PelajaranENESFRID Word
Pelajaran No. 10

Biji-Bijian dalam Yehezkiel 4

Yehezkiel 4
Yehezkiel 4 Layar penuh ›

Pendahuluan: Pelajaran ini akan menyingkapkan suatu nubuatan waktu masa percobaan yang khusus selama 430 tahun, arti dan maknanya bagi sidang MAHK dalam sejarah. Pelajaran ini juga akan menarik perhatian kepada suatu makanan rohani yang tidak dapat dibantah untuk mencapai Kebenaran oleh Iman pada masa kini, memberikan pengertian tentang perintah Allah kepada mereka yang memiliki makanan ini (tugas mereka) dan menunjukkan apa yang menimpa mereka yang gagal menerima dan memakan makanan yang dikirim dari surga ini.

Renungan Doa: GC 148 “Reformasi tidaklah, seperti yang disangka banyak orang, berakhir dengan Luther. Reformasi itu akan diteruskan sampai penutupan sejarah dunia ini. Luther mempunyai pekerjaan yang besar untuk dilakukan dalam memantulkan kepada orang lain terang yang telah diizinkan Allah bersinar ke atasnya; namun ia tidak menerima semua terang yang akan diberikan kepada dunia. Sejak waktu itu sampai sekarang, terang baru terus-menerus bersinar atas Alkitab, dan kebenaran-kebenaran baru senantiasa tersingkap.” {GC 148.4}

  1. Apakah pokok bahasan ini bersifat sejarah atau nubuatan?

    • Berita itu ditujukan kepada keseluruhan 12 suku (Yeh. 4, 5, 6; 9:9) tetapi 10 dari suku-suku itu telah

diserakkan sejak tahun 721 SM (2Raj. 17:23).

  1. Bacalah Yeh. 4:1-3 - Mengapa perlambangan pengepungan dan peperangan?

    • Inilah pengalaman orang-orang Yahudi pada zaman Yehezkiel karena dosa-dosa mereka. Jadi Allah memakai pengalaman yang mereka kenal itu untuk mengajarkan dan menanamkan kebenaran yang penting.

    • Juga, Yerusalem, yaitu sidang, di sini digambarkan secara simbolis telah menjadi begitu terasing dari Allah sehingga, untuk menyelamatkannya, Ia harus, boleh dikatakan, berperang melawannya, untuk mendatangkan suatu kebangunan dan reformasi yang besar.

  2. Arti lambang-lambang itu

    • “ambillah sebuah batu bata… dan lukislah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem.”: sebuah batu bata dipakai sebagai ganti kertas karena batu bata itu tahan lama, tidak mudah rusak. Jadi hal ini menandakan bahwa kota Yerusalem adalah kota yang akan berdiri untuk selama-lamanya: suatu umat yang tidak akan pernah mati. Lihat Yes. 33:20.

    • “Kepunglah kota itu”: suatu pengepungan dilakukan oleh suatu tentara untuk memaksa musuhnya menyerah. Hal ini menandakan bahwa “musuh” telah menguasai sidang dan Allah akan menyerbunya dengan suatu tentara pekerja-pekerja reformasi dan memaksanya menyerah.

8T 250. 3 “Kecuali sidang, yang sekarang sedang diragi oleh kemurtadannya sendiri, bertobat dan berbalik, ia akan memakan buah perbuatannya sendiri, sampai ia membenci dirinya sendiri. Apabila ia melawan yang jahat dan memilih yang baik, apabila ia mencari Allah dengan segala kerendahan hati dan mencapai panggilannya yang tinggi di dalam Kristus, berdiri di atas landasan kebenaran yang kekal dan dengan iman memegang pencapaian-pencapaian yang telah disediakan baginya, ia akan disembuhkan. Ia akan tampil dalam kesederhanaan dan kemurniannya yang dikaruniakan Allah, terpisah dari keterikatan-keterikatan duniawi, menunjukkan bahwa kebenaran itu sungguh-sungguh telah memerdekakannya. Maka anggota-anggotanya sungguh-sungguh akan menjadi pilihan Allah, wakil-wakil-Nya. {8T 250.3}

