V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Perkara-Perkara Yang Jadi Sebelum Dan
Sesudah Bumi Diperbaharui
Para Esau Yang Perkasa Dan Para Yakub
Yang Sederhana
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
Jadilah Kamu Pelaksana-Pelaksana
Firman
Renungan untuk berdoa kita terdapat dalam buku The Mount of Blessing, hala-
“Tidak semua orang yang mengakui nama-Nya dan memakaikan lencana-Nya adalah milik Kristus. Banyak yang telah mengajar dalam nama-Ku, kata Yesus, ke- lak akan didapati gagal pada akhirnya. ‘Banyak orang akan mengatakan kepada- Ku pada hari itu, Tuhan, Tuhan, bukan- kah sudah kami bernubuat dengan nama- Mu, dan dengan nama-Mu sudah kami membuang segala setan, dan dengan na- ma-Mu sudah kami melakukan banyak pekerjaan yang mulia? Dan kemudian Aku akan menegaskan kepada mereka itu, Aku tidak pernah mengenal kamu, pergilah daripada-Ku, kamu yang melakukan keja- hatan.
3“Ada orang-orang yang meyakini, bahwa mereka adalah benar, sementara mereka adalah keliru. Sementara mereka mengakui Kristus sebagai Tuhannya, dan sementara mereka dengan keyakinannya melakukan pekerjaan-pekerjaan besar de- ngan nama-Nya, mereka adalah pekerja- pekerja kejahatan. ‘Dengan mulutnya me- reka menunjukkan banyak kasih, tetapi hatinya menyengajakan laba yang keji.’ Orang yang memberitakan Firman Allah bagi mereka adalah ‘bagaikan sesuatu lagu merdu dari seseorang yang memiliki alunan suara emas, dan yang dapat ber- main dengan sempurna pada alat musik; karena mereka mendengarkan firman-Mu; tetapi mereka tidak melaksanakannya.’ ”
Orang-orang yang digambarkan di sini senang mendengarkan Firman Allah, tetapi itu hanyalah sepintas lalu saja. Saya berharap tidak seorang pun yang ada di sini hanya mendengar, melainkan akan melakukan sesuatu dari hal itu. Hanya pelaksana-pelaksana Firman yang dibenar- 4 kan. Marilah kita bertelut dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar Allah dapat menolong kita bukan untuk hanya menjadi orang-orang yang menjadi guru besar Kebenaran, melainkan supaya menjadi pelaksana-pelaksana yang sesungguhnya daripada Kebenaran itu.
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5PERKARA-PERKARA
YANG JADI SEBELUM
DAN SESUDAH BUMI
DIPERBAHARUI
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 7 Juni 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita akan mempelajari pasal yang keenam puluh lima dari buku Yesaya. Sambil belajar kita akan saksikan, bahwa pasal itu berisikan catatan dari hal perkara-perkara yang terjadi dalam masa sebelum bumi diperbaharui, dan dalam masa sesudah bumi diperbaharui. Kita akan memulai penyelidikan kita dengan ayat yang pertama. 6 “Bahwa Aku telah dinyatakan kepada mereka yang tiada bertanya akan Daku; Aku telah didapati oleh mereka yang tiada mencari Aku; kepada bangsa yang tiada disebut dengan nama-Ku Aku me-ngatakan : Tengoklah Aku, tengoklah Aku.”
Rasul Paulus dalam menulis kepada orang-orang Romawi menggunakan ayat ini kepada bangsa-bangsa Kafir yang datang kepada Injil (Roma 10 : 20). Oleh sebab itu mereka adalah orang-orang yang mencari Tuhan tanpa bertanya-tanya akan Dia, dan orang-orang yang menemukan Dia tanpa mencari akan Dia. Keadaan ini yang dibebani dengan akibat-akibat, menunjukkan, bahwa Tuhan adalah mudah ditemukan.
“Aku telah mengembangkan tangan-Ku sepanjang hari kepada suatu bangsa yang memberontak, yang berjalan dalam jalan 7 yang tidak baik, menurut kehendak hati-nya sendiri.”
Di sini terdapat suatu perbedaan yang mencolok di antara orang-orang yang memperoleh pengetahuan cukup dalam perkara-perkara Allah dan orang-orang Kafir yang bodoh. Sementara mereka yang pertama itu menyusut jatuh, walaupun Tuhan dengan penuh air mata sedang membujuk-bujuk mereka, mereka yang kemudian itu sedang datang mendekat kepada-Nya. Disinilah kita saksikan beta-
3 pa panjang sabar Allah. Ia terus menghimbau berulang kali. Adalah berat bagi-Nya untuk membiarkan lepas seorang berdosa sebelum semua usaha yang mungkin untuk menyelamatkan digunakan. Di sini jelas terlihat, bahwa adalah lebih gampang menyelamatkan seorang kafir daripada menyelamatkan seorang Kristen yang merasa puas dan yang telah terpedaya.
“Suatu bangsa yang menggalakkan mur-ka-Ku selalu di hadapan hadirat-Ku, yang 8 mempersembahkan korban di dalam taman-taman, dan membakar dupa diatas medzbah-medzbah batu bata.”
Mempersembahkan korban di dalam taman-taman ialah memamerkan ibadah, dan medzbah-medzbah batu bata (produk buatan manusia, bukan ciptaan Allah seperti halnya batu), adalah perbuatan-perbuatan manusia. Kain telah mempersembahkan suatu korban yang tidak berkenan, tetapi umat yang dikemukakan di dalam Injil ini mempersembahkan di atas suatu medzbah yang tidak berkenan. Keduaduanya adalah sama jeleknya. Dan apakah yang merupakan medzbah-medzbah batu bata itu, kalau bukan tempat-tempat ibadah yang Allah sendiri tidak perintahkan untuk dibangun?
“Yang tinggal di antara kubur-kubur, dan bermalam di dalam monumen-monumen, yang makan daging babi, dan kuah dari barang-barang yang haram adalah di dalam bejana-bejana mereka.”
9Tinggal di antara kubur-kubur berarti ditolak untuk memperoleh bagian dalam kebangkitan orang-orang suci. Dan bermalam di dalam monumen-monumen berarti hidup di dalam apa yang disebut batu karang kehidupan yang tinggi -- yaitu mati terhadap Allah dan hidup bagi dunia.
Orang-orang Yahudi adalah amat berhati-hati terhadap apa yang mereka makan, tetapi di sini adalah suatu ramalan tentang suatu bangsa yang selera-selera makannya seolah-olah lepas tak terkendali seperti halnya Adam dan Hawa sewaktu mereka memakan buah yang terlarang itu.
