V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Jalan Kembali Ke Eden
Hanya Ada Dua Jalan
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Renungan dan Doa Pembuka
Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 147, paragraf 1 sampai 3. Paragraf-paragraf ini adalah berlandaskan firman, “carilah olehmu dahulu akan Kerajaan Allah itu.”
Mount of Blessing, hal. 147 :
“Orang-orang yang mendengarkan kata-kata firman dari Kristus masih lagi mengharapkan dengan sungguh-sungguh beberapa pemberitahuan dari hal kerajaan dunia. Sementara Yesus membukakan ke- pada mereka perbendaharaan-perbendaha- raan surga, maka masalah yang amat di pikirkan di dalam ingatan banyak orang adalah : Bagaimana suatu hubungan dengan Dia dapat meningkatkan harapan- harapan masa depan kita di dunia ini? Yesus menunjukkan, bahwa oleh memi- kirkan perkara-perkara dunia ini dengan penuh perhatian, maka mereka adalah bagaikan bangsa-bangsa kapir di sekeli- lingnya yang hidup bagaikan tanpa Allah, yaitu Dia yang mengawasi dengan kasih 3 sayang atas segala mahluk-Nya.”
“..... ‘Bapa semawimu mengerti, bahwa engkau memerlukan segala perkara ini. Te- tapi carilah dahulu olehmu kerajaan Allah berikut Kebenaran-Nya, maka semua per- kara ini akan dipertambahkan kepadamu.’ “ ..... Bukakanlah segala hatimu untuk me- nerima kerajaan ini, dan jadikanlah pela- yanannya kepentinganmu yang tertinggi. Walaupun itu adalah kerajaan kerohani- an, janganlah takut bahwa segala kebutu- hanmu untuk hidup ini tidak akan diper- hatikan. Jika saudara berserah diri kepada pelayanan Allah, maka Ia yang memiliki kuasa di surga dan di bumi akan memenuhi segala kebutuhanmu.
“Yesus tidak akan melepaskan kita dari usaha yang diperlukan, tetapi Ia me- ngajarkan, supaya kita menjadikan Dia yang terutama dan yang terakhir dan yang terbaik di dalam segala perkara. Kita ja- nganlah mengikat diri dengan kegiatan-ke- giatan, atau, mengikuti arus, atau mencari kepelisiran yang dapat menghalangi pe- 4 kerjaan dari Kebenaran-Nya itu di dalam tabiat dan kehidupan kita. Apapun yang kita lakukan haruslah dilakukan dengan sepenuh hati seolah-olah semuanya itu kepada Allah.”
Marilah kita bertelut dan berdoa agar kiranya kita boleh menjadikan kemajuan Kerajaan itu kepentingan kita yang tertinggi; agar kita tidak membiarkan sesuatu arus mengganggu pelayanan kita yang sepenuh hati kepada Tuhan; dan supaya kita yakin dengan sepenuh hati, bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita. Hanya dengan begitulah kita tidak akan takut menghadapi hari depan.
Copyright, 1953
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5JALAN KEMBALI
KE EDEN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 3 Agustus 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Kejadian 3 : 17 :
“Maka kepada Adam firman-Nya, karena engkau telah mendengar akan suara istri-mu, serta sudah makan buah pohon, yang telah Ku pesan kepadamu, jangan engkau makan dia, maka terkutuklah bumi itu karena sebab engkau, maka dengan ke-susahan engkau akan makan hasilnya se-umur hidupmu.”
Setelah Adam jatuh dalam dosa, maka apakah dikatakan Tuhan kepadanya? — 6 “Oleh sebab engkau telah mendengar akan suara istrimu, telah melakukan apa yang tidak boleh kau lakukan, serta telah makan buah pohon yang sudah Ku pesankan kepadamu untuk tidak dimakan, maka karena alasan inilah terkutuklah bumi itu, bukan melawan kamu, melainkan demi kamu.”
Kesalahan, yang adalah lawan dari Kebenaran, mungkin akan mengatakan, “Berbahagialah bumi itu demi kamu”. Dan sebagai gantinya mengatakan, “Dengan kesusahan engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu”. Kesalahan akan mengatakan, “Dengan sukacita engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu”. Dengan kata lain, sementara Allah mengucapkan suatu kutuk, maka Setan dalam keadaan yang sama akan mengucapkan suatu berkat. Demikianlah halnya, bahwa dunia secara alamiah dikendalikan oleh suara Setan, mengharapkan untuk hidup ber-bahagia seumur hidupnya. Walaupun sedang terdapat berlimpah kesusahan di dalamnya. 7 Kejadian 3 : 18 :
“Maka bumi itu akan menumbuhkan ba-gimu duri dan onak, dan sayur-sayuran di ladang akan menjadi makananmu.”
3
Tentu saja Setan akan mengatakan, “Bunga-bunga mawar dan kembangkembang akan dihasilkan bagimu”. Dan gantinya memerintahkan, “Engkau akan makan sayur-sayuran di ladang”. Ia akan mengatakan “Engkau akan makan apa saja yang kau jumpai di ladang”. Begitulah, ia tidak akan mengatakan sedemikian itu seperti yang terdapat di dalam buku, melainkan ia akan mengatakannya sesuai dengan yang terdapat di dalam hati semua yang hidup, maka mereka dengan sungguhsungguh akan mematuhi suaranya.
Kejadian 3 : 19 :
“Maka dengan berkeringat mukamu engkau akan makan rejekimu sampai engkau kembali kepada tanah, karena daripadanya engkau telah diambil; bah-wa abulah adamu, maka kepada abu pun 8 engkau akan kembali.”
Setan akan mengatakan : “Dengan kesukaan engkau akan makan rejekimu sampai kelak oleh proses evolusi engkau akan menjadi seperti Allah”; karena dari sesuatu atom kecil yang tak berarti engkau telah diambil keluar, dan kepada suatu Allah yang maha kuasa engkau akan bertumbuh secara evolusi jika engkau terus berlanjut.
Walaupun begitu apakah yang Allah katakan? -- “Dengan berkeringat mukamu engkau akan makan rotimu pada sepanjang hari umur hidupmu, artinya, karena sebabmu sendiri engkau kini akan mengalami kesusahan dalam usaha hidupmu, maka engkau dengan begitu boleh menyesuaikan dirimu dengan hal itu.” Walaupun yang sedemikian ini bukanlah nasib manusia sebelum ia berdosa, tetapi ini telah menjadi nasibnya segera setelah ia dibawa keluar dari Taman itu, yaitu segera setelah diterimanya kutuk itu.
9“Tetapi”, pertanyaanmu, “mengapa telah Allah rencanakan bahwa kita semuanya wajib berjalan melalui kesusahan dan penderitaan sebelum kita akan dibawa kembali ke dalam Eden? Jika Ia akan membawa kita kembali, maka mengapakah tidak Ia lakukan itu sejak pada mulanya, yaitu di masa hidupnya Adam?” -- Jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah terdapat di dalam
“Maka kata Yesus : “Ada seseorang yang mempunyai dua anak laki-laki; maka kata yang bungsu itu kepada bapanya : ‘Ya, Bapa, berilah aku bagian harta yang jatuh kepadaku’. Maka dibagikannya
4 harta kepada kedua-duanya. Tiada berapa lama kemudian daripada itu, maka anak yang bungsu itupun mengemaskan seka-liannya, lalu pergi ke negeri yang jauh, lalu di sanalah diboroskannya segala hartanya itu dengan cara hidup yang tidak teratur.”
Ceritanya adalah bahwa terdapat dua 10 anak laki-laki di dalam keluarga itu. Anak yang tertua memilih tinggal di rumah, tetapi yang muda memilih untuk pergi keluar. Dan Saudara ketahui apa yang telah jadi kemudian segera sesudah itu; anak yang termuda itu telah menghabiskan semua harta miliknya dengan cara hidup yang tidak teratur.
Saya yakin bahwa ayahnya cukup mengetahui sebelumnya bahwa anaknya itu telah pergi dan akan mengalami kesusahan. Ia mencintai dia dan ingin untuk menyelamatkannya dari kehinaan, kesusahan, dan cobaan hidup yang berat yang sedang akan ditujunya. Kenyataannya, bahwa sekembalinya anak itu, ayahnya telah pergi menyambut dia semenjak dia masih jauh dari pintu, lalu mempersiapkan suatu pesta baginya, walaupun setelah ia menghabiskan harta benda bapanya serta mempermalukan nama keluarganya, adalah cukup membuktikan, bahwa ayahnya betul-betul sangat mencintainya. Anak itu telah dibiarkan meninggalkan rumah 11 tak lain hanya karena pengalamannya sendiri yang akan menunjukkan kebodohannya, serta akan membuktikan cinta ayahnya terhadap dia.
Apakah yang telah mendorong anak itu membenci rumahnya? Adalah keinginannya sendiri untuk hidup secara tak teratur. Tidak ada seorang pun anak laki-laki atau pun anak perempuan dalam keadaan yang sama pergi meninggalkan rumah kecuali mengharapkan memperoleh kebebasan dan untuk mempraktikkan hidup yang tidak teratur, untuk berbuat sekehendak hatinya apa saja yang diinginkan oleh hatinya yang jahat untuk dilaksanakan.
