Perpustakaan1AS42-43 PDF
Amaran Sekarang - Jilid 1 - No. 42, 43

Upahnya Sion dan Usaha Allah yang BesarTahun dari Umat Tebusan-Nya — Tanda dari Hari Pembalasan Itu

1AS42 / 1AS43

V. T. HOUTEFF

Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran

dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang

untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku

gratis yang kecil ini.

Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota

MAHK yang dikirimkan.

1

AMARAN
SEKARANG

Satu-Satunya Kedamaian Pikiran

Upahnya Sion Dan Usaha Allah Yang

Besar

Tahun Dari Umat Tebusan-Nya -- Tanda

Dari Hari Pembalasan Itu

VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association

P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710

e-mail : gadsdaid@yahoo.com

3

Naskah Untuk Berdoa

SATU-SATUNYA HARAPAN KITA
UNTUK MENANG

Saya akan membaca dari buku “The Mount of Blessing,” dimulai pada hala-man 205, paragraf yang terakhir :

“Satu-satunya harapan bagi kita jika kita hendak menang ialah mempersatukan kehendak kita dengan kehendak Allah, dan bekerjalah bersama-sama dengan Dia, jam demi jam, dan hari demi hari. Kita tak dapat berpegang pada diri sendiri, lalu juga masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika kita pernah mencapai kesucian, maka ia itu adalah melalui penyangkalan terhadap diri sendiri, dan penerimaan akan pikiran Kristus. Kesombongan dan perasaan ke- cukupan sendiri harus disalibkan. Rela- kah kita membayar untuk harga yang di mintakan daripada kita? Relakah kita supaya kehendak kita dibawa sampai mencapai kesesuaian sempurna dengan ke- hendak Allah? Sebelum kita rela, karunia 4 pengubahan Allah itu tak dapat dinyata- kan kepada kita.”

Kita akan bertelut sekarang dan berdoa memohonkan pengertian agar supaya harapan kita untuk memiliki sebuah rumah di dalam kerajaan Allah akan bergantung pada mempersekutukan kehendak kita dengan kehendak-Nya, dan pada usaha kita bersama-sama dengan Dia; bahwa kesucian bergantung pada penyangkalan terhadap diri sendiri dan menerima Kristus; bahwa kesombongan tidak memiliki tempatnya di dalam hati orang Kristen; bahwa pengubahan dari karunia Allah diperoleh oleh penyesuaian kita kepada Firman-Nya.

Copyright, 1953

Hak Cipta Dijamin

V. T. HOUTEFF

5

UPAHNYA SION DAN USAHA
ALLAH YANG BESAR

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Sore hari ini kita akan mempelajari Yesaya pasal yang keenam puluh dua. Perkara-perkara yang pertama sekali perlu kita ketahui dari pasal ini ialah apakah ini ditulis terutama bagi umat di waktu ini, ataukah khusus bagi umat di masa kemarin, dan apakah pekabaran yang terkandung di dalamnya adalah untuk diberikan kepada sidang atau kepada dunia. Untuk menemukan semua perkara ini kita akan membaca ayat yang kesebelas 6 sebagai berikut :

“Tengoklah, Tuhan telah memberitakan kepada akhir dunia, Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, Tengoklah, keselama-tanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan pekerjaan-Nya ada di hadapan-Nya.”

Tuhan mengatakan di sini, “Tengoklah, sudah Ku beritakan kepada akhir dunia,” bukan kepada sesuatu masa lain di dalam sejarah dunia. Pemberitaan kebenaran Tuhan itu, oleh karenanya, adalah berlaku bagi orang-orang yang hidup di akhir zaman. Kepada merekalah pasal ini dibukakan dari segelnya, dan mereka ditugaskan untuk pergi kepada puteri Sion, yaitu sidang. Oleh sebab itu, anda tidak dapat memaafkan diri dari panggilan ini untuk melayani.

“Karena sebab Sion tiada Aku hendak menahan perdamaian, dan karena sebab 7 Yerusalem tiada Aku hendak berhenti beristirahat, sampai kebenarannya terbit seperti cahaya terang, dan keselamatan-nya seperti lampu yang bernyala.”

3

Di sini kepada kita diceritakan bahwa Tuhan akan terus berbicara demikian, bukan untuk kepentingan dunia, melainkan demi untuk sidang supaya Ia akan kelak berdiri pada Gunung Sion bersamasama dengan Anak Domba itu; bahwa Ia hendak terus demikian “sampai kelak kebenarannya terbit seperti cahaya terang, dan keselamatannya seperti lampu yang bernyala.”

Pernyataan Tuhan itu mengandung arti bahwa kebenaran dari umat-Nya pada waktu pemberitaan pasal ini adalah hanya kelip-kelip, jika semuanya itu terbit, dan bahwa “keselamatannya” pada waktu ini tidaklah seperti sebuah lampu yang bernyala, melainkan adalah seperti terang lampu yang sedang akan padam. Usaha- Nya yang besar adalah bagaimanapun juga untuk membawakan suatu perubahan 8 besar : kebenaran Kristus akan bercahaya secerah cahaya matahari. Jadi kesimpulannya adalah tanpa pekabaran tambahan ini, sidang tidak akan pernah mencapai tujuannya, dan siapapun yang bersikap acuh pada panggilan pelayanan ini akan membawa kematiannya sendiri. Umat Tuhan yang sejati, bagaimanapun, untuk membangkitkan dan merangkul panggilan ini. Bagi mereka, sebagai sebuah sidang, kata Tuhan :

“Maka segala orang Kafir akan me-nyaksikan kebenaranmu, dan segala raja akan kemuliaanmu : maka kamu akan dipanggil dengan sebuah nama yang baru, yang akan ditentukan oleh mulut Tuhan.”

“Kebenaran dari Sion akan disebutkan demikian itu sehingga segala bangsa Kafir pun akan tertarik olehnya, dan semua raja mereka akan tertarik oleh kemuliaannya. Adalah karena alasan ini sehingga nama dari sidang yang ada sekarang tidak akan 9 cocok baginya pada waktu itu.

Sebagai anda ketahui, pada waktu ini ada beratus-ratus nama gereja di dunia, -sesungguhnya, sama banyak nama-nama itu dengan banyaknya paham-paham yang ada. Semua mereka itu diberi nama oleh mulut manusia, dan nama-nama dari masing-masingnya mengandung arti, bahwa ada terdapat gereja-gereja lain yang seperti itu sungguhpun Allah mengakui hanya sebuah. Banyak dari nama-nama itu bahkan mengemukakan persaingan Ilahi. Sebagai contoh, tidakkah nama-nama, “Sidang Kristus,” dan “Sidang Allah,” membuat Kristus dan Allah sebagai saling

4 bersaing?

