyataan yang sama dilambangkan oleh kedua tanduk domba jantan dalam Daniel 8. Tentang tanduk-tanduk ini dikatakan bahwa yang lebih tinggi muncul terakhir, dan tentang beruang itu bahwa ia berdiri miring pada satu sisi. Hal ini digenapi oleh bagian Persia dari kerajaan itu, sebab walaupun ia muncul terakhir, ia mencapai kedudukan yang lebih tinggi, menjadi pengaruh yang dominan dalam bangsa itu.” Daniel and the Revelation halaman 108.
Apakah yang dilambangkan oleh tulang-tulang rusuk itu?
Ketiga tulang rusuk di dalam mulut (tidak wajar) itu menandakan Kekaisaran Media-Persia sebagai yang ketiga
sejak penciptaan.
“Bangunlah, makanlah daging banyak-banyak”.
Ungkapan ini menandakan pembukaan perang-perang kekaisaran yang berdarah selama Kekaisaran Media-Persia, yang paling berdarah sepanjang masa.
Bacalah Dan. 7:6
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh Macan Tutul itu?
Dan. 8:5-7, 20, 21: Yunani mengalahkan Media-Persia dan menjadi kekaisaran universal yang berikutnya.
Apakah yang dilambangkan oleh keempat sayap itu?
Keempat sayap itu menandakan kerajaan yang keempat sejak penciptaan, sebagaimana kedua sayap pada singa menandakan kerajaan yang kedua sejak penciptaan.
Apakah yang dilambangkan oleh keempat kepala itu?
Keempat kepala itu melambangkan empat jenderal yang mengambil alih kerajaan Aleksander sesudah kematiannya. Jadi, Macan Tutul itu melambangkan Yunani sesudah kematian Aleksander. Dan. 8:8, 22.
Bacalah Dan. 7:7, 8
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh binatang yang tidak dapat digambarkan itu?
Kerajaan yang menaklukkan Yunani ialah Roma. Apakah yang dilambangkan oleh kesepuluh tanduk itu?
Dan. 7:24: Kesepuluh tanduk itu ialah sepuluh raja yang akan muncul dari Kekaisaran Romawi.
Mengapa tidak dapat digambarkan?
Sistem pemerintahan Romawi adalah suatu campuran dari hukum-hukum Kafir, Kristen dan Yahudi. Jadi, tidak seorang pun dapat menggambarkan apa sebenarnya sistem itu.
Siapakah “tanduk kecil” itu?
Lambang ini tanpa diragukan menunjuk kepada bangkitnya Kepausan (Dan. 7:25) yang memunculkan tahap kedua dari binatang yang tidak dapat digambarkan itu. Tahap pertama ialah Roma Kafir, tahap kedua ialah Roma Gerejawi.
Apakah yang dilambangkan oleh ketiga tanduk yang tercabut itu (Dan. 7: 20, 24)?
Tiga raja: Heruli, Vandal dan Ostrogoth – Daniel and the Revelation halaman 123
Binatang yang Serupa Macan Tutul
Bacalah Wahyu 13: 1-4
Dari manakah binatang itu datang dan apakah susunannya?
Ia datang dari Laut (Dunia Lama) seperti keempat binatang dalam Dan. 7: 1-8 dan tersusun dari binatang-binatang itu pada kepala, kaki, tubuh dan tanduk-tanduknya, yang menunjukkan bahwa ia adalah keturunan dari kekaisaran-kekaisaran kuno ini, yang menggambarkan dunia kita pada masa kini.
Apakah yang dilambangkan oleh ketujuh kepala itu?
Dalam Dan. 7: 8 gabungan tanduk dan kepala menggambarkan kepausan, suatu badan keagamaan yang dilengkapi dengan kuasa sipil, karena itu kepala yang terluka dalam Wahyu 13: 3, menggambarkan kepausan yang kehilangan kuasa sipil karena Reformasi. Keenam kepala yang tidak terluka juga melambangkan badan-badan keagamaan. Mereka adalah Denominasi-Denominasi Protestan yang melukai kepausan. Ketujuh kepala ini melambangkan dunia kita yang terdiri dari banyak sekte, Kekristenan secara keseluruhan.
