Pendahuluan: Tujuan utama pelajaran ini ialah untuk membuka rahasia mengenai pokok tentang 144.000 itu, hubungan mereka dengan kita sebagai Masehi Advent Hari Ketujuh, dan bagaimana kita dapat menjadi bagian dari rombongan yang besar ini.
Renungan Doa: CSW 25.1
“Masih banyak kebenaran yang berharga yang akan dinyatakan kepada umat pada masa bahaya dan kegelapan ini, tetapi Setan bertekad untuk mencegah terang kebenaran bersinar ke dalam hati manusia. Jika kita ingin memiliki terang yang telah disediakan bagi kita, kita harus menunjukkan kerinduan kita akan terang itu dengan tekun menyelidiki firman Allah. Kebenaran-kebenaran berharga yang telah lama tersembunyi akan dinyatakan dalam suatu terang yang akan menampakkan nilainya yang kudus; sebab Allah akan memuliakan firman-Nya, supaya firman itu tampak dalam suatu terang yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Tetapi mereka yang mengaku mengasihi kebenaran harus mengerahkan segenap kemampuan mereka, supaya mereka dapat memahami perkara-perkara yang dalam dari firman itu, supaya Allah dipermuliakan dan umat-Nya diberkati dan diterangi. Dengan hati yang rendah, yang ditundukkan oleh kasih karunia Allah, hendaklah kamu datang kepada tugas menyelidiki Alkitab, siap untuk menerima setiap sinar terang ilahi, dan untuk berjalan di jalan kesucian.”
Bacalah Wahyu 7: 1-4
7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat, yang kepadanya diberikan kuasa untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3 katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
Empat angin simbolis sedang ditahan oleh empat malaikat. Angin-angin ini ditujukan melawan orang-orang suci.
Seorang malaikat dari timur dengan meterai Allah berseru kepada empat malaikat lain yang kepadanya
diberikan kuasa untuk merusakkan bumi, laut, dan pohon-pohon. Perusakan ini harus dilakukan terhadap orang-orang jahat.
Oleh karena itu, Allah sedang menahan baik bertiupnya angin-angin itu maupun perusakan-Nya atas orang-orang jahat sampai 144.000 itu dimeteraikan.
Apakah yang Dilambangkan oleh Keempat Angin itu?
5T 152 “Waktunya akan tiba apabila kita tidak dapat menjual dengan harga berapa pun. Titah itu akan segera dikeluarkan yang melarang orang membeli atau menjual dari siapa pun kecuali dari dia yang mempunyai tanda binatang itu. Kita hampir mengalami hal ini di California belum lama berselang; tetapi itu hanyalah ancaman bertiupnya keempat angin itu. Sampai sekarang angin-angin itu masih ditahan oleh keempat malaikat. Kita belum siap. Masih ada suatu pekerjaan yang harus dilakukan, dan kemudian malaikat-malaikat itu akan diperintahkan untuk melepaskannya, supaya keempat angin itu dapat bertiup ke atas bumi. Itu akan menjadi masa yang menentukan bagi anak-anak
Allah, suatu masa kesukaran yang belum pernah terjadi sejak adanya bangsa-bangsa. Sekaranglah kesempatan kita untuk bekerja.” {5T 152.2}
5T 137 “Ujian itu pasti akan datang. Tiga puluh enam tahun yang lalu telah ditunjukkan kepada saya bahwa apa yang sekarang sedang terjadi akan berlangsung, bahwa pemeliharaan suatu lembaga kepausan akan dipaksakan kepada orang banyak melalui suatu undang-undang hari Minggu, sementara hari perhentian Yehova yang telah dikuduskan akan diinjak-injak.” {5T 137.1}
Suatu “masa kesukaran yang belum pernah terjadi…” (Daniel 12: 1) selama masa “tanda binatang” atau “undang-undang hari Minggu”
Jadi, 144.000 itu harus dimeteraikan sebelum tanda binatang, yang sudah berada tepat di hadapan kita, yang menunjukkan bahwa mereka sedang dimeteraikan pada hari ini.
Perhatikanlah bahwa keempat angin itu tidak melambangkan peperangan atau kekacauan yang biasa sebab hal-hal itu selalu ada pada kita dan 144.000 itu belum dimeteraikan
Angka empat dipakai untuk menunjukkan bahwa tanda binatang dan perusakan oleh malaikat-malaikat itu berlaku di seluruh dunia (keempat penjuru mata angin), tetapi hal itu dimulai di dalam sidang.