Apapun terjadi dengan “nama baru” itu, keseluruhannya cocok bagi sidang dalam kebenaran yang dibangun di sini.

Kita sekarang hidup dalam dunia yang membingungkan. Beberapa orang-orang yang dari pihak Paulus dan ada beberapa dari pihak Apollos, dari pihak Cephas, dari 10 pihak Petrus, pihak Yohanes, dan pihak Yakub, dan dari pihak banyak lagi yang lainnya. Sesungguhnya bahkan ada beberapa orang yang mengaku berasal dari pihak Allah dan beberapa lagi dari pihak Kristus. Orang-orang Kristen berselisih dan bertengkar antar sesamanya, yang satu menolak iman yang lainnya, dan pada waktu yang sama mereka berusaha untuk menobatkan kepada Kristus dunia yang bukan Kristen! Betapa gelapnya! Kepada sidang, yang Tuhan sekarang sedang ciptakan, Ia berfirman :

“Engkau akan juga menjadi sebuah mah-kota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allahmu.”

Di sini kita lihat bahwa sidang akan dibentuk terdiri dari suatu umat yang dituntun oleh Roh yang benar, dan namanya yang baru tentunya akan mengemukakan kenyataan ini. Sungguh ajaib, ia harus jadi begitu, karena Tuhan sendiri mengatakan 11 “Engkaulah mahkota kemuliaan-Ku, tengkuluk kerajaan-Ku.” Anda pasti tidak sanggup untuk melepaskan kemuliaan ini berlalu dari anda. Lakukanlah sekarang.

“Engkau tidak akan disebut lagi yang Ditinggalkan; dan negerimu tidak akan disebut lagi yang Sunyi : melainkan engkau akan dipanggil Hephzibah, dan tanahmu Beulah: karena Tuhan telah ber-kenan akan kamu, dan tanahmu akan ber-suami.”

Karena Tuhan akan berkenan akan dia, dan juga karena negerinya akan bersuami kepadanya, maka ia akan dipanggil Hephzibah, dan negerinya Beulah. Sidang, di masa yang lalu, telah ditinggalkan beberapa kali -- sekali di Mesir, kemudian di Babilon, dan di Roma, dan seterusnya -namun ia tidak akan pernah lagi ditinggalkan, dan negerinya tidak akan pernah lagi ditinggalkan sunyi. 12 “Karena seperti seorang muda belia me-ngawini seorang anak dara, demikianlah kelak segala anakmu laki-laki akan me-ngawini engkau; maka seperti halnya seorang mempelai laki-laki girang hati-nya melihat mempelai perempuan, demi-kianlah kelak Allahmu bergembira kare-na engkau.”

Pernikahan menunjukkan suatu persekutuan yang abadi. Jadi, sidang memiliki janji, bahwa tanah airnya akan kini menjadi miliknya untuk selamanya, dan ia dan anak-anaknya akan tidak pernah lagi berpisah.

“Aku telah menempatkan pengawal-pe-ngawal pada semua pagar tembokmu, hai Yerusalem, yang tidak akan pernah berdiam diri mereka baik siang baik malam; kamu yang menyebut nama Tu-han, janganlah berdiam diri. Dan jangan-lah memberikan Dia berdiam sampai di tetapkan-Nya Yerusalem, dan sampai di buat-Nya Yerusalem menjadi suatu ke- 13 pujian di atas bumi.”

Ia telah (bukan akan) menempatkan pengawal-pengawal yang kelak tidak akan pernah melalaikan kewajibannya baik siang baik malam. Dan demikian pula kamu yang kini menyebutkan nama Tuhan janganlah berdiam diri, melainkan memuji Dia dan berbicara dari hal kasih-Nya yang ajaib dan Kebenaran. Sekaranglah kesempatanmu untuk membuat kemajuan kerajaan-Nya itu menjadi kesibukanmu yang terutama, perhatianmu yang utama, kesenanganmu yang tertinggi. Sekaranglah waktunya untuk mengatakan, “Jika aku melupakan dikau, hai Yerusalem, maka biarlah tangan kananku melupakan keli-cikannya. Jika kiranya tidak aku ingat akan dikau, maka biarlah lidahku lekat pada langitan mulutku; jikalau kiranya tiada aku membesarkan Yerusalem lebih daripada kesukaanku yang terutama.” Mazmur 137 : 5, 6. Untuk yang terakhir ini berdoalah dan bekerja. Janganlah biarkan Dia diam sampai Ia membuat Yerusalem 14 menjadi suatu kepujian “di bumi.” Biarlah ini menjadi kesenanganmu sama seperti engkau adalah kesenangan-Nya.

“Tuhan sudah bersumpah demi tangan kanan-Nya, dan demi lengan kekuatan-Nya, Sungguh-sungguh tiada lagi Aku akan memberikan gandummu menjadi makanan bagi segala musuhmu; dan anak-anak orang asing tidak akan lagi minum air anggurmu, yang telah kamu peroleh dengan usahamu: melainkan me-6 reka yang telah mengumpulkannya akan memakannya serta memuji-muji Tuhan; dan mereka yang telah mengumpulkan-nya akan meminumnya di dalam mah-ligai-mahligai kesucian-Ku.”

Umat Allah telah dirampas berkalikali, dan perampasan yang sangat diamdiam telah dilakukan dan masih sedang dilakukan oleh saudara-saudara seiman mereka sendiri. Bagaimana? -- Dalam setiap langkah maju dari Kebenaran, sepanjang sejarah gereja sampai kepada hari ini, 15 orang-orang yang pernah memeluk kebenaran-kebenaran baru yang tidak terkenal yang sedemikian ini, setiap kali telah dikeluarkan dengan segera dari sidang yang telah mereka bantu mendirikan. Ini dilakukan hanya karena pada satu pihak mayoritas orang-orang yang selalu berkuasa, dan pada pihak lainnya hanya sedikit orang yang terpengaruh kepada kebenaran sekarang, yaitu kepada “makanan pada masanya.” Sungguhpun demikian di sinilah masanya sekarang, dimana semua bentuk perampasan akan berakhir. Bagi mereka yang sedang mengalami pemecatan janji-janji yang membesarkan hati ini telah diberikan.

“Dengarlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar terhadap firman-Nya; Saudara-saudaramu yang membenci akan kamu, yang telah melempar kamu keluar demi karena nama-Ku, mengatakan, bah-wa biarlah supaya Tuhan dipermuliakan; tetapi Ia akan kelihatan bagi kesukaan kamu, dan mereka itu kelak akan malu.” 16 “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah olehmu jalan bagi orang banyak, bukalah, buka-lah jalan raya, singkirkanlah semua batu; tinggikanlah sebuah panji-panji bagi orang banyak itu.”