Walaupun kita sebagai umat mengakui secara ketat menjauhkan makanan-makanan haram dari meja-meja makan kita, namun bagaimanapun juga kata-kata Injil ini mengungkapkan kebenaran yang me-
4 malukan. Diungkapkan untuk diketahui, bahwa banyak yang sedang memakan semua barang-barang yang haram ini. Pada bagian dunia yang satu mereka mungkin makan daripada sesuatu kekejian tertentu, 10 dan pada bagian dunia yang lain mereka makan daripada kekejian yang lain lagi.
“Yang mengatakan, Berdirilah pada pi-hakmu sendiri, jangan datang dekat ke-padaku, karena sucilah aku daripadamu. Mereka ini adalah bagaikan suatu asap dalam hidung-Ku, dan suatu api yang bernyala-nyala sepanjang hari.”
Pada satu pihak mereka adalah sama lalainya, mereka memakan apa saja baik yang halal maupun yang haram. Dan pada pihak lainnya mereka menyombongkan dirinya sendiri -- mereka menyangka dirinya lebih suci daripada orang-orang lain. Jadi jelaslah, bahwa orang-orang yang memanjakan seleranya dalam semua makanan yang keji yang diceritakan dalam ayat 4 adalah orang-orang yang menentang untuk bergabung dengan orang-orang yang berusaha menghidupkan suatu kehidupan yang sejalan dengan pengakuan kepercayaan mereka, menentang melawan ketakutan bahwa reformasi akan terlaksa- 11 na. Betul-betul jahat! Allah lebih membenci orang-orang munafik daripada membenci orang-orang berdosa jenis yang lain. Orangorang yang sedemikian ini mendorong ke kanan dan mendorong ke kiri akan menyaksikan kegenapan sempurna dari katakata Injil ini pada masa ini juga.
“Tengoklah, adalah tersurat di hadapan-Ku : Aku tidak akan berdiam diri, melain-kan Aku akan membalasnya, bahkan Aku akan membalasnya ke dalam ribaan mereka itu, baik semua kejahatanmu maupun segala kejahatan nenek moyang-mu yang sudah membakar dupa di atas gunung-gunung dan yang menghujat Daku di atas segala bukit demikianlah firman Tuhan; sebab itu perbuatan me-reka yang dahulu akan Ku takar kelak ke dalam ribaan mereka itu.”
Ayat enam tidak perlu dikomentari lagi, dan hanya sebuah kalimat pada ayat tujuh akan mencukupi. Orang-orang Farisi yang lalu maupun orang-orang Farisi di 12 waktu ini, demikianlah kita misalkan, akan memperoleh upah-upah yang sama.
“Demikianlah firman Tuhan, Seperti halnya anggur baru ditemukan di dalam suatu tandan buah anggur, lalu kata orang, Janganlah ia itu dibinasakan; karena ada lagi suatu berkat di dalam-nya; demikianpun akan Ku perbuat demi karena sebab segala hamba-Ku, bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka seluruhnya. Maka Aku akan menerbit-kan suatu benih daripada Yakub, dan daripada Yehuda seorang pewaris segala gunung-Ku, maka segala orang pilihan-Ku akan mempusakainya, dan segala hamba-Ku akan tinggal di sana.”
Benih dari Yakub, pewaris dari Yehuda itu tentunya adalah Kristus. Orang-orang pilihan, hamba-hamba-Nya adalah orangorang yang luput dari kebinasaan yang disebutkan di sini. Mereka akan kelak menjadi berkat bagi orang-orang lain. Berbicara secara simbolis, maka gunung-gu- 13 nung adalah kerajaan Yehuda dan kerajaan Israel yang berhimpun bersama-sama seperti juga yang diramalkan dalam Ye- heskiel 37 : 16 – 28. Tetapi jika itu diambil secara harafiah, maka gunung-gunung itu ialah gunung-gunung yang ada di Tanah Perjanjian. Kalimat yang berbunyi, “Umat pilihan-Ku akan kelak mempusakai nya”, merubah objek itu dari jamak “gununggunung” menjadi tunggal ”nya” dan membuat simbol itu mengandung dua pengertian, yaitu Kerajaan itu dan lokasi dari Kerajaan itu. Ayat yang berikut ini akan memerinci pengertian ini.
“Maka Sharon akan menjadi sebuah kan-dang ternak, dan lembah Akhor akan menjadi tempat pembaringan lembu, yaitu bagi umat-Ku yang mencari akan Daku.”
Ayat 9 dan ayat 10 membawa kita dari periode sejarah Yahudi kepada sejarah Kristen, kemudian terus sampai kepada kembalinya dan konsolidasinya kerajaan- 14 kerajaan Yehuda dan Israel di dalam negeri leluhur-leluhur kita, Sharon dan Akhor.
“Tetapi kamu adalah mereka yang me-nyangkal Tuhan, yang melupakan bukit kesucian-Ku, yang mempersiapkan meja bagi rombongan itu, dan yang mem-persembahkan minuman kepada seluruh jumlah mereka.”
6
Orang-orang yang akan dibinasakan adalah orang-orang yang tidak menaruh perhatian khusus terhadap bukit kesucian- Nya, yaitu Kerajaan yang disebut di dalam Injil ini. Mereka adalah orang-orang yang mempersiapkan suatu meja, atau yang mengumpulkan bagian-bagian Alkitab yang dikumpulkan dari pilihan-pilihan mereka, dan dengan semua itu mereka memberi makan kepada (mengajar) rombongan, atau rombongan orang-orang yang sepaham dengan mereka itu. “Mempersembahkan minuman” adalah sama dengan mengatakan, bahwa rombongan itu sedang minum apa saja yang disajikan oleh guru-guru 15 mereka.
“Sebab itu Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai; sebab ketika Aku memanggil kamu tidak men-jawab; ketika Aku berbicara kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan ke-jahatan di hadapan mata-Ku, dan kamu memilih barang yang tidak berkenan kepada-Ku.”
Terhadap panggilan Allah ini mereka tidak menjawab. Mereka juga tidak mendengar akan pembicaraan-Nya, karena mereka cenderung untuk berbuat jahat. Mereka menyukai jalan-jalannya sendiri dan membenci akan jalan Tuhan. Terhadap dosa ini mereka mungkin tidak menyadari.
