PelajaranENESFRID Word
Pelajaran No. 1

Matius 20: Panggilan Jam Kesebelas

Matius 20 — Pada Jam Kesebelas
Matius 20 — Pada Jam Kesebelas Layar penuh ›

Pendahuluan: Perumpamaan ini akan menyingkapkan kebenaran tentang panggilan jam ke-11 (Mat.: 20). Bahwa ada suatu tambahan kepada Pekabaran Malaikat yang Ketiga dan pekerjaan itu akan diselesaikan oleh kaum awam.

Renungan Doa: COL. 127.4

“Dalam setiap zaman ada suatu perkembangan baru dari kebenaran, suatu pekabaran Allah kepada umat dari angkatan itu. Kebenaran-kebenaran yang lama semuanya penting; kebenaran yang baru tidak terlepas dari yang lama, melainkan merupakan penyingkapan daripadanya. Hanya apabila kebenaran-kebenaran yang lama dimengerti barulah kita dapat memahami yang baru. Ketika Kristus ingin membukakan kepada murid-murid-Nya kebenaran tentang kebangkitan-Nya, Ia memulai “dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” dan “menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.” Lukas 24:27. Tetapi teranglah yang bersinar dalam penyingkapan kebenaran yang segar itu yang memuliakan yang lama. Dia yang menolak atau mengabaikan yang baru sesungguhnya tidak memiliki yang lama. Baginya kebenaran itu kehilangan kuasanya yang menghidupkan dan menjadi tidak lebih dari suatu bentuk yang tidak bernyawa.”

  1. Mengapa Kristus Berbicara dengan Perumpamaan?

Mat. 13:10, 11 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan? Jawab Yesus: Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

COL 21.1 “Lagi pula, Kristus mempunyai kebenaran-kebenaran untuk disampaikan yang belum siap diterima atau bahkan dimengerti oleh orang banyak. Karena alasan ini pula Ia mengajar mereka dengan perumpamaan-perumpamaan.”

DA 495.2 “Selama bulan-bulan terakhir pelayanan-Nya ini, banyak perumpamaan Kristus diucapkan. Imam-imam dan rabi-rabi mengejar Dia dengan kepahitan yang semakin bertambah, dan amaran-amaran-Nya kepada mereka diselubungi-Nya dalam lambang-lambang. Mereka tidak mungkin salah menangkap maksud-Nya, namun mereka tidak dapat menemukan dalam perkataan-Nya sesuatu pun yang dapat dijadikan dasar untuk mendakwa Dia.”

  1. Bacalah Matius 20:1-8

20:1 Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.

20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku; dan apa yang pantas akan kamu terima.

20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

  1. Jam kuno dan panggilan-panggilan yang berbeda

Pada zaman Kristus dan bahkan sekarang di beberapa negeri, waktu diatur dengan terbenamnya matahari pada pukul dua belas. Di dekat khatulistiwa di mana siang dan malam senantiasa sama panjang, matahari terbenam pada pukul dua belas dan terbit pada pukul dua belas. Karena itu, pukul enam adalah tengah hari di bagian terang dari bagan itu dan pukul enam adalah tengah malam di bagian gelap.

Tuan Rumah itu mengupah pekerja-pekerja pada lima waktu yang berbeda. Ada empat jangka waktu yang masing-masing tiga jam. Dalam masing-masing dari ketiga jangka waktu yang pertama, hanya satu rombongan yang diupah. Dalam jangka waktu tiga jam yang keempat dan terakhir, dua rombongan diupah. Kesepakatan mengenai upah sedinar sehari hanya dibuat dengan rombongan yang pertama. Rombongan-rombongan yang lain akan menerima “apa yang pantas.” Pada akhir hari semuanya diberi upah yang sama – sedinar (upah mereka), meskipun yang terakhir hanya bekerja satu jam. Yang pertama dibayar terakhir; yang terakhir, pertama: –

Mat. 19: 30 “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Mat. 20: 16 “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir: sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

  1. Hal-hal yang penting dalam perumpamaan itu

Apakah yang dilambangkan oleh istilah-istilah berikut ini?

