CARA PENGILHAMAN ZAKHARIA 4
Pendahuluan: Pelajaran ini mengungkapkan suatu gambaran tentang sistem untuk menafsirkan Firman Allah yang tertulis
dan menyampaikannya kepada sidang.
Renungan Doa: TM 509.1 “Penyaluran Roh Kudus yang terus-menerus kepada sidang digambarkan oleh nabi Zakharia dengan sebuah lambang lain, yang mengandung suatu pelajaran yang ajaib yang memberi semangat bagi kita.
Bacalah Zakharia 4:1-6, 11-14
Apakah yang digambarkan oleh lambang ini?
Firman Tuhan (Alkitab) kepada hamba-hamba Allah – ayat 6.
Lambang ini menggambarkan bagaimana firman Allah, melalui perantaraan Roh Kudus, akan menyelesaikan pekerjaan itu melalui sistem ini dan bukan oleh keperkasaan atau kekuatan.
Arti dari apa yang dilambangkan oleh pohon-pohon zaitun itu.
Ayat 14 - kedua orang yang diurapi itu; Wahyu 11:3, 4 – kedua saksi itu
“Kedua saksi itu melambangkan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru” {GC 267:2}
Arti dari minyak keemasan itu.
“Minyak keemasan itu melambangkan Roh Kudus. Dengan minyak inilah para pendeta Allah harus terus-menerus diperlengkapi, supaya mereka pada gilirannya dapat menyalurkannya kepada sidang.” {188:2}
“Roh Allah yang kudus, yang mendidik, ada di dalam firman-Nya.” {COL 132:2}
“Apabila orang-orang yang diurapi itu mengosongkan diri mereka melalui pipa-pipa emas, minyak keemasan itu mengalir keluar dari diri mereka ke dalam mangkuk-mangkuk emas, untuk mengalir terus ke dalam pelita-pelita, yaitu sidang-sidang. Inilah pekerjaan setiap hamba Allah yang hidup yang benar dan yang berbakti. Tuhan Allah semesta langit tidak dapat menyetujui banyak hal yang dibawa ke mimbar oleh mereka yang mengaku sedang menyampaikan firman Tuhan. Mereka tidak menanamkan gagasan-gagasan yang akan menjadi berkat bagi mereka yang mendengar.” {TM 336:3}
Arti dari ketujuh pelita itu.
Wahyu 1: 20; TM 336.3; AA 585.3 – sidang-sidang; seluruh kaum awam.
Arti dari ketujuh pipa itu.
Lihat TM 188 (di atas) – para pendeta Allah; seluruh pelayanan kependetaan yang sedang bekerja
Arti dari kedua pipa emas itu.
2 Petrus 1:19-21; Amos 3:7; Hosea 12:13; 2 Tawarikh 20:20 – para penafsir Allah yang diilhamkan
“‘Pada zaman dahulu Allah berbicara kepada manusia melalui mulut para nabi dan rasul. Pada zaman ini Ia berbicara kepada mereka melalui kesaksian-kesaksian Roh-Nya. Belum pernah ada suatu masa ketika Allah mengajar umat-Nya dengan lebih sungguh-sungguh daripada Ia mengajar mereka sekarang mengenai kehendak-Nya dan jalan yang Ia kehendaki untuk mereka tempuh.’ [JILID 4, PP. 147, 148 (1876).]” {5T 661.1}
“Sebagaimana pohon-pohon zaitun mengosongkan diri mereka ke dalam pipa-pipa emas, demikianlah utusan-utusan surgawi berusaha menyalurkan segala sesuatu yang mereka terima dari Allah. Seluruh perbendaharaan surga menantikan permintaan dan penerimaan kita; dan apabila kita menerima berkat itu, kita pada gilirannya harus menyalurkannya. Demikianlah pelita-pelita yang kudus itu diberi makan, dan sidang menjadi pembawa terang di dalam dunia.” {TM 510.1}
“Pelita batin harus diisi dengan minyak yang mengalir dari utusan-utusan surga melalui pipa-pipa emas ke dalam mangkuk emas. Penyampaian dari Tuhan tidak pernah datang kepada manusia dengan sia-sia.” {7T 248.3}
Arti dari mangkuk itu.