“Sebab itu demikianlah firman Tuhan Allah, Bahwasanya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; bahwasanya hamba-hamba-16 Ku akan minum, tetapi kamu akan men-derita kehausan; bahwasanya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan malu; bahwasanya, hamba-hamba-Ku akan bernyanyi karena kegembira-an, tetapi kamu akan menangis karena bersedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat. Maka kamu akan meninggalkan namamu bagi umat pilihan-Ku sebagai suatu kutuk; sebab Tuhan Allah akan memalu kamu, dan Ia akan memanggil hamba-hamba-Nya de-ngan sesuatu nama yang lain.”
Para pelaku kejahatan ini mungkin sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap amaran yang serius ini, tetapi pasti seperti halnya siang akan diikuti malam, demikian pula pastinya kemiskinan, kehinaan, kesedihan dan bencana itu akan segera datang pada mereka.
7
Nama organisasi persekutuan akan mereka tinggalkan kepada hamba-hamba Allah; artinya, kepada orang-orang yang luput dari pedang Tuhan nama itu akibat- 17 nya akan kelak ditinggalkan. Tetapi nama itu ditinggalkan hanya sebagai suatu kutuk, maka hamba-hamba-Nya akan dipanggil dengan suatu nama yang lain “yang akan diucapkan oleh mulut Tuhan sendiri.”
“Sehingga orang yang akan memberkati dirinya sendiri di bumi akan memberkati dirinya sendiri dalam Kebenaran Allah, dan orang yang bersumpah di bumi akan bersumpah oleh Kebenaran Allah; sebab segala kesusahan yang terdahulu sudah terlupa, dan sebab semua itu sudah tersembunyi dari mata-Ku.”
Adalah terkandung di dalam ayat ini, bahwa Tuhan sedang menempuh tindakan yang aneh ini sebab hamba-hamba-Nya yang tidak setia tidak memberkati diri mereka sendiri di dalam Kebenaran Allah. Akibatnya, mereka patut memberkati diri mereka sendiri di dalam ilah kepalsuan; artinya, mereka mengajarkan, menerima, dan menyebarkan kepalsuan sementara Tuhan berusaha memberkati semua ham- 18 ba-Nya dengan Kebenaran secara segar langsung dari tahta-Nya. Bagi mereka yang memeluk Kebenaran-Nya bagi zaman ini Ia tidak akan pernah lagi membangkitbangkitkan masa lalu mereka.
“Karena, bahwasanya, Aku menciptakan segala langit yang baru dan sebuah bumi yang baru, maka yang terdahulu itu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi di dalam hati.”
Di sini kita dibawa sampai kepada masa dimana akhirnya Tuhan akan memperbaharui langit dan bumi.
“Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak-lah untuk selama-lamanya dalam apa yang Ku ciptakan; karena, tengoklah, Aku menciptakan Yerusalem penuh so-rak sorai, dan penduduknya penuh ke-girangan. Maka Aku akan bersukacita karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku, maka suara tangisan tidak akan 19 lagi terdengar di dalamnya atau pun se-suatu suara teriakan.”
Kita dianjurkan supaya bergembira karena Yerusalem, sama seperti akan hal umat-Nya, telah diciptakan bagi kegembiraan.
“Di sana tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari; ataupun orang tua yang tidak mencapai segala hari umurnya; karena anak kecil akan mati umurnya seratus tahun, tetapi orang berdosa yang umurnya seratus tahun itu akan kena kutuk.”
Dari hal orang jahat di dalam bumi yang baru, yang bangkit dalam kebangkitan kedua, yaitu kebangkitan orang jahat (Wahyu 20 : 5), tidak akan ada lagi kelahiran maupun kematian di antara mereka untuk selama seratus tahun lamanya. Jadi, satu-satunya rombongan anak-anak yang akan ada di antara mereka itu ialah anakanak yang dibangkitkan dari kematian. 20 Akibatnya baik mereka yang berumur tua maupun mereka yang muda akan hidup seratus tahun lamanya semenjak dari kebangkitan orang jahat sampai kepada kematian yang kedua. Demikianlah anak kecil dan orang berdosa yang mencapai seratus tahun umurnya di dalam bumi yang baru, keduanya akan mati pada akhir dari masa seratus tahun itu. Kemudian daripada itu orang-orang benar akan mendiami seluruh bumi.
“Maka mereka akan membangun rumah-rumah, lalu mendiaminya; dan mereka akan menanami kebun-kebun anggur, lalu memakan buah-buahnya. Mereka tidak akan membangun, lalu orang lain mendiaminya; mereka tidak akan me-nanam, lalu orang lain memakannya; karena seperti lamanya umur pohon de-mikianlah segala hari umur umat-Ku, maka semua umat pilihan-Ku akan lama menikmati hasil-hasil pekerjaan tangan mereka.”
21Kembali kita saksikan, bahwa Yang Akan Datang itu akan kelak sama kenyataannya dan sama alamiahnya seperti halnya Taman Eden pada masa ia diciptakan. Demikianlah pekabaran Eliyah akan betul-betul mengembalikan segala perkara -- yaitu semua yang telah lenyap karena dosa.
“Mereka tidak akan bersusah payah de-ngan sia-sia, mereka tidak melahirkan anak bagi celaka, karena mereka adalah benih keberkatan Tuhan, dan semua ke-turunan mereka sertanya.”
9
Banyak dari semua usaha kita di bumi ini dilakukan dengan sia-sia, dan banyak dari anak-anak kita laki-laki dan perempuan telah dilahirkan juga sia-sia. Tetapi di dalam bumi baru, tak seorang pun akan berusaha untuk sia-sia, dan tak satu pun anak-anak yang dilahirkan bagi kesusahan. 22 “Maka akan jadi kelak, bahwa sebelum mereka itu berseru, Aku akan menjawab; dan sementara mereka itu masih berbi-cara, Aku akan mendengarkan.”
Untuk jawaban terhadap beberapa dari doa-doa kita seringkali menunggu lama, dan bahkan kebanyakan dari doa-doa itu tidak terjawab seperti yang kita kehendaki. Tetapi di dalam bumi yang baru tidak akan ada keterlambatan dan tidak ada kekecewaan.
“Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan, dan singa akan memakan jerami seperti juga lembu, dan debu akan merupakan makanan ular. Mereka tidak akan melukai atau pun merusak di dalam bukit kesucian-Ku, demikianlah firman Tuhan.”
Akan ada damai pada semua penjuru. Kita tidak akan menyaksikan orang-orang saling bertengkar atau pun binatang-binatang saling berkelahi dan saling memakan 23 mangsanya. Di sana akan terdapat damai yang sempurna dan betul-betul nyata di antara mereka.