Dengan memiliki janji-janji yang membesarkan hati ini di depan kita, maka Tuhan kini berulang kali meminta kepada kita supaya pergi dengan tidak usah takut melalui pintu-pintu gerbang Sion, yaitu sidang, di mana kita akan mengatakan, “Tengoklah, keselamatanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan kerja-Nya adalah di hadapan-Nya.” 7

Sebab itu kita tak dapat berbuat sebaliknya, melainkan pergi masuk, karena itulah tugas kewajiban pemberian Allah kita untuk mempersiapkan jalan bagi umat. Kita harus membuka sebuah jalan raya, sebuah jalan bagi mereka untuk datang kepada terang Allah dan dengan demikian kepada kerajaan-Nya. Kita harus mem- 17 buang keluar setiap halangan yang berdiri menghalangi jalan, dan harus meninggikan sebuah panji-panji bagi umat, yaitu sebuah panji-panji yang dapat dilihat dan diikuti mereka yang akan menghantarkan mereka ke depan. Bagaimanakah panji-panji itu? -- Panji-panji yang akan dilihat dan diikuti oleh orang banyak itu ialah : Yesus dalam Kebenaran-Nya.

“Tengoklah, Tuhan telah memberitakan sampai akhir dunia, Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, Tengoklah, keselama-tanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan pekerjaan-Nya adalah di hadapan-Nya.”

Ayat ini, seperti yang kita telah pelajari pada permulaan penyelidikan kita, menjernihkan dua perkara. Pertama, bahwa pasal ini secara pasti berisikan sebuah pekabaran kepada sidang pada akhir sejarah dunia; kedua, bahwa karena kita diutus dengan sebuah pekabaran bagi sidang sementara pasal ini adalah kini untuk 18 pertama kalinya diungkapkan dan dibawakan kepada perhatian kita, maka ia menunjukkan dengan pasti, bahwa kita telah sampai pada masa akhir zaman itu, masa dimana lembaga-lembaga ciptaan manusia akan berlalu untuk selama-lamanya.

Kata-kata “tengoklah” menunjukkan, bahwa kita hendaknya sekarang memperhatikan dan mampu melihat bahwa keselamatan kita ada datang, dan bahwa sementara upah-Nya ada beserta-Nya, pekerjaan-Nya masih ada di hadapan-Nya. Dan apakah upah-Nya itu? -- Apa lagi kalau bukan kehidupan kekal selamanya? Demikianlah kelak akan jadi bahwa buahbuah pertama itu, mereka yang 144.000 itu, hamba-hamba Allah yang akan segera berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba akan pertama-tama diberi upah. Sebagai hamba-hamba Allah mereka akan meneruskan pekerjaan yang ada “di hadapan-Nya”, yaitu pekerjaan pengumpulan buah-buah kedua. Inilah pekerjaan yang dikemukakan oleh Yesaya 19 nabi itu :

“Maka Aku akan menaruh sebuah tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang telah luput (dari pembunuhan Tuhan itu, ayat 16) dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pe-manah ke Tubal dan ke Yawan, ke segala pulau yang jauh-jauh, yang belum per-nah mendengar kemasyuran-Ku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku; maka mereka itu akan memberitakan kemuliaan-Ku di antara segala bangsa Kafir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persemba-han kepada Tuhan dari antara segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan onta yang berpelana, dan dengan keledai, dan dengan binatang yang cepat, ke bu-kit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel membawakan persembahan makanan di dalam bejana yang suci ke dalam rumah 20 Tuhan.” Yesaya 66 : 19, 20. Sekarang pilihannya adalah tergantung anda, apakah mengikuti barisan Kebenaran Allah pada waktunya, menerima keselamatan- Nya dan mempersiapkan pekerjaan yang berada di depan-Nya, untuk pengumpulan orang-orang suci-Nya, atau tinggal tersisih dan akan diludahkan.

Marilah kita mengambil pilihan yang lebih baik supaya jangan kita mendapatkan diri kita kelak dalam kegelapan di luar, dimana akan ada tangisan dan keretak gigi kita.

“Pada masa itu digelar oranglah akan me-reka itu bangsa yang suci, orang tebusan Tuhan, dan engkaupun akan dinamai, Yang kekasih, Negeri yang tiada diting-galkan.”

Jika kita melakukan semua itu yang dikendalikan oleh Roh Allah kepada kita untuk dilakukan, maka kita tentunya akan dipanggil “Bangsa yang suci, Orang-orang 21 tebusan Tuhan”, “Yang Kekasih, Sebuah negeri yang tidak ditinggalkan.”

Dan sekarang kita simpulkan pelajaran ini sebagai berikut : Pelajaran ini dibuka dengan “Tengoklah, Tuhan memberitakan kepada hujung dunia”, keselamatan sidang “ada datang”, upah dari Tuhan ada serta- Nya. Sidang akan menjadi sebuah “mahkota kemuliaan” di dalam tangan Tuhan, dan sebuah “tengkuluk kerajaan” di dalam tangan Allah. Tidak akan lagi sidang-Nya akan disebut “Telah ditinggalkan”, atau pun negeri mereka akan disebut “Sunyi.” Sebutan-sebutan ini akan dirubah masingmasingnya dengan Hephzibah dan Beulah, yang berarti Allah akan berkenan kepada

9 umat-Nya dan akan negeri mereka; bahwa Allah akan bersukacita karena sidang-Nya seperti halnya seorang pengantin lelaki bergembira karena pengantin perempuan; bahwa Allah telah menempatkan pengawal-pengawal pada semua pagar tembok Yerusalem, mereka tidak akan pernah melalaikan tugasnya. Mereka tidak akan 22 berdiam diri, melainkan mereka akan memuji-muji Tuhan, dan mereka sangat bersemangat untuk berbuat apa saja untuk meneruskan kerajaan-Nya; bahwa Allah telah bersumpah demi tangan kanan- Nya, dan demi lengan kekuasaan-Nya, bahwa Ia tidak akan lagi menyerahkan makanan anak-anak-Nya kepada musuh, bahwa orang-orang asing tidak akan lagi merampok mereka dari apa yang mereka telah kerjakan, bahwa apa yang mereka kumpulkan akan betul-betul menjadi milik mereka sendiri; bahwa sidang telah berulang kali dirampok terang kebenarannya. Apabila ia berusaha mencari lebih banyak terang, maka musuh-musuh menyingkirkannya daripadanya lalu mengacaukan orang banyak itu, sedikit-dikitnya untuk sesuatu masa; kini kepadanya dinasehatkan supaya “mendengar akan Firman Tuhan”, untuk mana saudara-saudara (rekan-rekan anggota gereja) membenci kita sehingga mereka memecat kita keluar dari antaranya. Semua ini mereka lakukan dengan nama Tuhan, namun mereka kelak 23 akan “malu”, apabila Ia muncul bagi kesukaan kita; bahwa kita diperintahkan untuk pergi memasuki semua pintu gerbang Laodikea dan mempersiapkan jalan bagi orang banyak itu; membentangkan jalan raya, menyingkirkan semua perintang, meninggikan sebuah standard bagi orang banyak itu; menunjukkan kepada mereka, bahwa Tuhan “telah memberitakan kepada hujung dunia; menceritakan kepada “puteri Sion” bahwa selamatnya ada datang, bahwa upah dari Dia adalah serta- Nya, dan pekerjaan-Nya ada di hadapan- Nya; bahwa orang-orang yang luput dari pembunuhan Tuhan itu akan diutus kepada segala bangsa dan kepada semua pulau di lautan, yaitu kepada orang banyak yang belum pernah mendengar dari hal Juruselamat. Mereka akan menghantarkan semua saudaranya kepada rumah Tuhan.