7BC 970.10 “Marilah kita berjuang dengan segenap kuasa yang telah Allah berikan kepada kita untuk berada di antara seratus empat puluh empat ribu itu (RH 9 Maret 1905).”
Dari manakah 144.000 itu dimeteraikan?
Wahyu 7: 4 – Mereka dimeteraikan dari kedua belas suku Israel. Ini tidak mungkin Israel purba, mengingat bahwa kita sedang membahas masa tepat sebelum tanda binatang – yaitu masa kita. Oleh karena itu 144.000 itu harus ditemukan di dalam Israel modern, yaitu sidang MAHK
9T 164.1 “Untuk disucikan dan tetap suci, orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh harus memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka dan di dalam rumah tangga mereka. Tuhan telah memberikan terang kepada saya bahwa apabila Israel masa kini merendahkan diri di hadapan-Nya, dan membersihkan kaabah jiwa dari segala kecemaran, Ia akan mendengar doa-doa mereka demi orang-orang sakit dan akan memberkati dalam penggunaan obat-obat-Nya bagi penyakit…”
9T 164.1 “Untuk disucikan dan tetap suci, orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh harus memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka dan di dalam rumah tangga mereka. Tuhan telah memberikan terang kepada saya bahwa apabila Israel masa kini merendahkan diri di hadapan-Nya, dan membersihkan kaabah jiwa dari segala kecemaran, Ia akan mendengar doa-doa mereka demi orang-orang sakit dan akan memberkati dalam penggunaan obat-obat-Nya bagi penyakit…”
Ciri-ciri istimewa apakah yang mereka miliki?
Bacalah Wahyu 14: 1, 4, 5
14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela di hadapan tahta Allah.
Mereka mempunyai nama Allah tertulis di dahi mereka; mereka tidak mencemarkan diri dengan perempuan-perempuan (gereja-gereja dunia); mereka adalah pengikut-pengikut Anak Domba; mereka adalah buah-buah sulung; mereka tidak berdusta dan tidak bercela.
Yeremia 6:2 “Aku telah menyamakan puteri Sion dengan seorang perempuan yang cantik dan lemah lembut.”
GC 381.1 “…Dalam Wahyu 17 Babel digambarkan sebagai seorang perempuan --suatu lambang yang dipakai di dalam Alkitab sebagai simbol sebuah gereja, seorang perempuan yang berbudi melambangkan gereja yang murni, seorang perempuan yang keji melambangkan gereja yang murtad.”
COL 406.3 “Kedua golongan penanti itu melambangkan dua golongan yang mengaku sedang menantikan Tuhan mereka. Mereka disebut gadis-gadis sebab mereka mengaku memiliki iman yang murni…”
Ciri-ciri istimewa ini menunjukkan bahwa 144.000 itu hanya dapat dikenali dengan sidang yang sisa (MAHK).
Apakah meterai Allah yang hidup yang dengannya mereka dimeteraikan?
(Wahyu 7:2.) Meterai adalah Berakar Teguh di dalam Kebenaran.--Segera setelah umat Allah dimeteraikan pada dahi mereka--itu bukanlah suatu meterai atau tanda yang dapat dilihat, melainkan suatu keadaan berakar teguh di dalam kebenaran, baik secara pikiran maupun secara rohani, sehingga mereka tidak dapat digoyahkan--segera setelah umat Allah dimeteraikan dan dipersiapkan bagi penggoncangan, penggoncangan itu akan datang. Sesungguhnya, hal itu sudah dimulai; hukuman-hukuman Allah sekarang sedang menimpa negeri ini, untuk memberikan peringatan kepada kita, supaya kita dapat mengetahui apa yang akan datang (MS 173, 1902). {4BC 1161.6}
Apakah bilangan (144.000) itu harfiah atau simbolis?
Bacalah ayat 5-8
7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu dan dari suku Benyamin dua belas ribu yang dimeteraikan.
Yohanes dengan jelas mendengar bilangan itu dan merincikan secara khusus 12.000 dari masing-masing kedua belas suku itu
EW 15 “…Segera kami mendengar suara Allah seperti suara banyak air, yang memberitahukan kepada kami hari dan jam kedatangan Yesus. Orang-orang suci yang hidup, 144.000 jumlahnya, mengenal dan memahami suara itu, sementara orang-orang jahat mengira suara itu guruh dan gempa bumi…”
Sdri. White dengan jelas melihat bilangan itu. Bilangan itu harfiah, tepat 144.000.
