Pendahuluan: Tujuan pelajaran ini ialah untuk mengenali dan memusatkan perhatian pada pekerjaan tanduk yang sangat besar itu dan pemulihan kebenaran.
Renungan Doa: GC 452 “Sekali lagi, perintah itu diberikan: ‘Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka.’ Bukan dunia yang jahat, melainkan mereka yang oleh Tuhan disebut sebagai ‘umat-Ku,’ yang harus ditegur karena pelanggaran-pelanggaran mereka. Ia selanjutnya menyatakan: ‘Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku, seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya.’ Yesaya 58:1, 2. Di sini dikemukakan suatu golongan yang menganggap diri mereka benar dan tampaknya menunjukkan minat yang besar dalam pelayanan kepada Allah; tetapi teguran yang keras dan khidmat dari Dia yang menyelidiki hati membuktikan bahwa mereka sedang menginjak-injak peraturan-peraturan ilahi.” {GC 452.3}
Bacalah Daniel 8: 3-8
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh Domba Jantan itu? Raja-raja Media dan Persia – Daniel 8: 20 Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh Kambing Jantan itu?
Kambing jantan yang berbulu kasar itu ialah raja Yunani – Daniel 8: 21
Siapakah yang dilambangkan oleh tanduk yang menyolok di antara kedua mata Kambing Jantan itu?
Tanduk yang besar di antara kedua matanya ialah raja yang pertama, Aleksander Agung – Daniel 8: 21
Apakah yang digambarkan oleh patahnya tanduk yang besar itu dan munculnya empat tanduk yang lain?
Kematian Aleksander dan pembagian kerajaannya di antara keempat jenderalnya. Tidak sekuat dia, artinya mereka bukanlah keturunannya. Ptolemeus (selatan), Lisimakhus (utara), Kassander (barat) dan Seleukus (timur) – Daniel 8: 22.
Mengapa Media-Persia dilambangkan oleh seekor domba jantan dan Yunani oleh seekor kambing jantan? Mengapa tidak sebaliknya? Mengapa tidak oleh jenis binatang yang lain?
Yesus memberikan jawabannya dalam Matius 25: 32, 33. Raja-raja Kerajaan Media-Persia menjadi orang-orang yang percaya kepada Allah yang benar (Daniel 7: 4; Yesaya 45: 1; Ezra 1; 2); dengan demikian mereka memiliki prinsip-prinsip yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Yunani. Oleh sebab itu Media-Persia dilambangkan oleh seekor domba jantan dan Yunani oleh seekor kambing jantan (2SR 53).
Bacalah Daniel 8: 9, 23-25
Kerajaan manakah yang dilambangkan oleh tanduk yang sangat besar itu?
Pada akhir pemerintahan raja-raja Yunani, muncullah “seorang raja yang garang mukanya.” Raja ini pastilah Roma Kafir, kerajaan yang menggantikan Yunani. “Tanduk yang sangat besar” itu keluar dari salah satu dari keempat tanduk kambing jantan itu. Daniel 11: 5 menjelaskan bahwa “salah seorang dari panglima-panglimanya” dari kerajaan selatan akan memiliki kekuasaan yang besar. Oleh karena itu, panglima ini dilambangkan oleh tanduk yang sangat besar itu, dan menunjukkan bahwa ia keluar dari tanduk yang melambangkan Dinasti Ptolemeus – yaitu bagian selatan. Dari sinilah Roma Kafir berasal (12Tr. 13).
Apakah yang dimaksud dengan “orang-orang durhaka telah memenuhi takarannya”?
Oleh karena dosa ialah pelanggaran hukum, maka “orang-orang durhaka” itu ialah mereka yang mengenal baik hukum Allah. Jadi, yang dimaksudkan hanyalah bangsa Yahudi yang telah sampai kepada “takarannya penuh,” atau, telah mencapai batasnya dalam kebejatan moral dan rohani.