Sekarang tentunya anda saksikan bahwa pahala Sion dan usaha Allah yang sangat untuk menyampaikan kepadamu Kebenaran ini. Yakinlah anda untuk mela- 24 kukan segalanya supaya dapat luput dari pembalasan Allah dan bergabunglah dengan pergerakan anggota-anggota biasa bagi pengumpulan umat itu.

* * * 10

25

TAHUN DARI UMAT
TEBUSANNYA -- TANDA DARI
HARI PEMBALASAN ITU

Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas

Kita akan mempelajari pasal yang keenam puluh tiga dari buku Yesaya. Dalam pasal ini kita menemukan suatu pembicaraan nubuatan yang telah dicatat di antara tiga orang, yaitu nabi itu, Tuhan, dan seseorang yang hidup pada masa nubuatan dari pasal ini digenapi. Pokokpokok dari pembicaraan itu adalah Edom, Israel kuno, kelepasan mereka dari Mesir, 26 dan penebusan umat pada hari katakata firman ini digenapi. Bagian yang akan berhubungan dengan kita terutama adalah untuk mengetahui masa itu. Untuk memperoleh informasi ini saya akan membacakan ayat 16. “Tak dapat diragukan Engkau adalah Bapa kami, sungguhpun Ibrahim tidak mengetahui kami, dan Israel tidak mengenal kami; Engkau, Oh Tuhan, adalah Bapa, Penebus kami; nama-Mu adalah dari kekal sampai selama-lamanya.” Yesaya 63 : 16.

Kata-kata dari orang yang berbicara atas nama umat yang telah dibawa menyaksikan dengan mata kepala sendiri terhadap wahyu dari pasal ini, mengungkapkan bahwa ia dan umatnya adalah tidak diketahui oleh Ibrahim. Oleh karena Ibrahim cukup mengetahui dari hal bangkitnya Israel kuno yang lalu, tetapi praktis tidak mengetahui apapun dari hal bangkitnya orang-orang Kristen, maka orangorang Kristenlah yang merupakan umat yang tidak diketahuinya. Jadi kebenaran 27 ini membuktikan dengan jelas, bahwa pasal ini menemukan kegenapannya di dalam sejarah Kristen. Sekarang untuk menemukan apakah itu berhubungan dengan orang-orang Kristen yang mula-mula atau dengan orang-orang Kristen akhir zaman kita akan membaca ayat 18 dan 19; juga

11 Yesaya 64 : 10, 11, karena pokok persoalan dari pasal 64 adalah hanya kelanjutan dari pasal 63.

“Umat kesucian-Mu telah mempusa-kainya tetapi hanya sementara; para la-wan kami telah memijak-mijak tempat kesucian-Mu. Kami adalah milik-Mu; Engkau tak pernah membuat peraturan atas mereka itu; mereka itu tidak dipang-gil dengan nama-Mu.” Yesaya 63 : 18, 19.

“Semua kota-Mu yang suci sudah me-rupakan padang belantara, Sion sudah merupakan padang belantara, Yerusalem sudah merupakan suatu kesunyian. Ru-mah kami yang suci dan indah, dimana nenek moyang kami telah memuji-muji Dikau telah terbakar dengan api; dan 28 semua milik kami yang indah-indah su-dah lenyap.” Yesaya 64 : 10, 11.

Di sini terlihat, bahwa kerinduan umat itu adalah terhadap kembalinya kaabah itu, dan supaya mereka kembali mempusakai tanah perjanjian itu. Kini pada kenyataannya, bahwa “kaabah” dan “tanah” itu masih berada di dalam tangan bangsa-bangsa Arab dan orangorang Yahudi yang tidak percaya (orangorang yang tidak pernah dipanggil dengan nama-Nya, tidak pernah disebut orangorang Kristen) adalah merupakan bukti nyata, bahwa pasal 63 dan pasal 64 telah digenapi dalam bagian terakhir sejarah Kristen, yaitu bagian dimana masanya orang-orang Kafir itu di tanah perjanjian digenapi. Lagi pula, karena pasal-pasal ini kini diungkapkan kepada kita, dan juga pada kenyataannya karena pekabaran bagi zaman ini telah mendorong kita untuk menyerukan kepada Allah justru bagi suatu kelepasan yang sedemikian ini, maka kenyataan-kenyataan ini membuktikan, 29 bahwa masa kegenapan bagi nubuatan yang terdapat dalam pasal-pasal ini sekarang sudah sampai.

Oleh karena anda kini mengetahui dengan pasti, bahwa pasal-pasal ini adalah berlaku terhadap anda dan saya, maka siaplah kita untuk mulai mempelajari pasalpasal itu ayat demi ayat --

“Siapakah ini yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju-baju berwarna merah? Siapakah ini yang bersemarak dengan pakaian-Nya, yang berjalan dalam kebesaran kekuatan-Nya?

12 Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”

Dalam khayal nabi itu melihat seseorang dengan baju-bajunya yang terpercik darah bergegas-gegas kembali dari Edom dan Bozra. Terhadap pertanyaan dari nabi itu, “Siapakah ini yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju-baju berwarna merah?” datanglah jawaban, 30 “Aku yang berbicara dalam kebenaran, berkuasa untuk menyelamatkan.”

Siapa lagi orang ini kalau bukan Tuhan sendiri, Juruselamat dunia, Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan itu?

Kembali nabi itu menanyakan,

“Mengapakah pakaian-Mu merah begitu, dan baju-baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?”