Mungkin ada banyak kesenangan yang bersifat sementara dalam kehidupan pemborosan, namun itu hanya akan berakhir dalam kehinaan dan malu. Kalau saja anak laki-laki pemboros itu hidup di masa kita sekarang, maka bagaimanakah pendapat anda dari halnya, apakah yang kira-kira akan mulai dilakukannya pada jalan raya kegembiraan, untuk mendapatkan waktu 12 yang menyenangkan baginya? Perkara yang pertama sekali akan dilakukannya pastilah, jika mungkin, membeli mobil, membeli baju-baju yang bagus, membeli 5 sebuah cincin berlian, membeli suatu jepitan dasi yang berkilau-kilauan, dan membeli sebuah arloji tangan. Oh, ya, ia mungkin sekali tidak akan lupa menyematkan sebuah kembang pada leher bajunya dan sebuah saputangan sutra di dalam sakunya. (Mungkin tidak ada salahnya memiliki beberapa dari benda-benda ini, tetapi itu tentunya tidak perlu atau pun bahkan tidak tentu memenuhi selera untuk menghiasi diri seseorang dengan apa saja yang dapat dipakai). Sedikit-dikitnya untuk itu orang akan mengatakan lucu karena menghiasi diri dalam mode burung merak.
Dan siapakah yang akan diikuti oleh anak laki-laki itu? Tentunya para gadis. Dan kemanakah mereka akan pergi? Tentunya bukan kemana para pengkhotbah pergi, dan juga bukan ke gereja. 13 “Setelah dihabiskannya semuanya itu, maka timbullah suatu bela kelaparan yang hebat di negeri itu; maka iapun mulai merasa kekurangan.”
Jika Saudara telah membelanjakan semua yang Saudara miliki dan semua yang sudah Saudara peroleh, maka Saudara pun, cepat atau pun lambat kelak akan kelaparan juga. Takdir Tuhan telah mendatangkan kelaparan itu supaya membawa kembali anak laki-laki itu kepada “dirinya sendiri”, yaitu kepada kesadaran pribadinya. Sebenarnya, tidak ada anak yang akan lari meninggalkan rumahnya apabila ia berada di dalam dirinya sendiri; dan sebaliknya, ia pun tidak juga akan kembali pulang dengan sadar sebelum ia datang kepada dirinya sendiri. Demikianlah ia belajar akan pelajarannya sendiri, tetapi betapa mahalnya! Betapa mahalnya!
“Lalu pergilah ia dan menggabungkan 14 dirinya kepada seseorang penduduk ne-geri itu; maka orang itu menyuruh dia ke ladang-ladangnya untuk memelihara babi-babi. Maka inginlah ia untuk me-ngisi perutnya dengan ampas kulit yang dimakan babi-babi itu; maka tak seorang-pun memberikannya kepadanya.”
Benar pemboros itu memperoleh pekerjaan, tetapi itupun tidak dapat “mengenyangkan perutnya”, ia masih tetap kurang.
“Maka apabila sadarlah ia, maka kata-nya, Betapa banyak orang-orang upahan Bapaku memiliki roti yang cukup serta berlebih-lebihan, tetapi aku di sini binasa 6 dengan kelaparan. Aku hendak bangkit dan pergi kepada Bapaku, maka aku akan mengatakan kepadanya, Bapa, aku telah mendurhaka melawan surga, dan di hadapanmu, maka aku tidak lagi patut untuk disebut anak olehmu; jadikanlah aku salah satu dari hamba-hamba upa-hanmu itu.”
15Ia pada akhirnya menyadari; bahwa ia telah bermain-main dengan kebodohan, maka demikian itulah ia mulai memikirkan di dalam dirinya bagaimana caranya ia kembali pulang, sambil mengatakan, “Cobalah pikirkan berapa banyak hamba upahan yang berada di rumah bapaku, dan mereka semuanya berkelimpahan. Mengapakah harus aku binasa di sini dengan kelaparan? Tetapi apakah yang akan kukatakan apabila aku tiba di sana?” Sambil sadar akan dirinya, maka ia merasa, tentu, bahwa ia harus mengatakan perkara yang benar, yaitu perkara yang akan membenarkan dia baik ke hadapan Surga maupun kepada bumi.
Kalau saja anak itu telah berpegang kepada nasehat bapanya sebelumnya, maka ia tidak akan mengalami penghinaan. Dan betapa besar penghinaan itu! Dan betapa besarnya pelajaran itu juga, bukan hanya bagi orang-orang muda, melainkan juga bagi orang-orang tua. Ada beriburibu orang, baik muda maupun tua yang mempelajari ajaran-ajaran yang hebat 16 besar, tetapi mereka sering kali membayar suatu harga yang besar hanya karena mereka selalu mendengar kepada “kebodohan”nya Iblis. Mengapakah mereka itu begitu mudah terbawa oleh daya pikatnya? -- Adalah hanya karena umpannya yang memikat itu mempesona kepada sifat mementingkan diri dan sifat dosa manusia.
Kehinaan dari si pemboros itu sedang menunggui semua orang muda yang tidak mengambil manfaat dari nasehat orangorang yang lebih tua, dan semua orang tua yang tidak mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk Tuhan. Inilah salah satu dari hukum-hukum Allah yang tak seorang pun pernah dapat mengelaknya.
Pengalaman dari si pemboros itu kini menjawab pertanyaan-pertanyaan, Mengapa Allah menyingkirkan Adam keluar dari Taman itu? Oleh karena bagaimanapun Allah akan memaafkan juga dia pada sesuatu waktu, maka mengapakah tidak Ia memaafkan dia segera setelah kejatuhannya lalu membawa kembali dia ke Eden? 17 Mengapakah tidak dapat semua umat manusia diselamatkan sedemikian daripada melalui penderitaan dan kematian sebelum mereka kembali ke Eden?
7
Kalau saja Allah telah memperbolehkan Adam dan Hawa untuk menetap di dalam Taman itu sesudah mereka berdosa lalu membiarkan mereka terus mencapai “pohon kehidupan” itu, maka olehnya Ia sudah akan mempertahankan kekekalan kehidupan mereka yang berdosa itu di dalam keadaan dosa mereka. Betapa berbahaya keadaannya, kalau saja -orang-orang berdosa terus hidup kekal selama-lamanya! Dan kalau saja Ia tetap memelihara mereka berikut semua keturunannya daripada mengalami kesengsaraan dan kematian, maka mereka tidak lagi dapat sampai menyadari akan apa artinya kehidupan yang berdosa itu. Tidak lagi dapat mereka mengerti apa arti dosa itu, seperti akan halnya si pemboros itu sebelum ia mengalami kerisauan, kebangkrutan, kerja keras dan kemelaratan.
18“Tetapi”, katamu, “Jika Tuhan tak dapat membawa Adam dan Hawa ke dalam Taman itu sebelum terlebih dulu mereka melewati kematian dan kebangkitan, maka mengapakah Ia harus mengutuki bumi dan membiarkan mereka memperoleh rotinya dengan peluh mukanya?” Dan mengapakah Ia harus membiarkan mereka memakan rotinya dengan penuh kesusahan selama 6000 tahun lamanya? -- Sebab semua orang yang pernah akan memasuki Kerajaan itu, yaitu kembali ke dalam Eden, wajib terlebih dulu kembali kepada dirinya sendiri seperti yang dilakukan oleh anak pemboros itu, sebab semua orang harus dibuat insyaf, bahwa apa saja yang di luar dari Taman itu adalah tidak lebih daripada makanan-makanan babi saja.
Sebab bekerja adalah penting dan karena orang-orang berdosa pada hakekatnya tidak menyukai pekerjaan, maka duri dan onak telah diciptakan untuk memaksa mereka untuk pergi bekerja bagi hidupnya. Jika kita membiarkan rumput-rumput yang 19 tidak layak itu di tanah lalu kita menghabiskan waktu kita dengan berfoya-foya saja, maka semuanya itu akan menghancurkan panen kita, sehingga kita seperti halnya anak pemboros itu akan kelak mengalami kelaparan. Jadi, tidak bekerja tidak makan. Allah yang Maha mengetahui mana yang terbaik bagi kita telah membuatnya supaya kita memperoleh hidup kita dengan jalan yang sukar, supaya kita bekerja sepanjang hari dengan hanya sedikit saja istirahat.
Orang-orang yang kembali kepada dirinya sendiri, maka bekerja bagi mereka adalah yang menyenangkan. Hanya orang
8 bodoh yang tidak suka bekerja.
Sebelum peralatan-peralatan mesin modern diciptakan para petani tidak banyak diganggu oleh gangguan hama seperti halnya di waktu ini. Tetapi justru sebagaimana peralatan mesin makin meningkat dan makin disempurnakan, maka demikian pula meningkatnya hama. Lalu untuk alasan apakah itu? -- Supaya tetap membuat 20 kita bekerja, dan dengan demikian itu untuk mencegah kerugian.
Pada waktu saya datang ke Amerika Serikat beberapa tahun lalu, saya melihat berbagai macam mesin, yaitu mesinmesin yang dapat melaksanakan banyak pekerjaan dalam jangka waktu pendek saja. Tetapi bersama-sama dengan semua peralatan yang menyenangkan ini apakah lagi yang saya lihat? -- Saya melihat duri dan onak berkembang seribu kali berlipat ganda, bahkan hama dari berbagai jenis merusak panen.
Dalam Negeri Tua (Old Country) yang lalu kami tidak memiliki peralatan mesin, namun kami tidak perlu menyemprot sesuatu tanaman. Mengapa? -- Sebab bekerja tanpa mesin orang cukup sibuk sebagaimana seharusnya. Jika mereka seharusnya berperang juga melawan hama, lalu tanpa menggunakan apapun untuk memeranginya, maka tentunya mereka sudah tidak akan menarik hasil apa-apa dan sudah pasti akan kelaparan. Jadi, 21 tampaklah, bahwa jika peralatan mesin membebaskan kita dari bekerja, maka Allah akan mengirimkan hama-hama itu untuk membawa kita kembali bekerja.