Bagaimanakah mereka dimeteraikan?
TM 445.2 “Pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah sama dengan yang ditunjukkan kepada Yehezkiel dalam penglihatan. Yohanes juga telah menjadi saksi dari pernyataan yang paling mengejutkan ini…”
Yohanes dan Yehezkiel melihat pemeteraian 144.000 itu. Hanya dalam Yehezkiel 9 diberikan suatu laporan tentang suatu pemeteraian.
Bacalah Yehezkiel 9
9:1 Lalu Ia berseru dengan suara nyaring di telingaku, kata-Nya: “Suruhlah mendekat mereka yang mengawasi kota itu, masing-masing dengan senjata pemusnahnya di tangannya.”
9:2 Maka, lihatlah, datanglah enam orang dari jurusan pintu gerbang atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan senjata pembantaiannya di tangannya; dan seorang di antara mereka memakai pakaian lenan dengan tempat tinta penulis di pinggangnya; lalu mereka masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
9:3 Kemuliaan Allah Israel telah naik dari atas kerub, di mana Ia hinggap, ke ambang pintu Bait Suci. Lalu dipanggil-Nya orang yang memakai pakaian lenan dengan tempat tinta penulis di pinggangnya;
9:4 dan TUHAN berfirman kepadanya: “Pergilah melalui tengah-tengah kota, yaitu melalui tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhilah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan mengaduh karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”
9:5 Dan kepada yang lain-lain Ia berfirman di depan telingaku: “Ikutilah dia melalui kota itu dan bunuhlah; janganlah merasa sayang dan janganlah merasa kasihan!
9:6 Orang-orang tua, orang-orang muda, anak-anak dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuhlah sampai habis! Tetapi semua orang yang ada tanda di dahinya janganlah dekati; mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan orang-orang tua yang ada di depan Bait Suci.
9:7 Ia berfirman kepada mereka: “Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Keluarlah!” Lalu mereka keluar dan membunuh orang di dalam kota itu.
9:8 Dan sementara mereka membunuh, dan aku ditinggalkan, aku sujud dan berseru: “Ah, Tuhan ALLAH, apakah Engkau hendak membinasakan seluruh sisa Israel dengan mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem?”
9:9 Maka Ia berfirman kepadaku: “Kesalahan kaum Israel dan Yehuda adalah amat sangat besar, dan negeri ini penuh dengan darah dan kota ini penuh dengan ketidakadilan, sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan negeri ini dan TUHAN tidak melihatnya!”
Enam orang atau malaikat (malaikat kadang-kadang disebut orang – lihat Daniel 9: 21, DA 99) datang dari “pintu gerbang atas yang menghadap ke utara,” yang melambangkan surga, tempat tahta Allah berada. Lihat Mazmur 48:1; Yesaya 14:13.
Salah seorang adalah malaikat pemberi tanda. Allah menyuruhnya memeteraikan atau menandai hanya mereka yang berkeluh kesah dan mengaduh karena kejahatan-kejahatan di Yerusalem--yaitu sidang.
Kemudian Allah memerintahkan kelima malaikat yang lain untuk mengikuti malaikat pemberi tanda itu dan membunuh (secara jasmani) mereka yang di dalam sidang yang tidak menerima meterai itu.
Ia juga memerintahkan mereka untuk memulai pembinasaan dari sidang (tempat kudus, 1 Petrus 4:17) dan dari orang-orang tua (para pemimpin).
Allah tidak akan merasa kasihan sebab dosa-dosa di dalam sidang “amat sangat besar” dan para pemimpin serta anggota mengatakan bahwa “Tuhan …tidak melihatnya.”
Catatan: Tidak ada yang namanya pembantaian rohani. Ayat 7 mengatakan “penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh.”
1MR 260.2 “Pelajarilah pasal 9 dari kitab Yehezkiel. Kata-kata ini akan digenapi secara harfiah; namun waktu terus berlalu, dan orang-orang sedang tertidur…”
5T 505.2 “Ketika Allah hendak membunuh anak-anak sulung Mesir, Ia memerintahkan orang Israel untuk mengumpulkan anak-anak mereka dari antara orang Mesir ke dalam tempat tinggal mereka sendiri dan mengolesi tiang-tiang pintu mereka dengan darah, supaya malaikat pembinasa dapat melihatnya dan melewati rumah-rumah mereka. Adalah pekerjaan para orang tua untuk mengumpulkan anak-anak mereka. Inilah pekerjaanmu, inilah pekerjaanku, dan pekerjaan setiap ibu yang percaya kepada kebenaran. Malaikat itu akan membubuhkan suatu tanda pada dahi semua orang yang terpisah dari dosa dan orang-orang berdosa, dan malaikat pembinasa akan menyusul, untuk membunuh sampai habis baik orang tua maupun orang muda.”
