PelajaranENESFRID Word
Pelajaran No. 5

Penuaian Upacara

Penuaian Upacara
Penuaian Upacara Layar penuh ›

Pendahuluan: Pelajaran ini menyatakan bahwa pokok pehukuman diajarkan bukan saja dalam tulisan-tulisan para nabi dan perumpamaan-perumpamaan Yesus, tetapi juga dalam lambang-lambang dan simbol-simbol dari bait suci di bumi.

Renungan Doa: 1Kor. 10:11; AA 14.1

“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” {1Kor. 10:11}

“Seluruh sistem lambang dan simbol itu adalah suatu nubuatan yang dipadatkan mengenai Injil, suatu penyajian yang di dalamnya terhimpun janji-janji penebusan.” {AA14.1}

Bacalah Imamat 23: 10, 11, 14-17, 39

23:10 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,

23:11 dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu; imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.

23:14 Kamu tidak boleh makan roti, atau bertih gandum, atau gandum muda, sampai pada hari itu juga, sampai kamu membawa persembahan kepada Allahmu: itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.

23:15 Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;

23:16 sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN.

23:17 Dari tempat kediamanmu kamu harus membawa dua buah roti unjukan yang dibuat dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi; itulah hasil pertama bagi TUHAN.

23:39 Akan tetapi pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh, pada waktu mengumpulkan hasil tanahmu, kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang pertama haruslah ada perhentian penuh dan pada hari yang kedelapan pun haruslah ada perhentian penuh.

Perhatikanlah bahwa tiga upacara penuaian disebutkan.

Karena bersifat lambang, kedua penuaian gandum ini dengan ketiga upacara harfiahnya, sesuai dengan itu membayangkan dua penuaian jiwa dengan tiga upacara rohani, yang pertama di antaranya ialah

  1. Buah Sulung dengan Berkas Unjukan dan Roti Unjukan.

Berkas unjukan itu harus dipersembahkan “pada hari sesudah Sabat” -- yaitu, pada hari pertama dalam minggu, yang sekarang biasa disebut hari Minggu. Persembahan ini harus diserahkan, bukan pada suatu hari tertentu dalam bulan, melainkan pada suatu hari tertentu dalam minggu, sebelum sabit dikenakan pada gandum dan gandum itu dikumpulkan menjadi berkas-berkas (Imamat 23:11, 14). Karena terdiri dari tangkai-tangkai gandum yang telah dipotong, berkas unjukan itu melambangkan buah-buah yang akan dituai. Ia menunjuk ke depan kepada suatu penuaian rohani atas buah-buah sulung yang akan dikumpulkan.

Pada hari Pentakosta, lima puluh hari sesudah berkas lambang itu dipersembahkan, seluruh Israel harus mempersembahkan “korban sajian yang baru kepada Tuhan…[dua roti unjukan “yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi”] hasil pertama bagi Tuhan.” Imamat 23:16, 17.

Karena merupakan hasil yang sudah jadi, roti unjukan itu melambangkan buah-buah yang sebelumnya telah dikumpulkan.

Baik berkas unjukan maupun roti unjukan adalah persembahan syukur untuk buah-buah sulung. Yang satu dipersembahkan pada permulaan penuaian; yang lain pada penyelesaiannya. Karena datang tepat pada waktunya, dalam musim buah-buah sulung, minggu Paskah adalah masa di mana berkas unjukan biasanya dipersembahkan di hadapan Tuhan, upacaranya secara nubuatan menunjuk ke depan kepada

  1. Kristus, Antitipe dari Berkas Unjukan.

Selama lebih dari seribu tahun, pengunjukan berkas setiap tahun itu menunjuk ke depan kepada peristiwa antitipenya, yaitu kebangkitan Kristus. –

DA 785, 786 “Ia adalah antitipe dari berkas unjukan, dan kebangkitan-Nya terjadi tepat pada hari ketika berkas unjukan itu harus dipersembahkan di hadapan Tuhan.” {DA 785.4}