Tuhan perintahkan, bahwa kita harus dengan keringat memperoleh roti kita, namun Ia mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidak akan berbuat begitu jika kita tidak terpaksa untuk berbuat. Dan Ia juga mengetahui, bahwa jika kita tidak banyak memiliki apa yang harus dilakukan, maka kita akan terjerumus ke dalam celaka, ke dalam hidup yang tidak teratur, sehingga akibatnya tidak pernah dapat kita kembali kepada diri kita sendiri, dan tidak pernah kembali ke Eden. Oleh karena itu Ia telah mengutuki bumi demi untuk kebaikan kita.
Lagi pula, bagi wanita yang dudukduduk dan hanya sedikit bertindak mengurusi rumahnya, Allah mendatangkan kutu-kutu tempat tidur dan kecoak, tikustikus kecil dan besar, lalat-lalat dan semutsemut, berbagai kutu, dan juga nyamuk. 22 Semua ini akan membawanya untuk bekerja baik di dalam maupun di luar jika diperlukan.
Kalau bukan itu bagi penyakit-penyakit menular, maka apakah yang akan jadi dengan manusia! Saudara saksikan, bahwa Allah membuat semua perkara ini untuk suatu maksud yang baik, namun walaupun oleh dorongan penularan penyakit-penyakit itu kepada mereka yang malas untuk bangun dan bergerak, tetap masih ada orang-orang yang menyukai hidup bagaikan babi-babi. Mengapakah menunggu sampai Ia mendatangkan bala tentara besar benih-benih penyakit menular-Nya? Mengapakah tidak mematuhi nasehat-Nya, terus menyibukkan diri, serta melakukan apa saja yang dapat engkau lakukan untuk membuat orang-orang lain berbahagia, untuk menjadikan dunia lebih baik daripada keadaannya, untuk membuatnya mengetahui, bahwa engkau berada di dalamnya untuk melakukan yang baik baginya, bukan merupakan be- 23 ban baginya? Kemudian malaikat-malaikat akan bersukaria berkemah disekeliling, lalu Tuhan sendiri akan datang dan makan sehidangan dengan kamu.
Jika kita jadikan usaha-usaha Allah menjadi usaha kita sendiri, kita menjadikan Kerajaan-Nya itu rumah kita, maka segala perkara lainnya yang kita sedang perjuangkan dan yang sedang kita kuatirkan itu akan dilengkapi kepada kita dengan berkelimpahan. Kemudian marilah kita tinggalkan bentuk Kristen lahiriah dan kekapiran batiniah, supaya kita menjadi orang-orang yang tidak “memiliki tipu di dalam mulut” dan yang memiliki “daun kurma di dalam tangan.”
Mengapakah manusia harus menunggu selama 6000 tahun baru dapat ia kembali ke Eden? Diperlukan waktu selama itu adalah untuk memperoleh sejumlah besar yang cukup dari anak-anak pemboros yang bertobat, yaitu anak-anak pemboros yang telah kembali kepada dirinya sendiri, yang menyadari bahwa adalah lebih baik 24 menjadi penjaga pintu di rumah Bapanya daripada terjerumus dalam berfoya-foya jauh dari rumah-Nya. Allah tidak akan membawa kembali seorang pun dari pada kita ke dalam Eden dengan alam pikiran kita yang dibawa sejak lahir. Ia tidak akan membawa kembali Adam ke dalam Eden dengan alam kejatuhannya itu. Semua orang harus kembali kepada dirinya sendiri. “........ kepicikan itu tidak akan timbul sampai dua kali.” Nahum 1: 9.
Sekarang dapatlah kita lihat mengapa adalah lebih muda bagi seekor onta berjalan melalui lubang jarum daripada bagi seorang kaya untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan itu. Hanya anak-anak pemboros yang oleh pengalamannya menginsyafi, bahwa dunia ini bukanlah rumah Bapa 10 mereka, hanya orang-orang yang memulai kembali ke Eden dengan cara berpikir yang sama serta dengan cara pengakuan yang sama dengan anak pemboros itu yang akan membentuk Kerajaan itu.
25Lagi pula, pada waktu bani Israel turun ke tanah Mesir, maka mereka telah mencapai taraf hidup yang tinggi di negeri Goshen. Mereka hidup bagaikan raja-raja. Sesungguhnya mereka bahkan telah mencapai taraf kehidupan yang lebih baik daripada yang terbaik dari orang-orang Mesir itu. Walaupun Allah mengetahui, bahwa jika apabila masanya makin dekat bagi kelepasan mereka, mereka terus menerus hidup bagaikan raja-raja, jika segala perkara terus menerus begitu mudah bagi mereka seperti halnya semasa hidupnya Yusuf, maka mereka tidak pernah, tidak akan pernah mau mengambil keputusan untuk kembali ke tanah perjanjian. Demikian itulah, maka keadaan-keadaan cobaan yang telah ditakdirkan telah didatangkan untuk memaksa mereka berseru siang dan malam bagi kelepasannya. Kemudian bersiapsiaplah mereka untuk pergi. Sungguhpun demikian untuk lebih memastikan, bahwa mereka semuanya akan meninggalkan Mesir, maka Tuhan membiarkan para majikan 26 Mesir itu mencambuk punggung-punggung mereka serta lebih memberati kerja mereka sewaktu Musa masih berada di negeri itu. Sama juga halnya cinta akan dunia harus juga dicambuk keluar dari kita, jika kita akan memulai menuju ke rumah Eden kita itu.
Jika kamu anak laki-laki dan perempuan ingin mendapatkan hidup yang tidak teratur, maka kamu akan memperolehnya. Sesungguhnya adalah lebih mudah mendapatkannya di waktu ini daripada mendapatkannya di masa anak pemboros yang sebenarnya itu di waktu itu. Tetapi hendaklah diingat, bahwa jika kamu akan kembali ke rumah Eden kita kamu wajib membayar dengan harga yang sama seperti yang telah dibayarnya. Tidak akan ada tiket gratis bagi siapapun, baik tua ataupun muda.
Pengkhotbah 4 : 5 :
“Orang bodoh itu melipat tangan, lalu makan dagingnya sendiri.”
27Orang bodoh itu melipat tangannya; ia meremehkan pekerjaan. Ia memakan dagingnya sendiri. Gantinya bekerja ia bahkan menghendaki tinggal dengan lapar, membiarkan perutnya menghabiskan per-
11 sediaan lemaknya, dan dengan demikian ia menjadi makin kurus. Siapakah yang ingin menjadi orang bodoh?
Pengkhotbah 7 : 2 :
“Adalah lebih baik pergi ke rumah orang berkabung daripada pergi ke rumah orang berpesta, karena di dalam rumah perkabungan itulah kesudahan segala manusia, dan orang yang hidup itu akan memperhatikannya.”
Rumah yang berpesta akan membawakan kesudahan bagi segala orang yang hidup bagi kesenangan, yaitu bagi hidup yang tak teratur. “Orang yang hidup akan memperhatikannya”. Jadi, orang-orang yang tidak memperhatikannya adalah sesungguhnya tidak hidup, maka mereka perlu dihidupkan kembali. 28 Pengkhotbah 7 : 3 :
“Duka cita adalah lebih baik daripada tertawa, karena oleh muram muka hati akan lebih diperbaiki.”
Jika Saudara bernafsu terhadap “kesenangan”, maka hatimu pada sesuatu saat akan menjadi sedih, tetapi jika hatimu sedih, maka ia itu akan dibuat bergembira. Hanya orang bodoh yang memilih tinggal di dalam rumah yang penuh kegembiraan. Bagi saya, saya ingin lebih baik tinggal di rumah yang berkabung, “sama-sama merasakan penderitaan dengan umat Allah daripada menikmati kepelesiran-kepelesiran dosa untuk hanya sementara waktu.” Ibrani 11 : 25.
Ada dua orang yang berjalan bersamasama sesudah Tuhan meminta kepada mereka untuk berpindah ke negeri yang lain yang jauh dari kampung halamannya. Di sana mereka menjadi kaya. Sesungguhnya mereka telah menjadi sedemikian kaya sehingga mereka terpaksa harus berpisah menjadi dua kelompok.
29Kelompok yang satu yang memilih untuk hidup di lereng-lereng gunung, ia memilih untuk hidup dengan cara yang lebih sukar, terbukti adalah yang lebih bijaksana. Tetapi kelompok lainnya yang memilih untuk hidup di dataran-dataran rendah, dimana ia dapat hidup dengan mudah, terbukti adalah yang sangat bodoh. Yang kemudian ini pun adalah yang lebih muda. Ia mendirikan kemahnya menghadap ke kota Sodom, maka makin lama ia memandang ke kota itu makin dekat ia terbawa ke sana. Akhirnya ia memutuskan untuk memindahkan kemahnya langsung ke dalam kota itu dimana di sana ia dapat melihatnya selengkapnya dengan
12 mudah.
Ia telah menjadi seorang besar, mungkin sebagai seorang walikota dari kota itu seperti beberapa orang perkirakan, dan bahwa dengan demikian itulah ia telah duduk pada pintu gerbang kota Sodom itu. Sungguhpun begitu adalah sangat mungkin ia telah duduk di sana menunggui 30 orang-orang asing untuk diundangnya ke rumah. Sesungguhnya keluarga Lot memiliki hidup yang menarik dan juga tidak teratur di antara orang-orang Sodom, tetapi kegembiraan itu tidak berlangsung untuk selama-lamanya, maka Lot dalam semalam telah kehilangan segala perkara yang pernah ia miliki; ia kemudian telah keluar sebagai orang yang termiskin daripada segala orang miskin. Saudara saksikan, Lot membayar mahal untuk kesenangannya, maka jika Saudara mau membayar harga yang sedemikian ini untuk kesenanganmu, maka engkau dapat melakukannya seperti yang telah dilakukannya.
