Pendahuluan: Perlambangan sidang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ini menunjukkan bahwa meskipun 12 suku Israel dan Yehuda telah diserakkan, Allah akan mengumpulkan orang-orang Yehuda yang terbuang dan sisa Israel dalam periode terakhir sidang ini melalui suatu kebangunan dan reformasi.
Renungan Doa: 8T 250-251
“Kecuali sidang, yang sekarang sedang diragi oleh kemurtadannya sendiri, bertobat dan berbalik, ia akan memakan buah perbuatannya sendiri, sampai ia membenci dirinya sendiri. Apabila ia melawan yang jahat dan memilih yang baik, apabila ia mencari Allah dengan segala kerendahan hati dan mencapai panggilannya yang tinggi di dalam Kristus, berdiri di atas landasan kebenaran yang kekal dan dengan iman memegang pencapaian-pencapaian yang telah disediakan baginya, ia akan disembuhkan. Ia akan tampil dalam kesederhanaan dan kemurniannya yang dikaruniakan Allah, terpisah dari keterikatan-keterikatan duniawi, menunjukkan bahwa kebenaran itu sungguh-sungguh telah memerdekakannya. Maka anggota-anggotanya sungguh-sungguh akan menjadi pilihan Allah, wakil-wakil-Nya.” {8T 250.3}
Bacalah Hosea 2:18-21.
Nubuatan itu menjangkau melampaui zaman kita.
Bacalah Hosea 1:1, 2.
Perkawinan itu (istri dan anak-anak) adalah dalam penglihatan. Itu menggambarkan keadaan yang menyedihkan dan keji yang ketika itu berlaku di Israel. Lagi pula, menurut Im. 21:13-15; 1Kor. 6:16, Allah tidak akan secara harfiah menyuruh nabi-Nya mengawini seorang pelacur.
Bacalah Hosea 1:3-5.
Yizreel, anak sulung dari perkawinan Hosea dalam penglihatan itu, membayangkan berakhirnya Kerajaan Israel sepuluh suku, dan tempat di mana tentaranya akan dikalahkan – di lembah Yizreel (2 Raj. 10:11, 32; 17:23; 18:11) karena penumpahan darah Yizreel, suatu lambang dari nabi-nabi yang ditolak dan dibunuh oleh Israel (1Raj. 18:13).
“Mematahkan busur” Israel menandakan kebinasaan para pembesar bangsa itu ketika Yehu membunuh ketujuh puluh anak Ahab dan semua yang termasuk kaum keluarga Ahab - 2Raj. 10:1-7, 11.
Bacalah Hosea 1:6, 7
Lo-Ruhama (tidak dikasihani) membayangkan tidak adanya belas kasihan atas kaum Israel; kesudahannya sudah tiba. Kerajaan sepuluh suku itu telah dibiarkan sampai lahirnya Lo-
Ruhama. Kebinasaan yang akan datang atas kaum Israel terlaksana ketika raja Asyur menyerakkan mereka (2Raj. 18:11). Dengan demikian digenapilah ramalan yang dibuat pada waktu kelahiran Yizreel.
Akan tetapi, kaum Yehuda, Kerajaan dua suku, akan dikasihani dan diselamatkan oleh suatu mukjizat. Hal ini dinyatakan ketika Sanherib datang untuk menawan Yehuda. Melalui doa Hizkia, Yehuda diselamatkan (2 Raj. 18:13, 17; 19:1,
15, 19, 20, 35).
Bacalah Hosea 1:8, 9.
Anak yang ketiga, Lo-Ami (bukan umat-Ku), membayangkan undurnya belas kasihan Allah bahkan dari kaum Yehuda, karena jalan kemurtadan mereka yang terus-menerus. Penggenapan hal ini terjadi ketika, sebagai suatu bangsa, mereka menyalibkan Kristus. (Mat. 23:37, 38; Luk. 23:18). Ayat ini membawa kita kepada zaman Kristen.
Bacalah Hosea 1:10, 11.
Bertambah banyaknya Israel dan Yehuda dan diterimanya mereka kembali sebagai pribadi-pribadi ke dalam sidang Kristen (1Ptr. 2:9, 10; Rm. 9:25, 26). Jadi orang-orang Yahudi yang dapat dikenali pada masa kini belum tentu adalah mereka yang terlihat dalam penggenapan nubuatan ini
Setelah penyerakan dan penolakan Israel, bangsa itu akibatnya kehilangan identitas kesukuannya karena mereka berbaur ke dalam bangsa-bangsa kafir. Dengan demikian, banyak dari mereka menjadi orang Kristen, dan tidak dikenali di dunia pada masa kini.