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu mengemukakan suatu urutan peristiwa-peristiwa besar, yaitu peristiwaperistiwa yang tercatat dalam,

“Aku seorang diri yang telah melakukan pengirikan itu; dan dari antara umat itu tidak seorangpun yang menemani Aku; karena Aku hendak mengirik mereka dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; maka darah mereka itu akan terpercik 31 pada baju-baju-Ku, dan Aku akan me-nodai semua pakaian-Ku; karena hari pembalasan itu sudah Ku rencanakan, dan tahun dari umat tebusan-Ku telah sampai. Lalu Ku pandang, dan tak se-orangpun yang akan menolong-Ku, lalu aku tertegun karena tidak seorang pun yang membantu; oleh sebab itu lengan-Ku sendiri membawakan keselamatan bagi-Ku; dan kehangatan murka-Ku, itu-lah yang membantu-Ku.”

Kalimat-kalimat yang berbunyi : “Aku seorang diri telah melakukan pengirikan itu”, “Lalu Ku pandang, dan tak seorangpun yang membantu-Ku; lalu Aku bertanya dalam hati karena tidak ada yang

13 membantu” (semuanya dalam kalimat sudah lampau atau ‘past tense’) menunjukkan semangat Juruselamat dan keputusan tekad-Nya untuk menyelamatkan umat- Nya yang sesat pada kedatangan-Nya yang pertama, walau tak seorangpun yang memberi bantuan kepada-Nya; artinya, semua imam dan pemimpin-pemimpin 32 agama -- General Conference pada masa- Nya itu (badan Sanhedrin) bukannya membantu pekerjaan-Nya, melainkan bahkan melawan Dia. Tetapi kalimat yang berbunyi : “karena Aku akan mengirik mereka itu dalam murka-Ku, dan menginjak-injak mereka itu dalam kehangatan amarah- Ku; maka darah mereka itu akan terpercik pada baju-baju-Ku, dan Aku akan menodai semua pakaian-Ku; karena hari pembalasan itu sudah Kurencanakan, dan tahun dari umat tebusan-Ku sudahlah sampai”; lalu “Ku pandang, maka tak seorangpun akan membantu; lalu Aku bertanya dalam hati karena tidak seorang pun yang akan menolong-Ku; oleh sebab itu lengan-Ku sendiri membawakan keselamatan bagi-Ku, dan kehangatan murka-Ku, itulah yang akan membantu-Ku (semuanya dalam masa yang akan datang “future tense”) -- menunjuk kepada keadaan sidang pada masa ini, bukan saja sama jeleknya dengan pada masa kedatangan-Nya yang pertama dahulu, melainkan bahkan lebih buruk lagi. Betapa benarnya sejarah itu 33 terulang kembali sekarang! Sementara hari pembalasan itu makin dekat, orang-orang yang disangka akan mempertahankan dan membantu dalam pekerjaan penebusan, para pendeta dan para pemimpin agama, Sanhedrin contoh saingan yang ada sekarang (General Conference), terlihat kini justru sedang menghalangi dan sedang berdiri menutup jalan Tuhan yang menuju kepada umat-Nya. Demikianlah mereka membangkitkan amarah-Nya, sehingga perlu Ia menyiapkan diri untuk membebaskan umat-Nya dari tangan gembala-gembala yang tidak setia. Mereka menyebabkan-Nya untuk menodai bajubaju-Nya dengan darah mereka karena Ia akan menginjak-injak mereka dalam murka-Nya.

“Maka Aku akan memijak-mijak orang banyak itu dalam murka-Ku, dan membu-at mereka itu mabuk dalam kehangatan amarah-Ku, dan Aku akan meruntuhkan kekuatan mereka itu sampai ke tanah.”

34

Penjelasan Tuhan yang singkat dari hal keadaan itu digambarkan secara luas oleh nabi Yeheskiel. Kata-Nya :

“Ia berseru juga pada pendengaran-ku dengan nyaring, katanya, ‘Biarkanlah mereka yang bertugas mengawasi negeri itu supaya datang ke sini, masing-masingnya dengan senjata yang mem-binasakan di dalam tangannya. Dan, 14 tengoklah, enam orang datang dari arah pintu gerbang yang paling tinggi, yang terletak arah ke utara, dan masing-masingnya dengan sebuah senjata yang membinasakan di dalam tangannya; ma-ka seorang dari mereka itu berpakaian kain linen dengan sebuah pena penulis pada sisinya; maka masuklah mereka itu, lalu berdiri di samping medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah orang Israel naik dari cherubium di atas mana ia berada, menuju ke ambang pintu rumah. Maka berserulah ia kepada orang yang berpakaian kain linen itu yang memiliki pena penyurat pada sisinya itu; 35 lalu kata Tuhan kepadanya, ‘Pergilah kamu masuk ke tengah-tengah negeri itu, ke tengah-tengah Yerusalem, dan bubuhlah tanda pada dahi segala orang yang berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lain-lainnya katanya pada pendengaranku, Berjalanlah mengikuti dia ke dalam negeri itu, dan bunuhlah; janganlah matamu melewati, atau menaruh sayang; bunuhlah seluruhnya baik tua maupun muda, baik pelayan, anak-anak kecil, maupun kaum wanita; tetapi janganlah kamu hampir kepada setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulai-lah kamu pada tempat kesucian-Ku. Ke-mudian mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.” Yeheskiel 9 : 1 – 6.

Nubuatan Yeheskiel mengungkapkan dengan jelas, bahwa pekerjaan penyucian ini terjadi di dalam sidang (di dalam Yerusalem), dalam masa pemisahan orang- 36 orang yang tidak setia dari antara orangorang setia, yaitu masa untuk membinasakan segala “lalang” (Matius 13 : 30), untuk membuang keluar ikan-ikan yang jelek (ayat 47 – 49), untuk membersihkan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80), untuk membersihkan jawatan penginjilan (Ma- leakhi 3 : 1 – 3); untuk menyucikan tempat kesucian (Daniel 8 : 14) -- yaitu pekerjaan Pehukuman bagi Orang-orang Hidup. Roh Nubuat di masa kita mengemukakan sebagai berikut :

“..... Tetapi hari-hari pembersihan sidang itu sedang mendekat dengan segera- nya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan jadi itu, kita akan lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan, bahwa hari 15 itu sudah dekat apabila Tuhan akan me- manifestasikan, bahwa kipas-Nya sudah berada dalam tangan-Nya dan Ia akan membersihkan seluruh lantainya….