Orang itu yang tulisan-tulisannya sedang kita baca sekarang ada di masa lalu dan masih ada sekarang, yaitu orang yang sangat bijaksana yang pernah dipunyai oleh dunia. Sekarang apakah yang dikatakannya dari hal yang diperbuat orang bodoh? -- Orang bodoh masuk ke rumah yang penuh kesenangan. Maukah saudara mengambil manfaat dari pengalaman 31 orang-orang lain? Maukah Saudara berpegang kepada nasehat orang bijaksana itu? Jika Saudara mau, maka kebijaksanaan akan tetap tinggal dengan Saudara.
Pengkhotbah 10 : 18 :
“Oleh keterlaluan malas rapuhlah ba-ngunan itu; dan oleh kelalaian tangan-tangan robohlah rumah itu.”
Rumah orang malas itu rapuhlah, rumahnya itu rusak bahkan sebelum ia berhasil menyelesaikannya, atau sebelum ia berhasil memperbaikinya. Ia terlambat dalam segala hal — suatu kebiasaan buruk bagi seseorang untuk dapat masuk ke dalam. Apabila Saudara berkendaraan ke luar kota, sepanjang jalan Saudara akan melihat, bahwa rumah-rumah jelek yang hampir roboh dan yang tak terpelihara itu adalah rumah-rumah kepunyaan orangorang yang dapat Saudara saksikan berada di serambi-serambi depan sambil membuang-buang waktu dimana mereka seharusnya bekerja. Tetapi Saudara akan sukar untuk dapat melihat seseorang 32 duduk-duduk secara menganggur sekeliling rumah-rumah yang terawat dengan baik.Jikapun Saudara dapat melihat orang, maka Saudara akan melihat mereka sedang melakukan sesuatu. Apakah yang sedang anda lakukan, Saudara, Saudari? -- Tahukah Saudara jalan kembali ke Eden?
13
Marilah kita kembali ke Pengkhotbah
Pengkhotbah 3 : 17 :
“Maka kataku dalam hatiku, bahwa Allah kelak akan mengadili orang benar dan orang yang tiada benar, karena bagi setiap maksud dan bagi setiap pekerjaan kelak ada masanya.”
Allah akan mengadili orang jahat dan orang benar, sebab kelak ada suatu masa bagi setiap maksud dan setiap pekerjaan. Setiap orang akan memberikan pertanggung-jawaban untuk waktunya sama seperti untuk segala perbuatannya.
Pengkhotbah 8 : 6 :
“Karena bagi setiap maksud ada masa 33 dan hukum, maka oleh karena itu ke-sengsaraan manusia besarlah adanya di atasnya.”
Karena ada suatu masa bagi setiap maksud dan setiap pekerjaan, maka oleh karena itu akan ada suatu masa peradilan baik bagi mereka yang didalam sidang maupun bagi mereka yang di dunia. Dan oleh karena ada suatu masa dan suatu musim bagi setiap maksud, maka penderitaan manusia akan bertambah jika ia tidak memperhatikan hukum Allah. Ia harus melakukan setiap perkara pada waktunya, supaya penderitaan-penderitaannya tidak akan bertambah.
“Pergilah belajar kepada semut, hai pe-malas; perhatikanlah segala kelakuannya dan jadilah bijaksana.”
Manusia sebagai pelajar; semut yang kecil itu sebagai guru! Betapa hinanya ucapan itu terhadap si pemalas! 34 “Yang tiada memiliki penunjuk jalan, atau pun penghulu, ataupun pemerintah, namun disediakannya juga makanannya dalam musim panas, serta mengumpulkan makanannya dalam musim menuai.”
Semut mengetahui apa yang patut dilakukan dan kapan harus dilakukan, lalu melaksanakannya. Ia tidak pernah lalai untuk bekerja bagi hidupnya walaupun ia tidak mempunyai pemimpin. Kalau saja Saudara turun masuk ke dalam rumahnya, maka Saudara akan menjumpai persediaan-persediaan yang cukup melebihi kebutuhan satu musim. Ia mengetahui kapan musim penuaian tiba, serta juga mengetahui bagaimana memanfaatkannya dengan 14 sebaik-baiknya. Jika manusia gagal untuk berbuat seperti semut, jika ia gagal untuk mencatat waktu dan musim, maka kesengsaraannya akan pasti bertambah.
Kalau saja nasehat ini datangnya dari manusia, maka kita mungkin barangkali tidak memerlukannya. Tetapi ia datang 35 dari Allah, yaitu dari Dia yang memiliki pengawasan atas segala perkara. Ia mengetahui hidupmu semenjak dari masa engkau lahir sampai pada masa engkau mati. Ia mengetahui bentuk kehidupan yang bagaimana yang akan kau jalani. Engkau dapat membuat dirimu sendiri menjalani cara hidup anak pemboros itu, tetapi alangkah lebih baik jika tidak engkau melakukannya. Yang terbaik bagimu ialah berjalan menurut kehendak Bapa.
Supaya selalu diingat, bahwa hanya ada dua penguasa pikiran di dunia ini, yaitu pikiran dari Allah dan pikiran dari Setan. Kita sebagai orang-orang berdosa telah dilahirkan dengan pikiran Setan, dan pikiran ini tinggal dengan kita sampai kelak kita dilahirkan kembali, yaitu lahir oleh Roh dan dengan pikiran Allah. Lalu untuk berbuat yang benar, maka kita harus berbuat bertentangan terhadap apa yang dibisikkan oleh pikiran daging kita, lalu kita akan kemudian melakukan apa yang pikiran Allah sedang perjuangkan bagi kita untuk dilakukan.
36Orang-orang muda mengetahui apa yang sedang diperbuat oleh orang-orang dewasa. Mereka mengetahui berapa banyak yang sedang kamu pikirkan dari hal Allah berikut Kerajaan-Nya. Mereka mengetahui berapa banyak yang kamu pikirkan mengenai tempat ini dan mengenai pekerjaannya. Oleh karena mereka mengetahui semuanya itu, serta masih banyak lagi, maka sudah sampailah waktunya bagi kita semua untuk menyadari, bahwa kita tak mungkin dapat memimpin anak-anak itu lebih dekat kepada perkaraperkara Allah daripada memimpin diri kita sendiri. Kita tidak dapat mengilhami ke dalam diri mereka itu iman dan semangat dalam perkara apapun juga jika kita sendiri tidak memilikinya.
Saya berharap agar orang-orang yang sedang mengikuti jalan-jalan anak pemboros itu, supaya datang kepada dirinya sendiri sebelum sesuatu pengalaman sengsara datang pada diri mereka.
Demikianlah jalan kembali ke Eden 37 secara jelas digambarkan kepada setiap orang yang masuk ke dunia ini.
* * *
15
38Renungan dan Doa Pembuka
Kita akan meneruskan bacaan kita dimana pada Sabat yang lalu telah kita tinggalkan : The Mount of Blessing, halaman 148 —
The Mount of Blessing, hal. 148 :
“Yesus sewaktu Ia tinggal di bumi ini, Ia memuliakan kehidupan sampai kepada semua yang sekecil-kecilnya de- ngan cara mempertahankan di depan ma- nusia kemuliaan Allah itu, dan dengan cara menyerahkan segala perkara kepada kehendak Bapa-Nya. Jika kita mengikuti teladan-Nya, maka jaminan-Nya kepada kita adalah, bahwa segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini ‘akan dipertambahkan.’ Kemiskinan atau keka- yaan, penyakit atau kesehatan, keseder- hanaan atau kebijaksanaan, semua dise- diakan di dalam janji kemurahan-Nya.
“Uluran tangan Allah yang kekal me- nyelubungi jiwa yang datang kepada-Nya meminta bantuan, bagaimanapun lemah- 39 nya jiwa itu. Segala perkara yang berharga dari segala bukit itu akan binasa; tetapi jiwa yang hidup bagi Allah itu akan tinggal bersama Dia. ‘Dunia akan berlalu berikut segala nafsunya, tetapi mereka yang melakukan kehendak Allah akan tetap selama-lamanya.’ Kota Allah akan membuka pintu-pintu gerbang keema- sannya untuk menyambut dia yang telah belajar selama di bumi untuk bersandar pada Allah untuk pimpinan-Nya dan kebijaksanaan-Nya, untuk penghiburan dan harapan, di tengah-tengah berbagai bencana dan penderitaan. Nyanyian- nyanyian dari malaikat-malaikat akan menyambutnya di sana, maka baginya- lah pohon alhayat akan mengeluarkan buahnya. ‘Gunung-gunung akan berlalu, dan bukit-bukit akan berpindah; tetapi kemurahan-Ku tidak akan berpindah daripadamu, bahkan janji perdamaian- Ku pun tidak akan berubah, demikianlah firman Tuhan yang memiliki kemurahan atasmu.’”
Dan dari hal apakah doa kita untuk 40 sore hari ini? -- Ya, marilah kita berdoa bagi suatu kenyataan, supaya jika kita menaruh harapan kita sepenuhnya kepada Tuhan, berharap kepada-Nya bagi pimpinan dan kebijaksanaan, maka Ia tidak akan melalaikan kita. Kita hendaknya berdoa bagi suatu kenyataan supaya uluran tangan-Nya yang kekal itu akan selalu melingkungi jiwa yang berbalik kepada- Nya memohonkan bantuan; dan kita harus berdoa bagi iman yang mutlak di dalam janji-Nya, bahwa jika kita berserah dalam segala perkara kepada kehendak Bapa, maka segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini, “akan dipertambahkan” bagi kepentingan-kepentingan kita yang abadi.