Bukankah pemenjaraan paus yang mendatangkan luka yang mematikan itu?
Seandainya bukan karena keadaan kepausan yang terluka akibat kegiatan-kegiatan Reformasi Protestan, paus tidak akan dipenjarakan: GC 155: Melalui alat Luther, Roma sudah mulai turun dari takhtanya; GC 162: Oleh kuasa kebenaran kepausan telah menderita suatu kekalahan yang akan dirasakan di antara segala bangsa dan dalam segala zaman; GC 190: Firman yang dikhotbahkan Luther menggulingkan kepausan; 1T 373: Luther memberikan suatu pukulan yang paling dahsyat kepada kepausan.
Apakah yang digambarkan oleh nama hujat itu?
Menghujat berarti kemunafikan (Wahyu 2: 9), menolak pekabaran-pekabaran Allah dan dengan demikian melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Oleh ketetapan pekabaran Malaikat yang Kedua (Wahyu 14: 8) Protestanisme jatuh, sehingga menyebabkan luka yang mematikan yang ditimbulkannya pada kepausan menjadi sembuh dan seluruh dunia (termasuk MAHK) heran lalu mengikut binatang itu atau mengambil bagian dalam roh binatang itu (keduniawian). Peristiwa-peristiwa ini membawa “hujat” itu ke atas ketujuh kepala, yang menggambarkan Kekristenan dalam kemurtadan (Yes. 4: 1; GC 388).
Bukankah hal itu berarti menyebut sidang MAHK Babel?
Kenyataan bahwa sidang MAHK dilambangkan oleh salah satu dari ketujuh kepala yang di atasnya tertulis “hujat” tidak berarti bahwa ia dapat disebut Babel. Babel dihubungkan dengan binatang dalam Wahyu 17, bukan dengan binatang ini.
Apakah yang dilambangkan oleh kesepuluh tanduk yang bermahkota itu?
Dalam Dan. 8: 20, 21, tanduk-tanduk melambangkan kuasa-kuasa sipil. Kesepuluh tanduk yang bermahkota itu melambangkan raja-raja tanpa mahkota dalam Dan 7: 24 yang mengambil mahkota-mahkota mereka dan memerintah tanpa bergantung kepada gereja sesudah hancurnya Roma Kafir dan selama masa Roma Gerejawi ketika kepausan terluka. Jadi mereka melambangkan bangsa-bangsa pada masa kini, pemerintahan-pemerintahan sipil secara keseluruhan.
Bagaimanakah orang-orang yang mengaku Kristen menyembah naga itu?
Yer. 10: 1-5: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa. Mereka menyembah lembaga yang diilhamkan oleh naga itu dengan berkedok Kekristenan. Sebagai contoh, pemeliharaan hari Minggu, Natal dan Paskah (Easter).
Bacalah Wahyu 13: 5-10
Apakah yang dinyatakan oleh empat puluh dua bulan hujatnya?
Masa hujatnya sama dengan masa hujat binatang keempat dalam Daniel (Dan. 7: 8, 25) dalam tahap keduanya, yaitu Roma Gerejawi. Karena itu, sebelum ia menerima luka yang mematikan, ia memerintah pada waktu yang sama atau hidup berdampingan dengan kepala bertanduk kecil itu. Sesudah luka itu ditimbulkan, tanduk dan kepala itu terpisah dan kepausan kehilangan kuasa sipilnya (tanduk) dan diturunkan menjadi suatu kuasa keagamaan biasa (kepala). Jadi binatang itu menggambarkan dunia sesudah kejatuhan Roma Kafir.
Binatang dalam Daniel menunjukkan bangkitnya kepausan, binatang dalam Yohanes menunjukkan kejatuhan kepausan. Binatang yang serupa Macan Tutul itu sebenarnya menyatakan:
kejatuhan monarki Romawi
Reformasi
terlukanya Kepausan
bangkitnya Protestanisme
penawanan Paus.
