PelajaranENESFRID Word
Pelajaran No. 4

Penuaian dalam Matius 13

Matius 13 — Penuaian
Matius 13 — Penuaian Layar penuh ›

Pendahuluan: Perumpamaan ini menggambarkan dengan dua belas bulan dalam setahun, suatu masa dalam sejarah Injil yang dikenal sebagai penuaian atau pehukuman. Permulaannya ialah masa penaburan benih dan pada akhirnya muncullah suatu sidang yang telah dimurnikan.

Renungan Doa: COL 71, 72

“Kristus telah mengajarkan dengan jelas bahwa mereka yang bertekun dalam dosa yang terang-terangan harus dipisahkan dari sidang, tetapi Ia tidak menyerahkan kepada kita pekerjaan menghakimi tabiat dan motif. Ia terlalu mengenal sifat kita untuk mempercayakan pekerjaan ini kepada kita. Seandainya kita mencoba mencabut dari sidang mereka yang kita sangka orang Kristen palsu, kita pasti akan membuat kesalahan. Sering kali kita menganggap tidak ada harapan justru orang-orang yang sedang ditarik Kristus kepada diri-Nya. Seandainya kita memperlakukan jiwa-jiwa ini menurut pertimbangan kita yang tidak sempurna, hal itu barangkali akan memadamkan harapan mereka yang terakhir. Banyak orang yang menganggap dirinya orang Kristen pada akhirnya akan didapati kurang. Banyak orang akan berada di surga yang disangka oleh tetangga-tetangga mereka tidak akan pernah masuk ke sana. Manusia menilai dari penampilan, tetapi Allah menilai hati. Lalang dan gandum harus tumbuh bersama-sama sampai musim menuai; dan musim menuai itu ialah akhir dari masa kasihan. {COL 71.3}, 72

Bacalah Matius 13: 24-30, 36-43

13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampaklah juga lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.

13:36 Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.

13:37 Ia menjawab, kata-Nya: Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

  1. Kapankah Kristus menaburkan benih yang baik?

Kristus, Anak Manusia itu menaburkan benih yang baik, yaitu anak-anak Kerajaan, sesudah Ia dilahirkan oleh seorang perempuan, sesudah baptisan-Nya. Bacalah

Matius 3: 13, 16; 4: 1, 17

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Untuk memastikan pada waktu mana dalam tahun itu Ia dibaptis, bacalah

Daniel 9: 26, 27

9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan karena merajalelanya kekejian ia akan membuatnya menjadi sunyi, sampai kepada kesudahan, dan apa yang telah ditetapkan akan dicurahkan ke atas yang membinasakan itu.

Perhatikanlah bahwa sesudah “menaburkan benih yang baik” selama 3½ tahun, Kristus disalibkan. Ia merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya pada hari ke-15 bulan pertama (Im. 23: 5, 6; Mat. 26: 17-21) dan disalibkan pada hari berikutnya, yaitu hari ke-16. Karena itu Ia dibaptis 3½ tahun sebelum penyaliban-Nya, pada hari ke-16 bulan ketujuh selama Hari Raya Pondok Daun.

  1. Kapan dan bagaimanakah lalang itu ditaburkan?

Markus 13: 34. [Sebab Anak Manusia adalah] sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.

Lalang, yaitu anak-anak si jahat, ditaburkan oleh musuh, yaitu Iblis, sesudah Kristus naik ke surga

Mat. 13: 25; Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

2T 337.2 “Laki-laki dan perempuan berada dalam jam-jam terakhir masa kasihan, namun mereka lalai dan bebal, dan para pendeta tidak mempunyai kuasa untuk membangunkan mereka; mereka sendiri sedang tidur. Pengkhotbah-pengkhotbah yang tidur berkhotbah kepada umat yang tidur!”

Yehezkiel 44: 6, 7 “Katakanlah kepada kaum pemberontak itu, yaitu kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai kaum Israel, cukuplah sudah segala perbuatanmu yang keji itu, yaitu dengan membawa orang-orang asing yang tidak bersunat hatinya dan tidak bersunat dagingnya [ke dalam tempat kudus-Ku], sehingga mereka berada di tempat kudus-Ku untuk menajiskan Bait-Ku, pada waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah, dan mereka telah mengingkari perjanjian-Ku oleh karena segala perbuatanmu yang keji itu.”

