V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Iman Orang - Orang Yahudi Dan Kristen
Dalam Nabi - Nabi.
Eksodus Masa Kini.
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 168, dimulai dimana kita telah tinggalkan pada Sabat yang lalu.
Mount of Blessing, p. 168,
“Suatu hal yang penting bagi kita agar supaya kita boleh memperoleh dan membagikan kasih Allah yang suka mengampuni itu ialah mengetahui dan mempercayai kasih yang Ia miliki bagi kita. Setan sedang bekerja melalui setiap penipuan yang dapat ia kuasai dengan tu- juan supaya kita tak akan dapat melihat kasih itu. Ia akan membawa pikiran kita untuk mengira, bahwa semua kesalahan kita dan pelanggaran-pelanggaran kita itu sudah sangat parah, sehingga Tuhan tidak akan menaruh perhatian terhadap doa- doa kita, dan Ia tidak akan memberkahi dan menyelamatkan kita. Di dalam diri kita sendiri kita tak dapat melihat apa- pun terkecuali kelemahan, tak ada apapun yang baik dari kita untuk disampaikan 3 kepada Allah, dan setan mengatakan kepada kita, bahwa itu adalah tidak perlu; kita tidak dapat mengobati semua cacat tabiat kita. Apabila kita mencoba untuk datang kepada Allah, maka musuh akan membisikkan, bahwa adalah tidak perlu bagimu untuk berdoa; bukankah kamu sudah melakukan kejahatan itu? Tidakkah kamu berdosa melawan Allah, dan melanggar kesadaran hatimu sendiri? Namun kita dapat mengatakan kepada musuh, bahwa “darah Yesus Kristus Putera-Nya menyucikan kita dari semua dosa.” Apabila kita merasa bahwa kita berdosa dan tidak dapat berdoa, maka itulah waktunya untuk berdoa. Kita mungkin saja malu, dan merasa sangat hina; namun kita harus berdoa dan per-
Di sini terlihat, bahwa adalah maksud pendidikan setan untuk mengecilkan hati kita, untuk membuat kita menyangka, bahwa Allah tidak mencintai kita, dan bahwa Ia tak dapat menyelamatkan kita 4 dari dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus menolak bisikan-bisikan musuh itu. Apabila kita menyadari akan diri sendiri sebagai orang-orang berdosa, maka itulah waktu yang tepat bagi kita untuk datang kepada Allah, dan untuk menerima kasih- Nya dan sepenuhnya percaya kepada-Nya.
Sekarang marilah kita berdoa untuk suatu kesadaran yang sungguh-sungguh, bahwa Allah sedang sibuk untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, yang mana kita adalah yang terutama. Bahwa tak menjadi soal berapa dalampun kita mungkin telah berdosa, jika kita menjauhi kejahatan dan memilih untuk melakukan yang baik. Ia akan dengan senang hati memberikan pengampunan kepada kita. 2
Copyright 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5IMAN ORANG-ORANG YAHUDI
DAN
KRISTEN DALAM NABI-NABI
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 16 November 1946
Kapel Gunung Karmel, Texas
Marilah kita kembali kepada tulisantulisan dari nabi Injil yang oleh orangorang Yahudi telah diparang terpisahpisah dengan demikian jahatnya.
“Marilah sekarang, dan marilah kita ber-musyawarah bersama-sama, demikianlah firman Tuhan : walaupun segala dosamu bagaikan warna kermizi sekalipun, se-mua itu akan menjadi putih seperti salju; 6 walaupun semua itu merah padam se-kalipun, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba. Jikalau kamu rela menurut, maka kamu akan makan segala yang baik daripada hasih tanah itu.”
Dengan anjuran Ilahi ini bagi umat Allah, maka nabi Injil itu diperintahkan untuk memperkenalkan bukunya. Dan sekarang karena kita kini hidup dalam kegenapan nubuatan-nubuatannya di waktu ini, maka kita tidak akan berani untuk tidak menyetujui anjuran Ilham yang baik itu. Langkah kita yang pertama hendaknya dengan sejujurnya dan tanpa ragu-ragu mempertimbangkan semua keberhasilan dan kegagalan dari orang-orang yang telah mendahului kita.
Marilah terlebih dahulu kita menyegarkan pikiran kita dengan sikap orangorang Yahudi terhadap para nabi. Gantinya mengikuti maksud daripada belajar dan bermusyawarah itu, orang-orang Yahudi malahan pergi kepada para nabi dengan pikiran-pikiran yang penuh syakwasangka, 7 dengan kebencian dan kedengkian di dalam hati mereka, dan dengan berbagai alat kekejaman. (Kita seharusnya tidak.) Roh jahat ini merajalela di antara orangorang Yahudi sepanjang sejarah mereka. Roh itu telah dimanifestasikan terhadap Musa walaupun selama empat puluh tahun lamanya ia telah menghantarkan orang-
3 orang Ibrani yang banyak itu dengan berbagai tanda dan keajaiban Ilahi sepanjang perjalanan semenjak dari tempat-tempat pembuatan batu bata di Mesir sampai kepada perbatasan-perbatasan dari tanah perjanjian itu.
Mereka yang lagi tinggal daripada segala orang banyak itu pada akhirnya menyeberangi sungai Yordan hanya karena mereka dengan sepenuh hatinya percaya, bahwa Musa adalah juru bicara Allah, dan karena mereka telah berhenti bersungut-sungut, dan telah mematuhi semua perintah. Orang-orang Ibrani itu pernah sesudah dengan sungguh-sungguh mencintai semua tulisannya, maka rasa hormat terhadap kelima buku pertama 8 Wasiat Lama ini terus berlangsung di antara orang-orang Yahudi bahkan sampai kepada masa sejarah Kristus. Sebagai seorang hamba Allah dan sebagai pelepas bangsa dan pendiri daripada semua upacara sucinya, maka Musa telah dijunjung tinggi oleh semua.
Walaupun demikian secara bertentangan para nabi yang muncul sesudah Musa telah ditolak oleh bangsa Yahudi seluruhnya. Orang-orang yang masih hidup dalam tawanan Babilon telah menyambut nabi-nabi Hagai dan Zakharia hanya karena keduanya adalah pendiri dari pergerakan yang berlangsung di waktu itu, sama seperti halnya Musa pada masanya yang lalu.
Sesuai dengan cara berpikir mereka sendiri orang-orang Yahudi itu adalah jujur, walaupun mereka buta dalam menyimpulkan, bahwa mereka tidak memerlukan lagi nabi-nabi, karena sesuai dengan penglihatan mereka, bahwa tulisan-tulisan Musa itu sudah lengkap, tidak ada lagi 9 yang kurang di dalamnya. Semua itu telah mengandung hukum-hukum sipil maupun hukum-hukum agama. Oleh karena itu mereka tidak memerlukan lagi terang yang lebih besar, dan mereka tidak memerlukan lagi seorang nabi yang lain. Karena ketidak-percayaan mereka terhadap nabi-nabi, maka mereka telah gagal melihat, bahwa kerajaan mereka itu hanyalah merupakan sebuah contoh daripada sebuah kerajaan yang lebih besar yang akan datang, mereka telah gagal melihat, bahwa Kebenaran Allah adalah bersifat terus berkembang dan terus-menerus di bukakan, sehingga setiap generasi harus memiliki tambahan Kebenaran yang terutama sesuai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang tertentu. Kebutuhan mereka terhadap hal ini adalah pangkal dosanya yang telah membawa mereka selanjutnya kepada kebinasaan.
Sementara orang-orang Yahudi itu menyombongkan diri karena iman mereka dalam tulisan-tulisan Musa, maka Yesus 4 10 menegor mereka dengan mengatakan : “..... jikalau kamu percaya akan Musa, kamu tentunya percaya juga akan Daku, sebab Musa telah menulis dari hal-Ku.” Yohanes 5 : 46. Ia maksudkan kepada,
“Bahwa Tuhan Allahmu akan membang-kitkan bagimu seorang Nabi dari tengah-tengahmu, dari antara segala saudaramu, seperti akan daku ini; maka kepada-Nyalah hendaklah kamu dengar.”
Dari hal kedatangan Mesias ini Zakharia juga menuliskannya sebagai berikut :
Zakharia 9 : 9 :
“Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion; bersorak-soraklah hai puteri Yerusalem! Tengoklah, Rajamu datang kepadamu. Ia adalah adil dan penolong selamat; hatinya lembut, dan Ia mengendarai seekor kele-dai, seekor anak keledai betina.
Sungguhpun mereka mengaku percaya baik terhadap Musa maupun terhadap 11 Zakharia, namun mereka tidak menaruh perhatian terhadap satupun daripada tulisan-tulisan ini, maka semenjak itulah suatu kutuk menetap dengan mereka.
Oleh menolak para nabi orang-orang Yahudi mengira, bahwa mereka tentunya telah menjauhkan diri dari kesesatan, dan menyangka bahwa dengan demikian itulah mereka betul-betul setia kepada tulisantulisan Musa dan dengan sendirinya juga kepada Allah. Inilah yang mereka percaya di masa Yesus sama seperti halnya Israel percaya di masa Eliyah.