Tuan Rumah - COL 396.5 “Perlakuan tuan rumah itu terhadap pekerja-pekerja di kebun anggurnya melambangkan perlakuan Allah terhadap keluarga manusia.”

Pekerja-pekerja adalah hamba-hamba-Nya. – 1Kor. 3: 8 “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”

Kebun anggur - COL 301.3 “Allah menyatakan seluruh bumi sebagai kebun anggur-Nya.”

6T 24.1 “Kebun anggur itu meliputi seluruh dunia, dan setiap bagian daripadanya harus dikerjakan.”

Pasar - 5T 203.3 “Perkataan Kristus berlaku bagi sidang: ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’”

Hari kerja itu ialah masa di mana Alkitab, “Terang dunia” yang rohani, menerangi jalan manusia. –

Mzm. 119: 105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Malam sebelum hari itu ialah masa sebelum Alkitab ada - sebelum terang Kitab Suci, Firman Allah yang tertulis, mulai bersinar ke dalam hati manusia. –

GC v.2 “Selama dua ribu lima ratus tahun pertama sejarah manusia, tidak ada wahyu yang tertulis. Mereka yang telah diajar oleh Allah, menyampaikan pengetahuan mereka kepada orang lain, dan pengetahuan itu diturunkan dari bapa kepada anak, melalui angkatan-angkatan yang berturut-turut. Penyusunan firman yang tertulis dimulai pada zaman Musa. Wahyu-wahyu yang diilhamkan pada waktu itu

dihimpun dalam sebuah kitab yang diilhamkan. Pekerjaan ini berlangsung selama masa yang panjang, yaitu seribu enam ratus tahun--dari Musa, penulis sejarah penciptaan dan hukum, sampai kepada Yohanes, pencatat kebenaran-kebenaran Injil yang paling agung.” {GC v.2}

Malam sesudah hari itu hanya dapat melambangkan masa sesudah pekerjaan Injil selesai, sesudah masa kasihan bagi keselamatan manusia ditutup. Pada waktu itu, sementara “Terang dunia” (Firman Allah) terbenam di balik cakrawala hari itu, kegelapan menutupi “bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa.” Yes. 60:2. Itulah masa di mana nasib setiap makhluk telah ditetapkan untuk selama-lamanya. Pada waktu itu akan menyusul pernyataan Tuhan yang terakhir dan tidak dapat ditarik kembali:

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Wahyu 22:11.

Itulah masa ketika orang-orang “akan menjelajah untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya” (Amos 8:12); masa ketika mereka yang tidak mengindahkan panggilan Tuan, dan mereka yang tidak bertobat dari dosa menyadarinya dan berseru dalam keputusasaan yang kalut dan penuh penderitaan: “Sudah lewat masa menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan”! Yer. 8:20.

Jelaslah, perumpamaan itu membagi masa keselamatan menjadi dua bagian yang sama, masing-masing dua belas jam simbolis - masa sebelum Alkitab (malam), dan masa selama Alkitab (siang). Meneguhkan kenyataan ini, Yesus menyatakan: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat Terang dunia ini.” Yohanes 11:9.

  1. Tentukanlah identitas para Pekerja dan pekabaran-pekabaran mereka.

Pekerja-Pekerja Pagi-Pagi Benar

Rombongan Pekerja yang pertama ini dipanggil tepat ketika matahari mulai bersinar, “pagi-pagi benar,” yang menandakan kedatangan Alkitab, “Terang dunia” yang rohani yang membentuk hari dalam perumpamaan itu. Juga, Alkitab datang bersama dengan Gerakan Keluaran. Gerakan ini (Israel Purba) adalah satu-satunya gerakan dengan mana Allah membuat perjanjian (kesepakatan).

Mzm. 105: 8-10 “Ia...ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; diadakan-Nya itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel.”

Hag. 2:5. “[Sesuai dengan] janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir, demikianlah Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!”

Sesuai dengan itu, dalam COL 400.2 “Orang-orang Yahudi adalah yang pertama dipanggil ke dalam kebun anggur Tuhan.”

