V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Jadilah Kamu Sebuah Alat Penumbuk
Baru Di Dalam Tangan Allah
Tunas, Bukan Benalu
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
“TANAH DI TEPI JALAN”
Kita akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 43, paragraf yang terakhir :
“Apa yang dengan mana perumpama- an tentang penabur itu terutama membi- carakan adalah pengaruh yang dihasilkan pada pertumbuhan bibit oleh tanah ke dalam mana bibit itu telah dilemparkan. Dengan perumpamaan ini Kristus pada hakekatnya mengatakan kepada para pen- dengar-Nya, Adalah tidak aman bagimu berdiri hanya sebagai pengeritik terhadap pekerjaan-Ku, atau hanya mengidamkan kekecewaan karena itu tidak memenuhi pendapat-pendapatmu. Masalah yang terpenting bagimu adalah, Bagaimana kamu menangani pekabaran-Ku? Terletak pada sambutanmu atau penolakanmu terhadap pekabaran itulah nasibmu
3“Bibit yang ditaburkan pada tepi jalan menunjukkan firman Allah yang bagaikan jatuh pada hati seseorang pen- dengar yang tidak berminat...... Terserap ke dalam kepentingan diri sendiri serta kesenangan-kesenangan yang jahat, maka jiwa ‘dikeraskan oleh tipu muslihat dosa.’ Kemampuan-kemampuan rohaniah men- jadi lumpuh. Orang mendengar firman, tetapi tidak memahaminya. Mereka tidak tampak bahwa itu adalah berlaku ter- hadap dirinya sendiri. Mereka tidak me- nyadari akan kebutuhannya ataupun akan bahaya terhadap dirinya. Mereka tidak melihat akan cinta Kristus, maka mereka melewati pekabaran kemurahan-Nya itu sebagai sesuatu yang sama sekali tak berhubungan dengan mereka.”
Kita hendaknya berdoa agar supaya kita tidak jatuh mengikuti teladan orangorang yang selalu siap untuk mencaricarikan salah serta mengkritik, melainkan supaya kita memberikan perhatian yang sepenuhnya, menyingkirkan semua ke- 4 curigaan dan semua persangkaan yang negatif, apakah itu bersifat pribadi atau pun secara organisasi; agar supaya kita membuka hati kita kepada kebenaran, bukan karena kepopulerannya, melainkan karena Alkitab mengajarkannya, menginsyafi bahwa setiap perkara yang tidak sesuai dengan ini akan pasti membawa kita kemana Yahudi kuno dahulu telah dibawa.
Copyright, 1953 Reprint
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5JADILAH KAMU SEBUAH
ALAT PENUMBUK BARU DI
DALAM TANGAN ALLAH
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 4 Oktober 1947
Chapel Mount Carmel, Waco, Texas
Pokok pembicaraan kita pada sore hari ini terdapat dalam buku Yesaya pasal 40 dan 41. Kita akan memulai dengan ayat pertama dari pasal empat puluh :
“Hiburkanlah, hiburkanlah olehmu akan segala umat-Ku, demikianlah firman Al-lahmu. Berbicaralah kamu dengan santai kepada Yerusalem, dan berserulah kepa-6 danya, bahwa peperangannya telah sele-sai, bahwa kejahatannya telah diampuni : karena ia telah menerima dari tangan Tuhan dua kali ganda untuk segala do-sanya.”
Kita saksikan, bahwa Ilham, di sini menganjurkan kepada seseorang untuk memberikan penghiburan kepada umat Allah. Kepada mereka akan diberitakan, bukan bahwa peperangannya akan berakhir, melainkan bahwa peperangan mereka itu telah selesai; bahwa kejahatan mereka itu telah diampuni; bahwa Yerusalem, Sidang, telah menerima dua kali ganda untuk segala dosanya.
Peperangan ini tentunya tak mungkin selesai di masa sejarahnya Yesaya, ataupun di masanya Yohanes Pembaptis, bahkan juga tidak di dalam Abad Pertengahan. Berita-berita penghiburan ini dapat dikatakan terhadap Sidang hanya setelah ia berhasil dilepaskan dari penindasan orangorang Kafir, yaitu sewaktu umat itu telah membayar dua kali ganda untuk segala 7 dosa mereka baik sebelum maupun sesudah pencerai-beraian mereka itu. Olehnya itu, pasal ini, seluruhnya berlaku bagi masa akhir zaman, yaitu bagi masa sejarah kita.
3
“Suara dia yang berseru-seru di padang belantara, Sediakanlah olehmu jalan bagi Tuhan, ratakanlah suatu jalan raya di gurun bagi Allah kita.”
Inilah ayat itu dalam mana Yohanes Pembaptis telah menemukan ayatnya sebagai jurukabar untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama. Namun oleh karena telah kita saksikan bahwa pasal ini dimulai dengan sebuah pekabaran untuk umat Allah yang hidup di akhir zaman, yaitu waktu yang ditebusnya bagi semua dosa mereka itu, dan oleh karena masa penebusan mereka itu akhirnya telah datang, maka jelaslah pasal ini adalah terutama berlaku juga untuk yang terakhir : Ia berlaku baik terhadap kedatangan Kristus yang pertama maupun terhadap kedatangan-Nya yang 8 kedua. Yang terakhir dari keduanya ini merupakan pelambang, yaitu suatu suara yang berseru-seru di padang belantara, bukan di kebun anggur, bukan di negeri Yehuda (Yesaya 5 : 7), melainkan di padang tandus, di segala negeri bangsa Kafir.
“Setiap lembah akan ditinggikan, dan se-tiap gunung dan bukit akan direndahkan : dan yang bengkok akan diluruskan, dan segala tempat yang kasar berbatu-batu akan dilicinkan.”
Beban dari pekabaran yang akan diserukan itu adalah mempersiapkan umat itu untuk bertemu dengan Tuhan : yaitu meratakan tempat-tempat yang tinggi, meninggikan yang rendah, menyingkirkan segala halangan, supaya jalan raya Tuhan itu, yaitu jalan bagi kedatangan-Nya, dibersihkan. Semua sebutan ini, tentunya, secara kiasan mengatakan : Orang-orang yang tinggi kelak akan direndahkan; orangorang sederhana berikut mereka yang terbuang keluar kelak akan ditinggikan; 9 segala yang salah akan dibetulkan, karena di dalam kerajaan Allah persamaan dan keadilan harus menang.
“Apabila Roh Allah, dengan kuasa penggeraknya yang ajaib, menjamah jiwa, maka Ia akan merendahkan kesombongan manusia. Kesenangan, kedudukan dan kekuasaan dunia akan tampak tidak lagi berharga. ‘Segala khayalan, dan setiap perkara yang tinggi yang terpuja sendiri
4 melawan pengetahuan akan Allah’, akan dibuang; setiap pikiran akan ditunduk- kan ‘kepada kepatuhan kepada Kristus.’ Kemudian kerendahan hati dan kasih yang bersifat penyangkalan diri, yang sedemikian rendah pada penilaian orang kelak akan menjadi satu-satunya yang patut dijunjung tinggi. Inilah kerjanya Injil, oleh mana pekabaran Yohanes juga merupakan sebagian daripadanya.” – The Desire of Ages, p. 135.
“Maka kemuliaan Tuhan akan dinyata-kan, dan segala manusia akan menyaksi-10 kannya bersama-sama : karena mulut Tu-han sendiri telah mengucapkannya.”
Di sini kepada kita diceritakan bahwa apabila ‘pembangunan dan reformasi’ ini terlaksana, maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan segala manusia akan menyaksikannya bersama-sama. Oleh karena itu hendaklah kita insyaf bahwa jika kita melaksanakan segala perkara ini kita semua akan menjadi pelopor-pelopor dari janji-janji yang mulia ini, dan kita akan menjadi hamba-hamba Allah bagi zaman ini.
“Suara itu mengatakan, Berserulah. Lalu katanya, Apakah yang akan saya serukan? Segala manusia adalah bagaikan rumput, dan segala kebaikannya adalah seperti bunga di padang : Rumput itu layulah, bunga itu gugurlah : sebab Roh Allah bertiup atasnya : Sebenarnya manusia itu bagaikan rumput jua adanya. Rumput itu layu, bunga gugur : tetapi Firman Allah kita akan berdiri kekal selama-lamanya.”