Wahyu 19:10 - Terbitan-terbitan Roh Nubuat
1SM 55 “Kata-kata ini akan tetap hidup dan berbicara.” – Roh Nubuat yang hidup
Kesimpulan: Melalui pelajaran ini kita telah melihat bagaimana kita dapat sampai kepada pengertian yang bersatu dan benar tentang Alkitab supaya Allah dapat memberi kuasa kepada sidang untuk sepenuhnya memantulkan tabiat Kristus dan menjadi terang bagi dunia.
PERUSAHAAN SUSU SEMESTA
Bacalah Yesaya 7: 14, 15
Anak itu (Kristus) diberi suatu makanan khusus sebagaimana Yohanes Pembaptis - Lukas 1: 15; Matius 3: 4.
Makanan Kristus tidak terbatas hanya pada keju dan madu secara harfiah. Ia memakan makanan halal apa saja yang dihidangkan di hadapan-Nya. Lihat Matius 11: 18, 19.
Jadi, keju dan madu itu melambangkan apa?
Keduanya melambangkan sesuatu yang dipakai dengan leluasa oleh Kristus yang membuat Dia bijaksana untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat. Lihat Matius 4: 1-4, 6, 7, 10. Itulah Firman Allah
Bacalah Yesaya 7: 21, 22
Seekor lembu muda dan dua ekor domba
Keju dibuat dari susu. Oleh karena susu dari mana “keju” rohani ini dibuat berasal dari “kedua ekor domba” dan “lembu muda” itu, maka ketiga makhluk penghasil susu ini melambangkan tiga sumber yang berbeda dari mana Firman Allah (keju) diperoleh.
Kedua ekor domba itu, oleh karena sejenis seperti pohon-pohon zaitun dalam Zakharia 4; 3, 11, melambangkan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Lembu muda itu, oleh karena asalnya lebih kemudian dan ukurannya lebih besar daripada kedua ekor domba itu, melambangkan jilid-jilid Roh Nubuat
Mengapa makan keju? Mengapa tidak minum susu?
1 Petrus 2: 1, 2 – susu adalah untuk bayi
Ibrani 5: 12-14 – setiap orang yang masih minum susu tidak memahami Firman Allah
Yesaya 28: 9 – untuk menerima pengetahuan dan pengertian kita harus disapih dari susu dan dijauhkan dari buah dada.
Apakah yang dilambangkan oleh madu?
Wahyu 10: 8-11 – rasa manis yang diperoleh dari menikmati Alkitab. Siapakah orang yang memelihara kedua ekor domba dan lembu muda itu?
“Di sini Tuhan menceritakan kepada kita bahwa pemerahan susu dari kedua ekor domba dan dari lembu muda itu (pengungkapan gulungan-gulungan suratan kiriman sorga itu) tidak dipercayakan kepada semua orang, melainkan hanya kepada ‘seseorang’ (nabi). Ini berarti bahwa orang itu melalui siapa terang diungkapkan, ia memberi makan sumber-sumber makanan ini dengan cara membangkitkan perhatian luas di mana-mana terhadapnya, sehingga dengan demikian tetap mempertahankannya hidup dan
terus memberi hasil. Maka setiap orang yang tetap tinggal di tanah itu, harus tetap memberikan perlindungan yang teguh kepada mereka dan tentunya harus selalu siap untuk menarik perhatian orang-orang lain kepada produk hasil pemberian hidup yang abadi dari mereka (ketiga binatang itu).
“Karena mengetahui bahwa sebagian orang akan menyangkal Alkitab Wasiat Lama dan yang lainnya akan menyangkal Alkitab Wasiat Baru, bahkan juga yang lainnya akan meragukan Roh Nubuatan, maka Allah meminta perhatian kita kepada seluruh ketiga-tiganya. Simbol ‘seekor lembu muda dan dua ekor domba’, yang unik dalam kemampuannya menghasilkan susu, memperjelas bahwa hasil produksi mereka itu dapat menunjang hidup bagi kekekalan, dan bahwa kepada ‘orang’ itu yang memeliharakan ternak-ternak itu hendaklah orang-orang suci pergi untuk mendapatkan keju mereka.” 6TK 74, 75