Pekabaran mereka ialah Sistem Upacara, Kel. 25:8-40; Ibr. 8:1-5; AA 14.1 “Seluruh sistem lambang dan simbol itu adalah suatu nubuatan yang dipadatkan mengenai Injil, suatu penyajian yang di dalamnya terhimpun janji-janji penebusan.”

Pekerja-Pekerja Jam Ketiga

Pekabaran orang-orang Yahudi mendapat penggenapannya di kayu salib. Karena itu, rombongan pekerja yang kedua, yaitu mereka yang dipanggil pada jam ketiga, haruslah para Rasul, orang-orang Kristen mula-mula. Cukup bermakna pula, Tuhan disalibkan pada jam ketiga (Markus 15: 25) dan demikian pula Pentakosta datang pada jam ketiga hari itu (Kisah 2: 15)

Pekabaran mereka ialah penyaliban, kebangkitan dan Keimamatan Kristus di surga. -

Mat. 28: 19, 20; Kisah 2: 22-46.

Perhatikanlah bahwa pekabaran-pekabaran yang dibawa oleh Gerakan Keluaran dan oleh orang-orang Kristen mula-mula bukanlah kebenaran-kebenaran lama yang terlupakan yang sedang dalam proses dihidupkan kembali dan dipulihkan; sebaliknya masing-masing adalah suatu wahyu yang baru, “makanan pada waktunya,” kebenaran masa kini yang secara khusus disesuaikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan umat pada masa mereka masing-masing. Kenyataan ini secara logis menetapkan dirinya sebagai teladan dan pola Ilahi bagi semua pekabaran dalam perumpamaan itu. Lihat COL 127.4 Sesuai dengan itu, masing-masing dari ketiga rombongan yang tersisa harus pula dipercayakan dengan suatu pekabaran berupa wahyu kebenaran yang baru dan khas yang secara khusus dan sepenuhnya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masa mereka juga.

Pekerja-Pekerja Jam Keenam

Rombongan pekerja yang ketiga ini dengan suatu wahyu kebenaran yang baru dan khas harus dicari pada tahun-tahun sesudah Reformasi, karena Reformasi Protestan tidak mempunyai pekabaran baru tersendiri, dan semata-mata merupakan suatu usaha untuk memulihkan kebenaran-kebenaran lama yang telah diinjak-injak dan bukan untuk menyatakan kebenaran-kebenaran baru yang lebih maju. Satu-satunya rombongan dengan suatu wahyu kebenaran yang baru dan khas sesudah Reformasi ialah orang-orang Advent Hari Pertama. Mereka mulai memberitakan pada tahun 1833 bahwa pembersihan tempat kudus (Dan. 8:14), terutama demi orang-orang mati, akan dimulai pada tahun 1844. Hal itu belum dimengerti sepenuhnya.

GC 324.3 “…Miller menerima pandangan yang umum diterima bahwa dalam zaman Kristen bumi adalah tempat kudus, dan karena itu ia memahami bahwa pembersihan tempat kudus yang dinubuatkan dalam Daniel 8:14 melambangkan penyucian bumi dengan api pada kedatangan Kristus yang kedua kali.…”

GC 328.3 “Miller dan rekan-rekannya mula-mula percaya bahwa 2300 hari itu akan berakhir pada musim semi tahun 1844, sedangkan nubuatan itu menunjuk kepada musim gugur tahun itu. (Lihat Lampiran.) Salah pengertian mengenai hal ini mendatangkan kekecewaan dan kebingungan kepada mereka yang telah menetapkan tanggal yang lebih awal itu sebagai waktu kedatangan Tuhan. Tetapi hal ini sama sekali tidak mempengaruhi kekuatan argumen yang menunjukkan bahwa 2300 hari itu berakhir pada tahun 1844, dan bahwa peristiwa besar yang dilambangkan oleh pembersihan tempat kudus itu harus terjadi pada waktu itu.” Lihat GC 368.1, 2; EW XIV – XVI

Pernyataan “Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi,” yang berbicara tentang kedua panggilan itu, bukan secara terpisah seperti dalam kedua panggilan sebelumnya, melainkan secara bersama-sama, menunjukkan bahwa hamba-hamba dan pekabaran-pekabaran dari kedua panggilan itu akan sangat erat berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Keduanya melebur menjadi satu karena pekabaran yang pertama, yaitu pekabaran orang-orang Advent Hari Pertama itu sendiri dirancang secara Ilahi untuk membawa pekabaran yang kedua, yaitu pekabaran orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh kepada terang.