11Pekabaran dari hal jam itu akan menekankan bahwa segala manusia itu bersifat mati, tidak lagi dapat bertahan daripada rumput; sehingga segala kebaikan mereka itu pun tidak akan lebih lama lagi daripada bunga-bunga yang di padang; tetapi Firman Allah itu adalah kekal selamalamanya; bahwa mereka yang rindu untuk memperoleh hidup kekal, untuk menjadi sekekal Firman itu sendiri, supaya tidak menaruh harap kepada manusia, melainkan di dalam Firman Allah saja; bahwa mereka hendaknya bertanyakan bagi dirinya sendiri, “Benarkah itu Kebenaran?” dan bukan, “Dari siapakah itu datang?”
5
“Hai Sion, engkau yang membawakan kabar-kabar baik, naiklah kamu ke atas gunung yang tinggi; Hai Yerusalem, engkau yang membawakan kabar-kabar baik, angkatlah suaramu dengan sekuat-kuatnya; nyaringkanlah, janganlah takut; katakanlah kepada segala negeri Yehuda, pandanglah Allahmu!
12Orang-orang yang kelak pada akhirnya berdiri di Bukit Sion, dan orang-orang yang kini sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan cara membawakan pekabaran-pekabaran baik ini, semuanya dianjurkan untuk naik ke atas sebuah gunung yang tinggi, sebagaimana adanya, dan supaya mengangkat suara mereka bersama-sama tanpa takut apapun, untuk menyerukan kepada segala negeri Yehuda (kepada gereja-gereja dimana-mana) untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan sambil mengatakan, ‘Pandanglah Allahmu!’
“Tengoklah Tuhan Allah akan datang de-ngan tangan besi, dan tangan-Nya akan memerintah bagi-Nya, bahwasanya paha-la-Nya adalah serta-Nya, dan pembalasan-Nya adalah mendahului-Nya.”
Tangan Tuhan yang memerintah bagi- Nya harus merupakan kiasan dari orangorang yang melalui siapa Ia bekerja (Yesaya 51 : 9), yaitu orang-orang yang akan berdiri dengan Dia di Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), 13 yaitu Sidang yang tidak bercacat cela dan yang tidak memiliki tipu. “Karena bani Israel akan tinggal beberapa hari lamanya tanpa raja dan tanpa seorang penghulu pun, dan tanpa korban, dan tanpa patung, dan tanpa efod, dan tanpa teraphim : kemudian daripada itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya; dan mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya di hari-hari terkemudian.” Hosea 3 : 4, 5.
Juru-juru kabar mengenai jam itu akan juga memberitakan, bahwa pahala Tuhan (hidup untuk selama-lamanya) adalah beserta-Nya, namun bahwa pekerjaan-Nya adalah mendahului-Nya, masih lagi akan diselesaikan.
6
“Ia akan menggembalakan kawanan dom-ba-Nya bagaikan seorang gembala: Ia akan mengumpulkan domba-domba itu dengan tangan-Nya, dan membawa mere-ka di dalam dekapan-Nya, lalu dengan sabar menghantarkan yang masih muda.”
14Pelayanan atas umat-Nya ini kelak akan dirasakan apabila tangan-Nya akan memerintah bagi-Nya. Ia akan kelak pada waktu itu mengawasi sendiri pekerjaan- Nya, mengawasi sendiri umat-Nya, sebagai seorang gembala mengawasi sekawanan domba. Ia akan melaksanakan sendiri pengawasan-Nya secara pribadi atas semua orang, baik tua maupun muda.
“Siapakah gerangan yang telah mengu-kur segala air di dalam tangan-Nya, dan mengukur langit dengan jengkal tangannya, dan menyukat debu bumi dengan takaran, dan menimbang segala gunung di dalam timbangan, dan segala bukit di dalam neraca?”
Oleh karena tidak ada lagi yang lain selain Allah sendiri yang dapat melakukan segala perkara ini, dan oleh karena Ia sendirilah yang akan mengawasi segala kawanan domba-Nya, maka dapatlah kita ketahui bahwa pengawasan-Nya atas mereka itu akan tidak tertandingi. Maka 15 mengapakah tidak kita mempercepatkan hari itu?
“Siapakah gerangan yang telah mengen-dalikan Roh Tuhan, atau memberi petun-juk kepada-Nya, sebagai penasehat-Nya? Kepada siapakah Ia meminta nasehat untuk memperoleh pengertian, dan sia-pakah yang memberikan petunjuk ke-pada-Nya, dan mengajarkan kepada-Nya di dalam jalan keadilan, dan mengajar-kan kepada-Nya pengetahuan, dan me-nunjukkan kepada-Nya jalan hikmah kebijaksanaan?”
Kita mengetahui bahwa Roh Yang memimpin kepada segala Kebenaran dan segala hikmah kebijaksanaan adalah bukan Dia yang dipimpin atau pun diajar oleh seseorang manusia. Oleh karena itu, maka mengapakah kita harus bergantung kepada seseorang yang tanpa Ilham memutuskan hukum atas Kebenaran yang diilhami? Firman menunjukkan bahwa bukan hanya manusia, melainkan bahkan segala bangsa 16 adalah sia-sia adanya :
“Bahwasanya segala bangsa itu adalah bagaikan setitik air pada timba, dan diperhitungkan bagaikan abu kecil di 7 atas neraca : tengoklah, diangkat-Nya segala pulau itu bagaikan sebuah benda terkecil. Maka se Libanon sekalipun tak cukup untuk kayu bakar, maupun segala binatangnya untuk suatu korban bakaran. Segala bangsa di hadapan-Nya adalah bagaikan sia-sia belaka; dan mereka di-perhitungkan kepada-Nya kurang dari tak ada sesuatu, dan sia-sia.
Apabila kita menyadari bahwa segala bangsa di bumi ini diperbandingkan kepada kuasa Allah adalah bagaikan sia-sia adanya, sehingga kayu ataupun segala binatang Lebanon sekalipun tak cukup untuk dijadikan korban bakaran, sama hanya bahwa tak lama lagi kita akan menyaksikan segala manusia termasuk pula diri kita sendiri, bagaikan tidak berarti, dan tak berharga bagaikan abu. Kemudian 17 kita akan saksikan betapa perlunya ketergantungan kita kepada-Nya sepenuhnya sebagaimana ketergantungan anak kecil kepada orang tuanya.
“Kepada siapa gerangan hendak kamu menyamakan Allah? Atau dengan apakah hendak kamu memperbandingkan Dia?”
Inilah yang sekarang merupakan suatu masalah bagi setiap orang untuk dijawab di dalam pikirannya.
“Tukang menuangkan sebuah patung, dan tukang emas menyalutkannya de-ngan emas, dan dilengkapi dengan ran-tai-rantai perak. Oleh orang yang kurang persembahannya itu dipilihnya sebatang kayu yang tiada rapuh; dicarilah bagi-nya seorang tukang yang pandai untuk menyiapkan sebuah patung yang tiada bergerak.”
Dalam ayat-ayat ini ditunjukkan bagai- 18 mana bodohnya manusia : Mereka tidak henti-hentinya memikirkan bahwa walaupun sepotong kayu adalah baik untuk kayu bakar, namun apabila manusia mencoba membuatkan daripadanya sesuatu yang sama dengan Allah, maka itu hanyalah suatu kebodohan dan bahwa untuk menyembah sujud kepadanya adalah penghinaan dan penghujatan.
8
“Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepa-damu semenjak mula pertama? Tiadakah kamu mengerti semenjak segala alas bu-mi ini? Adalah Dia yang duduk di atas bulat bumi, dan segala penduduknya adalah bagaikan belalang adanya; bahwa Ia membentangkan segala langit bagai-kan sehelai kain, dan dihamparkannya itu bagaikan sebuah tenda untuk didiami: Ia juga meniadakan segala penghulu; dan segala hakim di bumi dibuat-Nya sia-sia adanya. Ya, mereka tidak akan ditanam; ya, mereka tidak akan ditabur : ya, batang- 19 batangnya tidak akan mengeluarkan akar di bumi : maka Ia juga akan menghem-buskan angin ke atas mereka, maka la-yulah mereka itu, maka angin ribut akan menerbangkan mereka itu pergi bagaikan jerami. Kepada siapakah hendak kamu mempersamakan Daku, atau dengan apa-kah Aku hendak dipersamakan? Demiki-anlah firman Tuhan Yang Maha Suci. Ang-katlah matamu ke atas, dan pandanglah Siapakah yang telah menciptakan segala perkara ini, yang membawa keluar segala tentaranya dengan bilangannya : Ia me-manggil mereka semuanya dengan nama-namanya oleh kebesaran kuasa-Nya, ka-rena itulah Ia kuat dan berkuasa; tak ada satupun yang gagal.”