“Di sini kita lihat, bahwa sidang -- 37 tempat kesucian Tuhan itu -- adalah yang pertama-tama sekali akan merasakan pukulan murka Allah itu. Orang-orang bangsawan, yaitu mereka yang telah dikaruniakan Allah terang besar, dan yang telah berdiri sebagai pengawal- pengawal kepentingan kerohanian umat, telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah mengambil tempat agar kita tidak perlu lagi menunggu datangnya keajaiban- keajaiban dan manifestasi-manifestasi nyata kuasa Allah seperti di masa-masa lalu. Sejarah telah berubah. Semua kata- kata ini memperkeras ketidakpercayaan mereka, dan mereka mengatakan, bahwa Tuhan tidak akan berbuat yang baik, Ia juga tidak akan berbuat yang jahat. Ia adalah maha pengampun untuk men- datangkan kebinasaan atas umat-Nya pada masa pehukuman. Demikianlah da- mai dan sejahtera adalah teriakan dari orang-orang yang tidak akan pernah lagi mengangkat suaranya bagaikan trompet untuk menunjukkan kepada umat Allah 38 segala pelanggaran mereka dan isi rumah Yakub segala dosanya. Anjing-anjing yang bisu ini, yang tidak mau menyalak, adalah orang-orang yang akan merasakan pem- balasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Laki-laki, perempuan, dan anak- anak kecil, semuanya binasa bersama- sama.” Testimonies, vol. 5, pp. 80, 211.

Dan rasul Petrus menambahkan : “Karena masanya akan datang, bahwa pehukuman harus dimulai pada isi ru-mah Allah; dan jika ia itu pertama-tama berlaku atas kita, maka apakah kelak akhir daripada mereka yang tidak mema-tuhi Injil Allah? Dan jika jarang sekali orang benar yang dapat diselamatkan, maka dimanakah kelak orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan orang-orang berdosa itu muncul?" 1 Petrus 4 : 17, 18.

Oleh karena umat Allah pada waktu ini bukan berada di tanah Edom, di sebelah selatan Palestina, melainkan sedang terceraiberai di seluruh bumi, dan karena Tuhan akan memalu semua musuh mereka itu 39 untuk menyelamatkan mereka, maka kebenaran itu jelas, bahwa semua ini adalah Edom dan Bozra contoh saingan.

Sesudah Esau yang dahulu itu menjual hak kesulungannya untuk mendapatkan sepiring kacang merah ia telah disebut Edom; dan nama Bozra berarti “kandang

16 domba.” Jadi, jelaslah, bahwa orang-orang Edom pada Yesaya 63 : 1 adalah berarti orang-orang yang di dalam masa sejarah kita telah menjual hak kesulungannya, dan pada waktu yang sama sedang menganiaya (seperti yang diperbuat Esau dalam menganiaya Yakub) orang-orang yang telah membeli hak kesulungan itu, begitulah dimisalkan. Jadi, sebagaimana umat Allah harus dilepaskan dari Sanhedrin di masa Kristus yang lalu, mereka harus sekarang juga dilepaskan dari General Conference, saudara-saudara orang Edom contoh saingan itu, supaya mereka itu dapat dihantarkan kepada segala Kebenaran, dan ke dalam tanah nenek moyang mereka.

Kata-kata, “tahun dari umat tebusan- 40 Ku sudah sampai”, dan “hari pembalasan itu sudah Ku rencanakan”, dengan jelas mengatakan, bahwa perbuatan Tuhan yang aneh di Edom dan Bozra ialah hari pembalasan dan suatu tanda dari Israel contoh saingan (sidang yang sudah disucikan) kembali ke tanah airnya.

“Aku akan menyebutkan perbuatan ka-sih setia Tuhan, dan segala puji-pujian Tuhan, sesuai dengan semua yang Tuhan sudah karuniakan kepada kami, dan kebaikan yang besar terhadap isi rumah Israel, yang mana Ia telah karuniakan kepada mereka sesuai dengan kemura-han-kemurahannya, dan sesuai dengan kelimpahan kasih sayang-Nya. Karena kata-Nya, dengan sesungguh-sungguhnya mereka itu adalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berkata bohong; dengan begitu Ia adalah Juruselamat mereka itu. Dalam semua kesusahan mereka Ia telah juga disusahkan, dan malaikat dari hadirat-Nya menyelamatkan mereka itu; 41 dalam kasih-Nya dan dalam sayang-Nya Ia menebus mereka itu; dan Ia membawa mereka, dan menghantarkan mereka pada sepanjang masa yang lalu. Tetapi mereka itu mendurhaka, dan mendukakan Roh Suci-Nya; oleh sebab itu Ia berbalik men-jadi musuh mereka itu, dan Ia berperang melawan mereka.”

Kesaksian dari orang ini mengungkapkan, bahwa suatu perubahan lengkap telah jadi di dalam dirinya, bahwa ia telah menangkap khayal dari hal kebaikankebaikan Tuhan, dari hal penderitaan panjang dan dari hal kemurahan-Nya -ia menginsyafi, bahwa Tuhan tidak akan menghapuskan orang-orang berdosa.

17 Dari kesaksiannya juga terlihat, bahwa Tuhan bukanlah seorang yang kejam dan bengis, yang mencari untuk membunuh dan membinasakan, melainkan bahwa Ia adalah baik dan pemurah, panjang sabar dan adil, bahwa pantaslah Ia dipuji-puji. Orang ini berusaha untuk membuktikan hal ini kepada orang lain dengan cara me- 42 narik perhatian mereka kepada semua campur tangan Tuhan dengan umat-Nya di masa lalu, sambil menunjukkan, bahwa Ia cukup panjang sabar terhadap mereka itu, bahwa hanya demi untuk kebaikan mereka sendiri Ia telah menghukum mereka -untuk membawa mereka kembali kepada- Nya, dan jauh dari penyembahan berhala dan kebinasaan kekal.

Lagi pula, kata-kata firman menunjukkan dengan jelas, bahwa perlunya kelepasan pada waktu ini adalah sama dengan pada masa Musa dahulu.

“Lalu teringatlah ia kepada zaman dahulu, Musa dan semua pengikutnya, sambil mengatakan, ‘Di manakah Dia yang telah menghantarkan mereka itu naik dari laut bersama-sama dengan pengembala kawanan domba-Nya? Di manakah Dia yang telah menaruh Roh Suci-Nya di dalam hatinya, yang telah menghantarkan mereka itu oleh tangan kanan Musa dengan lengan-Nya yang 43 mulia, yang telah memisahkan air di hadapan mereka itu, untuk membuat diri-Nya sendiri suatu nama yang kekal, yang menghantarkan mereka itu melin-tasi samudera yang dalam, seperti hal-nya seekor kuda di padang belantara, sehingga mereka itu tidak terantuk kakinya? Sebagai seekor binatang turun ke dalam lembah, Roh Tuhan membuat-nya istirahat : demikianlah Engkau telah menghantarkan umat-Mu, untuk mem-buat bagi diri-Mu sendiri suatu nama yang mulia. Pandanglah dari surga, dan tengoklah dari tempat tinggal-Mu yang suci, dan dari kemuliaan-Mu; di mana-kah semangat-Mu dan kekuatan-Mu, Adakah segala rahmat-Mu dan kasih-Mu ditujukan kepadaku, adakah semuanya itu ditahan daripadaku?”