* * *
41HANYA ADA
DUA JALAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 10 Agustus 1946
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Saudara sering mendengar, bahwa ada banyak jalan menuju kepada Kerajaan damai dan sejahtera yang kekal itu, sehingga kita dapat menempuh salah satu dari jalan-jalan itu lalu sampai ke sana. Saya adalah salah satu yang percaya, bahwa ada hanya dua jalan, bahwa yang satu membawa kepada hidup yang kekal dan yang lainnya membawa kepada kematian yang kekal. Untuk memberikan kepada Saudara alasanku mengapa saya percaya, bahwa hanya ada dua jalan ini, maka saya 42 akan membaca dari Buku yang tak pernah salah itu di bawah ini :
“Masuklah kamu dari pintu yang sem-pit, karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasa-an, dan banyaklah orang yang masuk da-ripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.”
Berapa banyak jalan? -- Hanya dua yaitu: jalan yang benar dan jalan yang salah. Kedua jalan ini selalu berada dengan kita, dan akan senantiasa ada selama kedua manusia badani dan rohani itu hidup di bumi. Mereka itu muncul bersama-sama dengan munculnya dua orang bersaudara yang pertama yang hidup di bumi, yaitu -- Kain dan Habel. Orang-orang yang berjalan pada jalan yang sempit adalah para pengikut Habel, dan orang-orang yang berjalan pada jalan yang luas adalah para pengikut Kain. Ada banyak yang ber- 43 jalan pada jalan yang luas itu, sebab semua yang datang ke dunia ini memulai berjalan di dalamnya, bahkan kebanyakan dari mereka senantiasa tinggal di dalamnya.
Demikianlah halnya, sebab untuk memulai kita telah dilahirkan dari daging, yaitu -- “orang-orang Kain” secara alamiah. Akibatnya, sebelum kita dilahirkan kembali, yaitu dilahirkan oleh Roh lalu dengan
17 demikian itu dibawa ke dalam jalan yang sempit itu, maka kita semuanya berjalan di dalam jalan yang lebar. Disamping itu jalan yang lebar itu adalah cukup luas bagi seseorang untuk memikul segalagalanya yang ditawarkan kepadanya oleh dosa, tetapi jalan yang sempit itu adalah sangat sempit sehingga harus melepaskan apa saja, terkecuali diri orang itu sendiri. Akibatnya, secara perbandingan, maka hanya sedikit yang memilih untuk menolak segala keinginan daging dan meninggalkan dosa dalam segala bentuknya. Lalu pada hakekatnya, maka banyak akan berjalan pada “jalan yang disangka orang betul 44 adanya”, walaupun “….. akhirnya kelak menjadi jalan-jalan kepada maut.” Amsal 14 : 12. Sekarang marilah kita kembali kepada Injil Yohanes pasal 9 :
“Maka kata Yesus : “Kedatangan-Ku ke dalam dunia ini karena hal hukuman supaya orang yang tiada melihat itu dapat melihat, dan supaya orang yang melihat itu menjadi buta.”
Di sini kepada kita dikatakan, bahwa Yesus telah datang bagi keadilan yang akan membuat orang-orang yang melihat menjadi buta; dan orang-orang yang buta, menjadi melihat! Ucapan itu adalah aneh, tetapi artinya adalah jelas: Ia datang untuk merubah setiap manusia — untuk mengembalikan kedudukan setiap orang, yaitu orang-orang yang buta menjadi melihat, dan orang-orang yang melihat menjadi buta.
Marilah kita sekarang mengadili sendiri persoalan kita. Jika penglihatan kita 45 pada saat ini masih tetap sama seperti sebelumnya, maka jelas kedatangan-Nya itu belum membawa manfaat apa pun juga bagi kita: Jika pada kedatangan-Nya itu kita mengakui, bahwa kita telah melihat dan telah cukup mengetahui, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi, sehingga tidak dapat membawa kesan sebaliknya bagi kita, maka kita akan menjadi buta untuk selama-lamanya, kita tidak akan pernah lagi dapat melihat akan apa yang diinginkan-Nya kepada kita untuk melihat. Tetapi jika kita mengakui, bahwa kita adalah buta terhadap perkara-perkara rohani, sehingga mata kita perlu lagi dibukakan, maka Kristus akan membuat kita melihat. Yang sedemikian inilah oleh pengalaman akan dikatakan: “Dahulu aku buta, tetapi kini aku melihat.” Pengalaman orang buta itu hendaklah menjadi milik kita.
18
“Maka beberapa orang Farisi yang beserta dengan Yesus mendengar perkataan ini, 46 lalu berkata kepada-Nya: ‘Kamipun buta-kah? Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Ji-kalau kamu buta, maka kamu seharus-nya tidak berdosa; sebab katamu, ‘Kami tampak’, maka oleh karena itu dosamu tetap ada.”
Jika engkau mengatakan engkau melihat, lalu masih terus berbuat dosa, maka engkau sendirilah yang bertanggung jawab atas dosamu. Tetapi jika engkau tidak melihat, maka Ia akan membuatmu melihat, supaya kamu akan berhenti berbuat dosa.
“Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang tiada ma-suk kandang domba itu melalui pintu, melainkan memanjat melalui tempat la-in, maka ia adalah seorang pencuri dan penyamun.”
Maukah Saudara masuk ke dalam “kandang domba” itu? Jika Saudara mau, maka Saudara harus masuk melalui “Pintu”. Jika 47 Saudara berhasil masuk melalui cara lain, maka akhirnya Saudara akan dilempar keluar ke dalam kegelapan, di sanalah ada keretak gigimu. Dari kedua pilihan ini kita semua harus membuat pilihan.
“Tetapi dia yang masuk melalui pintu itu ialah gembala daripada kawanan domba.”
Di dalam ayat 9 Kristus mengatakan: “Akulah pintu” itu. Gabungkan ayat 9 dengan ayat 2, maka Saudara akan melihat, bahwa orang-orang yang masuk melalui jalan Tuhan adalah hanya orang-orang yang diakui-Nya sebagai gembala-gembala dari kawanan domba-Nya. Olehnya itu Tuhan memaksudkan juga, bahwa terdapat pula gembala-gembala yang tidak direstui-Nya yang sedang menggembalakan kawanan domba-Nya.
“Maka kepada orang ini pintu dibukakan oleh penunggu pintu, dan segala domba itu mendengar akan suaranya, maka ia 48 memanggil akan segala dombanya sendiri itu masing-masingnya dengan namanya, lalu membawa mereka keluar.”
Penjaga pintu, yaitu orang yang bertugas, akan membuka pintu hanya kepada mereka yang telah memenuhi semua per- 19 syaratan untuk masuk. Dengan kata lain, Tuhan menceritakan kepada kita dengan jelas, bahwa tidak seorangpun boleh menghindar dari pemeriksaan penjaga pintu lalu untuk selamanya lolos. Namun walaupun adanya amaran ini, dan walaupun nyatanya, bahwa masuk melalui pintu itu adalah lebih gampang daripada memanjat pagar, banyak orang memilih untuk mengambil kesempatan secara menyelundup masuk, mereka berpura-pura memiliki “iman” lalu dengan demikian masuk ke dalam kandang lalu berharap untuk menguasai atau untuk memperoleh pengikut. Tetapi adalah tidak mungkin untuk membujukbujuk domba-domba Allah yang asli untuk mengikuti mereka karena domba-domba itu mengenal akan Suara Gembalanya yang asli.
49Hanya orang-orang yang berhasil masuk melalui Pintu dan kepada siapa “penjaga pintu” itu (orang yang melalui siapa Roh Nubuat itu dinyatakan) membukakan pintu adalah gembala-gembala yang dikuasakan, yang suara-suaranya akan didengar oleh kawanan dombadomba Allah. Semua gembala yang sedemikian inilah yang memanggil akan domba-domba itu menurut nama-namanya; mereka cukup dikenal oleh kawanan domba-domba mereka, sebab mereka menaruh perhatian penuh terhadap dombadomba itu, dan mereka menghantarkan domba-domba itu dengan seksama keluar masuk.
Di sinilah siswa Kebenaran sekarang akan mencatat, bahwa oleh gambaran ini Kristus menunjukkan, bahwa hanya gembala-gembala yang diakui-Nya sebagai milik-Nya adalah orang-orang yang kepada siapa “penjaga pintu” itu membukakan Pintu lalu mengundangnya masuk. Para siswa akan juga mencatat, bahwa semua 50 orang lainnya akan dicap sebagai orangorang yang masuk secara menipu. Dan kawanan domba yang mendengar akan suara gembala-gembala yang palsu ini, kata-Nya, adalah bukan kawanan domba-Nya.
“Apabila sudah Ia mengeluarkan segala domba-Nya itu, maka berjalanlah Ia di depan, maka domba-domba itupun lalu mengikuti Dia, sebab segala domba itu mengenal suara-Nya.”
Oleh karena kawanan domba-Nya itu tidak mengenal akan wajah-wajah orang terkecuali bunyi suara-suara, maka mereka yang menaruh perhatian terhadap wajah-wajah orang dan yang tidak dapat membeda-bedakan antara bunyi suara yang satu dan lainnya pasti akan sesat dibawa oleh para gembala palsu. Tetapi mereka yang menaruh perhatian hanya terhadap Suara itu, yaitu Suara Kebenaran, 20 akan dibawa masuk dengan pantas bagi perlindungan, dan dibawa keluar dengan pantas ke padang-padang rumput. Umat 51 Allah tidak memperdulikan persoalan wajah-wajah orang, melainkan mereka menaruh perhatian yang sungguh terhadap suara-suara pilihan Allah yang mengucapkan Kebenaran.