Jika kita dapat hanya menyadari akan apa yang Allah telah sediakan bagi mereka yang suka menyelidiki Firman-Nya dan berjalan dalam Terang-Nya yang terus bertambah, maka kita akan menjadikan semua urusan Allah kepentingan kita yang terutama; maka kita tidak akan lagi menghamburkan semua energi kita untuk berjuang mencarikan perkara-perkara kehidupan materi. Semua itu akan dipertambahkan kepada kita sementara kita dengan rajin berusaha menegakkan Kerajaan-Nya, karena Ia sendiri mengatakan : “Pekerja itu berhak akan upahnya.”
10
24Naskah untuk Berdoa
Ujian Kemuridan
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada hala-man 209, paragraf yang terakhir.
“Suatu pengakuan kemuridan saja adalah tidak bernilai apapun..... percaya yang tidak membawa sampai dengan penurutan ialah persangkaan. Rasul Yohanes mengatakan, “Barangsiapa yang mengatakan, aku mengenal Dia, dan tidak memeliharakan perintah-perintah- Nya, adalah seorang pembohong, maka kebenaran tidak terdapat di dalamnya.” Janganlah seorang pun berpegang kepa- da pendapat, bahwa takdir-takdir isti- mewa atau manifestasi-manifestasi yang menakjubkan adalah merupakan bukti kemurnian dari pekerjaan mereka atau dari pendapat-pendapat yang mereka sokong. Apabila orang-orang hendak berbicara remeh dari hal Firman Allah, 25 dan mengemukakan kesan-kesan mereka, perasaan-perasaan mereka, dan berbuat melebihi standard Ilahi, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka itu tidak me- miliki terang dalam dirinya.
“Penurutan adalah ujian kemuridan. Adalah pemeliharaan terhadap perintah- perintah yang membuktikan kesungguhan dari pengakuan-pengakuan kasih kita. Apabila ajaran yang kita terima itu me- matikan dosa di dalam hati, membersih- kan jiwa dari kekotoran, membawakan hasil kepada kesucian, maka kita dapat mengetahui bahwa itulah kebenaran Al- lah. Apabila kebajikan, baik hati, lemah lembut, simpati, ada dinyatakan dalam kehidupan kita; apabila kesenangan untuk berbuat yang benar terdapat di dalam hati kita; apabila kita meninggikan Kristus dan bukan diri sendiri, maka kita dapat mengetahui bahwa iman kita adalah di jalan yang benar. ‘Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengenal Dia, jika kita memeliharakan segala perintah- 26 Nya.’ ”
Marilah kita berdoa memohonkan kuasa yang dapat memungkinkan kita beralih daripada menjadi orang-orang munafik, daripada menjadi sekedar guru besar kemuridan menjadi pengikut-pengikut Kristus yang sungguh-sungguh, hidup sesuai dengan cara Ia hidup dan bekerja -- inti yang terutama dari Kekristenan.
* * * 11
27PARA ESAU YANG PERKASA
DAN PARA YAKUB YANG
SEDERHANA
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 14 Juni 1947
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kita akan mempelajari pasal yang keenam puluh enam dari buku Yesaya. Dalam pasal ini Tuhan berbicara kepada dua kelompok hamba-hamba, yaitu hamba-hamba yang hidup sampai kepada pembersihan tempat suci (Daniel 8 : 14) -- yaitu sampai kepada Pehukuman terhadap Orang-orang Hidup, pembersihan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80), yaitu masa 28 dimana mereka didapati sedang “memalu” teman-teman sesama hamba mereka, sedang makan dan minum bersama-sama dengan orang-orang pemabuk. Hambahamba yang lainnya adalah hamba-hamba yang terkemudian sesudah itu. Untuk mendengarkan apa yang Tuhan akan katakan kepada hamba-hamba-Nya yang pertama sementara masa pembersihan itu terus mendekat, kita akan mulai mempelajari dua ayat yang pertama dari pasal itu.
“Demikianlah firman Tuhan, bahwa surga itulah tahta-Ku, dan bumi ialah alas kaki-Ku; manakah rumah yang hendak kamu bangun bagi-Ku, dan di manakah tempat peristirahatan-Ku? Karena semua perkara itu adalah perbuatan tangan-Ku, dan se-mua perkara itu sudah ada, demikianlah firman Tuhan; tetapi Aku akan menilik kepada orang ini, yaitu kepada dia yang miskin dan penuh penyesalan dan yang gentar karena firman-Ku.”
29Dengan mengatakan “surga adalah tahta-Ku, dan bumi adalah alas kaki-Ku”, maka Tuhan sesungguhnya menegaskan bahwa Ia tidak meninggalkan bumi; bahwa sungguhpun tahta-Nya terdapat di dalam surga, kaki-Nya masih terdapat di bumi; bahwa Ia masih tetap berkepentingan dengan umat-Nya. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang berbunyi, “di manakah rumah yang kamu bangun bagi-Ku, dan di mana-
12 kah tempat peristirahatan-Ku?” dengan sedih mengungkapkan bahwa pekerjaan itu telah dilalaikan, bahwa tidak ada rumah maupun sesuatu tempat istirahat yang telah dipersiapkan bagi-Nya. Ucapan Tuhan berikutnya selanjutnya mengukuhkan kenyataan ini, karena Ia kembali mengulangi bahwa perkara-perkara yang ditemui-Nya adalah hanya perkara-perkara itu yang sedianya sudah ada, dan yang tangan-Nya sendiri perbuat, bukan diperbuat oleh tangan hamba-hamba-Nya.