5T 209 “…Penghinaan yang menyeluruh yang dilontarkan kepada kesalehan dan kekudusan yang sejati menyebabkan mereka yang tidak berhubungan erat dengan Allah kehilangan rasa hormat mereka terhadap hukum-Nya. Jika mereka mengikuti terang dan menaati kebenaran dari hati, hukum yang kudus ini akan tampak lebih berharga lagi bagi mereka apabila hukum itu dihina dan dikesampingkan demikian. Sementara ketidakhormatan terhadap hukum Allah semakin nyata, garis pemisah antara para pemeliharanya dan dunia menjadi semakin jelas. Kasih kepada peraturan-peraturan ilahi bertambah dalam satu golongan sejalan dengan bertambahnya penghinaan terhadapnya dalam golongan yang lain.” {5T 209.1}

Jadi pengepungan itu adalah suatu teladan bagi gereja-gereja Protestan, yang menunjukkan kepada mereka bagaimana Allah harus disembah. Lihat Yer. 31:6-8.

  1. Bacalah Yeh. 4:4–6, nubuatan waktu 430 tahun

    • Di sini ditunjukkan suatu nubuatan waktu 430 tahun dalam dua bagian – masing-masing 390 tahun & 40 tahun bagi Israel contoh saingan (gereja-gereja Protestan) dan Yehuda (sidang MAHK).

    • Yehezkiel berbaring, menanggung kesalahan mereka, menunjukkan suatu periode kasih karunia yang khusus yang diberikan kepada sidang, selama masa mana Allah menanggung atau menyabarkan dan mengampuni kesalahan mereka. Jadi Yehezkiel menjadi contoh dari Kristus yang menanggung kesalahan anak-anak-Nya.

    • Selama periode ini Allah mengharapkan sidang mencapai, melalui kasih karunia-Nya, kebenaran oleh iman.

    • Yehezkiel berbaring pada sisi kirinya, sisi yang menahan makanan, menunjukkan bahwa ajaran-ajaran (yang dilambangkan oleh biji-bijian dalam ayat 9) akan dipertahankan selama 390 tahun. Ia berbaring pada sisi kanannya, sisi yang membiarkan makanan dikosongkan, menandakan suatu puasa atau ketiadaan ajaran-ajaran baru selama 40 tahun.

    • 430 tahun itu sejajar dengan pengalaman bani Israel dalam masa mereka sebagai orang asing dan penderitaan mereka. Bacalah Kel. 12:40 – masa bani Israel tinggal sebagai orang asing adalah 430 tahun. Bacalah Gal. 3:16, 17 – Dari panggilan Abraham sampai pemberian hukum di Gunung Sinai adalah 430

tahun. Karena nubuatan Yehezkiel melambangkan sidang di antara bangsa-bangsa kafir (zaman Kristen – Yeh. 4:13), suatu pengalaman yang serupa pastilah menandai permulaan 430 tahun contoh saingan ini. Satu-satunya periode kegelapan seperti itu dalam zaman Kristen dialami selama Abad-Abad Kegelapan, ketika Allah memanggil Martin Luther pada tahun 1500 untuk menjadi pembela hukum-Nya dengan membuatnya membaca Rm. 1:17 di dalam Alkitab bahasa Latin dan memberitakan ajaran “pembenaran oleh iman.” Demikian pula, Abraham disebut “bapa orang-orang yang setia.”

  1. Bacalah Yeh. 4:9, 12, 13. Kapankah nubuatan itu dimulai?

    • Sesuai dengan itu, nubuatan itu pastilah dimulai ketika umat Allah dipaksa memakan makanan rohani yang dilambangkan oleh gandum, jelai, kacang, kacang merah, jawawut dan sekoi, sementara berada di antara bangsa-bangsa kafir. Perhatikanlah bahwa roti itu akan dinajiskan, yang menunjukkan bahwa ajaran-ajaran yang dilambangkan oleh biji-bijian ini akan dicemarkan.