Oleh karena terdapat di dalam nubuatan sebuah seruan untuk kelepasan yang sama seperti terlihat di masa Musa yang lalu, maka kenyataan-kenyataannya jelaslah, bahwa Sidang telah dibawa ke 44 dalam perhambaan dan kini perlu dibebaskan. Bertahun-tahun yang lalu Ilham telah mengamarkan sebagai berikut :

“Sidang telah berbalik dari mengikuti Kristus Pemimpinnya, dan sedang terus menerus mundur menuju Mesir. Namun ada sedikit yang sadar atau tercengang karena kebutuhan mereka akan kuasa rohani. Keragu-raguan dan bahkan ke- tidak-percayaan terhadap kesaksian-ke- saksian dari Roh Allah sedang meracuni gereja-gereja kita di mana-mana. Setan menghendakinya demikian. Pendeta-pen- deta yang mengkhotbahkan diri sendiri sebagai pengganti Kristus menghendaki- nya demikian. Tulisan-tulisan kesaksian itu tidak dibaca dan tidak disukai. Allah telah berbicara kepadamu. Terang telah bercahaya dari firman-Nya dan dari kesaksian-kesaksian itu, dan kedua-dua- nya telah diremehkan dan dilalaikan. Akibatnya adalah nyata dalam ketidak- adaan kesucian dan penyerahan dan kesungguhan iman di antara kita.” -- 45 Testimonies, vol. 5, p. 217.

“Tak dapat diragukan Engkau adalah Ba-pa kami, sungguhpun Ibrahim tidak me-ngenal kami, dan Israel tidak mengakui kami; Engkau, Oh Tuhan, adalah Bapa kami, Penebus kami; nama-Mu dari kekal selama-lamanya. Ya Tuhan, mengapakah Engkau membiarkan kami sesat daripada jalan-Mu, dan membiarkan kami menge-raskan hati kami terhadap takut akan Dikau? Kembalilah Tuhan demi ham-ba-hamba-Mu, demi semua suku milik pusaka-Mu.”

Orang banyak yang sedang berseru memohonkan kelepasannya adalah orangorang yang tidak dikenal oleh Ibrahim, dan yang oleh Israel masa kini (Organisasi Gereja) tidak diakui. Artinya, sebagaimana ditunjukkan pada permulaan penyelidikan kita di atas, Ibrahim tidak kenal akan orang-orang Kristen, dan umat yang berseru-seru memohonkan kelepasan pada kegenapan nubuatan ini 46 adalah tidak dikenal oleh Israel contoh saingan (Organisasi Gereja). Jadi berarti, bahwa walaupun Ibrahim yang dahulu itu tidak mengenal kita, dan sungguh pun organisasi gereja tidak mengakui kita, namun kita mengetahui, bahwa Allah telah memberikan kepada kita sebuah pekabaran, dan bahwa suatu perubahan telah terjadi di dalam kita; sehingga kita tidak lagi merasa puas, tidak lagi suam, dan bahwa kita tidak lagi lengah terhadap keadaan tiada terkasihan dari Laodikea, kesengsaraannya, kemelaratannya, kebutaannya, dan ketelanjangannya. Kita me- 19 ngetahui, bahwa inilah perbuatan Tuhan di dalam hati kita, bahwa kita sungguhsungguh sedang “dilahirkan kembali”, yaitu lahir melalui Roh Suci -- bahwa kita sekarang adalah orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang lebih baik daripada sebelumnya. Oleh karena itu kita dengan sadar dapat mengatakan : Tak dapat diragukan Engkau adalah Bapa kami, Penebus kami. Nama-Mu adalah kekal, walaupun kami senantiasa dan 47 dengan pedas diberitahukan oleh saudarasaudara kami, ‘Tidak, kamu bukan orangorang Masehi Advent Hari Ketujuh.”

“Umat kesucian-Mu telah mempusakai-nya tetapi hanya sementara; para lawan kami telah memijak-mijak tempat kesu-cian-Mu. Kami adalah milik-Mu; Engkau tak pernah membuat peraturan atas me-reka itu; mereka itu tidak dipanggil de-ngan nama-Mu.”

Benar, para leluhur kita pernah tinggal di tanah itu dan menikmati berbagai upacara ditempat kesucian untuk beberapa tahun lamanya, namun mengingat, bahwa mereka akan mempusakainya untuk selama-lamanya, maka ucapan itu berbunyi, “Umat kesucian-Mu telah mempusakainya, tetapi hanya sementara”, Orangorang Arab dan orang-orang Yahudi yang tidak bertobat yang kini menguasai tanah itu adalah bukan orang-orang Kristen; mereka tidak dipanggil dengan nama Kristus, dan tidak akan pernah dipanggil 48 demikian.

“Ya Tuhan, mengapa Engkau membiar-kan kami sesat dari jalan-Mu, dan mem-biarkan kami mengeraskan hati terhadap takut akan Dikau? Kembalilah Tuhan demi hamba-hamba-Mu, demi semua su-ku bangsa milik pusaka-Mu.”

Di sini terdapat seseorang yang mengetahui, bahwa umat Allah berada dalam kekeliruan -- tidak berjalan mengikuti jalan-jalan Allah, dan bahwa mereka tidak takut akan Dia. Oleh sebab itu himbauan dari utusan itu ialah agar Allah kembali kepada mereka, tidak meninggalkan mereka untuk selamanya.

Doa permohonan dari pasal enam pu- luh tiga dilanjutkan dalam seluruh isi pasal enam puluh empat, dan memberikan 20 suatu teladan yang baik terhadap bagaimana hendaknya kita berdoa pada masa ini. Marilah kita membaca keseluruhannya. 49 Yesaya 64

“Oh sekiranya Engkau mengoyakkan segala langit, dan Engkau turun, sekira-nya segala gunung dapat berguguran di hadapan hadirat-Mu, seperti apabila api yang mencair bernyala-nyala, api itu membuat air mendidih, untuk membuat nama-Mu dikenal bagi semua musuh-Mu, sehingga segala bangsa akan gemetar di hadapan hadirat-Mu. Apabila Engkau melakukan perkara-perkara yang dahsyat yang tidak kami harapkan, Engkau turun, segala gunung berguguran di hadapan hadirat-Mu.