Kemudian dengan mengatakan, “Tetapi kepada orang ini Aku akan menilik, yaitu 30 kepada dia yang miskin dan penuh penyesalan, yang gementar karena firman- Ku”, Ia secara pasti memberitahukan, bahwa hamba-hamba-Nya yang tidak setia telah meninggalkan pekerjaan-Nya, bahwa orang-orang lain, yang miskin dan yang penuh penyesalan yang gentar pada firman-Nya, telah mengambil alih tempat mereka, bahwa apa yang gagal dilakukan oleh hamba-hamba yang terdahulu, akan dilakukan oleh hamba-hamba yang terkemudian. Pada waktu yang sama Ia menuduh hamba-hamba yang terdahulu itu bahwa mereka merasa kaya dalam semangat dan tidak memerlukan apa-apa lagi; bahwa mereka tidak menaruh takut akan Firman-Nya. Oleh karena itu hambahamba yang akan membangunkan bagi- Nya sebuah rumah dan membuat bagi-Nya suatu tempat istirahat, adalah orang-orang miskin yang penuh penyesalan; hati orang-orang yang gentar akan Firman- Nya; orang-orang yang tidak sombong dan angkuh, melainkan orang-orang yang dapat diajar dan yang penuh perhatian 31 akan Firman-Nya; orang-orang yang bertobat yang menyadari akan dirinya sendiri sebagai sangat memerlukan apa saja, dan bukan tidak memerlukan apa-apa lagi. Akhirnya dengan marah Tuhan menyatakan :
“Barangsiapa yang membunuh seekor lembu adalah seolah-olah ia membunuh orang; barangsiapa yang mengorbankan seekor anak domba yaitu seolah-olah ia memotong putus leher seekor anjing; barangsiapa yang mempersembahkan persembahan makanan, ia itu seolah-olah ia mempersembahkan darah babi; barangsiapa yang membakar kemenyan, yaitu seolah-olah ia memuja berhala. Sesungguhnya, mereka telah memilih jalannya sendiri, dan jiwa mereka ber-kenan kepada semua kekejian mereka. Aku juga memilih angan-angan mereka itu, dan barang yang ditakutinya itu Ku datangkan kelak atasnya; sebab ketika Aku berseru, tetapi tidak seorang pun 32 yang menyahut; ketika Aku berfirman, tetapi tiada mereka itu mendengar, me-lainkan diperbuatnya barang yang jahat di hadapan mata-Ku, dan disukainya akan barang yang tiada Aku berkenan.” 13
Tidak menjadi soal betapa pun baiknya atau pun betapa pun pentingnya korbankorban yang dipersembahkan, selama kita berbakti kepada-Nya menurut cara-cara kita sendiri, maka pemberian-pemberian dan korban-korban kita itu hanyalah akan merupakan kekejian bagi-Nya. Cara-cara manusia sendiri harus dilepaskan, walaupun itu merupakan tugas yang terberat yang akan dihadapi, jika ia hendak berdamai dengan Allah.
Tidak ada masalah tetapi Allah kini menyampaikan pekabaran amaran ini kepada hamba-hamba-Nya yang tidak setia yang mementingkan diri sendiri, walaupun mereka tidak dan tidak mau mendengar. Sesudah mengatakan apa yang ingin disampaikan-Nya kepada mereka, maka kini Ia berbalik kepada hamba- 33 hamba sewaan-Nya yang baru sebagai berikut :
“Dengarlah olehmu akan Firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan Firman-Nya; adapun Saudara-saudaramu yang benci akan dikau dan yang membuang engkau demi nama-Ku, mengatakan, Supaya Tu-han dipermuliakan : tetapi Tuhan akan kelihatan kelak bagi kesukaan kamu, dan mereka itu akan malu. Akan ada bunyi huru-hara besar keluar dari dalam negeri, suatu bunyi dari kaabah, suatu bunyi suara Tuhan yang membalas perbuatan segala musuh-Nya.”
Beberapa orang telah mengalami pengalaman ditarik keluar badannya dari gereja-gereja tak lain hanya karena alasan telah membaca buku “Tongkat Gembala”, dan karena mengatakan, “Saya percaya akan apa yang dikatakan di dalamnya.” Tentu adalah tidak masuk akal bahwa orang-orang itu akan bertindak bagaikan setan-setan. Tetapi bagaimanapun juga 34 begitulah keadaannya, dan Allah sendiri membuktikan menentang perbuatan setan mereka itu. Kita tidak akan merasa kasihan terhadap diri kita sendiri, dan sama sekali tidak marah terhadap semua para penentang kita, tetapi kita menyesalkan kebutaan, kesengsaraan, kemelaratan, dan ketelanjangan rohani mereka itu, karena kita memahami bahwa kesenangan yang akan datang itu adalah milik kita, dan kesusahan dan malu dan keretakan gigi akan menjadi bagian mereka. Ini kita ketahui dengan seyakin-yakinnya sama seperti Yakub mengetahui bahwa Allah berada dengannya selama pelariannya dari hadapan Esau.
14
Sungguhpun demikian para Esau yang ada pada waktu ini tidak mengetahui akan hal ini. Mereka tidak lagi mengetahuinya sama seperti Esau yang dahulu tidak mengetahui akan khayal Yakub di malam hari mengenai tangga yang terbentang dari surga ke bawah sampai ke tempat tidur Yakub yang dibasahi embun itu.
35Jika suatu bagian Alkitab akan menjadi Kebenaran sekarang, maka ia itu tentulah Yesaya 66 : 5. Akibatnya, dari dalam negeri terdengar suatu keributan dan terdapat suatu bunyi suara dari kaabah menentang kita; tetapi suara Tuhan, yaitu pekabaran masa kini, adalah yang akan memperhitungkan dan yang akan menyelesaikan segala perkara. Takutkah anda dicampakkan keluar, atau adakah anda gentar terhadap Firman Allah? Sekarang anda harus menetapkan pilihan untuk melawan tantangan jika anda ingin berada di dalam Kerajaan kekal itu.
“Sebelum ia menggeliat kesakitan, ia su-dah melahirkan; sebelum sakitnya untuk melahirkan tiba, ia sudah melahirkan se-orang bayi laki-laki.”
Bagi seorang wanita untuk melahirkan bayi sebelum ia menggeliat kesakitan dan sebelum sakitnya datang, adalah merupakan sesuatu hal yang tak masuk akal – sesuatu keajaiban. Dan justru inilah yang 36 terjadi terhadap sidang sewaktu Tuhan dilahirkan di dalam palungan Betlehem. Sidang tidak mengetahui akan kedatangan-Nya, dan walaupun ia tidak merasa memerlukan seorang Juruselamat (tidak menggeliat kesakitan), namun ia telah melahirkan seorang anak. Namun sesuai dengan ayat yang menyusul selanjutnya, sidang pada waktu ini akan mengalami suatu keajaiban yang bahkan lebih besar daripada yang dialami sidang di masa Kristus yang lalu.
“Siapakah yang telah mendengar akan hal yang sedemikian itu, siapakah yang telah melihat perkara-perkara yang sedemiki-an itu? Dapatkah bumi dilahirkan dalam sehari jua? Atau dapatkah suatu bangsa dilahirkan secara tiba-tiba? Karena sege-ra sesudah Sion menggeliat kesakitan, maka ia melahirkan anak-anaknya.”