Marilah kita perhatikan sekarang, bahwa mereka itu jatuh binasa hanya karena mereka telah menolak untuk mematuhi segala nabi yang telah diutus untuk mereformir segala jalan mereka, untuk membetulkan semua interpretasi mereka yang keliru terhadap tulisantulisan Musa, dan untuk menerangi jalan mereka sepanjang sisa perjalanan, terang menuju ke Firdaus. Oleh menjauhkan diri mereka sendiri dari karunia Roh Nubuat 12 dengan cara menyingkirkan segala nabi itu, maka mereka selengkapnya memotong saluran komunikasi dengan Sorga, dan demikianlah mereka tertinggal di dalam kegelapan yang pekat dan terbawa ke dalam kekeliruan, fanatisme, dan kejahatan. Mereka menjadi orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, sombong, merasa tinggi diri, dan angkuh. Mereka merasa kaya dan bertambah-tambah de- 5 ngan kekayaan, tidak memerlukan apaapa lagi. Demikianlah halnya, bahwa berbagai kekacauan mereka terhadap buku-buku Alkitab itu oleh interpretasiinterpretasi mereka yang tidak diilhami telah menyebabkan mereka kehilangan jalan, dan akhirnya mereka menolak dan bahkan menyalibkan Penebusnya sendiri yang telah lama dinanti-nantikan itu.
Orang-orang Yahudi telah menjadikan tulisan-tulisan Musa sebagai senjata yang ampuh melawan Kristus dan para nabi pada masa itu. Tetapi pada suatu masa mereka terpaksa mengakui, bahwa para 13 leluhur mereka yang telah mati itulah yang bersalah terhadap darah segala nabi. Hal yang sama itupun adalah benar di waktu ini. Banyak orang mengakui bahwa semangat membela golongan yang berpegang pada interpretasi-interpretasi buku-buku Alkitab yang tidak di ilhami sedang bertumbuh dengan suburnya, tetapi mereka tidak juga mengharapkan datangnya penerjemah-penerjemah yang di ilhami bagi masa kini. Mereka dengan demikian menolak akan nabi Eliyah contoh saingan itu bahkan sebelum kedatangannya, walaupun buku-buku Alkitab secara pasti telah meramalkan kedatangannya itu sebelum hari Tuhan yang besar dan hebat itu, sebelum Pehukuman terhadap orangorang hidup dimulai.
Jika kita menyambut akan petunjuk Ilham lalu datang dan bermusyawarah bersama-sama sambil kita menyelidiki pendirian-pendirian kita sendiri terhadap para nabi itu, maka suatu tempat yang terbaik untuk memulai adalah 14 “Bahwa tongkat kerajaan itu tidak akan lalu dari Yehuda, dan pemberi hukum-pun tidak akan lalu dari antara kedua kakinya, sampai kelak datang Silo; maka kepadanyalah akan berhimpun segala bangsa.”
Di sini Musa menulis, bahwa pengumpulan segala bangsa itu akan kelak bagi Yehuda, dan bahwa apabila Silo datang, maka Yehuda akan memiliki seorang raja dan seorang pemberi hukum oleh dirinya sendiri. Adakah kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh percaya pada bagian khusus dari tulisan-tulisan Musa ini? Jika tidak, maka kita belum memiliki pendirian yang lebih baik terhadap Musa daripada yang dimiliki orang-orang Yahudi di masa lalu.
6
Untuk menyelidiki pendirian kita terhadap para nabi lainnya, maka kita tidak perlu beralih dari masalah yang Musa telah tunjukkan di dalam kata-kata firman yang baru diucapkan itu. Tandailah, bahwa di 15 antara tulisan-tulisan Musa dan tulisantulisan Yesaya, Alkitab itu berisikan catatan-catatan tentang sejarah, tentang para hakim dan raja-raja. Sesudah Musa, Yesaya adalah nabi yang berikutnya yang akan kita tuju.
“Bahwa inilah wahyu yang kelihatan kepada Yesaya bin Amos akan halnya Yehuda dan Yerusalem. Maka akan jadi kelak di akhir zaman, bahwa bukit kaabah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan akan ditinggikan di atas segala lereng, maka segala bangsa akan datang mengalir kepadanya.”
Bukan ke Takoma Park, bukan ke Mount Carmel Center, bukan ke suatu tempat yang lain, melainkan ke rumah Yehuda dan Yerusalem segala orang yang bertobat yang terakhir yang berasal dari segala bangsa itu akan mengalir datang. Anda saksikan dengan jelas, bukan? Yesaya menegaskan dengan pasti, bahwa pengumpulan orang-orang itu akan kelak 16 bagi Yehuda.
Yeremia yang merupakan nabi berikutnya sesudah Yesaya, kita akan baca :
“Karena akan ada suatu hari apabila para pengawal di atas bukit Efraim akan ber-seru-seru, Bangkitlah kamu, dan marilah kita naik ke Sion kepada Tuhan Allah kita.”
Anda ketahui, “Bukit Efraim,” adalah lokasi dari kerajaan sepuluh suku yang kuno, yaitu Israel. Sesuai dengan katakata firman itu, kerajaan Israel yang masih hilang di antara segala bangsa itu, akan kelak pada sesuatu hari muncul dari keempat penjuru bumi dan akan menggabungkan diri dengan sukacita kepada kerajaan Yehuda. Demikian itulah kelak pengumpulan orang-orang itu.
“Karena demikianlah firman Tuhan; Ber-sorak-soraklah dengan sukacita kepada 17 Yakub dan berseru-serulah di antara penghulu segala bangsa : beritakanlah olehmu, pujilah olehmu, dan katakanlah : Ya Tuhan, selamatkanlah umat-Mu, mereka yang lagi tinggal dari Israel. Tengoklah, Aku akan menghantarkan mereka kemari dari negeri di sebelah utara, dan mengumpulkan mereka itu dari semua pesisir bumi, maka bersama-sama dengan mereka itu orang-orang buta dan orang-orang timpang, wanita dengan anaknya dan wanita yang mengandung, suatu perhimpunan besar orang-orang akan kembali kemari.”
Yeremia membukakan, bahwa pengumpulan orang-orang ke dalam Yehuda itu akan jadi dari empat penjuru bumi. Sesungguhnya, Yeremia, Musa dan Yesaya, ketiganya, membicarakan masalah yang sama itu juga. Jika tidak, maka adakah anda lebih daripada orang-orang Yahudi itu?
Selanjutnya kita akan menguji pendirian kita terhadap nabi Yeheskiel. 18 “Hai anak Adam, adapun bangsa Israel itu, tatkala mereka itu duduk di dalam negerinya, dicemarkannya dia dengan segala cara dan perbuatannya; maka jalan mereka itu di hadapan hadirat-Ku adalah bagaikan najazat seorang perempuan yang cemar kainnya. Oleh karenanya Ku-curahkan kehangatan murka-Ku ke atas mereka itu karena sebab darah yang telah ditumpahkannya dalam negeri itu, dan karena segala berhala tahinya dengan mana mereka telah memutuskan hukum atas dirinya. Maka apabila mereka memasuki segala bangsa Kapir, dan mereka tersebar ke seluruh negeri : sesuai dengan segala jalannya dan sesuai dengan segala perbuatannya Aku memutuskan hukum atas mereka itu. Maka apabila mereka memasuki segala bangsa kapir ke mana mereka itu pergi, mereka mencemarkan nama-Ku yang suci, apabila orang-orang itu mengatakan kepada mereka, ‘Inilah umat Tuhan, dan telah keluar dari negeri-Nya. Tetapi Aku 19 sayang akan nama-Ku yang suci, yang telah dicemarkan oleh isi rumah Israel di antara segala orang Kapir ke mana mereka telah pergi.
“Sebab itu katakanlah olehmu ke-pada isi rumah Israel, ‘Demikianlah fir-man Tuhan Allah; bukan karena kamu Ku lakukan ini, hai isi rumah Israel, me-lainkan karena nama-Ku yang suci yang
8 telah kamu cemarkan diantara segala bangsa Kapir, ke mana kamu telah pergi. Maka Aku akan menguduskan nama-Ku yang Besar, yang telah dicemarkan di antara orang-orang Kapir, yang telah kamu cemarkan di antara mereka itu; dan orang-orang kapir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Allah, apabila Aku akan dikuduskan di dalam kamu di hadapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara orang-orang Kapir, dan menghimpunkan kamu dari semua negeri, dan akan membawa kamu ke dalam negerimu sendiri. Pada masa itu 20 Aku akan memercikkan air bersih atas kamu, maka kamu akan menjadi bersih : dari semua kekotoranmu, dan dari semua berhala tahimu akan Ku sucikan kamu. Suatu hati baru juga akan Ku karuniakan kepadamu, dan suatu roh yang baru juga akan Ku masukkan ke dalammu : maka Aku akan membuang hati batu itu keluar dari dagingmu, dan Aku akan karuniakan kamu suatu hati dari daging. Dan Aku akan masukkan Roh-Ku ke dalammu, dan membuat kamu berjalan dalam semua syariat-Ku, maka kamu akan memeliharakan semua hukum-Ku, dan melaksanakannya.”