Oleh karena Allah adalah lebih besar daripada yang dapat dipikirkan oleh akal manusia, maka mengapakah manusia begitu sedikit bergantung kepada-Nya, dan lebih banyak bergantung kepada pekerjaan mereka sendiri? Benar, kita mungkin tidak sungguh-sungguh menyembah sujud ke- 20 pada sesuatu patung, tetapi kita mungkin saja melakukan perkara-perkara lainnya yang sama sifatnya dengan penyembahan berhala. Sesungguhnya, jika yang sedemikian itu tidak dipermasalahkan maka teguran-teguran ini tidak akan muncul kepada kita melalui pemecahan nubuatan yang tepat pada waktunya ini.
“Mengapakah katamu, hai Yakub, dan mengapakah tuturmu, hai Israel, bahwa jalan-Ku tersembunyi dari Tuhan, dan bahwa keputusanku telah berlalu dari Allah? Tidakkah kamu mengetahui? Ti-dakkah kamu mendengar, bahwa Allah yang kekal itu, yaitu Tuhan, Pencipta segala hujung bumi, tidak pernah penat, ataupun letih? Tak terduga pikiran-Nya. Ia memberikan kekuatan kepada yang lemah, dan kepada mereka yang tidak memiliki kekuatan ditambahkan-Nya 9 kekuatan. Bahkan anak-anak muda akan penat dan lesu, dan orang-orang muda akan selengkapnya jatuh : tetapi mereka 21 yang berharapkan Tuhan akan memper-baharui kekuatan mereka; mereka akan terbang naik dengan sayap bagaikan burung-burung garuda; mereka akan berlari, dan tidak akan menjadi lesu; dan mereka akan berjalan, dan tidak menjadi lemah.”
Bukankah itu mengherankan bahwa Sidang, yang telah sedemikian jauh hidup berabad-abad lamanya turun sampai kepada hari ini, kini harus diajar kembali permulaan dasar-dasar imannya?
“Berdiamlah dirimu di hadapan-Ku, hai segala pulau; dan hendaklah segala bangsa itu memperbaharui kekuatan mereka; hendaklah mereka itu datang dekat; lalu hendaklah mereka itu berbi-cara : bahwa marilah kita datang dekat bersama-sama kepada pehukuman. Sia-pakah yang sudah membangkitkan orang benar itu dari sebelah timur, yang telah memanggilnya untuk berdiri, yang telah memberikan segala bangsa ke hadapan-22 nya, dan telah menjadikannya meme-rintah atas segala raja? Ia telah menye-rahkan mereka itu bagaikan abu kepada pedangnya, dan bagaikan jerami yang di-buang kepada busurnya.”
Memperbaharui kekuatan mereka ialah membuang dosa, dan datang hampir kepada Allah, ialah belajar kepada-Nya. Dengan melakukan semuanya ini mereka kemudian akan mengundang orang-orang lain untuk datang kepada pehukuman. Segala bangsa akan berdiam sampai kepada masa itu, dan kemudian mereka akan mengatakan, “Marilah, dan hendaklah kita naik ke bukit Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita jalan-jalan-Nya, maka kita akan berjalan mengikuti langkah-lang-kah-Nya: karena hukum akan muncul dari Sion, dan firman Tuhan dari Yerusalem.”
Oleh karena itu pekerjaan kita adalah mempersiapkan jalan Tuhan bagi pengumpulan umat-Nya. 23 “Ia mengejar mereka itu, dan berlalu de-ngan selamat-Nya; bahkan sampai kepa-da jalan yang belum pernah dipijak-Nya dengan kakinya. Siapakah gerangan yang
10 sudah mengadakan dan melakukan itu, yang memanggil segala bangsa semen-jak mula pertama? Akulah Tuhan, yang mula-mula, dan dengan yang terkemu-dian pun; Akulah Dia. Segala pulau me-nyaksikannya, dan takutlah semuanya; segala hujung bumi takut dan gementar, berhimpunlah mereka itu, lalu datang.”
Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa manifestasi kekuasaan Allah itu akan dirasakan dimana-mana.
“Mereka saling membantu antar sesama-nya, sambil mengatakan seorang kepada yang lainnya, Teguhkanlah hatimu.”
Umat Allah sesungguhnya akan menolong sesama tetangga mereka. Orang bodoh bagaimanapun juga akan tetap ber- 24 laku dengan bodohnya, dan akan terusmenerus di dalam penyembahan berhala mereka.
“Demikianlah tukang kayu menolong pandai emas, dan orang yang mengha-luskan dengan palu menolong orang yang menempa pada landasan, sambil mengatakan, Siaplah sudah untuk di-pateri, lalu diikatnya dengan teguh pada paku, sehingga ia itu tidak tergoncang. Tetapi akan dikau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub yang telah Kupilih, benih dari Abraham sahabat-Ku. Kamu yang telah Kuangkat dari segala hujung bumi, dan yang telah dipanggil dari segala manu-sia yang termulia; dan telah dikatakan kepadamu, Engkaulah hamba-Ku; telah Kupilih akan dikau, maka tiada akan Kubuangkan kamu. Janganlah takut; karena Aku menyertai kamu; janganlah bimbang; karena Akulah Allahmu : Aku akan menguatkan kamu; sesungguhnya, Aku akan menolongmu, sesungguhnya, 25 Aku akan menegakkan kamu dengan tangan kanan kebenaran-Ku.”
Janji-janji Allah kepada hamba-hamba- Nya adalah pasti. Marilah kita berpegang kepada semuanya itu sekarang juga. Kita tidak akan pernah memperoleh sesuatu kesempatan sebaik yang kita miliki sekarang. Besok sudah akan terlambat; adalah lebih baik kita menyambut sekarang sementara Allah sedang menghimbau.
11
“Tengoklah, semua mereka yang naik amarahnya menentang engkau akan menjadi malu dan terkutuk : mereka itu akan jadi seperti tidak ada; dan segala orang yang berbantah-bantah dengan dikau itu akan binasa. Engkau akan mencari mereka, maka tiada mendapati mereka, bahkan segala orang yang ber-bantah-bantah dengan dikau : mereka yang berperang melawan dikau akan jadi bagaikan ketidak-adaan belaka.”
Sekaranglah kesempatan kita untuk 26 berbuat apa saja sekuat kita bagi mereka yang memusuhi kita, karena telah dijelaskan di sini bahwa jika mereka terus-menerus dengan permusuhannya mereka kelak akan binasa.
“Karena Akulah Tuhan Allahmu akan memegang tangan kananmu, sambil me-ngatakan kepadamu, Janganlah takut; Aku akan menolong engkau.”
Jika kita sebagai umat berada dengan tidak takut, maka mengapakah adanya semua kata-kata himbauan dan kata-kata dorongan yang membesarkan hati ini? Mengapakah adanya anjuran-anjuran itu supaya kita membuang semua ketakutan kita?
“Janganlah takut, hai kamu ulat kecil Yakub, dan kamu orang-orang dari Isra-el; Aku akan menolongmu, demikianlah Firman Tuhan, dan Penebusmu, Yang Maha Suci dari Israel. Bahwasanya Aku 27 akan menjadikan dikau sebuah alat pe-numbuk baru yang tajam yang memiliki gigi-gigi : engkau akan menumbuk han-cur segala gunung, memalu mereka itu sampai menjadi kecil-kecil, dan engkau akan menghancurkan segala bukit itu seperti sekam.”
Menumbuk segala gunung (segala kerajaan) ialah mengambil keluar gandum (orang-orang suci) daripadanya. Oleh karena itu, hamba-hamba Allah di sini dijanjikan sebuah alat yang baru yang berbeda dari setiap alat yang pernah dipergunakan sebelumnya; yaitu, pengumpulan orang-orang suci dalam masa penuaian yang akan diselesaikan dalam suatu cara yang belum terpikirkan, -- yang bertentangan dengan setiap perencanaan manusia. Alat ini akan memiliki gigigigi; ia akan memisahkan dengan tibatiba gandum daripada jerami lalu meniup keluar sekam-sekam. Kristus, “yang alat pengipas-Nya berada dalam tangan-Nya, ....hendak membersihkan lantai-Nya de- 12 28 ngan selengkapnya, lalu mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi Ia akan membakar habis sekam itu dengan api yang tak terpadamkan.” Matius 3 : 12. Untuk alasan inilah kita dipanggil, dan untuk tugas yang besar dan mulia inilah kita harus mempersiapkan jalan.