Sidang pada waktu ini penuh dengan lalang, dengan ikan yang jelek dan dengan kambing-kambing. Adalah sulit untuk me- 37 nemukan orang-orang suci. Tetapi bagaimanapun juga ia sekali kelak akan membawakan sejumlah besar orang-orang bertobat yang tak seorang pun dapat menghitungnya. Organisasi tidak percaya akan hal ini; sama seperti halnya orangorang Yahudi tidak percaya, bahwa Juruselamat dilahirkan di dalam palungan, juga mereka tidak mengira, bahwa para nelayan Galilea itu akan menggantikan kedudukan para imam yang alim maupun para pemimpin agama yang dimuliakan di masa itu, mereka juga tidak mengira bahwa orang-orang Kafir akan ikut juga memperoleh bagian dari janji-janji kepada Israel. Juga Organisasi pada waktu ini mengira bahwa masa yang akan datang itu sama saja dengan masa kini, bahwa Tuhan Allah telah membiarkan manusia untuk selamanya berbuat sesuai dengan kehendak mereka. Ia tidak mengetahui bahwa Tuhan sedang memegang kendali pemerintahan di dalam tangan-Nya sendiri (Testimonies to Ministers, p. 300). Ia masih tetap mengira, bahwa ia adalah 38 kaya dan telah bertambah kekayaannya (Kebenaran), dan tidak memerlukan apaapa lagi. Bagaimanapun sidang akan menyaksikan semua perjanjian ini digenapi. Ia akan menyaksikan, bahwa semua kata-kata firman ini terdapat di dalam Alkitab bukan hanya untuk memenuhi ruangan. Segera sesudah ia merasa sakit hendak melahirkan yang sedemikian dan merasakan kebutuhannya, segera itu pula semua serambinya akan dipenuhi dengan orang-orang suci dan tugasnya selesai.
“Patutkah Aku membuka rahim orang, dan tidak membuatnya melahirkan? Demikianlah firman Tuhan; patutkah Aku membuat orang melahirkan, dan menutup rahimnya? Demikianlah firman Allah.”
Masakan Tuhan telah membuat semua perjanjian ini, jika Ia tidak mampu untuk menggenapinya? Inilah pertanyaan besar di hadapanmu dan di hadapanku. Dan masakan Ia akan memulai sesuatu jika Ia 39 tak akan dapat melaksanakan dan menyelesaikannya? Janganlah Saudara meremehkan pertanyaan-pertanyaan ini, karena semua jawabanmu akan menentukan nasibmu.
“Bersuka-sukaanlah kamu dengan Yeru-salem dan bergemarlah akan dia, hai ka-mu sekalian yang kasih akan dia; hen-daklah bersukacita akan dia, hai kamu sekalian yang sudah berdukacita karena dia; supaya boleh kamu mengisap susu sampai kenyang dan dipuaskan dengan penghiburan, supaya boleh kamu me-ngisap susu, dan merasa nikmat dengan berkelimpahan kemuliaannya. Karena
16 demikianlah firman Tuhan, Tengoklah, Aku akan meliputkan damai kepadanya bagaikan air sungai, dan kemuliaan se-gala bangsa Kafir bagaikan suatu aliran sungai; kemudian kamu akan menyusu, kamu akan digendong pada sisinya, dan dibelai-belai pada pangkuannya. Seperti seseorang yang dihiburkan oleh ibunya, 40 demikianlah Aku akan menghiburkan kamu; maka kamu akan terhibur di Yeru-salem. Maka apabila kamu melihat ini, hatimu akan bersukacita, dan semua tu-langmu akan berkembang bagaikan sua-tu tumbuhan muda; maka tangan Tuhan akan dinyatakan kepada segala hamba-Nya, dan murka-Nya terhadap segala musuh-Nya.”
Di sini kepada kita diceritakan, bahwa hanya mereka yang berdukacita karena Yerusalem, yaitu orang-orang yang berdoa bagi pendirian tahta Daud contoh saingan- Nya itu, dan kerajaan, akan bersukaria dengan dia. Mereka, dan hanya mereka saja, yang akan memperoleh keuntungan dari kelimpahan kemuliaannya. Tidak ada orang lain yang akan memperoleh bagian perdamaiannya serta kelimpahan kemuliaannya. Tidak ada orang lain yang akan dibelai-belai di atas pangkuannya. Orang-orang berdosa tidak akan dihiburkan di Yerusalem, dan kesuaman mereka itu akan menjadi merah panas lalu mem- 41 buat mereka berlari-lari kepada bukit-bukit dan kepada batu-batu gunung (Wahyu 6 :
“Karena tengoklah, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala rata-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan murka-Nya dengan ke-panasan, dan hardik-Nya dengan nyala-nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Ia akan menghukum segala manusia; maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh Tuhan. Me-reka yang menyucikan dirinya sendiri, dan yang membersihkan dirinya di da-lam taman-taman di balik sebatang po-hon yang di tengah-tengah, yang makan daging babi, dan barang-barang keji, dan tikus, akan dihapuskan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan.”
Sesudah Allah selesai berbuat segalagalanya untuk mengendalikan perjalanan semua hamba-Nya, apabila “tidak ada lagi obat”, maka pada masa itulah pembalasan 42 Ilahi akan dilaksanakan. Orang-orang yang terus berjalan di dalam jalan-jalannya sendiri akan kelak mendapatkan diri mereka di dalam jalan yang lebar dimana 17 tidak terdapat kemurahan Ilahi, dimana Pembalas yang adil akan melaksanakan tagihan-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang menyucikan dan membersihkan dirinya sendiri di dalam taman di balik sebatang pohon kayu (di belakang pemimpin); artinya, mereka berpura-pura amat rohaniawan dalam tempat-tempat pertemuan, mereka menaruh keyakinan bahwa pendeta akan membawa mereka sampai ke Kerajaan. Mereka memanjakan seleranya dengan memakan makanan-makanan yang terlarang, dan pada waktu yang sama dengan sombong berpura-pura suci dan bersih. Tetapi bagi Tuhan mereka itu terlihat bagaikan kubur-kubur yang dilabur putih yang penuh dengan daging yang membusuk, bagaikan cangkir-cangkir yang terlihat bersih dari luar tetapi kotor di 43 dalamnya.
“Karena Aku mengetahui segala perbua-tan mereka itu dan semua kepikirannya; maka akan datang, bahwa Aku akan menghimpunkan segala bangsa dan bahasa; maka mereka akan datang, dan menyaksikan kemuliaan-Ku. Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara me-reka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, yaitu ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang-orang pemanah ke Tubal dan ke Yawan, kepada pulau-pu-lau yang jauh-jauh, yang belum pernah mendengar kebesaran nama-Ku, dan yang belum melihat kemuliaan-Ku; ma-ka mereka akan memasyurkan kemulia-an-Ku di antara segala bangsa Kafir.”