Pengumpulan orang-orang kudus Allah di hari-hari terakhir dan pengorganisasian mereka ke dalam suatu pemerintahan teokrasi yang diperintah oleh Daud contoh saingan (Dan. 2:44, 45; Hos. 3:4, 5).
Bacalah Hosea 2:1-5.
Perhatikanlah bahwa awalan "lo" telah dihilangkan dari nama Lo-Ruhama dan Lo-Ami, sehingga Ruhama berarti "dikasihani," dan Ami berarti "umat-Ku." Perubahan status yang tersirat oleh perubahan nama ini menandakan suatu pembagian sejarah sidang, dan membawa kita kepada periode Perjanjian Baru.
Ami dan Ruhama melambangkan kaum awam (anggota-anggota sidang), baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan. Hal ini tampak dari kenyataan bahwa anak-anak itu di sini disebut dalam bentuk jamak. (Saudara-saudara laki-laki dan Saudara-saudara perempuan).
Ibu, kepada siapa anak-anak itu diperintahkan untuk membawa berita, melambangkan bagian dari sidang yang bertanggung jawab untuk membawa orang-orang bertobat, yaitu pelayanan (para pendeta). Karena anak-anak (kaum awam), bukan ibu (para pendeta), yang menyampaikan berita itu, jelaslah bahwa itu adalah suatu berita kebangunan dan reformasi kepada sidang (1SM 128).
Gambaran ini melukiskan suatu gerakan reformasi di dalam sidang sebagai akibat dari "ibu" (para pendeta) yang berlaku sebagai sundal.
8T: 250 “Siapakah yang dapat berkata dengan jujur: "Emas kita telah diuji di dalam api; pakaian kita tidak dicemarkan oleh dunia"? Saya melihat Pengajar kita menunjuk kepada pakaian yang disebut kebenaran itu. Sambil menanggalkannya, Ia menyingkapkan kenajisan yang ada di bawahnya. Kemudian Ia berkata kepada saya: "Tidakkah engkau lihat bagaimana mereka dengan penuh kepura-puraan telah menutupi kenajisan dan kebusukan tabiat mereka? 'Bagaimana kota yang setia telah menjadi sundal!' Rumah Bapa-Ku dijadikan rumah dagangan, suatu tempat dari mana hadirat dan kemuliaan ilahi telah pergi! Karena sebab inilah ada kelemahan, dan kekuatan pun kurang."” {8T 250.2}
Yizreel pastilah yang diajak bicara oleh Allah, karena hanya nama inilah yang tidak disebutkan dalam ayat ini. Yizreel menyampaikan suatu berita dari Allah kepada kaum awam, yang pada gilirannya menyampaikannya kepada sidang. Karena itu Yizreel pastilah juru bicara Allah--seorang nabi.
Anak-anak sundal adalah orang-orang bertobat yang tidak sejati
6T: 370-371 “…Tuhan sekarang tidak bekerja untuk membawa banyak jiwa ke dalam kebenaran, oleh karena anggota-anggota sidang yang belum pernah bertobat dan mereka yang dahulu pernah bertobat tetapi telah murtad. Pengaruh apakah yang akan ditimbulkan oleh anggota-anggota yang tidak berserah ini atas orang-orang yang baru bertobat? Tidakkah mereka akan meniadakan pengaruh berita yang diberikan Allah, yang harus dibawa oleh umat-Nya? {6T 370.3}
R.H 10 Jan. 1893 “Kita sangat perlu menyelidiki Alkitab supaya kita dapat menjadi wakil-wakil Kristus, dan menjalankan bagian kita sebagai kawan sekerja Allah untuk membangun sidang di dalam iman yang paling suci. Tidak cukup ada penyelidikan yang cermat, disertai doa, dan saksama dalam menerima anggota-anggota ke dalam sidang…. Ada satu hal yang kita tidak berhak lakukan, yaitu menghakimi hati orang lain atau mencurigai motif-motifnya. Tetapi apabila seseorang mengajukan dirinya sebagai calon anggota sidang, kita harus memeriksa buah-buah hidupnya, dan membiarkan tanggung jawab atas motifnya kepada dirinya sendiri. Tetapi kehati-hatian yang besar harus dilakukan dalam menerima anggota-anggota ke dalam sidang; sebab Setan mempunyai tipu dayanya yang tampak indah, yang melaluinya ia bermaksud menyusupkan saudara-saudara palsu ke dalam sidang, yang melalui mereka ia dapat bekerja dengan lebih berhasil untuk melemahkan pekerjaan Allah.” {RH, 10 Januari 1893 par. 2}
Bacalah Hosea 2:6-11 - Pengalaman Sidang
Ayat 7 menunjukkan bahwa sebaliknya daripada Sidang mengkristenkan orang-orang kafir, “mengejar” para “kekasihnya”, orang-orang kafirlah yang mengkafirkan sidang. Dengan demikian kita melihat bahwa oleh karena undur dari Allah, sidang Kristen mula-mula harus menderita keadaan-keadaan yang buruk sebagai suatu cara untuk memanggilnya kembali. Inilah alasan bagi Abad-Abad Kegelapan agama dari tahun 538 sampai 1798 TM. Dengan membiarkan Roma menguasai sidang, Sabat yang benar hilang dan diganti dengan yang palsu. Dan. 7:25.