3T 266-267 “Umat Allah yang sejati, yang memiliki roh pekerjaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa di dalam hati mereka, akan selalu memandang dosa dalam tabiatnya yang sebenarnya, yang berdosa. Mereka akan selalu berada di pihak yang menangani dengan setia dan terus terang dosa-dosa yang dengan mudah menjerat umat Allah. Terutama dalam pekerjaan penutup bagi sidang, pada masa pemeteraian seratus empat puluh empat ribu itu yang akan berdiri tanpa cela di hadapan tahta Allah, mereka akan merasakan dengan paling dalam kesalahan-kesalahan umat yang mengaku sebagai umat Allah. Hal ini dikemukakan dengan tegas oleh gambaran nabi itu tentang pekerjaan terakhir di bawah lambang orang-orang yang masing-masing memegang senjata pembantaian di tangannya. Seorang di antara mereka memakai pakaian lenan, dengan tempat tinta penulis di pinggangnya. ‘Dan Tuhan berfirman kepadanya: Pergilah melalui tengah-tengah kota, yaitu melalui tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhilah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan mengaduh karena segala perbuatan keji yang dilakukan di sana.’ {3T 266.1}
“Siapakah yang sedang berdiri dalam permufakatan Allah pada waktu ini? Apakah mereka yang pada hakikatnya memaafkan kesalahan-kesalahan di antara umat yang mengaku sebagai umat Allah dan yang bersungut-sungut di dalam hati mereka, kalau tidak secara terang-terangan, melawan mereka yang mau menegur dosa? Apakah mereka yang mengambil sikap melawan orang-orang itu dan bersimpati kepada mereka yang berbuat salah? Sama sekali tidak! Kecuali mereka bertobat, dan meninggalkan pekerjaan Setan dalam menindas mereka yang memikul beban pekerjaan itu dan dalam menopang tangan orang-orang berdosa di Sion, mereka tidak akan pernah menerima tanda perkenanan pemeteraian Allah. Mereka akan jatuh dalam pembinasaan umum atas orang-orang jahat, yang dilambangkan oleh pekerjaan kelima orang yang membawa senjata pembantaian itu. Perhatikanlah hal ini dengan saksama: Mereka yang menerima tanda kebenaran yang murni, yang dikerjakan di dalam diri mereka oleh kuasa Roh Kudus, yang dilambangkan oleh tanda dari orang yang berpakaian lenan itu, ialah mereka ‘yang berkeluh kesah dan mengaduh karena segala perbuatan keji yang dilakukan’ di dalam sidang. Kasih mereka akan kesucian serta akan hormat dan kemuliaan Allah sedemikian rupa, dan
mereka memiliki pandangan yang sedemikian jelas tentang dosa yang amat berdosa, sehingga mereka digambarkan sebagai berada dalam penderitaan yang hebat, bahkan berkeluh kesah dan mengaduh. Bacalah pasal kesembilan dari kitab Yehezkiel.” {3T 267.1}
Pokok yang perlu diperhatikan
Istilah “pembinasaan umum atas orang-orang jahat” menunjuk kepada pembinasaan orang-orang jahat di dalam sidang. Konteks di mana istilah itu dipakai menunjukkan dengan jelas bahwa istilah itu tidak menunjuk kepada orang-orang jahat di dalam sidang dan di dunia yang dibinasakan secara umum. Dalam GC 26, istilah “pembinasaan umum” dipakai dengan cara terbatas yang sama untuk menunjuk kepada pembinasaan di Yerusalem pada tahun 70 M.