    • Sudah dipahami secara luas bahwa selama periode sejak dikanonkannya Kitab Suci Perjanjian Baru sampai panggilan Martin Luther pada tahun 1500, kebenaran dicampakkan ke tanah (Dan. 8:12) dan bahwa kebenaran itu mulai diangkat pertama kali oleh golongan Lutheran yang memberitakan ajaran iman (dilambangkan oleh gandum), yaitu permulaan reformasi.

  2. Arti Biji-Bijian Itu

    • Gandum-Pembenaran oleh Iman (Martin Luther – Lutheran)

Sebagaimana gandum adalah keperluan pertama dalam makanan jasmani manusia untuk menjaganya tetap sehat, demikian pula iman adalah keperluan pertama dalam makanan rohani manusia, sebab "tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah" (Ibr. 11:6).

Sebagaimana jelai adalah keperluan kedua dalam makanan jasmani manusia untuk menjaganya tetap sehat, demikian pula Roh Kudus adalah keperluan kedua dalam makanan rohani manusia, sebab sebelum Ia dapat bekerja dalam hidup kita, kita harus percaya bahwa Ia ada. Dalam Hak. 7:13, 14 sebuah roti jelai menjungkirbalikkan kemah orang Midian, yang menunjukkan bahwa Allah menggambarkan jelai sebagai Roh Kudus.

Sebagaimana kacang adalah keperluan ketiga dalam makanan jasmani manusia untuk menjaganya

tetap sehat, demikian pula Kasih Karunia adalah keperluan ketiga dalam makanan rohani manusia. Kacang telah diselewengkan dengan menambahkan daging babi, dan arti kasih karunia telah diselewengkan oleh orang-orang yang disebut Kristen, yang menuntun kepada suatu tindakan lancang menginjak-injak peraturan-peraturan-Nya.

  1. Bacalah Yeh. 4:7, 8

    • “arahkanlah mukamu kepada pengepungan itu” – lakukanlah itu seperti seorang jenderal tentara yang perkasa.

    • “lenganmu akan disingsingkan” – keperkasaan reformasi itu akan dinyatakan.

    • “Aku akan mengikat engkau dengan tali” – kepastian akan terjadinya pengepungan itu.

  2. ​Bacalah Yeh. 4:10, 11, 16, 17

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa ajaran-ajaran itu dinyatakan sedikit demi sedikit; tidak semua terang atas pokok itu. Mereka harus memakai ajaran-ajaran itu dengan hemat sampai persediaan mereka (roti dan air) habis dan mereka menjadi sungguh-sungguh lapar selama periode 40 tahun, supaya mereka dapat menemukan kesalahan-kesalahan mereka

  1. Bacalah Yeh. 4:12-15

    • “Makanlah itu seperti roti jelai" - jelai melambangkan Roh Kudus, karena itu kebenaran-kebenaran ini harus diterima dan diilhamkan oleh Roh Kudus.

    • "Bakarlah di atas api kotoran" – ajaran-ajaran itu akan dinajiskan oleh tafsiran pribadi

8T 250 “…Saya melihat Pengajar kita menunjuk kepada pakaian yang disebut kebenaran itu. Sambil menanggalkannya, Ia menyingkapkan kenajisan yang ada di bawahnya. Kemudian Ia berkata kepada saya: "Tidakkah engkau lihat bagaimana mereka dengan penuh kepura-puraan telah menutupi kenajisan dan kebusukan tabiat mereka?..” {8T 250.2}

"Makanlah roti yang najis" - Karena tafsiran manusia atas Firman dicampurkan dengan kebenaran Allah yang kudus, "roti" itu telah dinajiskan dan inilah yang telah dimakan oleh umat Allah.

  1. Makna dari puasa 40 tahun itu dan akibat-akibatnya.

Semua ajaran ini harus datang di dalam 390 tahun itu. Dengan menambahkan 390 kepada 1500 kita sampai pada tahun 1890. Pada tahun 1890 berita tahun 1888 ditolak, yang membawa Yehuda contoh saingan ke dalam suatu puasa rohani.