Pekerja-Pekerja Jam Kesembilan

Jadi panggilan jam kesembilan berlaku bagi orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang, pada akhir 2300 hari nubuatan itu (Dan. 8: 14) pada bulan Oktober 1844, memberitakan Pemeriksaan Hukum (atas Orang-Orang Mati), Pekabaran Malaikat yang Pertama dalam tahap utamanya (Wahyu 14:6, 7) bersama dengan Pekabaran Malaikat yang Kedua dan yang Ketiga (Wahyu 14: 8-10).

Pemberitaan pehukuman atas orang-orang mati itu adalah kepada “banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.” Wahyu 10: 11. Bukan kepada “semua” atau “setiap.” Karena itu, pekabaran pekerja-pekerja jam kesembilan, yang tidak ditentukan untuk pergi kepada “semua” bangsa, tidak akan menyelesaikan pekerjaan itu.

Pekerja-Pekerja Jam Kesebelas

Panggilan jam kesebelas adalah yang terakhir yang tercatat, yang datang tepat satu jam sebelum matahari terbenam (penutupan masa kasihan).

Yohanes 9:4. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Panggilan itu datang kepada mereka yang tidak “diupah” dalam jangka waktu tiga jam yang sama di mana pekerja-pekerja jam kesembilan dipanggil. Jadi itu adalah suatu panggilan di dalam suatu panggilan. Itu bukanlah suatu gereja yang lain melainkan suatu Gerakan Kaum Awam yang terdiri dari orang-orang MAHK yang setia. Panggilan itu menunjukkan bahwa sesuatu telah menjadi salah dengan pekerja-pekerja jam kesembilan; bahwa penyelesaian pekerjaan Injil sedang digagalkan. Karena itu, suatu panggilan lain bagi pekerja-pekerja dengan suatu pekabaran baru diadakan tepat satu jam sebelum matahari terbenam.

5T 82.2 “…Panggilan kepada pekerjaan yang besar dan khidmat ini telah disampaikan kepada orang-orang yang berpendidikan dan berkedudukan; seandainya mereka ini kecil dalam pemandangan mata mereka sendiri dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan, Ia akan menghormati mereka dengan membawa panji-panji-Nya dengan jaya sampai kepada kemenangan. Tetapi mereka memisahkan diri dari Allah, menyerah kepada pengaruh dunia, dan Tuhan menolak mereka.”

TM 86.2 “Keyakinan semakin meluas di dunia bahwa orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh sedang memperdengarkan bunyi nafiri yang tidak pasti, bahwa mereka sedang mengikuti jalan orang-orang duniawi.”

COL 316 “Setiap hari sidang sedang dipertobatkan kepada dunia.” {COL 315.3}

5T 217.2 “Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya dan sedang terus mundur ke arah Mesir.”

Panggilan ini hanya dapat berlaku bagi 144.000 (Wahyu 14: 1, 4, 5), yaitu mereka yang “luput,” yang tidak “dilenyapkan” (Im. 23: 29), sementara orang-orang hidup di dalam “rumah Allah” sedang dihakimi di seluruh dunia (1Ptr. 4: 17; Yes. 4: 2-4; Nah. 1: 15; 5T 505.2; 1T 189.2; 1T 197.1). Sesudah

pehukuman ini, 144.000 itu akan diutus kepada segala bangsa (Yes. 66: 15, 16, 19, 20) untuk memberitakan Seruan Keras (Wahyu 18: 1-4) dari pekabaran malaikat yang ketiga.

RH, 19 November 1908 par. 9 “Pekabaran malaikat yang ketiga akan menerangi bumi dengan kemuliaannya; tetapi hanya mereka yang telah melawan pencobaan dalam kekuatan Yang Maha Kuasa akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam memberitakannya apabila ia telah berkembang menjadi seruan keras.”