Matius 27: 50-53

27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

EW 184 “Ketika Yesus, sementara Ia tergantung di atas kayu salib, berseru, ‘Sudah selesai,’ bukit-bukit batu terbelah, bumi berguncang, dan beberapa kubur terbuka. Ketika Ia bangkit sebagai pemenang atas maut dan kubur, sementara bumi berguncang-guncang dan kemuliaan surga bersinar di sekeliling tempat yang kudus itu, banyak orang benar yang telah mati, menurut panggilan-Nya, keluar sebagai saksi-saksi bahwa Ia telah bangkit. Orang-orang kudus yang beroleh perkenan dan telah bangkit itu keluar dalam keadaan dimuliakan. Mereka adalah orang-orang pilihan dan kudus dari setiap zaman, sejak penciptaan sampai kepada zaman Kristus. Demikianlah, sementara para pemimpin Yahudi berusaha menyembunyikan kenyataan kebangkitan Kristus, Allah memilih untuk membangkitkan suatu rombongan dari kubur-kubur mereka untuk bersaksi bahwa Yesus telah bangkit, dan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. {EW 184.1}

DA 834, 834 “Seluruh surga sedang menantikan untuk menyambut Juruselamat ke istana-istana surgawi. Ketika Ia naik, Ia memimpin jalan, dan sejumlah besar tawanan yang dibebaskan pada kebangkitan-Nya

mengikuti….Ia masuk ke hadirat Bapa-Nya. Ia menunjuk kepada kepala-Nya yang terluka, lambung yang tertikam, kaki yang cacat; Ia mengangkat tangan-Nya yang menyandang bekas paku. Ia menunjuk kepada tanda-tanda kemenangan-Nya; Ia mempersembahkan kepada Allah berkas unjukan, yaitu mereka yang dibangkitkan bersama-Nya sebagai wakil-wakil dari rombongan besar orang banyak yang akan keluar dari kubur pada kedatangan-Nya yang kedua kali.”

Kristus, buah sulung itu, dan mereka yang bersama-Nya pada kebangkitan-Nya keluar dari kubur, dibangkitkan kepada hidup yang kekal, adalah antitipe berkas unjukan dari orang-orang mati.

Oleh karena berkas unjukan dari gandum menunjuk ke depan kepada pengumpulan buah-buah sulung dari ladang, demikian pula mereka yang bangkit bersama Kristus, sebagai buah-buah sulung dari orang-orang mati, menunjuk ke depan kepada pengumpulan buah-buah sulung Injil -- yaitu ke-120 murid. Roh Kudus turun ke atas 120 murid itu (Kisah 2: 1-4) tepat pada hari ketika roti unjukan harus dipersembahkan di hadapan Tuhan. Karena itu roti unjukan itu adalah suatu gambaran dari 120 murid yang dipenuhi Roh, yang merupakan jumlah lengkap buah-buah sulung dari orang-orang mati, dan yang dikumpulkan sesudah kebangkitan. Dengan demikian Pentakosta para rasul adalah prototipe dari Pentakosta upacara (hari ketika roti unjukan dipersembahkan).

Karena mereka yang bangkit bersama Kristus naik bersama-Nya sebagai tanda-tanda kemenangan-Nya atas maut dan kubur, maka dengan demikian mereka menjadi suatu lambang yang hidup, dan dengan demikian

  1. Berkas Unjukan dari Orang-Orang Hidup.

Dari kenyataan-kenyataan ini dapat dilihat dengan lebih jelas bahwa mereka yang dibawa Kristus bersama-Nya adalah berkas unjukan yang hidup dan satu-satunya yang telah dipersembahkan di dalam bait suci surgawi; dan bahwa sebagai orang-orang yang dibangkitkan dari antara orang mati, mereka adalah buah-buah sulung dari orang-orang mati, sedangkan sebagai orang-orang yang hidup selama-lamanya di hadapan Bapa, mereka adalah berkas unjukan yang hidup dari buah-buah sulung orang-orang hidup, yaitu 144.000 hamba-hamba Allah, yang secara berurutan mendahului

  1. Buah-Buah Kedua dan Hari Raya Pondok Daun.

Jadi berkas unjukan dan roti unjukan itu harus mempunyai penerapan ganda, masing-masing kepada orang-orang mati dan kepada orang-orang hidup, yang bersama-sama merupakan seluruh buah dari penuaian antitipe itu.