Apalagi yang dapat Ilham katakan untuk membuat masalah itu lebih jelas? Dengan jelas dan dengan sungguh-sungguh Allah berjanji untuk menciptakan kembali dan untuk membangun kembali kerajaan kuno itu, untuk memperdirikannya di tanahnya sendiri. Inilah yang akan diperbuat-Nya setelah Yehuda dan Israel tersebar di antara segala bangsa Kapir, dan 21 berasimilasi dengan mereka -- sesudah mereka kehilangan ciri-ciri rasialnya -kemudian sebagai orang-orang Kristen, bukan sebagai orang-orang Yahudi, Ia akan mengumpulkan mereka dari empat penjuru bumi lalu membawa mereka ke negeri mereka sendiri. (Dan lagi pula, buku-buku Injil mengajarkan, bahwa mereka adalah bagaikan pasir di pantai laut karena banyaknya). Anda saksikan, inilah yang akan diperbuat-Nya, bukan karena mereka itu patut memperolehnya, bukan karena mereka itu sebelumnya adalah baik, atau selama tersebarnya mereka di antara bangsa-bangsa kapir itu mereka adalah baik, melainkan karena Ia sungguhsungguh ingin menguduskan nama-Nya sendiri di antara segala bangsa Kapir.
Lalu selanjutnya, sesudah Ia mengumpulkan mereka dari semua negeri dan membawa mereka ke dalam negerinya sendiri, kemudian ialah, bahwa Ia menjanjikan untuk menyucikan mereka untuk selama-lamanya dari semua kekotoran me- 9 22 reka dan dari semua penyembahan berhala tahinya -- menghapuskan semua cacat yang diakibatkan oleh dosa atas mereka itu. Kemudian ialah, bahwa Ia mengaruniakan kepada mereka suatu hati baru, memberikan kepada mereka Roh-Nya dan memungkinkan mereka untuk secara tak dapat dihindari memeliharakan semua hukum-Nya. Catatlah dengan seksama, bahwa terlepas dari berbagai pendapat dan pengertian kita semua perkara ini akan jadi sesudah umat Allah kembali ke negeri leluhurnya.
144.000 orang keturunan Yakub itu, yang para leluhurnya telah berasimilasi dengan semua bangsa Kapir dan yang dengan demikian itu selama berabad-abad lamanya sampai kepada hari ini telah kehilangan ciri-ciri rasialnya, adalah buahbuah pertama, yang pertama-tama sekali dikumpulkan kepada Yehuda. Mereka adalah orang-orang yang berdiri di atas “Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu.” Wahyu 14 : 1. Keturu- 23 nan-keturunan yang setia dari orangorang Yahudi yang membentuk sidang Kristen yang mula-mula, dan yang telah kehilangan ciri-ciri kebangsaannya oleh karena menamakan dirinya orang-orang Kristen (Kisah Para Rasul 11 : 26), juga akan dikumpulkan dari mana-mana dan akan dibawa ke Yehuda.
Pada akhirnya, jika semua nubuatan ini tidak akan digenapi seperti yang diperkirakan oleh malaikat sidang Laodikea, dan jika umat Allah tidak akan kembali ke tanah airnya sendiri, maka bagaimanakah akan dapat mereka disucikan dari segala kekotoran mereka, sebab penyucian itu hanya akan terlaksana di sana? Bagaimana akan dapat mereka memperoleh hatinya yang berobah? Dan apakah yang akan membuat mereka itu memeliharakan semua syariat-Nya dan semua hukum-Nya, jika tidak sesuai dengan yang dijanjikan mendahului perolehan Roh-Nya di Tanah Perjanjian? Sesungguhnya jika semua nubuatan ini gagal, maka bagaimanakah 24 umat Allah akan dapat mampu berdiri di hadapan hadirat suatu Allah yang suci dan murni? Dan bagaimanakah akan mereka memperoleh hidup yang tiada mati dan siap sesuai rencana bagi pengubahan jika mereka tidak menyesuaikan diri dengan nubuatan-nubuatan, dengan ucapan kemauan dan kehendak-Nya bagi umat- Nya? Dan jika mereka melalaikan semua nubuatan ini, yang kegenapannya adalah selama masa Pehukuman bagi Orang Hidup, masa penuaian, masa pengumpulan itu, maka kesempatan apakah bagi mereka untuk dapat tahan berdiri menghadapi hari Tuhan yang besar dan mengerikan pada waktu itu?
10
Untuk lebih tegas, jika organisasi gagal untuk mengakui dan menyambut semua janji ini, maka kemanakah para anggota akan dibawa semenjak dari sekarang? Tentu saja bukan menuju ke Kerajaan itu jika para pemimpin mereka tidak mempercayai-Nya. Atau adakah anda masih lebih mempercayai dongeng- 25 dongeng ciptaan manusia?
Menyusul Yeheskiel adalah nabi Daniel. Secara kebetulan untuk memulainya, marilah kita ingatkan kepada diri kita, bahwa Daniel tidak bernubuat kepada orang-orang Yahudi, melainkan kepada orang-orang Kasdim dan kepada orangorang Medi dan Persia. Orang-orang Yahudi menyambutnya sebagai hamba Allah hanya karena mereka menyaksikan nubuatan-nubuatannya digenapi. Namun pertanyaan besar di hadapan kita adalah, adakah kita sepenuhnya percaya pada tulisan-tulisan nabi Daniel? Marilah kita saksikan.
“Maka pada zaman raja-raja ini Allah yang di Sorga akan mendirikan sebuah kerajaan, yang tidak akan pernah dapat dibinasakan maka kerajaan itu tidak akan diserahkan kepada bangsa lain, melainkan ia itu akan menghancurkan dan menghabiskan semua kerajaan ini, dan ia sendiri akan berdiri untuk selama-26 lamanya. Karena seperti sudah tuan saksikan bahwa batu itu telah terpotong keluar dari gunung tanpa pertolongan tangan, dan bahwa ia menghancurkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas; Allah yang besar itu telah mem-beritahukan kepada raja apa yang akan jadi kemudian, maka mimpi itu adalah pasti, dan interpretasinya pun adalah benar.”
Oleh kata Daniel sendiri, batu itu adalah lambang bukan dari hal sesuatu yang lain, melainkan dari hal Kerajaan itu, yaitu yang dalam perumpamaan gandum dan lalang Yesus menyebutkannya “lumbung”, yaitu tempat ke dalam mana Ia akan memasukkan gandum itu (orang-orang suci) setelah ia itu dipisahkan daripada lalang (Matius 13 : 30). Sekarang tandailah dengan seksama, bahwa sesuai dengan interpretasi Daniel batu itu menggambarkan Kerajaan itu, yang mana Allah akan perdirikan bukan sesudah zaman raja-raja itu, melainkan pada zaman mereka, dan bahwa Kerajaan 27 batu itu sendiri, bukan sesuatu yang lain, yang akan menghancurkan patung besar itu. Jika interpretasi kita dari hal batu itu bertentangan terhadap interpretasi Daniel dari halnya, maka kita bukan saja menolak interpretasi Daniel itu, melainkan bahkan mengacaukan Firman Allah. Adalah lebih baik kita tidak melakukannya. Sekarang kita datang kepada nabi Hosea.
“Maka segala bani Yehuda dan segala bani Israel akan berkumpul bersama-sama, dan diangkatnya akan seorang penghulu atasnya, maka mereka akan berangkat keluar dari negeri itu, karena besarlah kelak hari Yizrel itu ..... Kemudian segala bani Israel itu akan kembali, dan mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya; dan mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya pada akhir zaman.”
Dapatkah seseorang percaya pada Hosea mengenai masalah dari hal Kerajaan itu jika ia tidak percaya pada nabi-nabi yang sebelumnya yang telah mengajarkan 28 dengan tepat seperti yang diajarkannya? Tentu tidak.
Kita sekarang sampai pada nubuatannubuatan Yoel.
“Karena tengoklah, pada zaman itu, dan pada waktu itu, apabila Aku akan membawa kembali segala orang Yehuda dan orang Israel yang tertawan itu, Aku akan juga mengumpulkan segala bangsa, dan akan membawa turun mereka ke dalam lembah Yosafat, dan di sana Aku akan menghimbau mereka karena umat-Ku dan karena pusaka-Ku Israel, yang telah mereka cerai-beraikan di antara segala bangsa, dan telah dibagi-bagikan tanah-Ku.”