Jadi binatang itu melambangkan dunia sebelum terlukanya kepausan, selama terlukanya kepausan dan sesudah luka kepausan sembuh. GC 439 menyebutnya kepausan sementara GC 442 mengatakan bahwa binatang itu (dan naga itu) melambangkan bangsa-bangsa.
Apakah yang dimaksudkannya dengan “barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan”?
Ramalan ini digenapi pada tahun 1798 ketika paus ditawan oleh tentara Prancis (GC 439). Ilham menyatakan bahwa Wahyu 13: 10, bukan Wahyu 13: 3 yang digenapi.
Binatang Bertanduk Dua yang Serupa Anak Domba
Bacalah Wahyu 13: 11
Apakah yang dilambangkan oleh “bumi”?
Oleh karena “bumi” adalah kebalikan dari “laut” (Dunia Lama), maka ia tentu melambangkan Dunia Baru, wilayah yang sebelumnya tidak didiami (GC 440).
Siapakah yang dilambangkan oleh binatang itu?
Ia melambangkan Amerika Serikat (GC 441, 442, 579).
Apakah yang dilambangkan oleh kedua tanduknya yang serupa tanduk anak domba?
Kedua tanduknya melambangkan Republikanisme dan Protestanisme (GC 441) atau Partai Republik dan
Partai Demokrat. Tanduk-tanduk yang serupa anak domba itu menunjukkan masa muda, ketidakbersalahan dan kelemah-lembutan (GC 441)
Bagaimanakah bangsa itu akan berbicara seperti seekor naga?
GC 442: “Berbicara”nya bangsa itu ialah tindakan penguasa-penguasa legislatif dan yudikatifnya. Ia akan menjalankan roh ketidaktoleranan dan penganiayaan yang serupa dengan Zaman Kegelapan. 5T 451: Para pembuat undang-undang akan menyerah kepada tuntutan akan suatu undang-undang hari Minggu, dengan demikian ia akan mengubah konstitusinya .
Bacalah Wahyu 13: 12
Siapakah “binatang yang pertama itu di depan matanya”?
“Binatang yang pertama” yang disebutkan di sini ialah binatang yang serupa macan tutul itu sebelum ia terluka, yaitu kepausan. Amerika Serikat akan menerapkan suatu rupa pemerintahan gereja dan negara yang sama usangnya dengan Abad Pertengahan itu sendiri.
Bacalah Wahyu 13: 13 - 15
Siapakah tokoh yang mengadakan tanda-tanda ajaib di depan mata binatang itu?
Dalam Wahyu 19: 20: Nabi palsu ialah dia yang mengadakan tanda-tanda di depan mata binatang itu. Ia tentu seorang pemimpin agama karismatik di masa depan yang akan mengadakan mukjizat-mukjizat melalui kuasa Setan dan menyesatkan dunia untuk menerima tanda binatang itu. Hal ini menyatakan suatu persekutuan nasional antara gereja (nabi) dan negara (binatang). Oleh karena ajaran-ajarannya tidak dapat didukung sepenuhnya oleh Alkitab, mukjizat-mukjizat diadakan untuk memperoleh kepercayaan orang banyak. Untuk menyempurnakan penyesatan itu, Setan akan menampakkan diri sebagai malaikat terang, menyembuhkan penyakit-penyakit dan pada waktu yang sama bekerja sebagai pembinasa (GC 589).
Apakah nabi palsu itu Iblis?
Nabi palsu itu bukan Iblis. Dalam Wahyu 16: 13, tiga roh najis keluar dari mulut naga (Iblis), binatang dan nabi palsu itu, yang menunjukkan bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang terpisah. Dalam Wahyu 20: 10, Iblis, binatang dan nabi palsu itu sekali lagi terlihat sebagai pribadi-pribadi yang terpisah.
Apakah nabi palsu itu paus?