5T 211 “Golongan yang tidak merasa sedih atas kemerosotan rohani mereka sendiri, dan tidak berdukacita atas dosa-dosa orang lain, akan ditinggalkan tanpa meterai Allah. Tuhan menugaskan utusan-utusan-Nya, yaitu orang-orang yang memegang senjata pembantaian di tangan mereka: ‘Ikutilah dia melalui kota itu dan bunuhlah; janganlah merasa sayang dan janganlah merasa kasihan: orang-orang tua, orang-orang muda, anak-anak dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuhlah sampai habis; tetapi semua orang yang ada tanda di dahinya janganlah dekati; mulailah dari tempat kudus-Ku. Lalu mereka mulai dengan orang-orang tua yang ada di depan Bait Suci.’ {5T 211.1}
“Di sini kita melihat bahwa sidang--tempat kudus Tuhan--adalah yang pertama merasakan pukulan murka Allah. Orang-orang tua itu, yaitu mereka kepada siapa Allah telah memberikan terang yang besar dan yang telah berdiri sebagai penjaga kepentingan-kepentingan rohani umat, telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil pendirian bahwa kita tidak perlu mengharapkan mukjizat-mukjizat dan penyataan kuasa Allah yang nyata seperti pada zaman dahulu. Zaman telah berubah. Kata-kata ini memperkuat ketidakpercayaan mereka, dan mereka berkata: Tuhan tidak akan berbuat baik, dan Ia juga tidak akan berbuat jahat. Ia terlalu murah hati untuk mendatangkan hukuman atas umat-Nya. Demikianlah ‘Damai dan aman’ adalah seruan dari orang-orang yang tidak akan pernah lagi menyaringkan suara mereka bagaikan sangkakala untuk memberitahukan kepada umat Allah pelanggaran-pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa-dosa mereka. Anjing-anjing bisu ini yang tidak mau menggonggong adalah mereka yang merasakan pembalasan yang adil dari Allah yang telah disakiti hati-Nya. Laki-laki, anak-anak dara, dan anak-anak kecil semuanya binasa bersama-sama.” {5T 211.2}
Pokok yang ditekankan
Kita dapat menyimpulkan bahwa 144.000 itu akan dimeteraikan dan diluputkan dari pembinasaan atau pembantaian di dalam sidang MAHK ini oleh karena mereka berkeluh kesah dan mengaduh karena segala perbuatan keji itu.
Dari manakah datangnya rombongan dalam Wahyu 7: 9?
Bacalah Wahyu 7: 9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka;
Suatu rombongan yang tidak terhitung. Mereka pastilah “buah-buah kedua”, oleh karena 144.000 itu adalah buah-buah sulung (Wahyu 14:4), yaitu yang pertama dituai secara rohani dari antara orang-orang hidup. Yang satu mengharuskan adanya yang lain, sebab tidak mungkin ada yang pertama tanpa yang kedua. Sebagai contoh “kebangkitan pertama” dalam Wahyu 20: 5 atau “kematian kedua” dalam Wahyu 20: 14. Jadi Rombongan
Besar Orang Banyak itu, yaitu buah-buah kedua, dimeteraikan dari dunia. Sementara angin-angin itu bertiup, mereka diinjili oleh 144.000 itu, yaitu buah-buah sulung.
Bacalah Yesaya 66: 15-20
66:15 Sebab sesungguhnya, TUHAN akan datang dalam api, dan kereta-kereta-Nya akan datang seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan kepanasan dan hardik-Nya dengan nyala api.
66:16 Sebab TUHAN akan berperkara dengan segala yang hidup dengan api dan dengan pedang-Nya, dan orang-orang yang dibunuh TUHAN akan banyak jumlahnya.
66:17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seorang yang ada di tengah-tengah, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik dan tikus, mereka semuanya akan lenyap bersama-sama, demikianlah firman TUHAN.
66:18 Sebab Aku mengetahui perbuatan-perbuatan dan rancangan-rancangan mereka; maka akan datang waktunya Aku akan menghimpunkan segala bangsa dan bahasa, dan mereka akan datang dan melihat kemuliaan-Ku.
66:19 Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni ke Tarsis, Pul dan Lud, yang pandai memanah, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar tentang kemasyhuran-Ku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa.
66:20 Mereka akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk TUHAN di atas kuda dan di atas kereta dan di atas tandu, di atas bagal dan di atas unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke rumah TUHAN.
Ayat 15 dan 16 menunjukkan bahwa Tuhan datang untuk mendatangkan penghukuman atas banyak dari umat-Nya
Ini bukanlah kedatangan Kristus yang kedua kali sebab ayat 16 mengatakan bahwa Ia “berperkara”. Tidak ada lagi perbantahan atau permohonan pada waktu kedatangan yang kedua kali. Lihat
2T 691 “…Manusia akan dihakimi menurut ukuran terang yang diberikan kepada mereka. Tidak seorang pun akan dimintai pertanggungjawaban atas kegelapan dan kesalahan mereka jika terang itu belum dibawa kepada mereka. Mereka tidak berdosa karena tidak menerima apa yang tidak diberikan kepada mereka. Semua orang akan diuji sebelum Yesus meninggalkan kedudukan-Nya di dalam bilik yang maha suci. Masa kasihan bagi semua orang tertutup apabila pembelaan bagi orang-orang berdosa berakhir dan pakaian pembalasan dikenakan. {2T 691.1}
Ayat 19 dengan jelas menunjukkan bahwa sebagian orang luput dari penghukuman itu dan diutus sebagai misionaris untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa ini bukanlah Kedatangan yang Kedua Kali, sebab pada waktu itu tidak seorang pun akan luput untuk memberitakan Injil.