Apa yang Tuhan hendak lakukan tidak akan dilakukan secara rahasia. Itu bukanlah sesuatu khayalan, bukan sesuatu yang diselubungi rahasia untuk ditebak, melainkan itu adalah perbuatan yang jelas 44 yang terbuka di hadapan segala bangsa.
Sekarang terhadap kebinasaan mereka sendiri, orang-orang memperdebatkan bahwa ini adalah pembunuhan rohani, (Apa yang dimaksudkan dengan pembunuhan rohani? -- tidak ada yang tahu). Walaupun cukup jelas terlihat, bahwa itu adalah Pehukuman terhadap Orang-orang Hidup. Kenyataan, bahwa lebih dari seabad lamanya Organisasi sudah mengajarkan bahwa Pehukuman terhadap Orang-orang Mati ialah memisahkan yang baik dari yang jelek (lalang daripada gandum). Berbagai argumentasi mereka yang bodoh itu kini 18 membuktikan bahwa mereka bukan saja tidak tahu mengenai itu, tetapi juga buta (Wahyu 3 : 17) sehingga walaupun sudah diceritakan dan ditunjukkan pengertiannya mereka tetap tidak dapat melihatnya. Sungguhpun mereka mengaku mengetahui bahwa Pehukuman itu adalah memisahkan gandum dari lalang, yang baik dari yang jelek, bahwa ia itu untuk membersihkan tempat suci dengan cara meng- 45 hapuskan nama-nama yang jelek dan dosadosa dari yang baik, mereka tidak juga mengakui bahwa tindakan Allah yang asing ini adalah Pehukuman terhadap Orangorang Hidup itu di dalam isi rumah Allah (1 Petrus 4 : 17), yaitu penyucian tempat suci (Daniel 8 : 14), pembersihan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80), pembersihan kaabah (Maleakhi 3 : 1 – 3).
Jangan lagi mencoba-coba menghiburkan dirimu sendiri dengan mengatakan bahwa pembunuhan Tuhan ini adalah sesuatu khayalan, atau bahwa ia itu akan jadi sesudah pintu kasihan di tutup. Sekarang bersiaplah supaya kamu tidak jatuh. Jangan ada orang yang mengalihkan perhatianmu daripadanya.
Ayat yang baru kita baca menjelaskan bahwa orang-orang yang “luput” dari pedang Tuhan itu, akan diutus-Nya kepada segala bangsa Kafir, yaitu kepada orangorang yang belum pernah mendengar kebesaran nama Tuhan atau melihat akan kemuliaan-Nya, maka mereka akan me- 46 masyurkan kemuliaan-Nya diantara segala bangsa Kafir; mereka akan menghantarkan ke rumah Tuhan semua orang yang akan diselamatkan. Di sini marilah kita baca kata-kata firman Tuhan yang tepat :
“Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persemba-han bagi Tuhan keluar dari segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan, di atas bagal dan onta betina yang cepat, ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikian-lah firman Tuhan, sama seperti bani Is-rael menghantarkan suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan. Dan lagi Aku akan mengang-kat beberapa orang daripada mereka itu akan imam-imam dan orang-orang Lewi, demikianlah firman Tuhan.”
Sekarang, melihat kepada kenyataan bahwa orang-orang yang luput dari pembantaian Tuhan itu akan diutus sebagai penginjil-penginjil, pengkhotbah- 47 pengkhotbah, dan pendeta-pendeta kepada segala bangsa dan orang banyak yang masih belum mengenal Allah dan Injil- Nya, maka kesimpulannya adalah hanya : bahwa pembantaian itu berlaku hanya diantara umat Allah; bahwa itulah Pehukuman terhadap Orang-orang Hidup di dalam “rumah Allah” (1 Petrus 4 : 17); bahwa gembala-gembala dibantai, sebab mereka telah menghalangi domba-domba itu pergi ke padang rumput yang hijau milik Tuhan (Kebenaran Sekarang); bahwa para anggota yang setia akan mengambil alih tempat mereka; bahwa kemudian sidang, “cerah bagaikan matahari, indah bagaikan bulan, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panji”, “maju terus ke seluruh dunia, dengan kemenangan dan untuk memenangkan.” Demikianlah pekerjaan Injil diselesaikan dan dunia yang jahat dibawa kepada ajalnya.
“Hanya orang-orang yang telah me- nentang pencobaan dalam kekuatan dari Dia Yang Maha Kuasa yang akan diijinkan 48 mengambil bagian dalam memberitakan- nya (Pekabaran Malaikat yang Ketiga) apabila ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.” – The Review and Herald, November 19th, 1908.
“..... Kita telah cenderung berpikir, bahwa dimana tidak ada pendeta-pendeta yang setia, tidak akan ada orang-orang Kristen yang sejati; tetapi ini bukan masalahnya. Allah telah berjanji bahwa dimana gembala-gembala didapati tidak setia Ia akan mengawasi sendiri kawan- an domba itu. Allah tidak pernah mem- biarkan kawanan domba itu sepenuh- nya bergantung pada alat-alat manusia. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan dilaksanakan itu, kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan, bah- wa masa itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya bera- 49 da dalam tangan-Nya, dan Ia hendak membersihkan lantai-Nya seluruhnya.” – Testimonies, vol. 5, p. 80.
“Karena seperti halnya segala langit yang baru dan bumi yang baru, yang akan Ku jadikan itu, akan tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan, demikianlah kelak benihmu dan namamu akan tetap
20 ada.”
Dengan ayat ini Ilham kini mulai mengungkapkan perkara-perkara yang akan jadi di bumi yang telah diperbaharui.
“Maka akan jadi kelak, bahwa daripada satu bulan baru sampai kepada bulan lainnya, dan daripada Sabat yang satu sampai kepada Sabat lainnya, segala ma-nusia akan datang menyembah sujud di hadapan-Ku, demikianlah firman Tuhan.”
Sabat, sebagaimana Saudara saksikan, adalah sama kekalnya dengan bumi. Ia itu 50 patut disucikan bukan hanya sekarang, tetapi bahkan juga sesudah bumi yang terkutuk ini diperbaharui. Dan bukan hanya sekarang umat Allah wajib berkumpul bersama-sama di dalam rumah Tuhan pada setiap Sabat, melainkan mereka akan terus berbuat begitu dengan penuh kesukaan berkelanjutan sampai kekekalan.