Oleh karena 120 murid pada hari Pentakosta adalah buah-buah sulung Injil dari orang-orang mati, maka menyusullah bahwa rombongan besar orang banyak yang ditambahkan kepada sidang setiap hari sesudah itu (Kisah 2: 40-47), dengan sendirinya adalah buah-buah kedua Injil dari orang-orang mati.

Oleh karena Pentakosta sesudah kebangkitan itu adalah untuk pengumpulan mereka yang akan mati, maka sepadan dengan itu harus ada suatu Pentakosta untuk pengumpulan mereka yang akan diubahkan -- yaitu 144.000 dan “rombongan besar orang banyak,” -- semua orang suci yang akan diubahkan.

Sebagaimana dalam lambang Hari Raya Pondok Daun harus dirayakan pada penutupan pengumpulan terakhir dari penuaian tahun itu, maka sepadan dengan itu dalam antitipe ia harus

dirayakan pada penutupan pengumpulan terakhir dari penuaian bumi. Jadi waktu yang dipakai untuk menghasilkan dan mempersembahkan berkas unjukan dan roti unjukan, juga untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun, mewakili seluruh masa penuaian rohani atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Meneguhkan kenyataan ini, Roh Nubuat berkata:

PP 541 “Hari Raya Pondok Daun bukan saja merupakan peringatan, tetapi juga lambang. Ia

merayakan pengumpulan hasil-hasil bumi, dan menunjuk ke depan kepada hari besar pengumpulan terakhir, ketika Tuan yang empunya tuaian akan menyuruh penuai-penuai-Nya untuk mengumpulkan lalang menjadi berkas-berkas untuk dibakar, dan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung-Nya. Pada waktu itu orang-orang jahat semuanya akan dibinasakan.” {PP 541.2}

EW 282, 282 “Aku melihat orang-orang suci,” kata hamba Tuhan dalam menggambarkan perayaan ini, “meninggalkan kota-kota dan desa-desa, dan berhimpun bersama dalam rombongan-rombongan, dan tinggal di tempat-tempat yang paling sunyi. Malaikat-malaikat menyediakan makanan dan air bagi mereka, sementara orang-orang jahat menderita kelaparan dan kehausan.” {EW 282.2}

Demikianlah orang-orang benar (144.000 dan Rombongan Besar Orang Banyak) akan merayakan kelepasan mereka dari dosa (pengembaraan mereka di padang belantara) dan penyelesaian pekerjaan Injil mereka – mengumpulkan hasil tanah Imamat 23: 39. Perayaan ini akan berlangsung di dalam Kerajaan menjelang penutupan masa kasihan. Lihat

Zakharia 14: 16-19.

14:16 Maka akan terjadi, setiap orang yang tinggal dari segala bangsa yang tadinya menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun.

14:17 Dan akan terjadi, barangsiapa dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, kepada mereka tidak akan turun hujan. 14:18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk, yang tidak mendapat hujan; di situ akan datang tulah yang dipakai TUHAN untuk menghajar bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun.

14:19 Itulah hukuman bagi Mesir dan hukuman bagi segala bangsa yang tidak datang untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Ketuk referensi Alkitab untuk membuka ayatnya (Terjemahan Baru) di bible.com; referensi Roh Nubuat dibuka di EGW Writings (egwwritings.org), dalam bahasa Inggris.