1SM 234 “Keengganan untuk melepaskan pendapat-pendapat yang sudah dipegang sebelumnya, dan untuk menerima kebenaran ini, menjadi dasar dari sebagian besar perlawanan yang dinyatakan di Minneapolis terhadap berita Tuhan melalui Saudara-saudara {E.J.} Waggoner dan {A.T.} Jones. Dengan membangkitkan perlawanan itu Setan berhasil menjauhkan dari umat kita, dalam ukuran yang besar, kuasa istimewa Roh Kudus yang Allah rindu untuk berikan kepada mereka. Musuh menghalangi mereka untuk memperoleh kecakapan yang seharusnya menjadi milik mereka dalam membawa kebenaran kepada dunia, sebagaimana para rasul memberitakannya sesudah hari Pentakosta. Terang yang akan menerangi seluruh bumi dengan kemuliaannya telah dilawan, dan oleh tindakan saudara-saudara kita sendiri telah dalam ukuran yang besar dijauhkan dari dunia. {1SM 234.6}

TM 76 “Bahwa orang-orang tetap memelihara roh yang merajalela di Minneapolis [LIHAT LAMPIRAN.] adalah suatu pelanggaran terhadap Allah…” {TM 76.3}

TM 79, 80 “Bahaya-bahaya hari-hari terakhir sudah ada di atas kita. Setan menguasai setiap pikiran yang tidak dengan tegas berada di bawah penguasaan Roh Allah. Sebagian orang telah memupuk kebencian terhadap orang-orang yang telah ditugaskan Allah untuk membawa suatu berita khusus kepada dunia. Mereka memulai pekerjaan setan ini di Minneapolis. Kemudian, ketika mereka melihat dan merasakan pernyataan Roh Kudus yang bersaksi bahwa berita itu berasal dari Allah, mereka semakin membencinya, karena berita itu merupakan kesaksian terhadap mereka. Mereka tidak mau merendahkan hati mereka untuk bertobat, untuk memberikan kemuliaan kepada Allah, dan membela yang benar. Mereka terus berjalan dalam roh mereka sendiri, penuh dengan iri hati, cemburu, dan prasangka-prasangka jahat, sebagaimana halnya orang-orang Yahudi. Mereka membuka hati mereka kepada musuh Allah dan manusia. Namun orang-orang ini telah memegang jabatan-jabatan kepercayaan, dan telah membentuk pekerjaan itu menurut keserupaan mereka sendiri, sejauh yang dapat mereka lakukan. ”

{TM 79.3}

TM 91, 92 “Tuhan dalam kemurahan-Nya yang besar telah mengirimkan suatu berita yang paling berharga kepada umat-Nya melalui Penatua-penatua Waggoner dan Jones. [LIHAT LAMPIRAN.] Berita ini bermaksud membawa ke hadapan dunia secara lebih menonjol Juruselamat yang ditinggikan, korban bagi dosa-dosa seluruh dunia. Berita itu menyajikan pembenaran melalui iman kepada Sang Penjamin; berita itu mengundang umat untuk menerima kebenaran Kristus, yang dinyatakan dalam ketaatan kepada semua perintah Allah. Banyak orang telah kehilangan pandangan kepada Yesus. Mereka perlu mata mereka diarahkan kepada pribadi-Nya yang ilahi, jasa-jasa-Nya, dan kasih-Nya yang tidak berubah bagi keluarga manusia. Segala kuasa diberikan ke dalam tangan-Nya, supaya Ia dapat membagikan karunia-karunia yang limpah kepada manusia, memberikan karunia yang tak ternilai yaitu kebenaran-Nya sendiri kepada alat manusia yang tidak berdaya. Inilah berita yang Allah perintahkan untuk diberikan kepada dunia. Inilah berita malaikat ketiga, yang harus diberitakan dengan suara nyaring, dan disertai dengan pencurahan Roh-Nya dalam ukuran yang besar.” {TM 91.2}

TM 467, 468 “…Agama yang benar, satu-satunya agama Alkitab, yang mengajarkan pengampunan hanya melalui jasa-jasa Juruselamat yang telah disalibkan dan bangkit, yang membela kebenaran oleh iman Anak Allah, telah diremehkan, ditentang, diejek, dan ditolak. [LIHAT LAMPIRAN.] Agama itu telah dikecam sebagai menuntun kepada sikap berlebih-lebihan dan fanatisme…”

{TM 467.2}

Puasa itu menandakan ketiadaan kebenaran yang progresif.