“Engkau akan mengipas mereka, maka angin akan menerbangkan mereka, dan angin puyuh akan mencerai-beraikan mereka : maka kamu akan bersukaria di dalam Tuhan, dan akan menjadi mulia di dalam Yang Maha Suci dari Israel. Apabila orang miskin dan melarat mencari air, tetapi air tidak ada, dan lidah mereka itu lekatlah oleh kehausan, maka Aku Tuhan akan mendengar mereka itu, Akulah Allah Israel tidak akan meninggalkan mereka.”
Ya, sekam akan ditiupkan dan angin puyuh akan menerbangkannya pergi untuk dibakar habis dengan api. Tetapi umat Allah akan bersuka cita di dalam 29 Tuhan, dan segala orang miskinnya akan dihiburkan-Nya.
“Aku akan membukakan sungai-sungai di tempat-tempat yang tinggi, dan mata-mata air di tengah-tengah segala bukit : Aku akan jadikan padang belantara itu sebuah telaga air, dan tanah yang kering berpancaran air.”
Hujan air itu, sebagai kita saksikan di sini, kelak akan berlimpah-limpah, Ia akan membuat sungai-sungai, pancaranpancaran air, dan telaga-telaga air di tempat-tempat yang tidak diharapkan demikian. Semua ini adalah suatu ramalan dari hal suatu penuaian besar, bahkan penuaian dari tempat-tempat yang tandus -- dari negeri-negeri orang kafir. “Sesudah ini Aku tampak, dan, terlihatlah, sejumlah besar orang-orang, yang tak seorangpun dapat menghitungnya, berasal dari sega-la bangsa, dan segala suku, dan segala umat, dan segala bahasa, berdiri di hada-pan tahta, serta di hadapan Anak Domba, 30 berpakaikan jubah-jubah putih, dan tangkai palm berada di dalam tangan-tangan mereka.” Wahyu 7 : 9.
“Akan Kutanamkan di padang belantara itu pohon cedar, pohon sitim, pohon murd, dan pohon zaitun; akan Kutaruh di padang kering itu pohon fir, pohon pine, dan pohon box bersama-sama.”
13
Allah akan memperindah negeri-negeri orang Kafir itu dengan orang-orang yang memiliki tabiat-tabiat Kristen serta karuniakarunia yang seindah pohon-pohon murd, pohon zaitun, pohon fir, pohon pine, dan pohon box bersama-sama. Tak ada sesuatu pun di dunia pada waktu ini yang dapat memberikan kepada manusia harapan serta ketenangan pikiran terkecuali janjijanji Allah ini.
“Supaya mereka dapat melihat, dan me-ngetahui, dan memperhatikan, serta me-mahami bersama-sama, bahwa tangan 31 Tuhan telah melakukan ini, dan bahwa Yang Maha Suci dari Israel itu telah menciptakannya. Kemukakanlah alasan-mu, demikianlah firman Tuhan; kemu-kakanlah segala alasanmu yang kuat, demikianlah firman Raja dari Yakub. Hendaklah mereka mengemukakannya, dan hendaklah mereka menunjukkan kepada kita apa yang akan jadi : hendak-lah mereka menunjukkan segala perkara yang terdahulu, bagaimana keadaannya, agar supaya kita dapat memperhatikan-nya, dan dapat kita mengetahui hujung akhir daripadanya; atau supaya mereka menunjukkan kepada kita perkara-per-kara bagi masa mendatang. Tunjukkanlah segala perkara yang akan datang kemu-dian sejak sekarang, agar supaya dapat kita ketahui; bahwa engkaulah dewa-dewa itu : ya, lakukanlah yang baik atau yang jahat, dan tengoklah bersama-sama. Bahwasanya, kamu adalah sia-sia, dan pekerjaanmu pun adalah hampa : maka kekejianlah mereka yang memilih akan dikau.”
32Di sini ada suatu tantangan terhadap semua musuh-musuh kita. Biarlah mereka itu menceritakan kepadamu apa yang akan jadi kemudian jika mereka sanggup, atau biarkanlah mereka menceritakan yang sudah berlalu jika mereka mau, demikianlah tantangan Allah kepada mereka. Demikianlah mereka dapat mengetahui bahwa mereka adalah sia-sia belaka, maka orang-orang yang memilih untuk mengikuti mereka itu, bahkan mereka akan merupakan suatu kekejian bagi-Nya.
“Aku telah membangkitkan seseorang dari sebelah utara, maka ia akan datang : semenjak dari matahari terbit ia kelak akan menyebutkan nama-Ku : maka ia akan datang ke atas segala penghulu bagaikan ke atas lesung, dan bagaikan pembuat tembikar yang memijak-mijak tanah liat.”
Orang ini yang di dalam nubuatan akan datang dari sesuatu tempat di sebelah utara dari Tanah Perjanjian. Ia berseru 33 kepada Tuhan semenjak pagi-pagi sekali -- sama paginya dengan terbitnya matahari pagi. Ia juga datang ke atas segala penghulu bagaikan ke atas lesung dan bagaikan tukang tembikar yang memijak di atas tanah liat. “Pada zaman raja-raja ini Allah di Surga akan mendirikan suatu Kerajaan... ia akan menghancurluluhkan dan memakan habis semua kerajaan ini.”
“Siapakah yang telah menyatakan dari mulanya, bahwa kita boleh mengetahui-nya? dan sebelum saatnya, supaya kita boleh mengatakan, Ia adalah kebenaran? sesungguhnya, tidak ada seorangpun yang menunjukkan, sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang menyatakan, se-sungguhnya, tidak ada seorang pun yang mendengarkan kata-katamu.”
Adakah seseorang yang pernah menjelaskan semua perkara ini kepada semua umat? Tanyakanlah Tuhan. Lalu Ia akan menjawab dengan pertanyaan-Nya sendiri: 34 “Sesungguhnya, tak seorangpun yang menunjukkan, sesungguhnya tak seorangpun yang menjelaskan, sesungguhnya tak seorangpun yang mendengarkan kata-katamu.”
“Yang pertama akan mengatakan kepa-da Sion, Bahwasanya, lihatlah mereka : maka Aku akan memberikan kepada Ye-rusalem seseorang yang membawakan berita-berita yang baik. Karena sudah Kulihat, dan tak terlihat seorang pun; bahkan di antara mereka semuanya, dan tidak terdapat seorang penasehat pun, sehingga, apabila Ku tanyakan kepada mereka, maka tak seorangpun dapat menjawab.”
Apabila Allah mengunjungi umat-Nya dengan berita-berita yang baik ini, maka didapati-Nya tak seorang pun di antara hamba-hamba-Nya yang melakukan pekerjaan ini, dan tak seorangpun penasehat di antaranya yang dapat memberikan sesuatu jawaban untuk segala perkara ini! 35 Tetapi bagaimanapun juga kita harus melakukan semua sebisanya untuk membangunkan mereka. Kita harus meninggikan Firman itu, menghiburkan umat- Nya, dan mempersiapkan jalan sehingga Ia dapat menjadikan kita sebuah alat penumbuk yang baru.
* * *
15
36Malu Karena Yesus!
Yesus, yang akan selalu ada,
Manusia yang bersifat mati malu karena
Engkau?
Malu karena Engkau, yang dipuji para malaikat,
Yang kemuliannya bercahaya hingga hari-
hari terakhir?
Malu karena Yesus! lebih jauh lagi
Biarlah merahnya malam memiliki sebuah
bintang;
Ia memancarkan sinar-sinar dari terang Ilahi
Atas jiwaku yang kelam ini.
Malu karena Yesus! hanya sesaat
Hendaklah malam hari malu terhadap
bulan;
Adalah malamnya jiwaku sampai pada Dia,
Cahaya Bintang Pagi, menyirnakan
kegelapan.
Malu karena Yesus! sahabat yang sungguh
Pada siapa segala harapanku akan surga
bergantung!
Bukan! Apabila mukaku memerah, menjadi 37 malu aku ini
Sehingga aku tidak lagi memuja nama-
Nya
Malu karena Yesus! ya, mungkin aku
Apabila aku tiada memiliki kesalahan
untuk dihapuskan;
Tiada air mata untuk diusap, tiada kebaikan untuk diharapkan,
Tiada ketakutan untuk diatasi, tiada jiwa
untuk diselamatkan.
Hingga akhirnya, -- tidak saja membesarkan kesombonganku, --
Hingga akhirnya aku meninggikan
seorang Juruselamat yang tersembelih; Dan Oh, biarlah kemuliaan ini jadi,
Sehingga Kristus tidak dipermalukan
karena aku!