Oleh karena itu, penghukuman dalam ayat 15 pastilah sama dengan pembantaian dalam Yehezkiel 9, dan mereka yang luput pastilah 144.000 itu, yang pada gilirannya pergi keluar untuk memberitakan Injil dan mengumpulkan Rombongan Besar Orang Banyak itu.
Dua laporan pemeteraian
Sesudah pemeteraian 144.000 itu.
Yehezkiel 9: 3 “Kemuliaan Allah Israel telah naik dari atas kerub, di mana Ia hinggap, ke ambang pintu Bait Suci. Lalu dipanggil-Nya orang yang memakai pakaian lenan dengan tempat tinta penulis di pinggangnya;”
Yehezkiel 10: 2 “Lalu Ia berfirman kepada orang yang memakai pakaian lenan itu, kata-Nya: ‘Masuklah ke antara roda-roda di bawah kerub, isilah kedua tanganmu dengan bara api dari antara kerub-kerub itu dan taburkanlah ke atas kota itu.’ Lalu ia masuk di depan mataku.”
Yehezkiel 10: 19 “Kerub-kerub itu mengembangkan sayapnya dan naik dari bumi di depan mataku; waktu mereka berangkat, roda-roda itu pun ada di samping mereka, dan masing-masing berhenti di pintu gerbang timur rumah TUHAN, sedang kemuliaan Allah Israel ada di atas mereka.”
Tuhan berada di ambang pintu Bait Suci
bara api ditaburkan ke atas kota itu oleh seorang malaikat – GW 23 (yang ditimbulkan oleh Roh Kudus).
Tuhan naik dan Yehezkiel ditinggalkan; orang-orang suci tidak diangkat bersama-sama dengan Tuhan.
Sesudah pemeteraian rombongan besar orang banyak itu.
E.W: 279, 280 “Saya melihat malaikat-malaikat bergegas pergi dan datang di surga. Seorang malaikat dengan tempat tinta penulis di pinggangnya kembali dari bumi dan melaporkan kepada Yesus bahwa pekerjaannya telah selesai, dan orang-orang suci telah dihitung dan dimeteraikan. Kemudian saya melihat Yesus, yang telah melayani di hadapan tabut yang berisi sepuluh hukum, melemparkan pedupaan itu. Ia mengangkat tangan-Nya, dan dengan suara nyaring berkata, ‘Sudah selesai.’ Dan seluruh bala tentara malaikat menanggalkan mahkota mereka sementara Yesus membuat pernyataan yang khidmat itu, ‘Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.’” {EW 279.2}
“Sementara Yesus bergerak keluar dari bilik yang maha suci, saya mendengar gemerincing giring-giring pada jubah-Nya; dan ketika Ia pergi, suatu awan kegelapan menutupi penduduk bumi. Pada waktu itu tidak ada lagi pengantara antara manusia yang bersalah dengan Allah yang telah disakiti hati-Nya…” {EW 280.2}
Tuhan berada di dalam kaabah surga
Seluruh bala tentara malaikat menanggalkan mahkota mereka sementara Yesus membuat pernyataan yang khidmat itu…
Yesus bergerak keluar dari bilik yang maha suci untuk turun ke bumi.
Jadi sesudah 144.000 itu dimeteraikan, mereka diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk mengumpulkan RB (Rombongan Besar) dari segala bangsa.