Apabila Allah membebaskan orangorang bani Yehuda dan orang-orang bani Israel contoh saingan, yaitu sidang yang di waktu itu, lalu membawa kembali mereka ke negerinya sendiri, maka pada waktu itulah, anda saksikan, bahwa Ia mengum- 29 pulkan segala bangsa ke dalam lembah Yosafat. Di sanalah ia akan mengadili mereka -- memisah-misahkan yang baik daripada yang jahat (Matius 13 : 47 – 48), domba-domba daripada kambingkambing (Matius 25 : 32). Maka anda patut mengetahui, bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan Pengadilan bagi semua orang Hidup. Maukah kita menolak Yoel berikut semua nabi yang mendahuluinya,
12 dan sebagai akibatnya pekabaran dari hal Pengadilan bagi Orang-orang Hidup juga ditolak sesudah lebih dari seabad lamanya kita mengkhotbahkan Pengadilan bagi Orang Mati? Renungkanlah apa yang buku-buku Alkitab katakan lalu demikianlah perteguhkanlah tekadmu untuk menolak semua suara yang lain. Dan bagaimanakah kepercayaanmu pada nabi Amos? Marilah kita baca :
“Karena sesungguhnya, Aku akan berfir-man, dan Aku akan menampi isi rumah Israel di antara segala bangsa, seperti 30 jagung ditampi orang di dalam sebuah nyiru, namun tidak akan sebijipun yang terkecil jatuh ke tanah. Segala orang berdosa di antara umat-Ku akan mati dimakan pedang, yaitu mereka yang mengatakan bahwa jahat itu tiada akan berhasil mencapai kita dan tiada ia itu menghalangi kita. Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah rubuh itu, dan Aku akan menutup segala lubangnya; dan Aku akan mem-bangunkan segala kehancurannya, dan Aku akan mendirikannya seperti di masa dahulu; supaya sisa Edom menjadi milik pusaka, dan sisa daripada segala orang kapir, yang dipanggil dengan Na-ma-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan segala perkara ini. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa orang penenggala akan mengganti orang penyabit, dan orang pengapit air anggur akan mengganti orang penabur benih; dan segala gunung akan meneteskan air anggur yang manis, dan segala lereng akan mencair. Maka 31 Aku akan membawa kembali semua tawanan umat-Ku Israel, maka mereka akan membangunkan kembali kota-kota yang sudah rubuh, lalu mendiaminya; dan mereka akan menemani pohon-pohon anggur, lalu meminum airnya; mereka juga akan membuat kebun-kebun, lalu memakan buah-buahnya. Maka Aku akan menanami mereka pada negerinya sendiri, dan mereka tidak akan lagi ditarik keluar dari negeri mereka, yang sudah Ku karuniakan kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Allah.”
Oleh karena Amos dengan bahkan tekanan yang lebih besar membawakan kesaksian yang sama seperti juga semua nabi yang mendahuluinya, dan karena bahasa mengenai masalah ini adalah cukup jelas, sama seperti bahasa dari semua nabi yang mendahuluinya, sama banyaknya sehingga adalah tidak perlu dikomentari, apakah yang akan kita lakukan terhadapnya? Sekarang kita akan membaca : 32 “Karena telah hampirlah hari Tuhan atas segala bangsa Kapir : karena seperti yang kamu lakukan, itu pun akan dilakukan kepadamu : upahmu akan kembali ke atas kepalamu sendiri. Karena seperti kamu sudah minum di atas gunung kesucian-Ku, demikianlah itu juga segala bangsa Kapir akan minum dengan tak henti-hentinya, bahkan mereka akan minum, dan mereka akan menelan de-ngan gelojohnya, dan mereka akan jadi seolah-olah mereka tidak ada. Tetapi di atas Gunung Sion akan ada kelepasan, dan di sanalah akan ada kesucian; maka isi rumah Yakub akan memiliki harta pusaka miliknya. Maka isi rumah Yakub akan menjadi bagaikan suatu api, dan isi rumah Yusuf bagaikan nyala api, dan isi rumah Esau seperti jerami, dan mereka akan dibakar di dalamnya, dan mereka akan habis terbakar; dan tidak akan ada yang tinggal daripada isi rumah Esau; karena demikianlah Tuhan yang mengucapkannya.”
33Seirama dengan semua nabi yang mendahuluinya, dan dengan kejelasan yang sempurna, maka Obaja pun menceritakan, bahwa pada masa Tuhan membinasakan orang-orang Kapir, pada masa penuaian, atau pehukuman, dengan cara lain disebut penyucian Tempat Suci (Daniel 8 : 14) dan pembersihan sidang (Maleakhi 3 : 1 - 3) dan juga hari Tuhan yang besar dan hebat itu, akan ada kelepasan di atas Gunung Sion, dan isi rumah Yakub akan mempusakai segala kekayaan bangsa kapir. Adakah anda sekarang percaya pada kesaksian Yesus melalui nabi-nabi-Nya? Jika tidak, maka bagaimanakah dapat anda katakan bahwa anda berbicara sesuai dengan “Torat dan Kesaksian” (Yesaya 8 : 20)? Hendaklah selalu diingat, bahwa torat dan kesaksian selalu berjalan bersama-sama.
Nabi Yunus adalah pada barisan selanjutnya, namun kita akan memperhatikan nubuatan-nubuatannya apabila kita sudah sampai pada nabi Nahum.
Kita akan lihat sekarang apa yang akan 34 dilakukan dengan nabi Mikha.
“Oleh karena itu demi karenamu Sion akan ditenggala seperti suatu ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan-timbunan kerobohan batu dan bukit 14 rumah itu akan menjadi seperti tempat-tempat yang tinggi di hutan. Tetapi pada akhir zaman akan jadi kelak, bahwa bukit rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia akan ditinggikan di atas segala lereng; maka orang-orang akan mengalir datang ke dalamnya. Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, ‘Datanglah, dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan pada segala lorong-Nya, karena hukum akan keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”
Dengan tegas seperti halnya semua nabi yang mendahuluinya, Mikha menjelaskan, bahwa sesudah kebinasaan “gunung” 35 Tuhan yang dahulu kala itu (kerajaan), datanglah pembangunan kembali terhadapnya di akhir zaman, dan bahwa orangorang dan bangsa-bangsa akan mengalir datang kepadanya, sebab Hukum dan Firman Tuhan akan keluar dari Sion dan dari Yerusalem. Hendakkah anda sekarang menutupi kedua telinga dan kedua matamu daripada janji ini? Atau maukah anda sebagai hamba-hamba Allah berusaha untuk sampai ke sana bersama-sama buahbuah pertama itu? Saya harap yang kedua inilah jawaban anda. Sekarang kita datang kepada Nubuatan Nahum :
“ ..... Tetapi kamu yang sudah Ku tindih, tiada akan Ku tindih lagi. Karena seka-rang Aku akan memecahkan bebannya daripadamu, dan Aku akan memecahkan segala pengikatmu. Tengoklah di atas gunung-gunung kaki-kaki orang yang membawa kabar baik, yang memberita-kan selamat! Hai, Yehuda, peganglah segala masa rayamu, sampaikanlah segala 36 nazarmu, karena orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu daripadamu; ia itu telah ditumpas habis.”
Tanggung jawab Nahum adalah mengenai pengembalian, dan keruntuhan Assiria, yaitu kuasa-kuasa yang menguasai mereka pada hari Ia mengembalikan Kerajaan Yehuda yang terkemudian; pada hari Ia melepaskan beban Assiria, pada hari Ia memecahkan segala ikatan yang mengikat umat-Nya. Pada hari itu Ia mengutus juru kabar-Nya membawa 15 berita-berita baik kepada umat-Nya, yaitu berita-berita perdamaian sementara dunia sedang bingung oleh peperangan-peperangan. Oleh perantaraan juru kabar-Nya Ia menganjurkan kepada umat-Nya untuk menyampaikan segala nazar mereka, karena Ia akan menyingkirkan orang-orang jahat dari antara mereka. Assiria akan mengosongkan tempat dan memberikan ruangan kepada Yehuda. “Karena melalui suara Tuhan Assiria akan dipalu habis, yang biasa memalu dengan tongkat.” 37 Yesaya 30 : 31. Sekarang Ia menghimbau :
“Kembalilah kamu kepada-Nya dari Siapa anak-anak bani Israel telah begitu jauh memberontak. Karena pada hari itu (pada hari Assiria jatuh) setiap orang akan membuang berhala tahinya yang daripada perak, dan semua berhala tahinya yang daripada emas, yang de-ngan tanganmu sendiri telah kamu buat bagimu menjadi dosa. Kemudian Assiria akan jatuh dimakan pedang, bukan oleh seseorang yang kuat perkasa; dan pedang itu, bukan dari seseorang yang kurus, yang akan menelannya; melainkan ia akan melarikan diri dari pedang itu, dan segala orang mudanya akan dikalahkan. Maka ia akan lari ke kubu pertahanannya karena takut, dan semua penghulunya pun akan menjadi takut terhadap pertanda, demikianlah firman Tuhan, Yang api-Nya berada di dalam Sion, dan dapur api-Nya di dalam Yerusalem.” Yesaya 31 : 6 – 9.