“Tetapi akan orang asing sekali-kali tia-da akan diikuti mereka, melainkan akan lari mereka daripadanya, sebab tiada di-kenal oleh mereka itu akan suara orang-orang asing.... Semua orang yang datang dahulu daripada-Ku, ialah pencuri dan penyamun, tetapi kawanan domba tidak mendengar akan mereka itu.... Adapun pencuri itu datang hanya untuk mencuri dan membunuh, dan membinasakan. Aku ini datang supaya domba itu mem-peroleh hidup dengan berkelimpahan.”
Kawanan domba Allah dengan demikian inilah dihantarkan dengan seksama keluar dan masuk, baik ke dalam kandang maupun kepada “makanan pada waktunya”, yaitu kepada Kebenaran sekarang. Walaupun demikian, “kawanan kambing” 52 itu, yaitu mereka yang memperdaya penjaga pintu sambil masuk pasti harus juga melakukan demikian sambil keluar. Akibatnya, mereka tak akan dapat dibawa oleh para gembala pilihan Allah. Marilah kita kembali kepada Yohanes 14 dan membaca satu ayat saja.
“Maka kata Yesus kepadanya: “Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; tiada seorangpun sampai kepada Bapa, terkecuali melalui Aku.”
Dari ayat ini kita saksikan, bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju ke Kerajaan itu. Jadi, adanya pendapat, bahwa terdapat banyak jalan sementara sebaliknya hanya ada satu Yesus, dan bahwa mereka semuanya membawa menuju ke Kerajaan Kekal itu, akan hanya merupakan suatu “dengungan bohong” yang hanya senang didengar oleh hati yang tidak suci. Semua itu berasal dari orang-orang yang memperdaya penjaga pintu itu di “Pintu” masuk, yaitu dari orang-orang yang me- 53 ngetahui, bahwa semua perbuatannya itu tidak akan lolos pemeriksaan.
Jika kita hendak memiliki sebuah rumah di dalam Kerajaan itu, maka kita hendaknya jangan sekali berlaku seperti mereka itu. Kita harus mengetahui semua kejelekan dari persoalan kita. Kita hendaknya jangan sekalipun mengatakan,
21 bahwa jika “demikian dan demikian” akan sampai ke sana, maka kita pun bisa juga. Mungkin itu benar, bahwa jika “begini dan begitu” akan sampai ke sana, maka kita semua menghendaki juga, tetapi “begini dan begitu” tidak akan sampai ke sana. Olehnya itu kita hendaknya tidak membodohi diri dengan mengatakan “begini dan begitu” sebagai suatu misal bagi kita. Kita harus mengikuti Tuhan melalui Kebenaran-Nya, yaitu Kebenaran yang akan memerdekakan kita.
Sebagaimana hanya ada satu Jalan yang benar dan hanya ada satu Pintu, dan oleh karena semua umat Kristen tidak sama melihat dan tidak bersama-sama 54 berjalan, mungkinkah itu, bahwa kita semua adalah keliru? Semuanya berjalan menuju suatu arah yang keliru? -- Tidak, itu tidak akan pernah jadi selama Tuhan tidak meninggalkan bumi ini. Sesungguhnya tidak, karena Ia harus memiliki suatu umat kepada siapa Ia akan mempercayakan Kebenaran-Nya, dan oleh siapa Ia akan menyelamatkan orang-orang yang memilih berjalan ke jalan-Nya. Jadi, orang-orang yang memilih berjalan pada jalan-jalan yang lain akan pada akhirnya mendapati, bahwa Setanlah, dan bukan Tuhan, yang berada di belakang mereka itu, dan bahwa nerakalah, dan bukan Kerajaan itu yang berada di depan mereka itu.
Kita harus memperbincangkan dengan seksama beberapa saat persyaratan-persyaratan apa yang harus dimiliki oleh seorang gembala supaya ia dapat lolos melewati pemeriksaan penjaga pintu. Kalau boleh saya memberikan beberapa ilustrasi, misalnya hanya dua atau tiga buah ilustrasi untuk itu.
55Saudara ingat, bahwa ada seorang anak yang bernama Samuel yang sejak permulaan masa hidupnya telah datang berjalan pada “Jalan” itu, dan pada Jalan itulah ia telah dilatih sejak semula. Sekarang pikirkan selanjutnya apa yang terjadi. Saudara ingat, pada suatu malam Samuel secara tiba-tiba dibangunkan oleh suatu Suara. Karena mengira suara itu adalah suara Eli, maka ia segera meloncat dari tempat tidur lalu pergi menanyakan kepada Eli. Tentu saja Eli menjadi tercengang, namun dengan tenang Eli menjawab, “Saya tidak memanggil engkau, kembalilah tidur.” Oleh karena tidak ada lagi orang lain di sana selain Eli, Samuel yakin, bahwa orang tua itulah yang memanggil dia. Tetapi bagaimanapun ia mematuhi lalu langsung ia kembali ke tempat tidurnya.
22
Walaupun begitu tak berapa lama kemudian, mungkin segera setelah Samuel tertidur lagi, maka Suara itu memanggil kembali pada kedua kalinya. Saudara ketahui, bahwa Samuel dapat saja dengan 56 mudah mengatakan kemudian dalam dirinya, “Orang tua itu pasti sedang bermimpi. Di sinilah ia memanggil saya kembali. Tetapi saya tidak akan mau mempedulikannya lagi; saya akan membiarkan dia berteriak sebanyak-banyaknya sekuatkuatnya.” Tetapi bagaimanapun juga, Samuel seperti sebelumnya ia secepatnya berlari ke tempat tidur pengasuhnya, hanya untuk sekali lagi mendengarkan kata-kata, “Kembalilah tidur, saya tidak memanggil engkau!’’ Masih pada ketiga kalinya ia mendengar seseorang memanggil, maka dengan rela dan dengan penuh hormat seperti sebelumnya ia pergi ke tempat tidur pengasuhnya pada ketiga kalinya! Eli pada akhirnya menyadari, bahwa Tuhan pasti telah memanggil anak itu, maka olehnya itu ia memberi petunjuk kepada Samuel tentang apa yang harus diperbuatnya. Maka apakah yang dilakukan Samuel? -- Tepatlah seperti yang telah dipesankan kepadanya.
Kalau saja Samuel tidak rela serta tidak 57 sepenuhnya menghargai dan tidak sabar seperti akan halnya, dapatkah ia pernah sampai pada memegang jabatan yang tertinggi di negeri itu? -- Tentu saja tidak, bukan? Tidak ada lagi yang lain terkecuali persyaratan-persyaratan tabiat orang suci yang telah didemonstrasikan pada malam itu oleh Samuel yang telah mempromosikannya kepada jabatan nabi, imam, dan hakim.
Adakah kita heran mengapa Samuel telah dipanggil keluar dari tidurnya tiga kali terus-menerus, dan mengapakah ia dan Eli telah diganggu pada malam itu? -- Ada dua alasan: (1) Untuk membuktikan, bahwa tanpa memikirkan ketidakenakan Samuel tidak akan ragu-ragu untuk bangkit apabila dipanggil, dan bahwa ia tidak akan marah, sehingga ia tidak akan berlaku “kurang sopan” terhadap Eli. (2) Tuhan bermaksud untuk membantu Eli; Ia hendak menghindari kemungkinan kesimpulan Eli, bahwa Samuel akan keluar dan akan mempermasalahkan kemampuannya un- 58 tuk mendisiplinkan anak-anaknya sendiri. Kalau saja Eli tidak diberikan kesempatan itu untuk mengetahui dengan pasti, bahwa Tuhan telah berbicara dengan anak itu, maka ia dapat saja dengan mudah mengambil kesimpulan, bahwa Samuel secara diam-diam sedang akan mengambil tempat kedudukan anak-anaknya Eli itu. Namun oleh peristiwa-peristiwa yang ditakdirkan itu sebagaimana yang telah jadi, 23 maka Eli telah tentunya mengetahui tanpa ragu-ragu, bahwa Allah mempunyai sesuatu amanat baginya. Tidak ada tempat bagi keragu-raguan.
Banyak pemuda, pada waktu ini, seperti halnya di masa-masa lalu, adalah bersungguh-sungguh berusaha untuk berada di mana-mana di dalam hidupnya, tetapi berjuta-juta mereka gagal mencapai cita-citanya dan banyak yang hancur hidupnya. Mereka ingin menjadi orangorang besar, tetapi mereka gagal walaupun hanya untuk menjadi orang-orang menengah saja. Apakah alasannya? -- Itu hanya 59 karena mereka menilai terlalu tinggi kemampuan-kemampuannya sendiri, dan terlalu rendah kekuasaan Allah. Mereka tidak mengetahui, bahwa dengan Allah tidak akan ada kegagalan, dan bahwa bersama Dia “mereka dapat memperoleh berbagai kedudukan.”
Kamu pemuda dan pemudi pasrahkanlah dirimu selengkapnya kepada Allah. Ia memerlukan orang-orang besar, maka Ia dapat membuatmu menjadi yang sedemikian itu. Apabila engkau mempelajari jalan Allah lalu menjadi seorang pemuda atau pemudi yang bertanggung jawab seperti yang dilakukan Samuel, maka Allah tidak akan mengabaikan semangat cita-cita hatimu, kesungguhan hatimu, dan kejujuranmu. Ia akan mengaruniakan kepadamu sesuatu yang besar bagi imbalanmu. Sesungguhnya, engkau akan kelak menjadi besar.