RH, 21 Mei 1901 par. 7, 8 “Hanya apabila Sidang terdiri dari anggota-anggota yang murni dan tidak mementingkan diri, barulah ia dapat menggenapi maksud Allah. Terlalu banyak pekerjaan yang tergesa-gesa dilakukan dalam menambahkan nama-nama ke dalam daftar anggota sidang. Cacat-cacat yang serius terlihat dalam tabiat beberapa orang yang bergabung dengan sidang. Mereka yang menerima orang-orang itu berkata, Kita akan memasukkan mereka lebih dahulu ke dalam sidang, dan kemudian memperbaiki mereka. Tetapi ini adalah suatu kesalahan. Pekerjaan yang pertama-tama harus dilakukan ialah pekerjaan reformasi. Berdoalah bersama mereka, berbicaralah dengan mereka, tetapi jangan izinkan mereka bersatu dengan umat Allah dalam hubungan sidang sampai mereka memberikan bukti yang pasti bahwa Roh Allah sedang bekerja di dalam hati mereka.

“Banyak dari mereka yang namanya tercatat dalam buku-buku sidang bukanlah orang Kristen.”

Ketika pejabat-pejabat sidang dengan tergesa-gesa menambahkan nama-nama ke dalam daftar anggota sidang.

Catatan: Yohanes Pembaptis dan para Rasul sungguh-sungguh berjaga-jaga. Mereka melihat lalang itu sebelum mereka masuk ke dalam sidang.

Mat. 3: 7, 8 “Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”

Kisah 5: 3, 5, 7-10.

5:3 Tetapi Petrus berkata: Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

5:8 Kata Petrus kepadanya: Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual? Jawab perempuan itu: Betul sekian.

5:9 Kata Petrus: Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru menguburkan suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.

5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburkannya di samping suaminya.

  1. Apakah yang dilambangkan oleh ladang itu?

COL 70. 2 “‘Ladang itu,’ kata Kristus, ‘ialah dunia.’ Tetapi kita harus memahami hal ini sebagai menandakan sidang Kristus di dalam dunia. Perumpamaan itu adalah suatu gambaran tentang apa yang berhubungan dengan kerajaan Allah, yaitu pekerjaan-Nya menyelamatkan manusia; dan pekerjaan ini dilaksanakan melalui sidang. Memang benar, Roh Kudus telah pergi ke seluruh dunia; di mana-mana Ia bekerja di dalam hati manusia; tetapi di dalam sidanglah kita harus bertumbuh dan menjadi masak untuk lumbung Allah.” {COL 70.2}

Sidang yang mana? – Sidang dalam masa penuaian atau masa akhir – Laodikea, sidang yang sisa (MAHK).

  1. Masa penuaian

Penuaian rohani bukanlah suatu peristiwa yang sekejap. Ia berlangsung selama suatu jangka waktu dan membawa akhir dunia sama wajarnya seperti penuaian tahunan membawa akhir musim panas.

Mat. 13: 30 “pada waktu menuai”

Mat. 13: 40 “pada akhir zaman.”

Bacalah Yeremia. 8:20 “Sudah lewat masa menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan.”

Apabila masa menuai telah lewat, orang-orang jahat menyadari bahwa mereka telah hilang. Dengan kata lain, selama masa menuai, mereka sebenarnya dapat diselamatkan, tetapi mereka menyia-nyiakan kesempatan mereka.

Bacalah Amos 8:11, 12 “Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.”

Orang-orang jahat mencari, tetapi tidak dapat menemukan Firman Tuhan. Rombongan yang sama dalam Yeremia 8:20, kembali ditampilkan dalam ayat Alkitab ini. Pencarian ini terjadi pada penutupan terakhir masa kasihan, tepat sebelum kedatangan yang kedua kali. Jadi terlihatlah bahwa “penuaian” itu berlangsung selama masa kasihan.