“Karena semenjak mula pertama du-nia ini manusia tidak pernah mendengar ataupun mengetahui dengan telinga, ju-ga tidak melihat dengan matanya, me-lainkan Engkau juga Ya Allah, barang yang dibuat kelak bagi mereka yang me-nantikan Dikau. Engkau bertemu orang yang bersuka cita dan berbuat kebena-ran, yaitu mereka yang ingat akan Di-kau dalam segala jalan-Mu; bahwasanya 50 Engkau sudah murka sangat karena kami telah berdosa, jikalau kiranya selalu kami tetap pada segala jalan-Mu itu niscaya terpeliharalah kami.

“Tetapi kami semua adalah bagaikan sesuatu yang najis, dan semua kebenaran kami adalah bagaikan kain-kain gombal yang kotor; maka kami semua menjadi layu bagaikan sehelai daun, maka semua kejahatan kami, bagaikan angin yang menerbangkan kami pergi. Maka seorang pun tiada yang menyebut nama-Mu, yang tergerak hatinya untuk berpegang ke-pada-Mu; karena Engkau telah menyem-bunyikan wajah-Mu daripada kami, dan Engkau sudah menghancurkan kami, ka-rena sebab semua kejahatan kami.

“Tetapi kini Ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami; kami adalah hanya tanah liat, dan Engkaulah Penjunan kami; maka ka-mi sekalian adalah perbuatan tangan-Mu. Janganlah kiranya Engkau terlalu mur-ka, Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau ingat selalu akan segala kesalahan kami; 51 lihatlah dan tiliklah kami sekalian umat-Mu. Segala negeri-Mu yang suci sudah menjadi padang belantara, Sion sudah menjadi padang tandus, Yerusalem su-dah menjadi sunyi. Rumah kami yang suci dan yang indah itu, dimana nenek moyang kami telah memuji-muji Dikau,

21 telah terbakar dengan api; dan semua mi-lik kami yang indah-indah sudah habis binasa. Ya Tuhan, masakan Engkau me-nahani diri-Mu akan segala perkara ini? Masakan engkau berdiam diri-Mu dan membiarkan kami sangat menderita?"

Sekaranglah kesempatan kita; sekaranglah kesempatan istimewa kita untuk membuat doa ini menjadi doa pribadi kita sendiri. Sekarang dapatlah kita dengan bijaksana mengatakan : ‘Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti halnya di dalam Surga.’ Sekarang dapatlah kita dengan sebulat-bulat hati menyerukan: “Bagaimanakah dapat kami menyanyikan nyanyian Tuhan di dalam sebuah negeri asing? Jika Aku melupa-52 kan dikau, hai Yerusalem, biarlah ta-ngan kanan-Ku melupakan kelicikan dirinya dahulu. Jikalau kiranya tiada Aku ingat akan dikau, jikalau kiranya tiada aku membesarkan Yerusalem le-bih daripada apa yang terutama Aku sukai, maka biarlah lidah-Ku lekat pada langitan mulut-Ku. Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan bani Edom pada hari celaka Yerusalem, bagaimana kata mereka itu, bongkarlah akan dia, bongkarlah akan dia, sampai kepada alas temboknya.”

Sekarang karena anda sudah melihat dengan jelas tanda-tanda dan masa dari kelepasan kita dan dari hari pembalasan Allah yang sudah dekat melawan orangorang berdosa yang tidak mau bertobat itu, maka anda dianjurkan supaya bersedia, supaya berkeluh kesah dan menangis melawan segala kekejian, supaya memperoleh tanda kelepasan, supaya tergolong di antara buah-buah pertama itu. Sekarang anda dapat dengan berbahagia dan dengan 53 bijaksana berusaha mencarikan Kerajaan Surga dan Kebenaran-Nya, dan dengan penuh keyakinan mengetahui, bahwa perkara-perkara materi hidup ini hendaknya tidak menguasai perkara-perkara rohani, bahwa semua itu akan dipertambahkan kepadamu (Matius 6 : 25 - 34). Oleh sebab itu Surga sedang menanti-nantikan anda dengan tidak bertunda-tunda lagi supaya anda mengambil pendirian yang tetap dan terbuka pada pihak Kebenaran. Sekaranglah tahun bagi umat tebusan-Nya itu telah sampai, bahwa tanda-tanda dari hari pembalasan itu sudah ada di sini, sekaranglah saat kesempatan bagimu untuk membuat keputusan. Saudara tak dapat menunda-nunda karena Roh dari segala Kebenaran itu mengatakan : “Sebab itu (seperti kata Rohulkudus, Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, ja-nganlah kamu mengeraskan hatimu se-perti pada masa penggusaran, pada hari pencobaan di padang belantara, pada ma-sa segala nenek moyangmu telah men-cobai Aku, menguji Aku, dan melihat se-54 gala perbuatan-Ku empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka terhadap generasi itu, dan berfirman, Bahwa hati mereka itu selalu sesat; dan mereka tidak mengetahui segala jalan-Ku. Sebab itu sudah Aku bersumpah dalam murka-Ku, mereka itu sekali-kali tiada akan masuk ke dalam perhentian-Ku). Ingatlah baik-baik, hai Saudara-saudaraku, janganlah seorangpun di antara kamu berhati jahat dengan tiada beriman, sehingga berpaling dari Allah yang hidup itu. Tetapi bernasehat-na-sehatlah sama sendirimu setiap hari, se-mentara disebut orang ‘Hari ini’ (bukan hari kemarin, bukan hari Miller atau hari White); supaya jangan seorangpun da-ripada kamu menjadi keras hati dengan tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, jika kita berpaut kepada harap yang mula-mula itu sampai kepada kesudahan; sementara dikatakan, Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa penggusaran. 55 Karena beberapa orang, setelah mereka mendengar, menggusari Allah; bukankah orang-orang sudah keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Tetapi dengan siapakah sudah dimurkai-Nya selama empat puluh tahun itu? Bukankah terha-dap mereka yang sudah berbuat dosa, yang telah bergelimpangan jatuh ma-yatnya di padang tandus itu? Dan ter-hadap siapakah Ia telah bersumpah, bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk ke dalam perhentian-Nya, kalau bukan terhadap mereka itu yang tidak percaya? Jadi kita saksikan, bahwa me-reka itu tidak dapat masuk karena sebab ketidakpercayaan.” Ibrani 3 : 7 – 19.

* * *

23

56

Catatan:

57

Surat dialamatkan kepada:

Universal Publishing Association

(Kantor Pusat)

Waco, Texas 76714

U S A
Universal Publishing Association

(Divisi Indonesia)

P. O. Box 6965/JAT-PK

Jakarta 13710

e-mail:

gadsdaid@yahoo.com

dikerjakan oleh:

Penerbitan 2018

58

UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org

Teks dikonversi dari edisi PDF. Nomor halaman sesuai dengan buku cetak.