Daud di masa lalu pun adalah seorang pemuda dan tidak lebih daripada seorang gembala biasa. Tetapi ia adalah seorang 60 gembala yang baik, yang terbaik di negeri itu. Allah melihat, bahwa ia adalah cukup awas dan setia pada tugas-tugasnya, maka demikian itulah Ia memutuskan untuk menjadikan pemuda itu raja atas umat- Nya. Sesungguhnya, apabila seseorang melakukan sesuatu perkara dengan baik, maka mungkin sekali, bahwa ia akan melakukan perkara lainnya juga sama baiknya. Daud adalah sama baiknya terhadap kewajiban-kewajibannya seperti halnya Samuel terhadap tugas-tugasnya. Itulah sebabnya ia telah diangkat dari kandang domba dan lalu ditempatkan di dalam istana.
Saya sedang memikirkan seorang pemuda yang lain, yaitu seorang muda remaja -- Yusuf. Tuhan melihat sesuatu di dalam dirinya yang tidak dapat dilihat- Nya di dalam diri kakak-kakaknya Yusuf. Bukan saja ia adalah putera kesayangan ayahnya, tetapi ia adalah kesayangan Allah juga. Allah memikirkan sesuatu yang besar bagi Yusuf -- yang lebih besar daripada apa 61 yang yang dunia pernah pikirkan. Untuk membuktikan dirinya sendiri sebagai seorang yang dapat dipercaya, maka Yusuf harus pertama-tama menjadi budak. Ia harus dilatih untuk pekerjaan yang besar itu.
Demikian itulah takdir Ilahi berlaku, maka terjadilah, bahwa saudara-saudaranya telah menjual dia sebagai seorang budak. Maka pada waktu itulah dia teringat akan apa yang Tuhan telah janjikan kepadanya di dalam mimpi -- bahwa disamping semua saudaranya, termasuk pula ayah dan ibunya, mereka akan menyembah sujud kepadanya. Dapatkah Saudara bayangkan betapa suatu kesempatan yang gampang baginya untuk menghujat Allah sewaktu ia mendapatkan dirinya sendiri sedang akan mengalami nasib perbudakan? Ia mungkin dapat saja mengatakan, “Mengapa saya harus berbakti kepada sesuatu Allah yang menjanjikan kemuliaan, tetapi ternyata memberikan kehinaan, kesukaran, dan pengasi- 62 singan?” Tetapi Yusuf telah berlaku dengan bijaksananya seperti halnya Ayub; oleh menyucikan Allah di dalam hatinya, maka ia secara tegas mengatakan, “Walaupun Ia memalu akan daku; tetapi di dalam Dialah aku akan percaya.”
Yusuf secepatnya pasrah kepada keadaan lingkungannya; ia yakin, bahwa Allah bapanya itu mengetahui semua dari hal segala penderitaannya. Demikian inilah para pemilik budaknya, yaitu orangorang keturunan Ismael itu, segeralah mereka mengetahui, bahwa mereka sedang memiliki seorang budak yang bagus, yaitu seorang budak yang dapat dijual dengan harga yang tinggi. Bagaimanakah dapat saya mengetahui ini? -- Saya mengetahuinya, sebab orang-orang keturunan Ismael itu telah membawanya langsung kepada seseorang yang hanya mau membeli yang terbaik, yaitu kepada orang-orang yang terkaya di Mesir, yaitu kepada orang yang dapat membayar untuk harga yang tinggi itu. Saudara mengetahui, bahwa orang- 63 orang kaya tidak akan membeli barangbarang yang murah. Demikian pula para pedagang tidak akan menawarkan barangbarang yang murah kepada mereka.
Walaupun sementara di dalam kesedihan, Yusuf pasti sudah dapat menunjukkan kemampuannya untuk melayani, dan sudah dapat menunjukkan hormatnya yang tinggi kepada para penguasa perbudakannya selama dalam perjalanannya ke Mesir, sebab pada waktu itulah para pedagang akan mengetahui nilai harganya budak mereka, dan akan menyadari, bahwa mereka dapat menjualnya kepada seseorang yang menyukai sesuatu yang bagus dan yang dapat membayar untuk harganya. Potifar pun segera mengetahui, bahwa Yusuf dalam segala hal adalah dapat dipercaya. Dengan demikian itulah, maka ia telah menjadi orang nomor satu
25 dari Potifar. Bahkan nyonya Potifar sendiri telah jatuh cinta padanya. Adalah pada keadaan yang genting inilah, Saudara ingat, bahwa ia telah sampai kepada puncak 64 ujian penamatannya. Dengan lulusnya dia pada ujian terbesar hidupnya ini, maka luluslah dia dari rumah Potifar, kemudian dari rumah penjara, oleh mana ia telah diangkat menduduki tahta pemerintahan Mesir, yang terbesar di dunia. Baik dalam pengangkatannya kepada kedudukan yang tinggi, maupun dalam kejatuhannya dalam penderitaan perbudakan Yusuf telah memuliakan Allah dan telah melaksanakan segala kejujurannya yang terbaik.
Di dalam hal apapun ia ditempatkan, ia adalah selalu nomor satu, maka demikian itulah ia telah menjadi yang terbesar di antara semua yang hidup di bumi.
Dari hal rahasia keberhasilannya yang sebenarnya akan dapat Saudara jumpai dalam suatu prinsip yang sederhana, yaitu teguh melawan pencobaan untuk berbuat dosa, dan setia kepada kewajiban : “Wah! Saya tak dapat melakukan perkara yang jahat ini. Saya tidak akan mau berdosa baik melawan manusia maupun melawan 65 Allah”, demikianlah jawabannya terhadap pencobaan.
Inilah sebabnya mengapa Yusuf adalah terbesar di dalam rumah tangga bapanya, di dalam tawanan orang-orang keturunan Ismael itu, di dalam rumahnya Potifar, di dalam kamar penjara, di atas tahta Firaun, dan di seluruh dunia. Inilah sebabnya mengapa semua penduduk bumi yang lalu telah menyembah sujud kepadanya.
Dari bukti-bukti pengalaman hidup orang ini terlihatlah, bahwa prinsip-prinsip yang sederhana yang telah membawa keberhasilan kepada Samuel, kepada Daud dan kepada Yusuf, secara tak meragukan dapat pula membawa sukses kepada kita semua. Dan supaya diingat, bahwa kesuksesan itu dimulai segera di manapun kita kebetulan berada, apakah itu di dalam kaabah, atau di tengah-tengah kawanan domba, atau di dalam perhambaan tuan pemilik budak, atau di dalam penjara, atau di dalam istana raja, di manapun saja tidak ada bedanya. Saudara tidak perlu berlari- 66 lari mengejar kesuksesan, tetapi Saudara perlu sekali membungkuk untuk mengambil kesuksesan itu. Sebenarnya sukses itu jatuh dari langit, namun untuk mengambilnya Saudara harus membungkuk sampai rendah sekali. Inilah yang harus Saudara lakukan jika Saudara ingin betulbetul sukses di dalam segala hal.
26
Sekarang ini Tuhan sedang memberikan tawaran kesempatan bagi sedikitnya 144.000 orang yang akan menjadi penyelamat manusia, yang akan bermarkas besarnya di Gunung Sion -- yang terkenal itu, yaitu suatu jabatan yang lebih besar daripada yang pernah dipegang oleh Yusuf dahulu. Maukah Saudara menjadi salah satu dari mereka itu? Ada banyak kesempatan yang lebih besar pada waktu ini daripada yang pernah ada sebelumnya di masa lalu. Mengapakah tidak berusaha di dalam sesuatu usaha yang di dalamnya tak terdapat usaha untung-untungan? Siapapun saja dalam hal ini dapat berhasil jika ia mau memenuhi harganya.
67Melihat kepada pilihan-pilihan yang tidak akan keliru ini, maka mengapakah orang-orang muda pada dewasa ini adalah demikian sembrono dan acuh tak acuh sikapnya? Mengapakah demikian halnya? Mereka bukanlah pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang jelek. Mereka telah dilahirkan dalam alam yang sama seperti halnya setiap generasi yang lain. Sesungguhnya mereka yang ada di sini adalah pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang baik, namun mereka perlu dilahirkan kembali, yaitu dilahirkan oleh Roh -- menjadi berubah, dan dibuat menjadi dapat melihat.
Orang-orang muda secara alamiah adalah buta terhadap perkara-perkara rohani sama seperti halnya anak-anak kucing yang baru lahir buta terhadap bendabenda. Orang-orang muda perlu dididik mengenai jalan kehidupan kerohanian. Perlu dikeluarkan dari diri mereka keinginan-keinginan dosa alamiahnya, dan ditanamkan di dalam mereka suatu alam kebencian terhadap dosa.
68Para orang tua yang telah dibuat melihat, perlu sekarang bangkit kepada tugastugasnya. Mereka perlu sekali mendidik anak-anaknya di dalam jalan Kristus seperti juga halnya mereka perlu melatih mereka di dalam kehidupan bermasyarakat. Semua ini hanya dapat mereka lakukan dengan peraturan-peraturan dan teladan-teladan mereka.
Teladan kita yang terbesar telah turun dari Surga ke bumi ini, berjalan dan bekerja bersama-sama dengan manusia tiga puluh tahun lamanya, mati dan telah bangkit kembali. Semua ini dilakukannya dengan tujuan untuk merubah manusia, untuk mengembalikan peta Allah di dalam mereka, dan untuk memberikan kepada mereka hidup untuk selama-lamanya. Jika pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi ini melaksanakan usaha-usaha yang perlu bagi diri mereka sendiri, maka kita tentunya dengan bergembira harus menolong mereka supaya mereka dapat mencapai tujuan-tujuannya.