“Maka mereka akan keluar, dan akan me-lihat akan bangkai-bangkai dari orang-orang yang mendurhaka melawan Aku; karena cacing-cacingnya itu tidak akan mati, dan api mereka itu pun tidak akan padam; maka mereka itu akan menjadi sesuatu yang menjijikkan bagi segala manusia.”
Walaupun ayat-ayat yang terdahulu dari pasal ini tidak banyak dipelajari oleh siapapun, namun dua ayat yang terakhir ini sering sekali dibicarakan dan diperdebatkan oleh banyak orang. Bagi beberapa orang mereka maksudkan, bahwa akan ada suatu penyiksaan kekal. Namun 51 adakah firman pada umumnya menunjang pendapat yang sedemikian ini? -- Tidak ada. Defenisi dari “bangkai-bangkai” ialah “tubuh-tubuh yang tidak bernyawa.” Dan nabi Maleakhi mengatakan: “Karena, tengoklah, hari itu datang, yang akan bernyala-nyala bagaikan dapur api, maka segala orang sombong dan segala orang yang berbuat jahat akan jadi seperti je-rami, dan hari yang akan datang itu akan membakar habis mereka itu, demikian-lah firman Tuhan serwa sekalian alam, sehingga baik akar maupun cabang tia-da lagi tinggal dengan mereka itu. Tetapi bagi kamu yang takut akan nama-Ku akan terbit Matahari Kebenaran dengan kesembuhan di bawah sayap-sayap-Nya; maka kamu akan keluar dan bertumbuh bagaikan anak-anak lembu yang tambun-tambun. Dan kamu akan memijak-mijak
21 segala orang jahat itu; karena mereka akan menjadi habu di bawah telapak kakimu pada hari yang akan Ku datangkan kelak semua ini, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.” Maleakhi 4 : 1 – 3.
52Pada mulanya bangkai-bangkai dan pada akhirnya habu duli dari hambahamba yang tidak setia berada di bawah kaki-kaki orang-orang suci, tidak dapat menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak setia itu didorongkan ke dalam “api neraka”, untuk hidup selamanya di sana. Lagi pula karena hanya orang-orang benar diberikan hidup kekal, maka orang-orang jahat harus diberikan kematian yang kekal. Selanjutnya, “mati yang kedua” (Wahyu 20 : 14) tak mungkin dimaksudkan kepada “kehidupan yang kedua.”
Teori tentang penyiksaan kekal secara picik berasal dari kata-kata, “cacing mereka itu tidak akan mati.” “Cacing mereka”, cacing yang menggerogoti bangkaibangkai mereka itu, bagaimana pun tidak mungkin dimaksudkan kepada jiwa-jiwa orang-orang itu. Sedikit-dikitnya itu tak dapat dimaksudkan sedemikian bagi dia yang menggali sampai dalam ke dalam sumur keselamatan dan yang dapat berpikir bagi dirinya sendiri. Orang yang se- 53 demikian ini membaca di antara barisbaris dan mencatat nilai sepenuhnya dari masing-masing kata. Jika “cacing” berarti sesuatu, maka itu berarti bahwa cacing itu bertumbuh subur pada bangkai-bangkai itu, bahwa ia itulah yang merupakan sesuatu yang menghabiskan bagian-bagian bangkai-bangkai itu sampai tinggal unsurunsurnya yang semula. Benar, “cacing itu tidak akan mati”; ia pasti akan menyelesaikan pekerjaan pengrusakannya; bangkai-bangkai itu akan Ia turunkan sampai menjadi habu, “karena kamu adalah habu”, demikianlah kata firman, “dan kepada habu juga kamu akan kembali.” Kejadian 3 : 19. Adalah oleh perantaraan pemecahan inilah, maka cacing pengrusak itu tidak akan mati. Lagi pula kepada kita diceritakan, bahwa jiwa yang berdosa, ia itu akan mati. (Yeheskiel 18 : 4).
Jelaslah terlihat, bahwa khotbah tentang penderitaan kekal di dalam api neraka sebagai gantinya kematian kekal, adalah dipromosikan oleh apa yang disebut 54 penarik-penarik jiwa yang sembrono yang berusaha menarik para pendengarnya ke dalam gereja dengan cara ditakut-takuti. Tetapi kalau saja mereka mengerti, bahwa hanya orang-orang yang dilahirkan kembali melalui kasih terhadap Kebenaran diberikan hak untuk masuk ke dalam Kota Suci itu, kalau saja mereka mengetahui, bahwa orang-orang yang harus takut di dalamnya adalah disingkirkan dari dalamnya kalau saja mereka mengetahui bahwa setiap perkara yang menipu juga tidak akan diberikan hak untuk masuk ke sana, -- jika mereka dengan sepenuh hati mengetahui akan semuanya ini, maka mungkin sekali mereka akan berhenti mengkhotbahkan kehidupan kekal di dalam api neraka, dan mulai mengkhotbahkan kasih yang kekal terhadap Kebenaran. Marilah kita sekarang mengakhiri penyelidikan kita ini dengan membaca himbauan Tuhan yang terakhir sebagai berikut :
“Oleh sebab itu berjagalah : karena tidak kamu ketahui jam mana Tuhanmu 55 akan datang. Tetapi ketahuilah ini, bahwa jika tuan rumah sudah mengetahui pada waktu mana pencuri akan datang, ia su-dah akan berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
“Oleh sebab itu hendaklah kamu juga bersedia : karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tidak kamu duga. Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas isi rumah-Nya, untuk memberikan mereka makanan pada waktunya (meat in due season)? Berbahagialah hamba itu yang apabila tuannya tiba didapatinya sedang berbuat demikian. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa Ia akan mengangkat orang itu menjadi pengawas atas semua harta milik-Nya.
“Tetapi dan jika hamba yang jahat itu akan berkata di dalam hatinya : “Tuan-ku memperlambat kedatangan-Nya; dan akan mulai memalu semua hamba sesa-manya, serta makan dan minum bersama orang-orang pemabuk; maka Tuan hamba 56 itu akan datang pada sesuatu hari yang tiada disangkanya, dan pada jam yang ti-dak disadarinya, lalu akan menyesahkan dia teramat sangat, sambil menetapkan bagiannya bersama-sama dengan orang-orang munafik; di sana akan terdapat ratap dan kertakan gigi.” Matius 24 : 42 – 51.
Hanya ada satu pilihan yang benar bagimu, dan itu adalah berhenti daripada bergabung dengan para Esau yang perkasa itu, dan supaya menggabungkan diri dengan para Yakub yang sederhana yang memiliki Kebenaran itu.
23
57Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
58UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org