-- Joseph Grigg
* * *
38TUNAS, BUKAN BENALU
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Oleh karena kepada kita sering ditanyakan apa yang dimaksudkan dengan “D” di dalam buku-buku kecil Amaran Sekarang dalam hubungannya dengan sebutan “Masehi Advent Hari Ketujuh”, maka kami akan berusaha menjelaskannya. “D” itu menunjukkan Davidian. Para penerbit, seringkali tidak mencetak nama itu selengkapnya, melainkan hanya menggunakan bentuk singkatan “D” saja apabila ruangan sangat terbatas.
Pada dasarnya kita semua adalah 39 orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Semenjak Saudara-Saudara pemimpin Organisasi Masehi Advent Hari Ketujuh menolak tambahan pekabaran terhadap Pekabaran Malaikat Yang Ketiga (Early Writings, p. 277) dalam cara yang sama seperti halnya umat Yahudi dahulu menolak Injil Kristus, dan seperti halnya gereja-gereja yang terkenal telah menolak pekabaran-pekabaran yang mengikutinya kemudian, maka kita pada dasarnya adalah tetap orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh. Kita berpisah dari gereja induk disebabkan karena saudara-saudara yang “suam” dengan suara mayoritas telah melepaskan keanggotaan kita, dan telah menempatkan penjagaan pada pintupintu gereja untuk menjamin agar supaya kita tidak dapat memasuki gedung gereja pada hari Sabat. Terbukti mereka telah melakukan semua perkara ini dengan maksud untuk memaksa kita meninggalkan Kebenaran Tuhan yang telah diungkapkan, dan juga untuk menakut-nakuti orangorang yang berpegang kepada Kebenaran 40 Sekarang dan orang-orang yang mungkin menyelidiki bagi dirinya lalu menerima pekabaran mengenai jam itu. Tidak terdapat alasan lain bagi penyingkiran kita.
Oleh karena kita tidak dapat memberikan punggung kita kepada ‘makanan pada masanya’ kiriman Allah, maka kita tentunya, dengan terpaksa harus menambahkan Davidian kepada nama Masehi 17 Advent Hari Ketujuh itu, agar supaya kita tidak dituduh dengan penyalahgunaan nama itu. Namun demikian, kita tidak pernah memisahkan diri dari persekutuan organisasi. Sebagai umat kita masih terus mendatangi gereja-gereja dari persekutuan organisasi apabila kita tidak dihalangi masuk.
Pekerjaan kita adalah terbatas di dalam persekutuan organisasi kita saja seperti halnya Yohanes dan Kristus di dalam persekutuan organisasi mereka dahulu. Oleh karena itu landasan kepercayaan-kepercayaan kita adalah sama seperti yang dipunyai oleh persekutuan organisasi, 41 dengan hanya pengecualian dari hal doktrin kebenaran-kebenaran tambahan yang dibawakan kepada kita oleh pekabaran tambahan itu. Olehnya itu, berbagai keadaan, telah menempatkan kita dalam suatu situasi yang sama dengan situasinya para rasul dahulu : Landasan kepercayaan-kepercayaan mereka, juga, adalah landasan kepercayaan-kepercayaan dari orang-orang Yahudi dan sebagai tambahan terhadap semuanya ini, mereka memiliki Injil Kristus.
Untuk melemparkan celaan serta membuat orang berprasangka terhadap pekabaran yang dikirimkan dari Surga itu, maka pihak penentang itu secara mencemoohkan menyebutkan kita sebagai “benalu.” Namun justru, ucapan mereka yang melawan kita itulah, yang membuktikan kita pada pihak yang benar dan mereka yang salah. Kalau saja bukan disebut “benalu”, maka sidang Kristen tidak akan pernah ada, tidak pernah, bahkan gereja-gereja Protestan maupun Masehi Advent Hari 42 Ketujuh pun tidak akan pernah muncul berdiri.
Demikianlah kita bersyukur kepada Allah bahwa kita telah memiliki keteguhan pendirian untuk tidak menjadikan daging sebagai lengan kita (tidak berpegang kepada kata-kata para imam dan rabi, seperti halnya di masa lalu, melainkan kita menyelidikinya sendiri, secara pribadi untuk mengetahui apakah sebenarnya Kebenaran itu) lalu teguh menahan semua celaan seperti yang dilakukan oleh orangorang yang telah mendahului kita.
Disinilah dimana ucapan nabi Yesaya itu berlaku dengan tepatnya dan pada waktunya sebagai berikut : “Sesungguhnya, kebenaran telah gagal; dan dia yang telah meninggalkan kejahatan telah membu-at dirinya sendiri jatuh menjadi mangsa : maka Tuhan melihatnya, dan hal ini sangat mengecewakan Dia, bahwa tiada terdapat keadilan.” Yesaya 59 : 15.
Tetapi, kebenaran tentang hal itu, ada- 43 lah bahwa yang disebut benalu-benalu itu sesungguhnya adalah tunas-tunas muda. Maka marilah kita coba mengenangkan bahwa seperti halnya sebuah pohon mati apabila ia gagal mengeluarkan sesuatu tunasnya pada setiap musim, maka demikian pula halnya sesuatu sidang akan mati apabila ia gagal untuk mengembangkan dirinya dengan Kebenaran tambahan dari surga. Bahkan dunia pun mengetahui bahwa tunas-tunas itulah yang senantiasa mempertahankan sidang itu hidup dan bebas, dan bahwa tunas-tunas senantiasa berkehendak demikian. Olehnya itu kita merasa sangat terhormat menjadi tunastunas yang terus bertumbuh daripada pucuk-pucuk yang tidur.
Ya, adalah suatu kehormatan bagi kita jika dianiaya, diejek-ejek, dan dipermalukan karena sebab Kristus dan Kebenaran- Nya. Demikianlah Yesus mengatakan: “Berbahagialah kamu, apabila orang ke-lak akan membencimu, dan apabila me-reka akan memisahkan kamu dari perse-44 kutuannya, dan apabila mereka akan mencela kamu, lalu mencoret akan na-mamu sebagai penjahat, karena sebab Anak Manusia. Bersuka citalah kamu pada masa itu, dan berlompat-lompatlah kegembiraan: sebab, tengoklah, besarlah pahalamu di dalam surga : karena sede-mikian ini pula yang telah dilakukan se-gala nenek moyang mereka itu terhadap segala nabi.”—Lukas 6 : 22, 23.
“Dengarlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan firman-Nya; Sau-dara-saudaramu yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu karena kamu menghormati nama-Ku, telah mengata-kan, Biarlah nama Tuhan dipermuliakan; tetapi Ia akan muncul bagi kesukaan kamu, dan mereka itu kelak akan malu.”
“Maka segala raja akan menjadi bapa-bapa pengasuhmu, dan segala per-maisurinya akan menjadi ibu-ibu peng-asuhmu : mereka akan menyembah sujud ke hadapanmu dengan muka sampai ke 45 tanah, dan mereka akan menjilat debu kakimu; maka akan diketahui olehmu bahwa Akulah Tuhan : karena mereka tidak akan malu, yaitu mereka yang menantikan Daku.
“Dapatkah jarahan itu diambil kem-bali dari tangan orang perkasa, atau da-patkah lolos tawanan dari orang gagah? Tetapi demikianlah firman Tuhan, Bah-kan tawanan dari orang perkasa sekali-pun kelak akan terlepas, dan bahkan wa-laupun jarahan dari orang yang terkuat 19 sekalipun akan dibebaskan; karena Aku akan bergumul dengan dia yang telah bergumul denganmu, maka Aku akan menyelamatkan segala anakmu.” Yesaya
Jelaslah terlihat bahwa orang-orang yang mengucilkan Saudara-saudara pemelihara kebenaran dari tengah-tengahnya, sedang melakukan semuanya itu dibawah perintah si Jahat, karena mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan perintah Tuhan, tidak akan mencampakkan keluar, 46 bahkan “lalang” sekalipun. Mereka memahami bahwa tugas pembersihan sidang hanya berada di tangan malaikat-malaikat saja.
“Lalu aku tampak malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengantarku, ‘Sangatlah menakutkan pekerjaannya. Sangat mengerikan misinya. Ia adalah malaikat yang akan memisah-misahkan gandum dari antara lalang, lalu meme- teraikan, atau mengikat, gandum itu bagi lumbung surga. Semua perkara ini hendak- lah memikat seluruh ingatan, dan seluruh perhatian.” Early Writings, p. 118.