Yesaya 2: 2, 3 “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ‘Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem’”
EW 33.2 “Saya melihat bahwa Allah mempunyai anak-anak yang tidak melihat dan tidak memelihara hari Sabat. Mereka belum menolak terang mengenai hal itu. Dan pada permulaan masa kesukaran, kami dipenuhi dengan Roh Kudus sementara kami pergi keluar dan memberitakan hari Sabat dengan lebih lengkap…”
CT 532.1 “Sangat berharga bagi Allah pekerjaan-Nya di bumi. Kristus dan malaikat-malaikat surga sedang mengamatinya setiap saat. Sementara kita semakin mendekati kedatangan Kristus, semakin banyak lagi pekerjaan misionaris akan menyita usaha-usaha kita. Pekabaran tentang kuasa kasih karunia Allah yang membaharui akan dibawa ke setiap negeri dan setiap daerah, sampai kebenaran itu melingkari dunia. Di antara bilangan mereka yang akan dimeteraikan akan terdapat orang-orang yang telah datang dari setiap bangsa dan kaum dan bahasa dan suku. Dari setiap negeri akan dikumpulkan laki-laki dan perempuan yang akan berdiri di hadapan tahta Allah dan di hadapan Anak Domba, sambil berseru, ‘Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!’ Wahyu 7:10. Tetapi sebelum pekerjaan ini dapat diselesaikan, kita harus mengalami di sini di negeri kita sendiri pekerjaan Roh Kudus atas hati kita.”
9T 28, 29 “Saya melihat pancaran-pancaran terang bersinar dari kota-kota dan desa-desa, dan dari tempat-tempat yang tinggi dan tempat-tempat yang rendah di bumi. Firman Allah ditaati, dan sebagai akibatnya ada tugu-tugu peringatan bagi-Nya di setiap kota dan desa. Kebenaran-Nya diberitakan ke seluruh dunia.” {9T 28.4}
Apakah 144.000 itu akan mengalami kematian?
EW 15 – “…Segera kami [LIHAT LAMPIRAN.] mendengar suara Allah seperti suara banyak air, yang memberitahukan kepada kami hari dan jam kedatangan Yesus. Orang-orang suci yang hidup, 144.000 jumlahnya, mengenal dan memahami suara itu, sementara orang-orang jahat mengira suara itu guruh dan gempa bumi…” {EW 14.1}
GC 648, 649 “‘Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.’ Mereka ini, setelah diangkat dari bumi, dari antara orang-orang hidup, dihitung sebagai ‘korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.’ Wahyu 15:2, 3; 14:1-5…” {GC 648.3}
Mereka akan diangkat dari bumi.
Apakah rombongan besar orang banyak itu adalah orang-orang mati dari segala zaman?
GC 665 “Yang paling dekat dengan tahta ialah mereka yang dahulu bersemangat dalam pekerjaan Setan, tetapi yang, seperti puntung yang ditarik dari api, telah mengikuti Juruselamat mereka dengan pengabdian yang dalam dan sungguh-sungguh. Sesudah itu ialah mereka yang menyempurnakan tabiat Kristen di tengah-tengah kepalsuan dan ketidakpercayaan, mereka yang menghormati hukum Allah ketika dunia Kristen menyatakannya batal, dan berjuta-juta orang, dari segala zaman, yang mati syahid karena iman mereka. Dan lebih jauh lagi ialah ‘kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, . . . di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.’ Wahyu 7:9. Peperangan mereka telah berakhir, kemenangan mereka telah diraih. Mereka telah berlari dalam perlombaan dan telah mencapai hadiahnya. Daun palem di tangan mereka adalah lambang kemenangan mereka, jubah putih itu lambang kebenaran Kristus yang tidak bercacat yang sekarang menjadi milik mereka.” {GC 665.2}
Mereka adalah suatu rombongan yang terpisah dari ketiga kelompok sebelumnya. Mereka pastilah orang-orang suci buah-buah kedua yang hidup yang dikumpulkan “sementara kita semakin mendekati kedatangan Kristus.” CT 532.1.
Bacalah Wahyu 7: 10-15; 15:1-3, 7, 8
7:10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
7:13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?”
7:14 Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, sebab dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan tanda bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja orang-orang kudus!
15:7 Dan seorang dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas, penuh berisi murka Allah, yang hidup sampai selama-lamanya.
15:8 Lalu Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.
Mereka dimeteraikan sementara penghakiman sedang berlangsung sebagaimana ditunjukkan oleh hadirnya makhluk-makhluk dan tua-tua di dalam kaabah itu.
Mereka hidup dan bertahan dalam kesusahan yang besar pada hari-hari terakhir (7: 14) tepat sebelum malapetaka-malapetaka itu.
Wahyu 7: 16, 17; 16: 8, 9
7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.
16:8 Lalu malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberikan kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
6:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas yang sangat terik, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Mereka tidak terkena malapetaka yang keempat, yang menunjukkan bahwa mereka hidup melalui semua malapetaka itu.