Baik nabi palsu maupun binatang itu tidak mungkin paus karena mereka dibinasakan pada waktu-waktu yang berbeda. Dalam Wahyu 19: 20, 21, binatang dan nabi palsu itu dilemparkan ke dalam lautan api, yang merupakan lambang dari pembinasaan orang-orang jahat sesudah seribu tahun (Wahyu 20: 9, 10), sementara yang lain, yaitu sisa dunia yang jahat sesudah pembinasaan binatang dan
nabi palsu itu, dibinasakan pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Dalam 2Tes. 2: 8, Tuhan membinasakan paus dengan nafas mulut-Nya dan kecemerlangan kedatangan-Nya, yang menunjukkan bahwa paus adalah bagian dari sisa itu yang akan dibinasakan pada kedatangan Kristus yang kedua kali dengan pedang yang keluar dari mulut-Nya (Wahyu 19: 21).
Apakah “patung binatang itu” yang akan dibuat oleh AS?
Itu adalah suatu rupa atau tiruan dari sistem Gerejawi Romawi (gereja dan negara) yang ada selama Zaman Kegelapan. AS akan menegakkan kembali sistem ini apabila gereja-gereja terkemuka bersatu dan mempengaruhi negara untuk memaksakan dogma-dogma mereka (GC 443 -445).
Bacalah Wahyu 13: 16, 17
Apakah tanda binatang itu?
Tanda dari sesuatu ialah ciri pengenalnya. Ciri pengenal dari sistem kepausan Zaman Kegelapan ialah pemindahan hari ibadah dari Sabat kepada hari Minggu. Jadi tanda binatang itu ialah pemaksaan pemeliharaan hari Minggu oleh undang-undang (GC 448, 449). “Belum ada seorang pun yang telah menerima tanda binatang itu. Masa ujian belum datang.” (Ev. 234). Apabila masa itu datang “umat Allah tidak akan menerimanya (GC 449).
Apakah yang dinyatakan oleh ketetapan binatang (AS) itu mengenai membeli dan menjual?
Binatang ini akan menguasai pasar dunia dan sistem ekonomi.
Bacalah Wahyu 13: 18
Siapakah orang dengan bilangan 666 itu?
A Word to the Little Flock hlm. 8, 9 dan 19 menerapkan bilangan 666 kepada binatang yang bertanduk dua, yaitu Amerika Serikat. Kita harus membiarkannya di situ tanpa memandang gagasan-gagasan kita. Orang dengan bilangan ini akan menjadi seorang pemimpin politik, yang berdiri di puncak pimpinan AS, mengesahkan undang-undang untuk menganiaya mereka yang menolak menerima tanda binatang itu.
Bukankah gelar Paus sama dengan “666”, sehingga bilangan itu dapat diterapkan kepadanya?
Ya, tetapi oleh karena sistem pengenalan dengan angka itu bersifat sewenang-wenang, bilangan itu dapat diterapkan kepada banyak nama lain. Alkitab menempatkan bilangan itu pada binatang yang bertanduk dua dan kita harus membiarkannya di situ.
Perempuan dan Binatang yang Merah Ungu
Bacalah Wahyu 17: 1, 15
Apakah arti “banyak air” yang di atasnya perempuan itu duduk?
Dalam Wahyu 17: 15, air melambangkan bangsa-bangsa dan rakyat. Hal ini menandakan bahwa “perempuan” itu memerintah atas banyak bangsa beberapa waktu sebelum Yohanes Pewahyu melihat dia.
Bacalah Wahyu 17: 2
Apakah yang dimaksud dengan “mabuk oleh anggur percabulannya”?
Wahyu 14: 6-8: “Bagaimanakah hal ini dilakukan? Dengan memaksa manusia untuk menerima suatu Sabat palsu.” 8T 94.2
Bacalah Wahyu 17: 3
Apakah yang dilambangkan oleh ‘padang gurun’?
Padang gurun adalah kebalikan dari kebun anggur, yaitu rumah Tuhan (Yes. 5: 7). Jadi ia melambangkan bangsa-bangsa Kafir, yang menunjukkan bahwa Kerajaan itu sudah ada pada waktu ini.
Siapakah perempuan itu?
Sidang diumpamakan dengan seorang perempuan (Yer. 6: 2). Oleh karena perempuan ini keji, ia melambangkan suatu gereja yang murtad (GC 381), suatu sistem keagamaan tiruan yang bejat.