Penyucian (Pengadilan) yang anda saksikan di sini adalah dilaksanakan dari Sion 38 dan Yerusalem. Dan melalui mulut Maleakhi Roh itu bertanya, “Tetapi siapa-kah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya, dan siapakah yang da-pat tahan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api pandai emas, dan bagaikan sabun binara; maka Ia akan duduk bagaikan pembersih dan penyuci perak; maka Ia akan menyuci-kan bani Lewi (kependetaan), dan mem-bersihkan mereka bagaikan emas dan perak, sehingga mereka dapat memper-sembahkan kepada Tuhan suatu persem-bahan dalam kebenaran.” Maleakhi 3 : 2, 3. Adakah anda menerima Nahum? Dan karena nubuatan Yunus adalah pasangan dari nubuatan Nahum, maka jika anda menolak Nahum, anda secara sekaligus akan menolak juga Yunus.
Kepada nabi Habakuk diberitahukan supaya “menulis khayal itu dan membuatkannya jelas di atas log-log batu, supaya ia itu dapat dibaca oleh orang yang lalu.” 39 Habakuk 2 : 3 :
“Karena khayal itu masih untuk suatu masa tertentu, namun pada akhirnya ia itu akan berbicara, dan ia tidak akan berdusta : sungguhpun ia menunda-nunda, nanti-kanlah dia; karena sesungguhnya ia akan datang, ia tidak akan berlambatan.”
Kemudian Habakuk berdoa, mengatakan,
“Dengan murka Engkau sudah menje-lajahi tanah itu, dan dengan amarah Engkau sudah mengirik segala orang Kapir. Bahwa Engkau sudah keluar bagi keselamatan umat-Mu, bahkan bagi keselamatan serta dengan Almasih-Mu; Engkau meremukkan kepala dari rumah orang jahat, sambil membuka alasnya sampai di bumbungan. Sela!”
Dapatkah kita dalam iman berdoa bagi perkara yang sama yang didoakan oleh Habakuk? Agar supaya Tuhan keluar bagi keselamatan umat-Nya, supaya khayal itu 40 dapat digenapi dengan tidak tertundatunda lagi, dan supaya kita pergi memberitakan kabar-kabar baik itu? Jika tidak, maka benar-benar kita akan juga menolak Habakuk.
Marilah kita saksikan apa yang Zefanya harus katakan mengenai rumah Yehuda kemudian hari -- bukit Tuhan itu.
“Celaka bagi semua penduduk yang ditepi laut, yaitu bangsa Khereti! Bahwa firman Tuhan adalah melawan kamu; hai Kana-an negeri orang Filistin, Akupun akan membinasakan kamu, sehingga seorang penduduk pun tiada lagi di dalammu. Maka pesisir laut akan menjadi tempat-tempat tinggal dan pondok-pondok para gembala, dan kandang-kandang bagi kawanan domba. Maka pesisir pantai itu akan menjadi bagian sisa bangsa Yehuda; mereka akan menghantarkan domba-dombanya ke sana: di dalam rumah-rumah Askelon akan mereka berbaring 41 pada malam hari : karena Tuhan Allah mereka itu akan datang menengok mereka, dan akan membawa kembali mereka dari tawanannya.”
17
Oleh karena nubuatan Zefanya adalah juga pasti, bahwa Tuhan akan mendirikan kembali kerajaan Yehuda itu, dan karena ini pun tidak memerlukan komentar, maka kita akan segera terus ke nubuatan Zakharia.
“Maka diperlihatkan Tuhan kepadaku empat orang tukang kayu. Maka sem-bahku, untuk apakah mereka ini datang? Maka kata-Nya, ‘Inilah tanduk-tanduk yang telah mencerai-beraikan Yehuda, sehingga seorang pun tiada yang mengangkat kepalanya; tetapi se-karang mereka ini sudah datang untuk mengejutkan mereka dan menghempas-kan segala tanduk bangsa Kapir, yang telah mengangkat tanduk mereka me-lawan negeri Yehuda untuk mencerai-beraikannya.”
42Sekali Allah membangkitkan “Tanduktanduk,” bangsa-bangsa, untuk menceraiberaikan umat-Nya ke seluruh bangsabangsa Kapir, namun “tanduk-tanduk” itu dalam pengembalian “segala perkara,” terlihat menjadi “tukang-tukang kayu,” sehingga sementara mereka sebagai tanduk-tanduk pada akhirnya mereka akan melempar keluar orang-orang Kapir dari negeri perjanjian itu, mereka sebagai tukang-tukang kayu akan membangun bagi Yehuda. Jadi, seperti yang dilakukan oleh semua nabi yang mendahuluinya, Zakharia pun menubuatkan tentang pengembalian kerajaan Yehuda itu. Sekarang kita akan membaca dari Maleakhi nabi yang terakhir dari nabi-nabi Wasiat Lama.
“Tengoklah, bahwa Aku akan mengirim utusan-Ku, maka Ia akan mempersiap-kan jalan di hadapan-Ku : maka Tuhan, Yang kamu cari itu akan datang dengan tiba-tiba ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan : tengok-43 lah, Ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapa-kah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tahan apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan api seorang pandai besi, dan bagaikan sabun binara : maka Ia akan duduk sebagai seorang penyuci dan pembersih perak maka Ia akan menyucikan bani Lewi, dan mem-bersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersem-bahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.”
18
Jika menghadapi ajaran-ajaran para nabi yang jelas dan yang tak dapat dibantah ini kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh gagal untuk mematuhi kebenaran dari hal Pembersihan sidang (Kerajaan yang dibicarakan di sini), pekabaran tentang Pengadilan bagi Orangorang Hidup dan dari hal pembangunan kembali kerajaan Yehuda -- yaitu tempat suci bagi orang-orang yang sudah disuci- 44 kan, maka pastilah orang-orang lain akan mengambil tempat kita untuk memberitakannya. Maka bersama-sama dengan orang-orang Yahudi kita akan harus memikul kesalahan karena menolak semua nabi semenjak permulaan dunia ini. Mengapa? Sebab jika kita tidak betul-betul percaya akan semuanya bahwa mereka telah menulis, maka dengan hanya percaya pura-pura kita kepada mereka akan berarti sama banyaknya bagi Sorga dengan imannya orang-orang Yahudi di dalam tulisan-tulisan Musa kepada Tuhan. Apa! Mengkhotbahkan Injil Kerajaan tetapi Kerajaan itu sendiri disangkal!
Akhirnya saya akan membacakan dari buku Early Writtings, pada pasal yang berjudul “Seruan Keras”.
“Pekabaran ini (artinya pekabaran yang menimbulkan Seruan Keras itu) tampaknya merupakan suatu tambahan kepada pekabaran yang ketiga, yang ber- gabung dengannya seperti halnya seruan tengah malam yang bergabung dengan 45 pekabaran malaikat yang kedua dalam tahun 1844.” Early Writings, p. 277. Dan pada halaman 118 kita baca : “Kemudian aku tampak malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengantarku, ‘Pekerjaan- nya adalah menakutkan. Kedatangannya mengerikan. Ia adalah malaikat yang akan memilih gandum daripada lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat akan gandum itu bagi lumbung Sorga. Segala perkara ini hendaknya memenuhi seluruh pikiran, seluruh perhatian.”
Penulis dari ucapan-ucapan ini membuat jelas, bahwa Seruan Keras itu bukanlah ditimbulkan oleh banyak suara yang ribut, melainkan oleh suatu tambahan pe- kabaran, dan bahwa pekabaran malaikat yang ketiga itu dalam akhir sejarah dunia, bukan akhir dunia itu sendiri, akan memilih gandum dari antara lalang-lalang. Siapakah di antara anda begitu bodoh mau menutup mata dan telinganya dari kesaksian para nabi itu, lalu pada akhirnya dalam kegemparan akan berteriak, “Penu-46 aian telah berlalu, musim panas telah berakhir, dan kita tidak selamat.” Yeremia 8 : 20.
Sekarang, jika kita sebagai sebuah sidang tidak juga bersungguh-sungguh mengharapkan suatu pekabaran tambahan, sementara di samping itu terus menolak nabi-nabi yang terdahulu itu, maka bagaimanakah baiknya sikap kita terhadap Allah dan nabi-nabi-Nya baik di waktu ini maupun kemarin?
Orang-orang Yahudi menghendaki sebuah kerajaannya sendiri, yaitu sebuah kerajaan dari dunia ini (orang-orang suci dan orang-orang berdosa di dalamnya). Mereka menghendaki sebuah kerajaan di bumi, bukan di Sorga. Apalagi, mereka menghendakinya dua ribu tahun lebih cepat daripada yang direncanakan. Secara bertentangan, dalam masa pendirian kembali Kerajaan itu sekarang ini, Organisasi mengambil sikap sebaliknya : Ia menghendaki sebuah kerajaan di dalam Sorga, bukan di bumi. Sesungguhnya ia 47 menghendaki untuk menaiki “kereta” mulai dari Takoma Park. Dan di samping itu sementara Tuhan mengatakan, bahwa Ia akan menyelamatkan segala bangsa, Organisasi mengatakan “Ia akan menyelamatkan hanya 144.000 anak-anak keturunan Yakub yang hidup,” dan sebagai akibatnya tak seorang pun dari anak-anak keturunan bangsa-bangsa lain.
