V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Pembenaran Oleh Karunia, Pembenaran Oleh Iman, Dan Pembenaran Dari Kristus
Pendidikan Pemuda Kristen -- Dimana
Dan Bagaimana Diperoleh
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association
P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
JANGANLAH MENGUKUR
PEKERJAAN ALLAH DENGAN TALI
PENGUKUR MANUSIA
Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, halaman 79, paragraf satu:
“Pemuka-pemuka agama berpikir da- lam generasi ini untuk mengumandangkan puji-pujian dan mendirikan monumen- monumen bagi mereka yang telah mena- namkan benih kebenaran berabad-abad yang lalu. Tidakkah banyak orang pada waktu ini sedang beralih dari pekerjaan ini menginjak-injak pertumbuhan yang keluar dari benih yang sama? Seruan dahulu kala itu kini terulang kembali, ‘Kami tahu bah- wa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini (Kristus di dalam diri jurukabar yang diutus-Nya), kami tidak tahu dari mana ia berasal.’ Sama seperti halnya dalam abad-abad yang terdahulu, kebenaran-kebenaran penting bagi zaman 3 ini diperoleh bukan dari penguasa-pengu- asa keimamatan, melainkan dari orang- orang laki-laki dan perempuan yang ti- dak terlalu terpelajar atau terlalu pintar untuk percaya firman Allah, ‘Karena kamu menyaksikan panggilanmu, saudara-sau- daraku, bagaimana orang pintar menurut ukuran daging, tidak banyak orang yang gagah perkasa, tidak banyak orang bang- sawan yang dipanggil; melainkan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang bodoh untuk mengacaukan orang- orang pintar; dan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang lemah untuk mengacaukan perkara-perkara yang kuat perkasa.”
Bacaan ini memerintahkan kita untuk berdoa bagi orang-orang yang dianggap pintar, karena pada waktu ini sama seperti halnya di masa lalu mereka yang disebut pemuka-pemuka agama yang mulia itu pada satu pihak seolah-olah sedang mengumandangkan puji-pujian, membangun monumen-monumen bagi hamba-hamba 4 Allah yang hidup berabad-abad sebelumnya, sementara di lain pihak mereka sedang menginjak-injak utusan-utusan Allah yang hidup dalam sejarahnya sendiri! Mereka juga, pada kenyataannya mengatakan, “Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini kami tidak tahu dari mana Ia berasal.” Kita hendaklah berdoa agar mereka dapat menginsyafi akan kekeliruannya mengukur pekerjaan Allah dengan tali pengukur manusia. Dan juga berdoalah, agar kita sendiri tidak akan jatuh ke dalam praktek-praktek yang sedemikian ini.
Copyright, 1949
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
5PEMBENARAN OLEH
KARUNIA, PEMBENARAN
OLEH IMAN, DAN
PEMBENARAN DARI KRISTUS
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 31 Juli 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Banyak dibicarakan di antara kita dari hal “pembenaran oleh karunia” dan “pembenaran oleh iman”, juga dari hal “pembenaran dari Kristus.” Tetapi manfaat apakah semua pembicaraan ini kelak bagi kita jika kita tidak berbuat sesuatu untuk mencari tahu apa sebenarnya semuanya ini, dan bagaimana membuat semua persoalan itu 6 menjadi milik kita sendiri. Sebab itu kita harus tidak gagal dalam hal ini, dan kita tidak akan gagal jika kita mencari Tuhan dengan sebulat-bulat hati sambil kita menyelidiki semua contoh-contoh yang nyata yang sudah ditaruh di atas tangan saya ini oleh Roh Kebenaran.
Untuk memulai penyelidikan ini saya akan membaca dua ayat dari Injil, pertamatama dari kitab Roma, kemudian dari kitab Ibrani :
“Dan jika oleh karunia, maka ia itu bu-kan lagi oleh karena perbuatan : sebab jika tidak demikian karunia itu bukan lagi karunia. Tetapi jika ia itu karena per-buatan, maka ia itu bukan lagi karunia, sebab jika tidak demikian perbuatan bu-kan lagi perbuatan.”