69Saudara-saudara, laki-laki dan wanita, telah datang ke sini, bukanlah karena seseorang telah membawamu ke sini, tetapi karena kesadaranmu sendiri akan tugasmu. Bagaimanapun juga Saudara telah membawa bersama semua anak-anak kecil ini. Jadi demikianlah Saudara-saudara telah datang masuk melalui “Pintu”, tetapi pemuda-pemuda dan pemudipemudi ini datang di dalam barangbarang bawaanmu. Maka sekarang, jika mereka hendak menjadi anggota-anggota yang tetap di dalam “kandang domba” ini, mereka juga harus menjalani ujian. Saudara melihat, mereka akan menjalani perjuangan mereka sekarang sama seperti halnya Saudara-saudara orang-orang dewasa telah menjalani perjuangan-perjuanganmu sebelum Saudara-saudara datang ke sini. Maka seperti halnya seseorang telah memberikan bantuan usaha bagi Saudara di sana, sekarangpun Saudara harus memberikan bantuan usaha bagi anak-anak muda itu di sini.
Kita memerlukan penginjil-penginjil 70 orang-orang muda, yaitu pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertobat untuk bekerja bagi orang-orang yang belum bertobat, untuk melaksanakan bentuk pengaruh-pengaruh yang benar terhadap pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi lainnya. Ini adalah penting, sebab pemuda pemudi yang bertobat akan berbuat lebih banyak bagi orang-orang muda sesamanya daripada yang dapat dibuat oleh orang-orang yang lebih tua. Lagi pula kita memerlukan orang-orang muda lakilaki dan perempuan untuk membantu pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi dalam pekerjaan memenangkan jiwa-jiwa, bukan untuk berkhotbah kepada mereka, melainkan untuk memimpin mereka.
Saudara saksikan bagaimana pemudapemuda itu berkerumun mengelilingi Saudara D_____ sewaktu ia berada di sini. Kalau saja D____ telah bertobat, kalau saja ia telah mengambil keputusan untuk melayani Allah seperti yang dilakukan Daud di masa lalu, maka bayangkanlah 71 betapa suatu kuasa bagi kebaikan yang dapat dimilikinya. Ia sudah akan menjadi suatu pengaruh yang menakjubkan bagi kebaikan diantara orang-orang muda itu. Ia sudah akan menjadi seorang pemimpin besar. Ia memiliki kesempatan yang sama besarnya seperti yang dimiliki setiap orang besar milik Allah di masa lalu. Tetapi kesempatan yang dipunyai oleh D____ itu, dipunyai juga oleh setiap pemuda dan pemudi. Seorang pemuda atau pemudi yang bertobat dapat membalikkan suatu percakapan yang jelek dan yang tidak menguntungkan menjadi suatu percakapan yang pantas. Suatu teladan yang baik dapat berbuat lebih banyak daripada sebuah khotbah.
Saudara-saudara pemuda dan pemudi, ada suatu kesempatan bagimu untuk masuk berusaha dengan Allah, serta untuk mempersiapkan pikiranmu bagi apa yang
28 dikehendaki olehmu. Kamu tidak wajib memulai sebagai seorang pendeta, tetapi kamu dapat segera sekarang juga menjadi 72 penginjil-penginjil sosial. Kamu pemuda pemudi dapat membalikkan pemuda pemudi lainnya dari kebodohan mereka, dari semua kegiatan-kegiatan mereka yang tidak bijaksana serta dari semua percakapan mereka yang jahat. Orang-orang lain akan mengikuti teladanmu. Betapa besarnya suatu kesempatan bagimu kalau saja mau Saudara menggunakan kesempatan itu!
Kita semua rindu melihat kamu pemuda dan pemudi memiliki suatu kesempatan yang baik. Kita merasa jemu karena mengenakan pembatasan ini dan itu kepadamu. Tegakkan kepercayaan-kepercayaan kami di dalam dirimu, maka dengan begitu kamu akan membebaskan dirimu dari peraturan-peraturan dan pembatasanpembatasan.
Jika kamu dapat menunjukkan kepada kami, bahwa kamu telah memutuskan untuk menjadi seperti halnya Samuel dan Yusuf, maka kami tidak akan perlu kuatir mengenai apa yang kamu perbuat ataupun ke mana kamu pergi. Ya, tegakkan keper- 73 cayaan kami di dalam dirimu, maka kamu tidak akan pernah diganggu oleh kami. Adalah hanya oleh kepercayaan seseorang di dalam dirimu, maka kamu dapat memperoleh apa saja dengan bagaimanapun juga caranya.
Yusuf dan Samuel telah melakukan perkara yang penting. Mereka menetapkan seluruh perhatiannya kepada apa saja yang dilakukannya. Semua orang besar di dunia ini melaksanakannya, maka itulah sebabnya mereka adalah besar. Apapun juga yang kamu pemuda pemudi lakukan, lakukanlah itu dengan sungguhsungguh. Jangan meremehkan itu. Pada akhir dari setiap hari anda akan dapat mengatakan, “Tugasku sudah hampir rampung, dan semua perbuatanku tidak dapat diragukan.” Inilah yang dapat anda lakukan. Pergilah kepada “Pintu” itu, lalu ceritakanlah kepadanya segala keperluanmu dan segala pencobaanmu. Katakanlah, “Tuhan, kesulitanku adalah kesulitan-Mu. Aku tidak mau membiarkan lagi 74 mereka menggangguku. Aku hendak menetapkan hati dan jiwaku kepada pekerjaan-Mu.”
Lakukanlah ini, Saudara-saudara pemuda dan pemudi, maka kamu akan menyaksikan perkara-perkara yang berbeda secara menakjubkan. Kamu akan menyaksikan, bahwa semua jalan-jalanmu yang lalu itu adalah jalan-jalan kebodohan. Kamu akan mengatakan kepada dirimu sendiri, “Tidakkah aku seorang tolol besar yang melakukan itu dan lainnya?” Saya 29 mengerti apa yang saya sedang bicarakan. Saya mengatakan ini kepadamu dari pengalaman.
Mengapakah banyak orang yang berjalan pada jalan raya? -- Sebab di sanalah anda akan dapat menjadi sesuatu. Tetapi pada jalan yang sempit anda harus menjadi sesuatu yang betul-betul besar.
Sejumlah pemuda dan pemudi tidak lagi berada dengan kita, sebab mereka telah memutuskan untuk terus berjalan pada 75 jalan raya. Mereka mungkin memperoleh beberapa kepuasan di sana, namun mereka sedang menuju kepada suatu ujian yang besar, dan bagi suatu kerugian yang besar pula. Kecuali semua yang belum “dilahirkan kembali” itu kembali kepada dirinya sendiri seperti yang dilakukan oleh anak pemboros itu, maka mereka akan terus berjalan sampai kepada akhir dari jalan raya itu. Lalu apa selanjutnya? -- Setan di belakang dan sebuah jurang besar di depan. Akan kelak terjadi tangisan dan keretak gigi. Mengapakah anda terus berjalan pada jalan orang-orang bodoh?
Adalah lebih baik tidak melangkahi kesempatanmu sementara ada bunyi ketukan pada pintumu. Tempuhlah “jalan yang lurus” itu dan tinggallah di sana, maka kamu akan memiliki kebahagiaan dan kepuasan sepanjang hari umur hidupmu. Engkau tidak akan lagi berkekurangan maupun menyesal. Pikiran yang penuh damai inilah yang engkau perlukan. Mengapakah tidak engkau menempuhnya?
76Jangan Lewatkan Ini
Jika anda belum dikirimkan salinan terbitan yang banyak diperbincangkan, 96 halaman buku kesehatan (Memasuki Pertara- kan) yang telah menimbulkan pergolakan besar di seluruh dunia Advent dan telah membuat Lembaga Pertarakan (The Entering Wedge Society) menjadi pusat perhatian, maka janganlah mengabaikannya jika kesehatanmu, rumahmu, dan kebahagiaanmu memiliki suatu arti bagimu. Menurut pendapat kami buku ini adalah buku yang terbaik yang pernah kami temui mengenai subjek itu. Kami sungguh menyadari bahwa buku ini adalah kiriman Allah, dan bahwa satu salinan harus ada dalam setiap rumah tangga. Kami beritahukan bahwa anda dapat memperolehnya tanpa bayaran. Kirimkanlah nama, alamat, dan nama gereja dimana anda terdaftar (anda diminta untuk menuliskan), ke alamat yang tertera di halaman belakang.
77Seorang Kristen
Dapatkah saya disebut seorang Kristen
Apabila semua orang mengetahui Rahasia-rahasia pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan
Dan segala sesuatu yang saya perbuat?
Oh, dapatkah mereka melihat keserupaan
Dari Kristus di dalam saya setiap hari? Oh, dapatkah mereka mendengar Ia berbicara
Dalam setiap kata-kata yang saya ucapkan?
Dapatkah saya disebut seorang Kristen
Apabila setiap orang dapat mengetahui Bahwa saya ditemukan di tempat-tempat
Dimana Yesus tidak akan pergi?
Oh, dapatkah mereka mendengar gema-Nya
Di dalam setiap lagu yang saya nyanyikan Dalam makan, minum dan berpakaian
Dapatkah mereka melihat Kristus di dalam
saya?
Dapatkah saya disebut seorang Kristen
Apabila saya dihakimi melalui apa yang
saya baca, 78 Dari hiburan-hiburan
Dan dari setiap pemikiran dan perbuatan?
Dapatkah saya diperhitungkan seperti Kristus
Sementara saya sekarang bekerja dan
berdoa Tidak egois, baik hati, pengampun
Kepada orang lain setiap hari?
-- Penginjil --31
79Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
80UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org