Orang-orang Yahudi tidak menghendaki apa-apa terkecuali apa yang dikehendakinya itu, dan tak ada satupun yang mereka peroleh. Demikian itulah akan jadi dengan Organisasi jika potongan yang jelas ini dan Kebenaran Alkitab tambahan, dan contoh dari orang-orang Yahudi itu tidak juga membantunya untuk melihat, bahwa ia telah hanyut “ke laut tanpa peta dan tanpa kompas.” Christ Our Righteousness, p. 37 (edisi tahun 1941). Jika ia terus saja tidak menghendaki apa-apa terkecuali apa yang dikehendaki itu, maka pasti, bahwa tak akan ada apapun yang dapat diharapkannya.
48Apalagi yang orang hendak harapkan untuk diperoleh dari kepercayaan setengah-setengah dalam nabi-nabi, dari hasil interpretasi Alkitab ciptaan manusia, dari suatu cara menjelaskan tanpa Alkitab, dengan cara membuat rahasia-rahasia dari 20 bagian-bagian yang sederhana oleh menggunakan naskah-naskah dan terjemahanterjemahan golongan-golongan agama? Marilah kita berpegang kepada “kitab Tuhan” yang mulut-Nya sendiri telah firmankan dan naskah-naskah yang “Roh-Nya sendiri ..... yang telah kumpulkan .....
Anda mungkin ingin mengatakan sesuatu menentang orang-orang Yahudi itu, namun penyelidikan saya menceritakan kepada saya, bahwa kita sebagai orangorang Masehi Advent Hari Ketujuh sedang berbuat lebih jahat daripada mereka itu.
Lagi pula terlihat sekarang, bahwa penyelidikan kita sore hari ini adalah sebuah kesimpulan dari pekabaran kepada orangorang Laodikea, yang menyangka dirinya 49 kaya dan bertambah-tambah dengan kekayaan, sehingga tidak memerlukan apaapa lagi, sungguhpun mereka adalah kekurangan dalam segala hal. Adalah lebih baik mereka bangun menginsafi akan kemelaratan mereka itu.
Yakinilah, bahwa keadaan dunia pada waktu ini tampaknya suram. Namun mengingatkan, bahwa hari yang berawan dan gelap ini membicarakan suatu masa depan kemuliaan yang tak ada bandingannya, maka marilah kita bersamasama dengan nabi Habakuk mengatakan : “Kendatipun pohon ara tiada akan berbunga, dan pohon anggur pun tiada akan berbuah; dan pohon zait pun janji dengan dusta, dan segala bendang pun tiada akan mengeluarkan makanan; segala kawanan domba dirampas dari dalam kandang, dan seekor lembu pun tiada lagi di dalam kandang, namun aku akan bersuka cita di dalam Tuhan, aku akan bergembira dalam Allah pohon selamatku.” Habakuk 3 : 17, 18. Jadi, sama 50 seperti para rasul telah mengalahkan musuh sidang dalam sejarah mereka yang lalu, maka kita pun akan mengalahkan dia dalam sejarah kita.
21
* * *
51EKSODUS MASA KINI
Oleh :
V. T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 23 November 1946
Kapel Gunung Carmel, Waco, Texas
Sore ini kita akan mempelajari Zakharia Pasal 8. Hal yang pertama sekali perlu kita ketahui dalam penyelidikan pasal ini ialah apakah janji-janjinya yang dibuat itu berlaku bagi orang-orang di zaman Zakharia atau bagi orang-orang di zaman kita. Untuk menemukan jawabannya, maka adalah perlu bagi kita untuk membaca beberapa ayat yang tersebar di sana sini. Kita akan mulai dengan
“Demikianlah firman Tuhan serwa seka-52 lian alam : Tengoklah, Aku akan menye-lamatkan umat-Ku dari negeri di sebelah timur, dan dari negeri disebelah barat; dan Aku akan membawa mereka, dan mereka akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem; lalu mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dalam Kebenaran dan dalam keadilan.”
Dalam ayat-ayat ini kita saksikan bagaimana Allah sedang menjanjikan untuk menyelamatkan umat-Nya bukan dari tanah Babil kuno yang dahulu dimana Zakharia berada, melainkan dari sebelah timur dan dari sebelah barat, dan akan membawa mereka itu ke Yerusalem. Mereka akan menjadi umat-Nya, bukan karena nenek moyang mereka, atau karena sesuatu yang lain, melainkan dalam Kebenaran dan keadilan. Kini, karena janji itu yang terdapat di dalam ayat-ayat ini belum menemui kegenapannya di zaman Zakharia maupun pada sesuatu masa sesudah itu, maka dengan sendirinya ia itu harus menemui kegenapannya dalam 53 masa yang akan datang. Marilah kita membaca :
Zakharia 8 : 13 :
“Maka akan jadi kelak, bahwa karena kamu pernah menjadi suatu kutuk di antara bangsa-bangsa kapir, hai isi rumah Yehuda, dan isi rumah Israel, maka Aku
22 akan menyelamatkan kamu, dan kamu akan menjadi suatu berkat : Jangan takut, melainkan kuatkanlah tangan-tangan-mu.”
Di samping menjanjikan untuk menyelamatkan umat-Nya dari sebelah timur dan dari sebelah barat, Tuhan berjanji akan menyelamatkan juga isi rumah Yehuda dan isi rumah Israel, kedua kerajaan kuno yang tercerai berai itu. Saudara tentunya cukup tahu akan kenyataan bahwa kerajaan sepuluh suku itulah yang membentuk isi rumah Israel. Dan karena kedua kerajaan ini belum pernah bergabung dan belum pernah dibawa kembali ke Yerusalem, maka hanya ada terdapat satu kesimpulan yang masuk akal untuk dicapai yaitu : 54 Janji-janji di dalam pasal ini akan digenapi dalam masa “pengumpulan orang banyak itu” dari keempat penjuru bumi. Mengingat akan pekerjaan besar dan luas ini, maka Tuhan berharap agar tangan-tangan kita “kuat.” Berikutnya kita akan membaca :
“Demikianlah firman Tuhan serwa se-kalian alam : Masih akan jadi kelak, bahwa akan datang kelak orang-orang, dan penduduk-penduduk dari banyak kota; maka penduduk-penduduk dari kota yang satu akan pergi kepada yang lainnya, sambil mengatakan : Marilah kita secepatnya pergi berdoa ke hadapan Tu-han, dan berusaha mencari Tuhan serwa sekalian alam itu: saya juga hendak pergi. Sesungguhnya, banyak orang dan bangsa-bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan serwa sekalian alam di Yerusalem, dan berdoa ke hadapan Tuhan.”
Karena kita mengetahui bahwa tidak ada sesuatu bangsapun yang lain daripada bangsa Yahudi di zaman Zakharia yang 55 pergi mencari Tuhan dan berdoa ke hadapan-Nya di Yerusalem, maka tak ada pilihan lain terkecuali kembali mengakui bahwa janji-janji di dalam Zakharia pasal 8 itu berlaku bagi orang-orang di zaman penuaian yang terakhir, dalam zaman pengumpulan itu.
Setelah menyelesaikan analisa kita mengenai waktu dimana pasal ini kelak menemui kegenapannya, maka saya yakin kita dapat sekarang menyelidiki nubuatan itu sendiri dengan lebih besar perhatian daripada sebelumnya. Marilah kita mulai dengan,
23
“Kembali firman Tuhan serwa sekalian alam datang kepadaku, katanya: Demiki-anlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Aku dahulu cemburu karena Sion dengan cemburu yang besar, dan Aku dahulu cemburu karenanya dengan murka yang besar. Demikianlah firman Tuhan : Aku sekarang kembali kepada Sion, dan akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem; maka 56 Yerusalem akan disebut sebuah kota Kebenaran; dan gunung Tuhan serwa sekalian alam akan disebut gunung yang suci.”
Memang, perkara-perkara yang menakjubkan telah dibicarakan mengenai Sion dan Yerusalem. Pernah Tuhan meninggalkan kota itu dan mencerai-beraikan orang-orangnya. Tetapi pada masa Injil ini diungkapkan Ia akan kembali untuk menghimpun umat pilihan-Nya, dan untuk membawa mereka ke Sion dan Yerusalem. Apabila pekerjaan besar ini kelak selesai, Yerusalem kemudian akan disebut “sebuah kota Kebenaran, ..... gunung yang suci” -- suatu umat yang paham dalam keseluruhan Kebenaran Allah dan tanpa seorang berdosapun terdapat di tengahtengahnya. Keajaiban yang besar ini secara nyata akan jadi dalam masa Pengadilan Orang-Orang hidup, orang-orang benar akan dibawa ke sana sebaliknya orangorang jahat akan diikat bagaikan berkasberkas untuk dibinasakan. Dan sementara 57 Tuhan tinggal di Sion, Kebenaran-Nya akan kemudian memancar dari Sion dan Yerusalem. Pada waktu itulah “banyak orang dan bangsa-bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan serwa sekalian alam di Yerusalem, dan berdoa ke hadapan Tuhan.” Sekaranglah terbuka kesempatan yang terbesar bagi kita untuk bekerja dan berdoa “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga.”
“Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Masih akan ada kelak orang-orang pria dan wanita yang tua-tua tinggal di jalan-jalan Yerusalem, dan setiap orang dengan tongkatnya di dalam tangannya bagi yang lanjut usia. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak-anak pria dan wanita yang bermain-main pada jalan-jalannya.”
Yerusalem juga akan menjadi sebuah kota kesukaan. Kelak tidak akan terdapat ketakutan atau celaka di sana; bahkan anak-anak akan bermain-main di jalan- 58 jalannya dengan aman. Kelak tidak akan ada lagi “wajah-wajah yang muram,” dan tidak ada lagi muka-muka yang kecewa. Demikianlah kelak akan jadi baik dengan orang-orang muda maupun dengan orangorang tua.
Zakharia 8 : 6 :
“Demikianlah firman Tuhan serwa se-kalian alam: Sekiranya ia itu mengheran-kan pada pemandangan mereka yang lagi tinggal dari umat ini pada masa ini, haruskah ia itu juga mengherankan pada pemandangan-Ku? Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.”
Justru karena kegenapan nubuatan ini mungkin tampaknya sangat mengherankan dan tidak mungkin, maka haruskah ia itu juga tampak tidak mungkin bagi Tuhan? -- Sesungguhnya tidak.
“Demikianlah firman Tuhan serwa seka-lian alam : Lihatlah, Aku akan menye-lamatkan umat-Ku dari negeri di sebelah 59 timur, dan dari negeri di sebelah barat; dan Aku akan membawa mereka, dan mereka akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem; lalu mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dalam Kebenaran dan dalam keadilan.”
Zakharia meramalkan pengumpulan umat kesucian dari segala bangsa masuk ke dalam sidang Allah yang sudah suci dan yang penuh Kebenaran, Kerajaan itu, sama seperti yang diajarkan oleh perumpamaan tentang penuaian, hanya gandum yang akan dimasukkan ke dalam lumbung, sidang. Tidak akan ada rombongan umat kesucian yang bercampur dengan orangorang berdosa di dalam “gunung Tuhan yang suci” itu.
Zakharia 8 : 9 :
“Demikianlah firman Tuhan serwa se-kalian alam : Biarlah tangan-tanganmu menjadi kuat, hai kamu yang mendengar di zaman ini dari mulut para nabi per-kataan-perkataan ini, yang mana pada hari itu (dahulu) pondasi rumah Tuhan 60 serwa sekalian alam telah diletakkan, se-hingga kaabah itu dapat dibangun.”
Di sini Allah menasehatkan kepada kita supaya memperkuat tangan-tangan kita, dan supaya teguh tak tergoyahkan. 25
Kita juga harus mendengarkan perkataan-perkataan para nabi, dan sekalipun kita bukan membangun kaabah itu yang telah mereka bangun, namun itulah satusatunya cara agar pekerjaan kita dapat berhasil. Kita tidak mungkin dapat menutup telinga dari apa yang dikatakan nabi-nabi, atau duduk-duduk saja dengan sikap tak mempedulikan.
“Karena sebelum zaman ini tidak ada pe-kerjaan apapun bagi orang, juga tidak ada pekerjaan apapun bagi binatang; juga tidak ada kedamaian bagi orang yang pergi keluar atau yang masuk karena sebab bencana; karena sudah Ku buat se-mua orang saling memusuhi sesamanya. Tetapi kini terhadap yang sisa dari bangsa 61 ini Aku tidak akan mau berlaku seperti pada zaman dahulu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Karena benih akan kelak berkembang subur; anggur akan mengeluarkan buahnya, dan tanah akan memberikan kepadanya hasil, dan segala langit akan memberi embun mereka; maka Aku akan membuat umat yang sisa dari bangsa ini mempusakai semua perkara ini.”
Betapa gembira dan syukur yang patut kita ucapkan karena segala masa penderitaan kita sudah hampir berakhir, agar kini jika kita mendengarkan nabi-nabi- Nya, lalu mengikat diri pada pekerjaan itu, maka Tuhan menjaminkan kepada kita damai dan kemakmuran. Ini akan segera menjadi bagian kita jika kita sepenuhnya bergantung kuat pada Kebenaran, dan dengan demikian pula pada Tuhan.
Zakharia 8 : 13 :
“Maka akan jadi kelak, bahwa karena ka-mu pernah menjadi suatu kutuk di antara bangsa kapir, hai isi rumah Yehuda, dan 62 isi rumah Israel, maka Aku akan menye-lamatkan kamu, dan kamu akan menjadi suatu berkat : jangan takut, tetapi biarlah tangan-tanganmu menjadi kuat.”
Sekalipun kita pernah menjadi orangorang yang sangat berdosa dan menjadi suatu kutuk yang besar di antara bangsabangsa Kapir, namun kelak lebih besar lagi berkat-berkat kita jika kita mengijinkan Dia mengaruniakan sekaliannya itu kepada kita. Tangan-tangan kita harus kuat untuk mempercepat kedatangan hari yang menggembirakan itu.
“Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Sebagaimana yang Ku rencanakan dahulu untuk meng-26 hukum sewaktu para nenek moyangmu menghasut amarah murka-Ku, demikian firman Tuhan serwa sekalian alam, dan tidak Aku menyesal; maka kembali telah Ku rencanakan pada zaman ini untuk berbuat baik bagi Yerusalem dan bagi isi rumah Yehuda : janganlah takut.”
63Berulang kali kepada kita diberi jaminan, bahwa seberapa besarnya hukuman yang telah menjadi bagian umat-Nya, sebesar itu juga kelak kegembiraan dan penghiburan mereka kini dalam masa pengumpulan.
Zakharia 8 : 16 :
“Inilah perkara-perkara yang harus kamu perbuat: Bicarakanlah olehmu Kebenaran itu masing-masing kepada sesamanya; laksanakanlah hukum Kebenaran dan perdamaian itu di dalam pintu-pintu ger-bang.”
Masing-masing kita dinasehati untuk mengajarkan Kebenaran kepada sesamanya, untuk berbuat apa saja yang di temukannya dekat pada tangannya. Kita harus melaksanakan hukum Kebenaran daripada menyia-nyiakan napas dan waktu membicarakan dosa-dosa orang lain supaya jangan kita lalai melihat bonggol “balok” di dalam mata kita sendiri. Sesuai yang diperintahkan oleh Injil ini, maka marilah kita membicarakan Kebenaran, 64 melaksanakan hukum dan damai di dalam rumah-rumah tangga kita dan di tengahtengah kita. Jangan sekali menyibukkan diri sendiri dengan persoalan-persoalan orang lain. Kita akan berbuat baik jika kita mau mengatur sendiri.
Zakharia 8 : 17 :
“Dan jangan seorangpun dari kamu me-rencanakan jahat dalam hatimu melawan sesamanya; dan jangan suka bersumpah dusta, karena semua perkara inilah yang Ku-benci, demikianlah firman Tuhan.”
Dari segala perkara yang perlu dipelajari oleh orang-orang Kristen, perkara yang satu ini adalah sangat mendesak : Agar mereka berlaku jujur terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain, agar mereka selalu berbicara benar, agar mereka berhenti merencanakan jahat satu terhadap yang lainnya. Ingatlah, apabila anda mengulangi kabar-kabar angin, maka mungkin sekali anda sedang membicarakan kepalsuan, baik secara keseluruhan ataupun sebagian. Ini tidak 65 mungkin dapat anda perbuat, karena “tidak akan boleh masuk (ke dalam kota itu) apa saja yang ..... palsu.” Wahyu 21 : 27. Berbicara jahat dan sangsa-sangka jahat ialah perkara-perkara yang dibenci Tuhan.
27
“Maka firman Tuhan serwa sekalian alam datang kepadaku, bunyinya : Demi-kianlah firman Tuhan serwa sekalian alam : Puasa pada bulan yang keempat dan puasa pada bulan kelima, dan puasa pada bulan ketujuh, dan puasa pada bulan kesepuluh, harus merupakan ke-gembiraan dan kesukaan bagi isi rumah Yehuda, dan merupakan perayaan-pera-yaan yang ramai; oleh sebab itu cintailah Kebenaran dan kedamaian.”
Puasa-puasa kuno contoh ini kelak berbalik menjadi perayaan-perayaan kegembiraan dan kesukaan yang contoh saingan.
Zakharia 8 : 22 :
“Sesungguhnya, banyak orang dan bang-66 sa-bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan serwa sekalian alam di Yerusalem, dan berdoa ke hadapan Tuhan.”