GC 611.1, 2 “Malaikat yang bersatu dalam pemberitaan pekabaran malaikat yang ketiga akan menerangi seluruh bumi dengan kemuliaannya. Suatu pekerjaan yang meliputi seluruh dunia dan dengan kuasa yang luar biasa dinubuatkan di sini. Gerakan advent tahun 1840-44 adalah suatu manifestasi yang mulia dari kuasa Allah; pekabaran malaikat yang pertama dibawa ke setiap pos misi di dunia, dan di beberapa negeri terdapat minat keagamaan yang terbesar yang pernah disaksikan di negeri mana pun sejak Reformasi abad keenam belas; tetapi semuanya ini akan dilampaui oleh gerakan yang besar di bawah amaran terakhir dari malaikat yang ketiga.

“Pekerjaan itu akan serupa dengan pekerjaan pada Hari Pentakosta…”

GC 604.1 “Tentang Babel, pada waktu yang ditampilkan dalam nubuatan ini, dinyatakan: ‘Dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.’ Wahyu 18:5. Ia telah memenuhi takaran kesalahannya, dan kebinasaan akan segera menimpanya. Tetapi Allah masih mempunyai suatu umat di Babel; dan sebelum kunjungan hukuman-hukuman-Nya orang-orang yang setia ini harus dipanggil keluar, supaya mereka tidak mengambil bagian dalam dosa-dosanya dan ‘tidak turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.’ Karena itulah ada gerakan yang dilambangkan oleh malaikat yang turun dari surga, yang menerangi bumi dengan kemuliaannya dan berseru dengan kuat dengan suara yang nyaring, memberitakan dosa-dosa Babel. Berhubungan dengan pekabarannya terdengarlah panggilan: ‘Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya.’ Pemberitahuan-pemberitahuan ini, yang bersatu dengan pekabaran malaikat yang ketiga, merupakan amaran terakhir yang akan diberikan kepada penduduk bumi.” {GC 604.1}

6T 406.5 “Kita harus menyingkirkan rencana-rencana kita yang sempit dan mementingkan diri, dengan mengingat bahwa kita mempunyai suatu pekerjaan yang terbesar ukurannya dan tertinggi kepentingannya. Dalam melakukan pekerjaan ini kita sedang mengumandangkan pekabaran malaikat yang pertama, kedua, dan ketiga, dan dengan demikian sedang dipersiapkan bagi kedatangan malaikat lain dari surga yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya.”

EW 277.1, 2 “Aku melihat malaikat-malaikat bergegas ke sana ke mari di surga, turun ke bumi, dan naik lagi ke surga, bersiap untuk penggenapan suatu peristiwa yang penting. Kemudian aku melihat seorang malaikat lain yang perkasa ditugaskan untuk turun ke bumi, untuk mempersatukan suaranya dengan malaikat yang ketiga, dan memberikan kuasa dan kekuatan kepada pekabarannya. Kuasa dan kemuliaan yang besar dikaruniakan kepada malaikat itu, dan sementara ia turun, bumi diterangi dengan kemuliaannya. Terang yang menyertai malaikat ini menembus ke mana-mana, sementara ia berseru dengan kuat, dengan suara yang nyaring, ‘Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersarang semua roh najis, dan tempat bersarang segala burung yang najis dan yang dibenci.’ Pekabaran tentang kejatuhan Babel, sebagaimana diberikan oleh malaikat yang kedua, diulangi, dengan tambahan penyebutan kebejatan-kebejatan yang telah masuk ke dalam gereja-gereja sejak tahun 1844. Pekerjaan

malaikat ini datang pada waktu yang tepat untuk bergabung dalam pekerjaan besar yang terakhir dari pekabaran malaikat yang ketiga sementara pekabaran itu berkembang menjadi seruan keras. Dan dengan demikian umat Allah dipersiapkan untuk berdiri pada saat pencobaan, yang akan segera mereka hadapi. Aku melihat suatu terang yang besar tinggal di atas mereka, dan mereka bersatu untuk dengan tidak gentar memberitakan pekabaran malaikat yang ketiga.