Apakah yang dimaksud dengan memahami teka-teki?
Untuk memahami teka-teki, haruslah dipakai suatu kuasa adikodrati. Oleh karena ia akan “memusnahkan umat orang-orang kudus” dan “bangkit melawan Raja segala raja” (Daniel 8:24, 25), maka kuasa yang dipakai itu ialah Setan (Wahyu 12: 3, 4, 9).
Apakah yang dimaksud dengan “ia akan berhasil” dan “akan membuat tipu dayanya berhasil” dan “dengan damai memusnahkan banyak orang”?
Keberhasilannya dicapai dengan damai. Tidak ada petunjuk tentang penaklukan-penaklukan wilayah yang penuh ambisi. Kuasanya akan diarahkan melawan umat yang kudus, yaitu orang-orang Kristen.
Bagaimanakah ia akan “dipatahkan tanpa perbuatan tangan manusia”?
Tanduk yang sangat besar itu berlanjut sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Menurut Daniel 2: 39, kerajaan tembaga (Yunani) akan berkuasa atas seluruh bumi. Oleh karena itu, peradaban sekarang ini adalah hasil dari kambing jantan itu atau kerajaan tembaga. Demikianlah ia akan “dipatahkan tanpa perbuatan tangan manusia” oleh kerajaan Allah, yaitu batu dalam Daniel 2: 34, 44 (2SR 141).
Bacalah Daniel 8: 10
Siapakah yang dilambangkan sebagai “bala tentara langit”?
“Bala tentara langit” tidak mungkin orang-orang Yahudi, sebab secara rohani mereka sudah sedemikian rendahnya sebagaimana yang mungkin bagi suatu bangsa. Lebih jauh lagi, ayat 11 menyatakan bahwa “Panglima bala tentara” itu ialah Kristus. Jadi, “bala tentara langit” itu ialah orang-orang Kristen.
Siapakah yang dilambangkan sebagai “bintang-bintang”?
Berbicara tentang zaman Perjanjian Baru, “bintang-bintang” itu melambangkan hal yang sama seperti pada mahkota perempuan itu (Wahyu 12: 1), yaitu para Rasul.
Bagaimanakah “bala tentara langit” dan “bintang-bintang” itu “diinjak-injak”?
Mereka mati syahid demi kebenaran.
Bacalah Daniel 8: 11, 12
Apakah “korban sehari-hari” itu?
EW 74: Kata “korban” tidak termasuk dalam naskah aslinya. Kata itu dicetak miring yang menunjukkan bahwa kata itu harus diabaikan. Yang harus kita pegang ialah “sehari-hari” itu.
Apakah yang “sehari-hari” itu?
Tidak ada terjemahan yang tepat dalam bahasa Ibrani untuk kata “sehari-hari.” Oleh karena itu, kata itu diterjemahkan dengan berbagai cara, yaitu “terus-menerus,” “kekal,” “tetap,” dan sebagainya. Hari Sabat adalah satu-satunya doktrin yang berkenaan dengan suatu hari (sehari-hari) dan juga merupakan peringatan yang kekal dan terus-menerus. Keluaran 31: 16, 17: Hari Sabat adalah suatu perjanjian yang kekal.
Apakah “tempat kaabah-Nya” itu?
“Tempat kaabah-Nya (Kristus)” pastilah melambangkan pengertian orang-orang percaya tentang pelayanan-Nya di dalam Kaabah Surga. Hal ini bersama-sama dengan hari-hari Sabat (sehari-hari) telah “dirobohkan” (diabaikan dan dilupakan).
Apakah “kekejian yang membinasakan” itu?