Adalah menarik untuk membayangkan perluasan Kebenaran Allah sebagaimana tergambar di dalam pasal ini. Pertama, pribadi yang satu membicarakan Kebenaran itu kepada pribadi yang lainnya. Kemudian kota yang satu mengkomunikasikannya kepada kota yang lain. Akhirnya, bangsa yang kuat yang satu mengundang bangsa yang kuat lainnya untuk bergabung kepada Tuhan. Demikianlah penuaian itu akan berlanjut sampai pekerjaan Injil selesai, sampai kelak umat Allah yang setia berdiri pada sebelah kanan Tuhan (di dalam Kerajaan), dan orangorang Kapir berdiri pada sebelah kiri-Nya (di dalam dunia Kapir yang terhukum yang siap untuk binasa).
Zakharia 8 : 23 :
“Demikianlah firman Tuhan serwa se-kalian alam : Pada zaman itu akan jadi kelak, bahwa sepuluh orang dari semua 67 bahasa-bahasa bangsa-bangsa akan ber-pegang, yaitu akan berpegang pada punca kain dari dia yang adalah seorang Yahudi, sambil mengatakan : Kami hendak pergi bersamamu, karena sudah kami dengar bahwa Allah ada menyertaimu.”
Adalah logis untuk menyimpulkan, bahwa kesepuluh orang itu yang berpegang pada semua bahasa dari bangsa-bangsa dalam masa pengumpulan yang besar ini adalah melambangkan suatu kelompok orang-orang (sidang yang terbebas dari lalang-lalang dalam masa penuaian), sama seperti halnya sepuluh anak dara (Matius
28 25 : 1) melambangkan sidang selagi lalanglalang masih bercampur dengan gandum. Kesepuluh hamba-hamba itu (Lukas 19 : 13), dan sepuluh tanduk (Wahyu 12 : 3; 17 : 3) adalah bilangan-bilangan mengenai universalitas. Kesepuluh orang ini akan berbicara dalam semua bahasa seperti yang dilakukan para Rasul pada Pantekosta yang lalu.
Jelaslah, bahwa “Orang Yahudi” yang 68 punca kainnya akan dipegang oleh orangorang itu tentulah merupakan seseorang melalui siapa Tuhan akan bekerja mengungkapkan diri-Nya dan Kebenaran-Nya kepada orang-orang itu. Setelah menemukan kenyataan ini, maka dengan sendirinya mereka akan mengatakan : “Kami akan pergi bersamamu, karena sudah kami dengar bahwa Allah ada menyertaimu.” Orang Yahudi yang satu ini, tentunya, bukan berasal dari orangorang Yahudi yang terkenal di zaman sekarang ini, melainkan kemungkinan besar seorang keturunan dari orang-orang Yahudi Kristen, -- barangkali dari orangorang yang di zaman rasul-rasul yang lalu telah kehilangan identitas mereka karena menamakan dirinya orang-orang Kristen (Kisah Rasul-Rasul 11 : 26). Lagi pula, ia mungkin merupakan salah seorang keturunan dari orang-orang Yahudi yang telah diusir keluar dari tanah air mereka, tercerai-berai ke seluruh bangsabangsa, dan telah diasimilasi oleh mereka, kemudian bertobat menjadi Kristen.
69“Dan pada hari itu kelak akan ada sebuah akar dari Isai, yang akan berdiri bagi suatu tanda alamat dari orang-orang itu; kepadanyalah kelak segala orang kapir akan bertanya-tanya; dan peristirahatannya akan menjadi gilang-gemilang. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan membentangkan tangan-Nya kembali pada kedua kalinya untuk menyambut kembali umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal, dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Patros, dan dari Kush, dan dari Elam, dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari pulau-pulau di lautan. Dan Ia akan mendirikan suatu tanda alamat bagi bangsa-bangsa, dan Ia akan menghimpunkan orang-orang Israel yang terbuang, dan mengumpulkan Yehuda yang tercerai-berai dari keempat penjuru bumi ..... Maka akan ada suatu jalan raya bagi umat-Nya yang sisa, yang akan tertinggal dari Assiria; sama seperti akan halnya Israel pada hari sewaktu Ia keluar dari tanah Mesir.” Yesaya 11 : 10 – 12, 16.
70Demikianlah kelak pengumpulan orang banyak itu akan jadi dalam eksodus yang terakhir zaman ini.
Ini mengakhiri pasal delapan dari buku Zakharia, dan kini dalam suatu ringkasan yang singkat kita akan membicarakan beberapa dari perkara-perkara itu yang telah kita pelajari pada penyelidikan ini :
Pertama dan terpenting dari semua, kita telah mempelajari bahwa janji-janji yang terkandung di dalam nubuatan Zakharia itu akan digenapi dalam zaman kita, dan bahwa tak lama lagi perkaraperkara yang mengherankan akan jadi; bahwa pada sesuatu masa yang lalu Tuhan terpaksa meninggalkan Yerusalem dan mencerai-beraikan umat-Nya ke seluruh dunia, tetapi kini Ia akan kembali lalu mengumpulkan umat pilihan-Nya dari empat penjuru bumi; bahwa Yerusalem akan disebut sebuah kota Kebenaran dan kesukaan -- tidak ada ketakutan, tidak ada kecelakaan, tidak ada kesusahan terdapat di sana; bahwa umat Allah akan menikma- 71 ti kedamaian dan kemakmuran; bahwa mereka akan berbicara baik tentang setiap orang, tidak akan lagi mereka menyia-nyiakan napasnya atau waktunya membicarakan dosa-dosa orang lain; bahwa tidak akan pernah lagi mereka menyibukkan dirinya dengan berbagai urusan orang lain; bahwa mereka akan mengurusi kepentingannya sendiri, dan melaksanakan hukum dan kedamaian di dalam rumah-rumah tangganya; bahwa Kebenaran Allah akan berkembang meluas dengan cepatnya: pertama-tama seseorang pribadi membicarakan Kebenaran kepada yang lainnya, kemudian kota yang satu mengkomunikasikannya kepada kota yang lain, akhirnya bangsa kuat yang satu akan mengundang sesuatu bangsa lainnya untuk bergabung kepada Tuhan.
Saya sepakat dengan anda bahwa janji-janji ini tampaknya tak masuk akal dan bahkan fantastik. Namun makin hari makin tampak, makin jelas prospeknya, karena Allah tidak akan melakukan apa 72 yang tampaknya mungkin bagi manusia, melainkan Ia melakukan perkara-perkara yang tampaknya mustahil bagi mereka. Bayangkanlah pada perbuatan Allah yang mengherankan dalam Pergerakan Eksodus yang lalu : Ia menghantarkan mereka itu keluar dari Mesir, sementara mereka berbaris melalui Laut Merah, melalui padang belantara, dan melalui Yordan. Ia menurunkan manna dari langit, dan terus berbuat begitu selama empat puluh tahun. Bayangkanlah, bagaimana budak-budak Firaun dari tempat-tempat pembuatan batu 30 bata menjadi nabi-nabi, imam-imam, dan raja-raja! Ketiga pemuda Ibrani yang berdiri dengan tenang di tengah-tengah api; dan mengenai Daniel di dalam lubang singa; mengenai kemenangan Mordekhai atas Haman; mengenai kemenangan Daud atas raksasa itu; mengenai Yusuf yang memberi makan kepada dunia; mengenai Musa yang luput dari sungai Nil; mengenai Samson yang merobohkan kuil-kuil dengan hanya tangan kosong. Tak terhitung jumlahnya keajaiban-keajaiban dari kuasa Allah Yang 73 Maha Besar sepanjang segala zaman. Semua kelepasan ini, dan banyak lagi lainnya adalah benar-benar mustahil bagi manusia, namun adalah sangat mungkin bagi Allah. Mukjizat-mukjizat yang besar ini menghadapkan kita muka dengan muka kepada kenyataan, bahwa Allah sedang sibuk melakukan berbagai “kemungkinankemungkinan” dari berbagai “ketidakmungkinan” yang janggal. Oleh sebab itu, “biarlah tangan-tanganmu menjadi kuat, hai kamu yang mendengar di zaman ini perkataan ini “dari Tuhan.”
31
* * *
Jangan Lewatkan Ini
Jika anda belum dikirimkan salinan terbitan yang banyak diperbincangkan, 96 halaman buku kesehatan (Memasuki Pertarakan) yang telah menimbulkan pergolakan besar di seluruh dunia Advent 74 dan telah membuat Lembaga Pertarakan (The Entering Wedge Society) menjadi pusat perhatian, maka janganlah mengabaikannya jika kesehatanmu, rumahmu, dan kebahagiaanmu memiliki suatu arti bagimu. Menurut pendapat kami buku ini adalah buku yang terbaik yang pernah kami temui mengenai subjek itu. Kami sungguh menyadari bahwa buku ini adalah kiriman Allah, dan bahwa satu salinan harus ada dalam setiap rumah tangga. Kami beritahukan bahwa anda dapat memperolehnya tanpa bayaran. Kirimkanlah nama, alamat, dan nama gereja dimana anda terdaftar (anda diminta untuk menuliskan), ke alamat yang tertera di halaman belakang.
75Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
76UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org