Kita telah terpanggil ke dalam pilihan Allah, demikianlah kata firman, bukan karena sesuatu perbuatan baik dari pihak kita sendiri, melainkan karena karunia Allah. 7 Oleh sebab itu, kita, telah diundang untuk menjadi orang-orang Kristen, yaitu anakanak Allah, bukan karena kita berhak untuk diangkat anak oleh-Nya, melainkan karena Ia berkenan terhadap kita. Sesungguhnya, tidak ada jalan lain oleh mana kita dapat diselamatkan, karena kita semua telah berdosa, maka sebab itu, bagaimana
3 dapat kita diselamatkan kalau bukan oleh Dia, yaitu oleh karunia-Nya, Ia mengampuni segala dosa kita lalu membuat kita kembali memulai dari yang baru? Inilah yang disebut suatu kelahiran kembali, kesimpulan mana ialah bahwa kita tidak berhak untuk masuk ke dalam rumah tangga Allah. Dialah yang berhak memasukkan kita.
Oleh kelahiran badani kita telah dilahirkan sebagai orang-orang berdosa, tetapi oleh kelahiran rohani kita dilahirkan sebagai orang-orang benar. Karena dilahirkan sebagai orang-orang berdosa kita mengabdi kepada dosa, tetapi karena dilahirkan sebagai orang-orang benar kita 8 mengabdi kepada kebenaran. Karena itu bukan oleh perbuatan, melainkan oleh “karunia” sehingga kita berada sekarang sebagaimana adanya.
“Adapun iman itulah percaya yang sung-guh akan hal perkara-perkara yang diha-rapkan, dan bukti akan hal perkara-per-kara yang tidak kelihatan.”
Oleh iman, bukan oleh penglihatan, kita mengetahui bahwa kita adalah anakanak Allah, yaitu warga negara dari pemerintahan-Nya. Dan karena demikian inilah kita tunduk kepada peraturan-peraturan- Nya dan hukum-hukum-Nya. Karena demikian inilah kita menghormati dan menghargai Dia sebagai Juruselamat dan Raja kita.
Marilah kita sekarang sebagai contoh melihat ke belakang ke sejarah Nuh. Nuh hidup di dalam sebuah dunia yang sangat jahat, seperti yang anda ketahui. Adalah sedemikian jahatnya, sehingga karena telah 9 melebihi kemurahan Allah, maka Ia tak dapat lagi menahan diri-Nya sementara kejahatan terus berlangsung. Setelah sekian lamanya maka Ia memerintahkan Nuh supaya membangun sebuah bahtera, dan Ia berjanji bahwa semua orang, baik yang benar ataupun yang jahat, siapapun yang mau masuk ke dalam bahtera itu akan memperoleh kelepasan dari bencana banjir yang dahsyat itu. Oleh karena mereka tidak menghargai suatu tawaran kesayangan yang sedemikian ini, maka, kepada mereka ditawarkan kelepasan dari air bah hanya melalui “pembenaran oleh karunia” -- artinya mereka dihargai dengan pembenaran dan dikaruniai hidup yang mereka sendiri tidak hargai. Jadi kita saksikan “karunia” mengambil kesempatan untuk menyelamatkan orang berdosa jauh ke belakang sampai di masa sejarah Nuh. Maka demikianlah “dimana dosa melimpah, di sana karunia pun lebih melimpah lagi.” Roma 5 : 20.