“Dan lagi, Kerajaan surga itu se-umpama pukat, yang dilemparkan orang ke dalam laut, dan yang mengumpulkan berjenis-jenis ikan : yang mana, apabila penuh, ditariknya ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yaitu yang baik di-taruhnya di dalam keranjang-keranjang, tetapi yang tidak baik dibuangkannya. Demikianlah akan jadi pada kesudahan dunia : malaikat-malaikat akan keluar ke 47 segala tempat, memisahkan orang jahat dari antara orang yang benar, lalu akan melemparkan mereka itu ke dalam dapur yang berapi : di sana kelak ada tangisan dan keretak gigi.” Matius 13 : 47 – 50.
Demikianlah apakah kita benar atau apakah kita salah, kita mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan Saudara-saudara itu adalah tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pelopor-pelopor dari iman Kristen telah menyerahkan hidup mereka bagi kepentingan Kebenaran, maka mengapakah tidak akan kita lakukan juga demikian?
Kini untuk menguji apakah kita betul orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh atau bukan, maka biarlah saya mencoba menyajikan ke hadapanmu dasar-dasar kepercayaan kita diambil dari buku kecil,
20 “Dasar-Dasar Kepercayaan dan Petunjuk.” Di sini dapat Saudara catat bahwa keseluruhan daftar dari dasar-dasar kepercayaan adalah dikutip dari buku tahunan 48 dari Organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dan mengapa? -- hanyalah karena kepercayaan-kepercayan mereka adalah kepercayaan-kepercayaan kita juga. Kemudian akan dapat Saudara catat doktrin kebenaran-kebenaran tambahan yang mengikutinya.
KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN
DASAR DAVIDIAN MASEHI
ADVENT HARI KETUJUH
Karena muncul dalam tahun 1930 dari dalam madzab gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (“sidangnya orang-orang Laodikea”), maka Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh senantiasa melibatkan diri pada tugas nubuatan (yang diramalkan pada Yesaya 52 : 1) mempersiapkan sidang Laodikea, yaitu sidang yang terakhir dengan “lalang-lalang” di antara “gandum”, bagi pemberitaan Injil yang terakhir “ke seluruh dunia.” Matius 14 : 14.
49Persekutuan ini, bersama-sama dengan madzab gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, menganut “kepercayaankepercayaan dasar tertentu, yang ciri-ciri utamanya bersama-sama dengan sebagian petunjuk-petunjuk Alkitab yang menjadi landasannya”, pada dasarnya terinci sebagai berikut :
1. Bahwa Alkitab Wasiat Lama dan Wasiat
Baru telah dikaruniakan oleh ilham
Allah, berisikan suatu wahyu kehen-
dak-Nya yang serba lengkap bagi
manusia, dan merupakan satu-satunya
peraturan iman dan perbuatan yang
tidak keliru. 2 Timotius 3 : 15 – 17.
2. Bahwa Ke-Allahan, atau Trinitas itu,
adalah terdiri dari Bapa Yang Kekal,
yaitu seorang pribadi, Mahluk rohani,
maha kuasa, maha hadir, maha tahu,
yang tak terbatas dalam kebijak-
21
sanaan dan kasih sayang; Tuhan Yesus
Kristus, Putera dari Bapa Yang Kekal
itu, yang oleh-Nya segala perkara telah
diciptakan dan oleh-Nya juga penyela- 50 matan daripada penebusan orangorang yang ditebus akan diselesaikan; Roh Suci, yaitu orang pribadi yang ketiga dari Ke-Allahan, yaitu kuasa pembaharuan yang besar dalam pekerjaan penebusan. Matius 28 : 19.
3. Bahwa Yesus Kristus itu sesungguhnya Allah, karena sifat alamiah dan wujud- Nya adalah sama dengan Bapa Yang Kekal itu. Sambil mempertahankan sifat alamiah keilahian-Nya Ia telah mengenakan pada diri-Nya sifat alamiah dari keluarga manusia, Ia telah hidup di bumi sebagai manusia, memberi contoh dalam hidup-Nya sebagai Teladan prinsip-prinsip kebenaran bagi kita, membuktikan hubungan-Nya dengan Allah melalui berbagai mujizatmujizat yang besar, telah mati karena dosa-dosa kita di atas kayu salib, telah bangkit dari kematian, dan telah naik kepada Bapa, dimana Ia hidup selamanya menjadi perantara kita. Yohanes 1 : 51 4. Bahwa untuk memperoleh selamat se-
tiap orang harus mengalami kelahiran
yang baru; bahwa ini meliputi suatu
perubahan hidup dan tabiat yang me-
nyeluruh oleh kuasa ciptaan kembali
Allah melalui iman dalam Tuhan Yesus
Kristus. Yohanes 3 : 16; Matius 18 : 3;
Kisah Rasul-Rasul 2 : 37 – 39.
5. Bahwa baptisan adalah suatu peratu-
ran gereja Kristen yang akan menyusul
pertobatan dan pengampunan dosa-
dosa. Oleh mematuhinya iman akan
diperlihatkan dalam kematian, pengu-
buran, dan kebangkitan Kristus. Bahwa
bentuk baptisan yang sepatutnya ialah
dengan diselamkan. Roma 6 : 1 – 6;
Kisah Rasul-Rasul 16 : 30 – 33.
6. Bahwa kehendak Allah yang berkaitan
dengan perilaku moral dapat dipahami
di dalam hukum dari sepuluh perin-
tah-Nya; bahwa sekaliannya ini meru-
22
pakan peraturan-peraturan moral yang
besar, yang tidak dapat diubahkan,
yang mengikat terhadap semua orang, 52 pada segala zaman. Keluaran 20 : 1 –
7. Bahwa perintah yang keempat dari hukum yang tak dapat berubah ini mewajibkan memperingati Sabat hari yang ketujuh. Lembaga kesucian ini merupakan suatu peringatan akan kejadian bumi dan suatu tanda penyucian, yaitu tanda orang percaya berhenti dari segala pekerjaan dosanya sendiri, dan masuknya ia ke dalam perhentian jiwa yang Yesus janjikan kepada mereka yang datang kepada-Nya. Kejadian
8. Bahwa hukum sepuluh perintah itu menunjukkan dosa, dan sanksinya adalah kematian. Hukum itu tidak dapat menyelamatkan pelanggar hukum dari dosanya, juga tidak dapat memberikan kuasa untuk menghalanginya supaya tidak berbuat dosa. Dalam kasih dan kemurahan yang tak terhingga, Allah menyediakan suatu jalan oleh mana hal 53 ini dapat terlaksana. Ia menyediakan suatu pengganti, yaitu Kristus Yang Benar itu, untuk mati demi kepentingan manusia, dengan ‘membuat-Nya menjadi berdosa bagi kita, yaitu Dia yang tidak pernah mengenal dosa; agar kita dapat dibuat menjadi kebenaran daripada Allah di dalam Dia.’ 2 Korintus 5 : 21. Orang itu akan dibenarkan, bukan oleh mematuhi hukum, melainkan oleh anugerah yang ada di dalam Kristus Yesus. Oleh menerima Kristus, maka manusia diperdamaikan dengan Allah, dibenarkan oleh darah-Nya untuk dosa-dosa yang sudah lalu, dan diselamatkan dari kuasa dosa oleh Kristus yang tinggal dalam hidupnya. Dengan demikian Injil menjadi ‘kuasa Allah bagi penyelamatan setiap orang yang percaya.’ Roma 1 : 16. Pengalaman ini dilaksanakan oleh Roh Suci utusan Ilahi itu, yang akan membuat orang insyaf akan dosa lalu membawa kepada Pemikul Dosa itu, yang mema- 54 sukkan orang percaya ke dalam hubungan perjanjian yang baru, dimana hukum Allah akan tertulis di dalam hatinya, lalu melalui kuasa yang memungkinkan dari Kristus, hidupnya akan dibawa ke dalam penyesuaian dengan peraturan-peraturan Ilahi. Kehormatan dan kebaikan daripada perubahan yang ajaib ini sepenuhnya 23 menjadi milik Kristus. 1 Yohanes 2 : 1,
8 – 12.
9. Bahwa Allah ‘saja yang memiliki sifat tiada mati.’ 1 Timotius 6 : 15. Manusia yang fana memiliki suatu sifat alamiah yang penuh dosa dan bersifat mati. Hidup kekal ialah karunia Allah melalui iman dalam Kristus. Roma 6 : 23. ‘Ba-rangsiapa memiliki Putera ia juga memiliki kehidupan.’ 1 Yohanes 5 : 12. Sifat tiada mati diberikan pada orangorang benar pada kedatangan Kristus yang kedua kali. Apabila orang-orang mati yang benar bangkit dari kubur 55 dan orang-orang hidup yang benar diubahkan untuk menyambut Tuhan. Kemudian pada waktu itu orang-orang yang tergolong setia ‘mengenakan si-fat tiada mati.’ 1 Korintus 15 : 51 – 55.