Bacalah Ayat-Ayat 12-14.
Dalam penggenapan ayat-ayat ini, sidang melarikan diri ke padang belantara, ke negeri-negeri bangsa kafir. Lihat Why. 12:6.
Bacalah Ayat 15. Apakah Lembah Akhor Itu?
Satu-satunya pintu pengharapan bagi sidang, satu-satunya jalan keluar dari kesulitannya sekarang ini.
Di Lembah Akhor yang merupakan contoh itulah Yosua merajam orang-orang berdosa di Israel--Akhan dan seisi rumahnya. (Yosua 7:24-26).
Makna lembah itu ialah bahwa Allah akan menyucikan rumah-Nya dengan saksama, melenyapkan orang-orang berdosa di tengah-tengahnya sama seperti dalam hal Akhan. Kemudian ia akan kembali kepada kedudukannya yang semula dalam kemurnian.
5T:157 “Kita mengaku diperintah oleh prinsip-prinsip yang sama, dipengaruhi oleh roh yang sama. Tetapi sebaliknya daripada menyerahkan segala sesuatu bagi Kristus, banyak yang telah mengambil batangan emas dan jubah indah buatan Babel lalu menyembunyikannya di dalam perkemahan. Jika kehadiran seorang Akhan saja sudah cukup untuk melemahkan seluruh perkemahan Israel, dapatkah kita heran akan sedikitnya keberhasilan yang menyertai usaha-usaha kita apabila setiap sidang dan hampir setiap keluarga mempunyai Akhannya?...”
{5T 157.1}
3T 265, 270 “…Seorang berdosa dapat menyebarkan kegelapan yang akan menghalangi terang Allah dari seluruh jemaat…” {3T 265.1}
“…Murka Allah ada atas umat-Nya, dan Ia tidak akan menyatakan kuasa-Nya di tengah-tengah mereka selama dosa-dosa ada di antara mereka dan dipelihara oleh mereka yang memegang jabatan-jabatan yang bertanggung jawab.
{3T 270.2}
1T:190 “Saya melihat banyak orang yang menyanjung diri bahwa mereka adalah orang Kristen yang baik, padahal mereka tidak mempunyai seberkas sinar terang pun dari Yesus. Mereka tidak tahu apa artinya diperbaharui oleh kasih karunia Allah. Mereka tidak mempunyai pengalaman yang hidup bagi diri mereka sendiri dalam perkara-perkara Allah. Dan saya melihat bahwa Tuhan sedang mengasah pedang-Nya di surga untuk menebas mereka. Oh, kiranya setiap pengaku yang suam-suam kuku dapat menyadari pekerjaan pembersihan yang akan segera dilakukan Allah di antara umat-Nya yang mengaku!...” {1T 189.2}
Bacalah Ayat-Ayat 16, 17 - Sidang Dikawinkan dengan Tuhannya
Setelah orang-orang munafik dan orang-orang berdosa dikeluarkan dari padanya, sidang tidak lagi akan memanggil Juruselamat Baali (Tuanku), melainkan ia akan memanggil-Nya Ishi (suamiku). Maka ia akan sungguh-sungguh menjadi istri-Nya, yang menunjukkan suatu hubungan yang jauh lebih erat.
Bacalah Ayat-Ayat 18 - 23
Damai dan kemakmuran akan ada di seluruh wilayahnya.
Apabila peristiwa-peristiwa ini terjadi, Tuhan akan berada di tengah-tengah umat-Nya. Artinya, hadirat-Nya akan dinyatakan di antara umat-Nya. (9T:16).
Tidak akan ada kekurangan makanan rohani, sebab bumi akan mendengar Yizreel, yang ketika itu merupakan lambang dari para pesuruh pimpinan sidang (termasuk 144.000). Inilah peristiwa puncak dalam penyelesaian Injil yang Kekal.
Kesimpulan: Dengan demikian kita melihat bahwa rencana Allah bagi Israel purba akan digenapi melalui keturunan mereka pada masa kini yang menjadi orang Kristen, khususnya orang Kristen MAHK, dan yang memulai suatu kebangunan dan reformasi di dalam sidang yang pada akhirnya akan memulihkan damai dan kebahagiaan kepada keluarga Allah, dan menyelesaikan pemberitaan Injil.