“Malaikat-malaikat diutus untuk membantu malaikat perkasa dari surga itu, dan aku mendengar suara-suara yang seolah-olah berbunyi di mana-mana, ‘Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.’ Pekabaran ini seolah-olah merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang bergabung dengannya sebagaimana seruan tengah malam bergabung dengan pekabaran malaikat yang kedua pada tahun 1844. Kemuliaan Allah tinggal di atas orang-orang suci yang sabar menanti, dan mereka dengan tidak gentar memberikan amaran khidmat yang terakhir, memberitakan kejatuhan Babel dan memanggil umat Allah untuk keluar daripadanya supaya mereka dapat luput dari nasibnya yang mengerikan.”

Hal-hal yang ditekankan:

Keberatan-keberatan mungkin timbul mengenai kata “seolah-olah”, yang dipakai dalam bagian itu

Di sini ia mendengar suara-suara yang mengatakan tepat apa yang dikatakan Alkitab dalam Wahyu 18:4. Jadi jika dengan memakai kata “seolah-olah” itu ditunjukkan keraguan atau ketidakpastian, maka hal itu akan menunjukkan keraguan atau ketidakpastian mengenai apa yang dinyatakan Alkitab dalam Wahyu 18. Karena itu ia, dalam khayal, sedang menunjukkan apa yang dilihatnya dan bagaimana hal itu dinyatakan kepadanya.

  1. Apakah panggilan untuk keluar dari Babel sedang diberikan pada masa kini? Tidak.

GC 389.2 “Akan tetapi, belum dapat dikatakan bahwa ‘Babel telah rubuh,... karena ia telah memberi minum semua bangsa dengan anggur murka percabulannya.’ Ia belum membuat semua bangsa melakukan hal ini.

GC 383 (edisi 1888) atau Universe in Conflict halaman 324 “Lagi pula, dalam pasal kedelapan belas dari kitab Wahyu, dalam suatu pekabaran yang masih akan datang, umat Allah dipanggil untuk keluar dari Babel.”

  1. Bagaimanakah tanggapan terhadap pekabaran itu?

RH, 27 Mei 1890 par. 6 “Pekabaran malaikat yang ketiga tidak akan dipahami, terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya akan disebut terang palsu, oleh mereka yang menolak untuk berjalan dalam kemuliaannya yang terus maju…”

5T 728.1 “…Kita sekali-kali tidak boleh mengharapkan bahwa apabila Tuhan mempunyai terang bagi umat-Nya, Setan akan berdiri dengan tenang di samping dan tidak berusaha mencegah mereka menerimanya. Ia akan bekerja atas pikiran-pikiran untuk membangkitkan ketidakpercayaan dan kecemburuan dan kebimbangan. Marilah kita waspada supaya kita jangan menolak terang yang diutus Allah, karena terang itu tidak datang dengan cara yang menyenangkan kita. Janganlah berkat Allah dijauhkan dari kita karena kita tidak mengetahui saat kunjungan kita. Jika ada orang-orang yang tidak melihat dan menerima terang itu bagi diri mereka sendiri, janganlah mereka menghalangi jalan orang lain. Janganlah dikatakan tentang umat yang sangat dikasihi ini, seperti tentang orang-orang Yahudi ketika kabar baik tentang kerajaan diberitakan kepada mereka: ‘Kamu sendiri tidak masuk dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.’”

Ringkasan: Pekabaran jam ke-11 adalah pekabaran Seruan Keras dari Wahyu 18, yaitu Malaikat lain yang bergabung dengan pekabaran Malaikat yang Ketiga dan memberikan kepadanya “kuasa dan kekuatan.” Itu bukanlah pencurahan Roh melainkan suatu pekabaran lain yang bergabung dengan yang ketiga dan mempersiapkan sidang bagi penyelesaian Injil.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris. Ketuk referensi Alkitab untuk membuka ayatnya (Terjemahan Baru) di bible.com; referensi Roh Nubuat dibuka di EGW Writings (egwwritings.org), dalam bahasa Inggris.