Bacalah COL 71.3 - “Lalang dan gandum harus tumbuh bersama-sama sampai musim menuai; dan musim menuai itu ialah akhir dari masa kasihan.”

“Penuaian” itu adalah bagian dari masa kasihan, yaitu bagian yang terakhir daripadanya.

EW 118.1 - “Kemudian aku melihat malaikat yang ketiga. Kata malaikat yang menyertai aku, ‘Dahsyat pekerjaannya. Mengerikan tugasnya. Dialah malaikat yang akan memilih gandum dari antara lalang, dan memeteraikan, atau mengikat, gandum itu untuk lumbung surgawi. Perkara-perkara ini seharusnya menyita seluruh pikiran, seluruh perhatian.’”

Sudah diketahui umum bahwa pekerjaan Malaikat Ketiga berlangsung selama masa kasihan. Oleh karena itu, “penuaian” atau pemisahan di dalam sidang terjadi selama masa kasihan.

  1. Bukankah istilah “akhir zaman” membuktikan bahwa penuaian itu terjadi pada kedatangan Kristus yang kedua kali?

Istilah “akhir zaman” memang mencakup hari terakhir, yaitu kedatangan Kristus yang kedua kali. Akan tetapi, Alkitab tidak membatasi artinya kepada hari terakhir itu saja.

Ibr. 9:24-26

9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.

9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.

Kristus masuk ke balik tirai “satu kali saja pada zaman akhir.” Sebagai Masehi Advent Hari Ketujuh, kita menyadari sepenuhnya perpindahan Kristus dari ruangan Kudus ke ruangan Maha Kudus dari Bait Suci Surgawi pada tahun 1844, namun ayat ini menyebutnya “zaman akhir.” Hal ini menunjukkan secara meyakinkan bahwa istilah “akhir zaman” tidak terbatas kepada hari terakhir.

1Korintus. 10:11 “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”

Ayat Alkitab ini berbicara tentang mereka yang hidup pada hari-hari terakhir sejarah bumi, yang disebut “zaman akhir.” Jadi, istilah “akhir zaman” berarti bagian terakhir dari masa kasihan. Sungguh “waktu menuai ialah akhir zaman!” Oleh karena itu, penuaian dimulai dengan penyingkiran lalang dari sidang Masehi Advent Hari Ketujuh.

  1. Pemisahan gandum dan lalang

Matius 13:40-43 menunjukkan bahwa Allah akan mengumpulkan dari dalam Kerajaan-Nya (sidang-Nya) segala sesuatu yang menyesatkan, yaitu lalang. Perhatikan juga bahwa Ia hanya akan meninggalkan orang-orang benar, sehingga menghasilkan suatu sidang yang murni.

TM 47.2 “Pekerjaan pemisahan diserahkan kepada malaikat-malaikat Allah …”

Amos 8:1-3 “Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Lalu berfirmanlah Ia: Apakah yang kaulihat, Amos? Jawabku: Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi. Nyanyian-nyanyian di bait suci akan menjadi ratapan pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH; akan ada banyak bangkai, ke segala tempat orang melemparkannya dengan diam-diam.”

Ayat Alkitab ini menunjukkan bahwa sesudah buah-buah (gandum) dikumpulkan, kesudahan (penutupan masa kasihan) akan datang bagi umat Allah (sidang) dan akan ada banyak bangkai (lalang) di segala tempat.

Bacalah Yesaya 52:1 “Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota kudus! Sebab tidak seorang pun yang tidak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.”

Orang-orang jahat akan dilenyapkan dari antara umat Allah. Akan tetapi, tepat sebelum hal ini, suatu berita yang memanggil Sion (sidang) untuk terjaga dan mengumumkan bahwa penuaian akan segera dimulai harus dikumandangkan kepada sidang.

Bacalah Nahum 1:15 “Lihatlah di atas gunung-gunung kaki orang yang membawa kabar baik, yang mengabarkan berita damai sejahtera! Rayakanlah hari-hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila tidak akan menyerang engkau lagi; ia sudah dilenyapkan sama sekali.”