10. Bahwa kondisi manusia dalam kematian adalah suatu keadaan tidak sadar. Bahwa semua orang, yang baik maupun yang jahat, tetap tinggal di dalam kubur semenjak dari kematian sampai kepada kebangkitan. Pengkhotbah 9 :
29.
11. Bahwa akan ada suatu kebangkitan baik kebangkitan orang-orang benar maupun kebangkitan orang-orang yang tidak benar. Kebangkitan orang-orang benar akan terjadi pada kedatangan Kristus yang kedua kali; kebangkitan orang-orang yang tidak benar akan terjadi seribu tahun kemudian, sesudah millenium berakhir. Yohanes 5 : 28, 29; 56 12. Bahwa pada akhirnya orang-orang
yang tidak bertobat, termasuk Setan,
pencipta dosa itu, akan, dimusnahkan
oleh api-api dari hari terakhir, sampai
menjadi tidak ada, sehingga menjadi
seolah-olah sekaliannya itu belum per-
nah ada, dengan demikian menyuci-
kan alam milik Allah ini dari dosa dan
dari orang-orang berdosa. Roma 6 : 23;
Obaja 16.
13. Bahwa tidak ada masa periode nu-
buatan (artinya penentuan waktu nu-
buatan mengenai tanggal yang tepat 24
dari kedatangan Kristus) ada diberikan
di dalam Alkitab sampai kepada ke-
datangan Kristus kedua kali, terkecuali
periode yang terpanjang itu, yaitu 2300
hari dari Daniel 8 : 14, yang berakhir
dalam tahun 1844, dan yang telah
menghantarkan kita kepada peristiwa
yang disebut penyucian kaabah kesu-
cian itu.
14. Bahwa tabernakel di bumi telah me- 57 rupakan contoh, dari kaabah kesucian yang sebenarnya, yaitu kaabah Allah di dalam Surga, yang oleh Paulus dibicarakan di dalam Ibrani 8 dan seterusnya, dan yang mana Tuhan Yesus sebagai imam besar kita yang mulia, adalah imamnya; dan bahwa tugas keimamatan Tuhan kita itu adalah contoh saingan dari tugas imamimam Yahudi dari sejarah yang dahulu; bahwa kaabah kesucian samawi ini ialah kaabah yang akan disucikan pada akhir dari 2300 hari dari Daniel 8 : 14 itu; yang penyuciannya, sebagaimana dalam contoh, adalah merupakan suatu pekerjaan pengadilan, yang dimulai dengan masuknya Kristus sebagai imam besar pada tahap pelayanan pengadilan-Nya di dalam kaabah kesucian surga, yang dibayangkan di dalam pelayanan penyucian kaabah kesucian di bumi pada hari grafirat. Pekerjaan pengadilan ini di dalam kabaah kesucian surga dimulai dalam tahun 1844. Selesainya pengadilan itu 58 akan mengakhiri masa kasihan bagi manusia.
15. Bahwa Allah, dalam masa pehukuman dan sesuai dengan kesamaan amaran- Nya kepada keluarga manusia mengenai peristiwa-peristiwa penting yang mempengaruhi nasib mereka (Amos 3 : 6, 7), akan mengeluarkan suatu pemberitahuan umum mengenai dekatnya kedatangan Kristus yang kedua kali; bahwa pekerjaan ini adalah dilambangkan oleh tiga malaikat dari Wahyu 14; dan bahwa pekabaran tiga rangkap mereka itu akan memperlihatkan suatu pekerjaan reformasi bagi mempersiapkan suatu umat untuk menyambut Dia pada kedatangan- Nya.
16. Bahwa masa penyucian kaabah kesucian itu, yang selaras dengan masa periode pemberitaan pekabaran dari Wahyu 14, adalah suatu masa pemeriksaan pengadilan, pertama-tama terhadap orang-orang yang sudah mati, 59 dan kedua terhadap orang-orang yang masih hidup. Pemeriksaan pengadilan ini akan memutuskan siapa-siapa dari antara bermilyar-milyar orang yang tidur dalam lebu bumi yang akan layak memperoleh bagian dalam kebangkitan yang pertama, dan siapasiapa dari rombongan besar orangorang hidupnya yang layak untuk kelak diubahkan. 1 Petrus 4 : 17, 18;
20 : 35.
17. Bahwa para pengikut Kristus harus merupakan umat yang saleh, yang tidak menganut peribahasa-peribahasa manusia yang tidak suci atau pun menyesuaikan diri dengan jalan-jalan duniawi yang tidak benar, tidak mencintai keplesiran-keplesiran dunia yang berdosa, juga tidak menyetujui kebodohan-kebodohannya. Bahwa orang percaya harus mengenali tubuhnya sebagai kaabah dari Roh Suci, dan bahwa karena sebab itulah ia harus me- 60 makaikan pada tubuhnya pakaian yang rapih, sederhana, dan terhormat. Selanjutnya, bahwa dalam hal makan dan minum maupun dalam keseluruhan sikap pribadinya ia harus membentuk kehidupannya sehingga menjadi pengikut Guru yang lemah lembut dan sederhana itu. Dengan demikian orang percaya akan dituntun untuk selalu menjauhi semua minuman yang merangsang, tembakau, dan bahanbahan narkotik lainnya, dan menghindari setiap kebiasaan dan perbuatan yang mengotori tubuh maupun jiwa.
18. Bahwa prinsip Ilahi mengenai perpuluhan-perpuluhan dan persembahanpersembahan tatangan untuk menunjang Injil adalah diakui sebagai milik Allah sendiri dalam kehidupan kita, dan bahwa kita adalah penatalayanpenatalayan yang harus mempertanggung-jawabkan kepada-Nya semua 61 yang telah dipercayakan-Nya ke dalam pemilikan kita. Imamat 27 : 30;
19. Bahwa Allah telah menempatkan di dalam sidang-Nya karunia-karunia Roh Suci, sebagaimana yang dirinci di dalam 1 Korintus 12 dan Efesus 4. Bahwa karunia-karunia ini berfungsi sesuai
26 dengan prinsip-prinsip Alkitab, dan telah diberikan bagi penyempurnaan orang-orang suci, pekerjaan pelayanan, pembangunan tubuh Kristus. Wahyu
20. Bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali itu adalah harapan utama sidang, puncak dari Injil dan rencana penyelamatan yang agung. Kedatangan-Nya akan bersifat nyata, pribadi, dan dapat dilihat. Banyak peristiwaperistiwa penting akan dikaitkan dengan kembali-Nya itu, seperti misalnya kebangkitan orang-orang mati, kebinasaan orang-orang jahat, penyucian 62 bumi, pahala orang-orang benar, pendirian kerajaan-Nya yang kekal. Kegenapan yang hampir lengkap dari berbagai penggarisan nubuatan, khususnya nubuatan-nubuatan yang ditemukan di dalam buku Daniel dan buku Wahyu, dengan kondisi-kondisi yang ada dalam dunia secara fisik, sosial, industri, politik, dan agama, menunjukkan bahwa kedatangan Kristus itu ‘sudah dekat, bahkan sudah di depan pintu.’ Matius 24 : 33. Saat yang tepat dari peristiwa itu belum diberitahu. Orang-orang percaya dinasehati supaya bersiap-siap, karena ‘pada sesuatu jam yang tak disangka-sangka Anak Manusia akan muncul.’