Bukankah perempuan ini kepausan?
Bukan. Perempuan yang disebutkan di sini menghasilkan kepausan. Wahyu 18: 24 mengatakan bahwa darah semua orang yang dibunuh didapati padanya, yang menunjukkan bahwa Habel adalah yang pertama menjadi korban murkanya. Karena itu, ia melambangkan semua agama palsu. Wahyu 19: 2, 3 menceritakan tentang pembinasaannya, pada waktu kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu menyembah Allah di atas takhta-Nya (Wahyu 19: 4). Hal ini akan terjadi sementara masa kasihan sedang ditutup, sebelum pencurahan ketujuh bela terakhir, ketika tidak seorang pun dapat masuk ke dalam Bait Suci (Wahyu 15: 1, 7, 8). Akan tetapi, kepausan akan dibinasakan pada kedatangan Kristus yang kedua kali (2Tes. 2: 2, 3; GC 356, 579).
Apakah yang dilambangkan oleh binatang yang merah ungu itu?
Binatang itu melambangkan dunia dengan kuasa-kuasa sipil (tanduk-tanduk) dan keagamaan (kepala-kepala) sesudah luka pada binatang yang serupa Macan Tutul itu sembuh. Pada waktu binatang yang bertanduk dua membuat suatu patung dari binatang yang serupa Macan Tutul dalam keadaannya sebelum terluka. Nama-nama hujat itu menandakan banyaknya agama yang menghujat, dan warna merah ungu (penuh dosa), menunjukkan bahwa umat Allah akan dipanggil keluar daripadanya. Perempuan yang menungganginya menandakan bahwa dunia esok hari akan dikuasai oleh suatu sistem keagamaan yang palsu.
Bukankah binatang yang merah ungu itu kepausan?
Bukan. Kepausan digambarkan oleh kepala yang terluka pada binatang yang serupa Macan Tutul, sedangkan binatang yang merah ungu adalah suatu patung dari seluruh binatang itu sesudah lukanya sembuh.
Bacalah Wahyu 17: 4-6
Apakah “cawan emasnya” itu?
“Cawan emas” itu melambangkan penyajiannya yang menarik dari ajaran-ajaran palsu. Pakaiannya yang mahal dengan warna-warna yang mencolok dan perhiasan-perhiasan yang berharga dengan jelas menggambarkan kemegahan perempuan yang paling keji ini serta kemegahan rajawinya dan kemuliaannya yang sia-sia.
Bacalah Wahyu 17: 7, 8
Apakah yang dimaksud dengan “binatang yang telah ada, dan tidak ada, namun ada lagi”?
Binatang ini tampil di panggung ketika luka yang mematikan itu sembuh pada tahun 1929. Akan tetapi, kariernya belum berkembang sepenuhnya sampai perempuan itu duduk di atas punggungnya. Jadi, masa “telah ada,” berlangsung dari tahun 1929 sampai seribu tahun. Selama seribu tahun ia (dunia yang jahat) “tidak ada” (Lihat Yer. 4:23-28, Yes. 24:1, 2). Sesudah seribu tahun ia (dunia yang jahat) naik (dibangkitkan) dari jurang maut (bumi) di mana Iblis dirantaikan (Wahyu 20: 1, 2) dan hidup kembali, “namun ada lagi” untuk kematian yang kedua. Jadi ia telah ada: sebelum 1000 tahun; tidak ada: selama 1000 tahun; dan namun ada lagi: sesudah 1000 tahun.
Bacalah Wahyu 17: 9
Apakah yang dilambangkan oleh gunung-gunung dalam nubuatan?
Gunung melambangkan sidang (Yes. 2: 2, 3; 56: 7; Mi. 4:1, 2). “Angka 7 menunjukkan kelengkapan,” AA 585.3. Jadi ketujuh “kepala” yang adalah “gunung-gunung” atau badan-badan keagamaan, menandakan bahwa, apabila perempuan itu duduk di atasnya, ia akan mempersatukan semua agama dalam satu gereja atau sistem keagamaan (lihat GC 588; 5T 451). Sidang Allah, karena telah dimurnikan dan terpisah, tidak akan menjadi bagian dari sistem ini.