Pikiran yang sama yang terdapat dalam Yesaya 52:1 diteguhkan dalam ayat Alkitab ini.

  1. Pemisahan dalam dua bagian, yang menghasilkan dua buah

Bacalah Wahyu 14:1, 4; 7:1-4 - Dari Israel, yaitu sidang, yang menghasilkan buah-buah sulung; Wahyu 7:9; 18:4 dari bangsa-bangsa, Babel, yang menghasilkan buah-buah kedua

Wahyu 14:14-19

14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebuah sabit tajam di tangan-Nya.

14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.

14:16 Dan Ia yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.

14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebuah sabit tajam.

14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah anggur dari pokok anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.

14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pokok anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

Di sini kita melihat bahwa ada dua penuaian: Anak Manusia mengumpulkan buah-buah sulung (tuaian di bumi) – ayat 14-16 dan malaikat itu mengumpulkan buah-buah kedua (tandan-tandan dari pokok anggur di bumi) – ayat 17-19. Pokok anggur itu, bukan buah-buah anggur yang sudah masak, yang dilemparkannya ke dalam kilangan anggur.

Lukas 14:16-24

14:16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.

14:17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.

14:18 Tetapi mereka bersama-sama mulai meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.

14:19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.

14:20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

14:21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

14:22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.

14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

14:24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.

Dari jalan-jalan dan lorong-lorong kota, yang menghasilkan buah-buah sulung, sesudah mereka yang diundang ditolak (dibinasakan) dari menikmati jamuan itu – ayat 16-22; dari jalan-jalan dan lintasan-lintasan, yang menghasilkan buah-buah kedua – ayat 23, 24.

Bacalah Yesaya 66:15-20 - Tuhan membunuh banyak orang pada kedatangan-Nya dalam pehukuman kepada sidang dan sesudah itu, mereka yang luput dari pembunuhan itu, yaitu buah-buah sulung, diutus kepada bangsa-bangsa untuk membawa semua saudara mereka, yaitu buah-buah kedua ke dalam suatu sidang yang murni.

PK 725.1 - “Berpakaian perlengkapan senjata kebenaran Kristus, sidang akan memasuki pertikaiannya yang terakhir. ‘Indah seperti bulan purnama, bercahaya seperti surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panji’ (Kidung Agung 6:10), ia akan maju ke seluruh dunia, menang dan untuk menang.”

Jadi suatu sidang yang telah dimurnikan akan menaklukkan dunia.

TM 17.1 “Sidang akan diberi makan dengan manna dari surga dan dipelihara di bawah perlindungan kasih karunia-Nya semata-mata. Berpakaian perlengkapan senjata terang dan kebenaran yang lengkap, ia memasuki pertikaiannya yang terakhir. Sampah, bahan yang tidak berharga, akan dihanguskan, dan pengaruh kebenaran memberi kesaksian kepada dunia tentang sifatnya yang menyucikan dan memuliakan…”

PK 725.1 “Berpakaian perlengkapan senjata kebenaran Kristus, sidang akan memasuki pertikaiannya yang terakhir. ‘Indah seperti bulan purnama, bercahaya seperti surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panji’ (Kidung Agung 6:10), ia akan maju ke seluruh dunia, menang dan untuk menang.”

{PK 725.1}

Kesimpulan: Kita sekarang ini berada di bagian terakhir dari masa penaburan gandum dan lalang. Penuaian akan segera dimulai. Malaikat-malaikat, yaitu para Penuai, akan segera mengikat lalang berberkas-berkas untuk dibakar (Pehukuman atas Orang-Orang Hidup) dan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung, yaitu sidang yang telah

dimurnikan atau kerajaan. Jadi penuaian terjadi pada hari-hari terakhir sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. Kiranya kenyataan ini menolong kita untuk memilih dengan bijaksana.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Ketuk referensi Alkitab untuk membuka ayatnya (Terjemahan Baru) di bible.com; referensi Roh Nubuat dibuka di EGW Writings (egwwritings.org), dalam bahasa Inggris.