2T 606 – “Saya berkata selanjutnya: Sebagaimana firman Allah dikelilingi tembok oleh buku-buku dan risalah-risalah ini, demikianlah Allah telah mengelilingi kamu dengan tembok teguran-teguran, nasihat, amaran-amaran, dan dorongan-dorongan. Di sini kamu berseru di hadapan Allah, dalam penderitaan jiwamu, meminta lebih banyak terang. Saya diberi kuasa oleh Allah untuk memberitahukan kepadamu bahwa tidak akan ada lagi seberkas sinar terang pun melalui Kesaksian-Kesaksian yang akan bersinar di atas jalanmu sampai kamu menggunakan secara praktis terang yang sudah diberikan…” {2T 606.1}

Perhatikanlah bahwa hanya ada enam jenis biji-bijian, sedangkan bilangan sempurna Allah adalah tujuh. Karena itu, pastilah ada biji-bijian yang ketujuh, tetapi biji-bijian itu akan murni, tidak najis. Inilah sebabnya ia tidak dimasukkan bersama yang lain yang dibakar di atas kotoran. Kapankah ia akan tiba? Ia pasti tiba sesudah puasa 40 tahun itu. Dengan menambahkan 40 kepada 1890, kita sampai pada tahun 1930. Jadi terang baru akan diberikan pada tahun 1930. Terang itu akan datang dengan limpah, tidak ‘menurut timbangan’ ataupun ‘menurut takaran’. Pada masa inilah berita Tongkat Gembala dinyatakan dan diterbitkan kepada sidang MAHK (Yehuda), yang mengakhiri puasanya. Karena itu, Tongkat itu (Why. 18:1) dikenal sebagai biji-bijian yang ketujuh, yang murni dan tidak najis. Setiap orang yang mengaku membawa kebenaran (berita yang dikirim dari surga) di antara tahun 1890 dan 1930 adalah palsu.

  1. Mengapa perlu berpesta dengan makanan ini pada masa kini?

Untuk mencapai kebenaran Kristus oleh iman, sekarang setelah Yehezkiel contoh saingan tidak lagi berbaring, yaitu tidak lagi menanggung kesalahan umat Allah. Karena periode kasih karunia telah berakhir, kita sekarang perlu berjalan oleh iman atau binasa. Lihat Ibr. 10:38, 39. Mereka yang gagal memakan makanan ini akan tetap dalam keadaan Laodikea mereka tanpa ‘emas yang telah dimurnikan dalam api’. Karena dibiarkan tanpa meterai Allah, mereka akan binasa dalam penghukuman Yehezkiel 9. Mereka akan menanggung kesalahan mereka sendiri.

Kesimpulan: Kita melihat bahwa Allah tidak dapat lagi membiarkan kebodohan kita karena kita pada masa kini memiliki begitu banyak terang. Karena itu kita harus berjalan oleh iman dan mencapai standar kebenaran di dalam Kristus yang Allah kehendaki bagi umat-Nya. Berita Tongkat Gembala datang untuk menolong kita berjalan oleh iman dan menjadi anggota-anggota kerajaan Kemuliaan Allah. Pilihan untuk makan di meja Tongkat yang berlimpah-limpah atau di meja-meja yang ‘penuh dengan muntah dan kotoran’ (Yes. 28:8) sekarang ada pada kita untuk diputuskan.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Ketuk referensi Alkitab untuk membuka ayatnya (Terjemahan Baru) di bible.com; referensi Roh Nubuat dibuka di EGW Writings (egwwritings.org), dalam bahasa Inggris.