Timotius 3 : 1 – 5; Daniel 7 : 27; Matius
21. Bahwa pemerintahan Kristus selama 1000 tahun millenium itu akan meliputi 63 masa periode di antara kebangkitan yang pertama dan kebangkitan yang kedua, selama waktu itu umat kesucian dari segala zaman akan hidup bersama-sama dengan Juruselamat mereka yang berbahagia di dalam Surga. Pada akhir seribu tahun millenium itu, Kota Suci dengan semua umat kesucian akan turun ke bumi. Orang-orang jahat yang bangkit pada kebangkitan yang kedua, akan pergi naik ke seluruh luas bumi bersama Setan sebagai pemimpin mereka untuk mengepung perkemahan umat kesucian, apabila
27 api akan turun dari Allah dari dalam Surga lalu menelan mereka itu. Dalam kebakaran besar yang membinasakan Setan dan rombongan besarnya itu, bumi sendiri pun akan diperbaharui kembali dan disucikan daripada segala pengaruh kutuk. Demikian inilah semesta alam milik Allah akan kelak disucikan daripada noda pelanggaran 64 22. Bahwa Allah hendak memperbaharui segala perkara. Bumi, yang dipulihkan kepada keindahan aslinya, akan menjadi tempat tinggal umat kesucian Tuhan untuk selama-lamanya. Janji kepada Abraham, bahwa melalui Kristus ia dan benihnya akan mempusakai bumi sepanjang segala zaman kekekalan yang tak terhingga, akan digenapi. ‘Kerajaan dan pemerintahan dan kebesaran ke-rajaan itu di bawah seluruh langit akan dikaruniakan kepada umat ke-sucian dari Yang Maha Tinggi, yang kerajaannya adalah sebuah kerajaan yang kekal, dan semua pemerintahan akan berbakti dan mematuhi Dia.’ Daniel 7 : 27. Kristus, Tuhan, akan memerintah dengan penuh kuasa dan setiap mahluk yang di dalam surga maupun di bumi dan di bawah bumi, dan yang sedemikian ini yang berada di dalam lautan akan menyatakan “berkat, dan hormat, dan kemuliaan dan kuasa bagi ‘Dia yang duduk pada tahta itu dan bagi Anak Domba itu
65untuk selama-lamanya’.” Kejadian 13
Matius 5 : 5; Yesaya 35; Wahyu 21 : 1
of the Seventh-day Adventist Deno-
mination, 1947 Edition, pp. 4 – 6.
Tambahan dalam prinsip-prinsip iman yang mendasar ini yang dipegang bersama-sama dengan umat Masehi Advent Hari Ketujuh, maka Persekutuan Davidian berpegang :
1. Bahwa karunia nubuatan di dalam ge-
reja Masehi Advent Hari Ketujuh (yang
oleh perantaraannya sidang telah di-
bawa keluar dalam tahun 1844 dan te-
lah dipelihara dan dijaga selama tujuh
dekade) memberhentikan manifestasi-
nya dalam tahun 1915 dan belum di-
28
manifestasikan kembali sampai tahun
1930; dan bahwa pemberhentian ini
dan manifestasi kembali ini adalah
sejajar dengan pemberhentian karu-
nia nubuatan dalam Wasiat Lama dan
66manifestasi kembalinya dalam Wasiat
Baru.
2. Bahwa manifestasi sekarang ini ada-
lah sama waktunya dengan 430 tahun
nubuatan dari Yeheskiel 4, dan bahwa
inilah ‘tambahan’ yang dikemukakan
di dalam Early Writings, p. 277.
3. Bahwa ia itu dimanifestasikan kembali
dalam pekerjaan penghabisan bagi si-
dang untuk memungkinkan pemete-
raian 144.000 hamba-hamba Allah itu
(Testimonies, vol. 3, p. 266), dan untuk
memberikan kuasa dan kekuatan (Ear-
ly Writings, p. 277) kepada Pekabaran-
Pekabaran Tiga Malaikat (Wahyu 14
itu dapat dikuasakan menyelesaikan
pekerjaan penghabisan bagi dunia, dan
untuk menghimpun semua saudara
mereka keluar dari semua bangsa
4. Bahwa pembinasaan lalang-lalang dari
antara buah-buah pertama orang-orang 67 hidup (Matius 13 : 30, 48, 49; Yeheskiel 9 : 6, 7) akan berhasil dengan penyucian sidang.
5. Bahwa segera sesudah itu, malaikatmalaikat akan melepaskan empat mata angin (Wahyu 7 : 1 – 3), lalu kemudian terjadi masa kesusahan dan berdirinya Mikhael untuk melepaskan daripadanya semua orang yang namanamanya ada tercatat di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba (Daniel 12 : 1)
6. Bahwa pelepasan angin-angin itu oleh malaikat-malaikat untuk bertiup ke seluruh empat penjuru bumi (Wahyu 7 : 1) tidak akan mendahului suatu Perang Dunia melainkan akan mendahului suatu keputusan dunia yang luas yang dipaksakan ke seluruh Babil oleh patung binatang itu, dan bahwa pada waktu itulah tidak seorang pun dapat membeli atau menjual terkecuali orang yang menyembah “patung itu”. Wahyu 68 7. Bahwa kemudian, masa kesusahan
Yakub (Yeremia 30 : 7) bagi mereka
yang 144.000, anak-anak lelaki Yakub
itu, jelas akan berkembang menimpa
perjalanan mereka pulang ke tanah
nenek moyang mereka (Yeheskiel 36 :
8. Bahwa peristiwa dari zaman dahulu
yang penting itu akan membuat me-
reka yang 144.000 ini memperoleh
penggantian nama sama seperti yang
diperoleh nenek moyang mereka,
Yakub (Kejadian 32 : 28), dan sebagai
sebuah badan mereka memperoleh
suatu nama yang baru yang akan di-
ucapkan oleh mulut Tuhan sendiri
9. Bahwa peristiwa-peristiwa ini akan
mencapai puncaknya pada saat berdi-
rinya Kerajaan itu (Daniel 2 : 44; Yesaya
2 : 1 – 4; Mikha 4; Yeheskiel 37), dimana
mereka yang 144.000 itu, mereka yang
mengikuti Anak Domba itu “kemana
saja Ia pergi” (Wahyu 14 : 4), akan ber- 69 diri bersama-sama dengan-Nya di atas Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), dan di sana akan “menyambut bala tentara orang-orang Kafir.” Yesaya 60 : 5, 11.
10. Bahwa sesudah urutan peristiwa-peristiwa ini akan terdengar Seruan Keras dari malaikat yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya (Wahyu 18 : 1), sementara Suara yang lain itu berseru : “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu ter-babit dengan dosa-dosanya, dan supa-ya jangan kamu ikut terkena bela-belanya.” Wahyu 18 : 4.
11. Bahwa dalam menyambut panggilan ini banyak bangsa akan mengatakan : “Datanglah, dan marilah kita naik ke gunung Tuhan itu, dan ke rumah Al-lah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan pada lorong-lorong-Nya : karena hukum akan terbit dari Sion, dan firman Tuhan dari Yerusalem.” 70 12. Bahwa Suara itu akan berhenti berteriak apabila semua umat kesucian kelak sudah dihimpunkan keluar dari segala bangsa. Kemudian kelak “akan datang hari-hari itu, demikianlah fir-man Tuhan, bahwa Aku akan men-datangkan suatu kelaparan di dalam negeri, bukan kelaparan akan roti, ju-ga bukan kehausan akan air, melain-kan akan mendengarkan firman Tu-han : maka mereka akan mengembara dari lautan ke lautan, dan dari utara sampai ke timur, mereka akan ber-lari-larian ke sana kemari mencari-kan firman Tuhan, tetapi tidak akan menemukannya.” Amos 8 : 11, 12.
13. Bahwa kemudian akan menyusul pembubaran organisasi dunia dari patung binatang itu (Wahyu 19 : 1 – 3), berakhirnya pemeriksaan pengadilan terhadap orang-orang hidup (Wahyu 15 : 5 – 8), berakhirnya masa kasihan (Wah- yu 22 : 11), dan tertuangnya tujuh bela yang terakhir itu menimpa orang-orang jahat (Wahyu 16). 71 14. Bahwa di bawah tujuh bela itu, pasukan-pasukan yang berbaris bagi perang Armagedon akan memerangi bala tentara surga, tetapi mereka akan dihancurkan olehnya (Testimonies, vol. 6, p. 406), dan bahwa Kristus akan muncul dalam segala kemuliaan-Nya, membinasakan orang-orang jahat yang masih hidup, membangkitkan orangorang mati yang suci (1 Tesalonika 4 : 15 – 17), lalu menghantarkan ke dalam seribu tahun millenium itu (Wahyu 20 : 5).
15. Bahwa untuk sedikit masa lamanya (Wahyu 20 : 3), selama seratus tahun (Yesaya 65 : 20), sesudah seribu tahun millenium itu, orang-orang jahat akan hidup kembali, lalu kemudian akhirnya dibinasakan dengan api (Wahyu 20 : 9), sesudah itu segala perkara akan dipulihkan, lalu rencana Allah yang mula-mula akan diteruskan sampai kepada kegenapannya yang sempurna dalam suatu kegembiraan samawi 72 yang kekal dan tak terganggu (Wahyu 21 : 4).
* * *
31
73Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
74UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org