144.000 dan RB dilambangkan oleh dua orang suci yang diangkat tanpa mengalami kematian.
144.000 itu dilambangkan oleh Elia.
1 Raja-raja 17: 1
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi TUHAN yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”
Wahyu 7:4
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
Mereka adalah orang-orang Israel seperti Elia
2 Raja-raja 2: 8, 14
2:8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga berjalanlah keduanya di tanah yang kering.
2:14 Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu dan memukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.
EW 16, 17 “…Di sini di atas lautan kaca 144.000 itu berdiri dalam suatu bujur sangkar yang sempurna…Dan mereka semua mengenakan jubah putih yang mulia dari bahu sampai ke kaki mereka…” –
Mereka akan mengenakan jubah seperti yang dikenakan Elia.
P.K: 227 “Elia adalah contoh dari orang-orang suci yang akan hidup di atas bumi pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali dan yang akan ‘diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir,’ tanpa mengalami kematian. 1 Korintus 15:51, 52. Sebagai wakil dari mereka yang akan diangkat dengan cara demikianlah, maka Elia, menjelang akhir pelayanan Kristus di dunia, diizinkan berdiri bersama Musa di samping Juruselamat di atas gunung kemuliaan. Dalam diri orang-orang yang dimuliakan ini, murid-murid melihat dalam bentuk kecil suatu gambaran tentang kerajaan orang-orang tebusan. Mereka melihat Yesus berpakaikan terang surga; mereka mendengar ‘suara dari dalam awan’ (Lukas 9:35), yang mengakui Dia sebagai Anak Allah; mereka melihat Musa, yang melambangkan mereka yang akan dibangkitkan dari antara orang mati pada waktu kedatangan yang kedua kali; dan di sana juga berdiri Elia, yang melambangkan mereka yang pada akhir sejarah dunia akan diubah dari yang fana menjadi yang baka dan diangkat ke surga tanpa melihat kematian.” {PK 227.2}; DA 422
GC 648, 649 “‘Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.’ Mereka ini, setelah diangkat dari bumi, dari antara orang-orang hidup, dihitung sebagai ‘korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.’ Wahyu 15:2, 3; 14:1-5…” {GC 648.3}
Seperti Elia mereka akan diangkat.
Rombongan Besar Orang Banyak dilambangkan oleh Henokh.
Wahyu 7: 9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka
EW 39.3 “…Kemudian saya dibawa ke suatu dunia yang mempunyai tujuh bulan. Di sana saya melihat Henokh tua yang baik itu, yang telah diangkat. Pada lengan kanannya ia membawa sebatang daun palem yang mulia, dan pada setiap helai daunnya tertulis ‘Kemenangan.’…”
Mereka adalah orang-orang bukan Israel seperti Henokh. Mereka akan membawa daun-daun palem seperti Henokh terlihat membawanya.
PP 88.3 “…Sebagaimana Henokh diangkat ke surga sebelum kebinasaan dunia oleh air, demikianlah orang-orang benar yang hidup akan diangkat dari bumi sebelum kebinasaannya oleh api…” - mereka akan diangkat seperti Henokh telah diangkat.
GC 665.2; CT 532.2 – Seperti Henokh, Rombongan Besar Orang Banyak itu tidak akan mati.
Jadi kita melihat bahwa ada dua golongan orang suci yang hidup. Ada juga dua golongan orang suci yang mati:
PK 227 “… Musa, yang melambangkan mereka yang akan dibangkitkan dari antara orang mati pada waktu kedatangan yang kedua kali;.”
GC 665 – Habel adalah contoh dari para martir.
Kesimpulan: Wahyu 7 dengan jelas meramalkan bahwa sidang harus disucikan sebelum Titah Tanda Binatang, dan bahwa pemberitaan Injil akan diselesaikan selama masa Undang-Undang Hari Minggu. Allah lebih dahulu akan memeteraikan suatu sisa dari sidang MAHK (144.000) dan memakai mereka sebagai hamba-hamba-Nya yang telah dikuduskan untuk memberitakan pekabaran kemurahan yang terakhir kepada dunia dan memanggil umat-Nya (suatu rombongan besar orang banyak) keluar dari Babel. Apabila Yesus datang kembali akan ada berjuta-juta orang yang telah dikumpulkan yang sedang menantikan pengangkatan. Sekaranglah waktunya untuk berkeluh kesah (memperbaharui hidup kita) dan mengaduh (menyuarakan pekabaran kebangunan dan reformasi kepada orang lain).