Bacalah Wahyu 17: 10
Siapakah ketujuh raja itu?
Dimulai dengan kelima yang sudah jatuh kita dapati: dunia sebelum Air Bah, Babel, Media-Persia, Yunani dan Roma. Yang satu yang ada sekarang, ialah dunia kita sekarang yang berlangsung dari kejatuhan Roma sampai seribu tahun. Yang lain yang belum datang, yang apabila ia datang hanya akan tinggal sebentar saja, selama 100 tahun (Yes. 65: 20) ialah dunia sesudah seribu tahun.
Apakah “tujuh raja” itu sama dengan “tujuh kepala”?
Tidak. Perhatikanlah bahwa Alkitab berkata “dan ada pula” bukan “dan mereka adalah” yang menunjukkan bahwa kepala-kepala itu adalah satu hal, dan raja-raja itu adalah hal yang lain.
Bacalah Wahyu 17: 11
Bagaimanakah binatang yang telah ada, dan tidak ada itu, adalah “yang kedelapan”, dan berasal dari “ketujuh” itu?
Kita harus menghitung jumlah binatang nubuatan yang melambangkan masa-masa dan bangsa-bangsa. Ada 4 dalam Daniel 7 (Singa, Beruang, Macan Tutul dan binatang yang tidak dapat digambarkan), 2 dalam Wahyu 13 (yang serupa Macan Tutul dan yang serupa Anak Domba) dan 1 dalam Wahyu 17 (yang Merah Ungu), yang hidup dua kali (sebelum dan sesudah seribu tahun). Jadi ia, binatang yang Merah Ungu itu adalah yang kedelapan tetapi berasal dari yang ketujuh dan “menuju kepada kebinasaan”, yaitu kematian yang kedua.
Bacalah Wahyu 17: 12 -14, 16, 17
Apakah yang dilambangkan oleh kesepuluh tanduk yang tidak bermahkota itu?
Angka sepuluh berarti universal (meliputi semesta). Kesepuluh tanduk itu ialah raja-raja yang membenci agama karena mereka membenci perempuan itu, dan berperang melawan Anak Domba. Satu-satunya kuasa sedunia yang membenci agama ialah Komunisme. Mereka “belum” mempunyai kerajaan, yaitu, sementara perempuan itu mengendalikan binatang itu, tetapi bersama-sama dengan binatang itu mereka akan mempunyai kuasa sebagai raja-raja selama satu jam (dari jam kiasan ke-11 sampai ke-12 – Mat. 20: 6). Pernyataan untuk “memberikan kerajaan mereka” (ayat 17) menyiratkan bahwa mereka mempunyai suatu kerajaan untuk diberikan. Apabila pernyataan ini digabungkan dengan pernyataan dalam ayat 12, keduanya mengatakan bahwa Komunisme dapat saja mempunyai suatu kerajaan, dapat memerintah dunia, tetapi Allah menggerakkan hati mereka untuk mengikuti sistem itu. Sesudah satu jam itu mereka akan menerima kerajaan mereka, yaitu, membinasakan sistem gereja dan negara itu dan mengambil kerajaan bagi diri mereka sendiri.
Bacalah Wahyu 17: 18
Bagaimanakah pemerintahan perempuan itu atas raja-raja di bumi digambarkan?
Hal ini digambarkan ketika ia duduk di atas banyak air, menguasai banyak bangsa dan rakyat selama pemerintahan sistem kepausan. Hal itu akan digambarkan lagi ketika ia duduk di atas ketujuh kepala, yaitu ketujuh gunung, menguasai gereja-gereja. Gambaran yang terakhir ialah ketika ia duduk di atas binatang itu, memerintah dunia. Inilah akan menjadi tindakannya yang terakhir.
Kesimpulan: Jelaslah bahwa dunia selanjutnya akan diperintah oleh suatu kepala gerejawi (Babel Besar), bukan oleh Kapitalisme atau Totaliterisme.