“Kekejian” itu ialah doktrin yang mengambil tempat kebenaran Sabat dan kebenaran Kaabah, yaitu pemeliharaan hari Minggu. Hadirat Allah telah didukakan sehingga meninggalkan sidang, membuatnya “sunyi sepi.” Daniel 11: 31: Kuasa tanduk yang sama ini menajiskan kaabah benteng itu (sidang Kristen) dengan merobohkan yang “sehari-hari” dan “kaabah” itu serta menggantikan kebenaran dengan “kekejian yang membinasakan.” Sampai kepada zaman Kristus, hal ini belum terlaksana. Matius 24: 15, 16: Apabila kekejian itu berdiri di tempat yang kudus, larilah ke pegunungan. Kuasa yang melakukan pekerjaan jahat ini sejajar dengan “tanduk kecil” yang akan “menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi” selama 1260 hari (tahun - Daniel 7: 8, 24, 25).
Apakah arti ungkapan “suatu bala tentara diserahkan kepadanya…”?
Ungkapan ini menunjukkan banjir orang kafir yang bergabung dengan sidang sebagai akibat dari menerima perbaktian hari Minggu. Sejauh ini, kita telah melihat bahwa tanduk itu melambangkan Roma Kekaisaran dan Roma Kepausan.
Bacalah Daniel 8: 13, 14
Apakah yang dimaksud dengan “penginjak-injakan kaabah maupun bala tentara itu”?
Ungkapan ini berbicara tentang pengabaian kebenaran mengenai kaabah surga dan pembantaian orang-orang Kristen yang tidak mau beribadah menurut perintah kuasa tanduk ini.
Berapa lamakah waktunya sebelum kaabah itu disucikan?
2300 hari. Dalam Yehezkiel 4: 6 satu hari sama dengan satu tahun. Ayat ini, bersama-sama dengan kenyataan bahwa penglihatan ini digenapi “pada akhir zaman” (Daniel 8:16, 17) menunjukkan bahwa satu hari sama dengan satu tahun dan masa 2300 hari itu berakhir pada tahun 1844. Pada waktu itu, kebenaran tentang yang “sehari-hari” dan “kaabah” itu akan dipulihkan (kaabah itu disucikan).
Bacalah Daniel 12: 11, 12
Kapankah yang “sehari-hari” itu disingkirkan?
Dari kedua masa yang disebutkan, yaitu 1290 hari dan 1335 hari, suatu berkat diucapkan atas mereka yang menanti sampai akhir dari 1335 hari (tahun) itu, yang menunjukkan bahwa mereka akan diberkati sebagai akibat dari dipulihkannya kebenaran Kaabah dan Sabat (sehari-hari). Jika kita mengurangkan 1335 dari 1844, maka kita akan ditunjukkan kembali kepada tahun 508 M. Pada waktu itu, kebenaran tentang yang “sehari-hari” dan “kaabah” itu dirobohkan dan “kekejian” itu didirikan. Untuk memahami 1290 hari itu, tambahkanlah kepada tahun 508 M, yang menunjuk ke depan kepada tahun 1798 M, yaitu waktu berakhirnya 1260 hari dalam Daniel 7:25 dan dipenjarakannya Paus. Jadi, “penginjak-injakan bala tentara” itu berhenti pada tahun 1798 M tetapi kebenaran itu tetap ditekan sampai tahun 1844. Hal ini menunjukkan bahwa tanduk itu melambangkan Roma dalam ketiga masanya: Kekaisaran, Kepausan, dan Protestan.
Tidak mungkinkah “tanduk yang sangat besar” itu melambangkan Antiokhus Epifanes?
Keluarnya “tanduk yang sangat besar” itu dari salah satu dari keempat tanduk itu melambangkan suatu kerajaan yang kelima, bukan salah satu dari keempat kerajaan itu yang diperluas. Lagi pula, istilah “sangat besar” sebagai lawan dari “besar” menunjukkan suatu kerajaan yang lebih besar daripada kerajaan Aleksander. Oleh karena kerajaan Antiokhus tidak sampai setengah besarnya kerajaan Aleksander, maka teori itu tidak dapat dipercaya