Juga, di masa sejarah Abraham, hanya kira-kira 400 tahun sesudah air bah dunia 10 telah terjerumus jatuh dalam penyembahan berhala, dan Allah telah memerintahkan Abraham untuk keluar meninggalkan rumah bapanya, meninggalkan negerinya yang penuh berhala itu, dan pergi ke suatu negeri yang lain, yaitu negeri yang diperuntukkan baginya dan bagi umat Allah saja. Dan karena setiap orang yang baik ataupun yang jahat, yang telah mengikuti Abraham dan Allahnya diijinkan dengan bebas untuk masuk ke Tanah Perjanjian itu seperti halnya orang-orang sebelum masa air bah telah diijinkan untuk memasuki bahtera, maka oleh karena itu, merekapun, diberikan “pembenaran oleh karunia; artinya mereka diberi kesempatan istimewa untuk berpihak kepada Allah dengan Abraham, dan memperoleh bagian berkat, tetapi bukan karena sesuatu perbuatan baik dari pihak mereka sendiri. Setelah bertahan sampai kepada penghabisan, maka Abraham, yang imannya tidak gagal itu telah menjadi bapa dari semua orang yang oleh “pembenaran oleh karunia” mencapai “pembenaran oleh 11 iman.” Oleh karena anda saksikan bahwa “pembenaran oleh karunia” yang mulamula membawa kita masuk ke dalam “pembenaran oleh iman”, maka pahalanya ialah “pembenaran dari Kristus”.
Kemudian dalam sejarah datanglah suatu masa dimana siapa saja, baik orang yang baik maupun orang yang jahat, bersama-sama mengikuti pergerakan Eksodus keluar dari Mesir, mereka memperoleh kelepasan dari tuan-tuan tanah kepunyaan Firaun dan dari kejaran tentara Firaun yang mengejar mereka itu dari belakang. Kelepasan ini mereka peroleh bukan karena mereka berhak memperoleh kelepasan, melainkan karena “karunia” Allah terhadap mereka itu. (Lihat Yehezkiel 20 : 1-8). Demikianlah “mereka semua ..... berada di bawah awan, dan semua berjalan melalui laut; dan semuanya telah dibaptis bagi Musa di dalam awan dan di dalam laut; dan semuanya memakan makanan roha-ni yang sama; dan semuanya meminum minuman rohani yang sama : karena me-12 reka minum dari Batu Karang rohani yang mengikuti mereka : dan Batu Karang itu ialah Kristus”. 1 Korintus 10 : 1 – 4. Benar, melalui “pembenaran oleh karunia” tak seorangpun dikecualikan dari ikut mengambil bagian dalam berkat-berkat yang ditawarkan.
5
Setelah memperoleh “pembenaran oleh karunia” yang cukup untuk menyeberangi lautan, dan setelah turun ke padang belantara, maka mereka kemudian memperoleh kesempatan yang terbaik untuk mempraktekkan “pembenaran oleh iman”. Tetapi hanya orang-orang yang telah mempraktekkan “pembenaran oleh iman” yang hidup terus dan masuk ke Tanah Perjanjian. Sungguhpun demikian, orang-orang, yang tidak lagi memerlukan “iman” di padang belantara seperti yang mereka butuhkan di Mesir mereka telah binasa di padang belantara itu.
Akhirnya, tibalah masanya bagi orangorang yang setia untuk mempusakai tanah itu. Dan demikianlah halnya bahwa hanya 13 orang-orang yang “pembenaran oleh iman”nya telah membantu mereka, yang berhasil menyeberangi Sungai Yordan. Tak ada orang lain yang berbuat demikian. Maka bagi kebaikan kita Rasul itu telah meninggalkan nasehat yang berikut ini : “Sebab itu hendaklah kita takut, supaya jangan kita ketinggalan terhadap janji-Nya untuk masuk ke dalam perhentian-Nya, supaya jangan, barang seorang dari-padamu tertinggal di belakang. Karena kepada kita Injil sudah diberitakan, sa-ma seperti juga kepada mereka : tetapi Firman yang dikhotbahkan itu tidak men-datangkan manfaat bagi mereka, sebab tiada disertai iman di dalam diri mereka yang mendengarkannya.” Ibrani 4 : 1, 2.
Sejauh penyelidikan kita sampai di sini telah kita saksikan bahwa Allah tidak pilih kasih, bahwa Ia telah berusaha untuk menyelamatkan semua umat pada segala zaman dengan cara yang sama seperti yang sedang Ia usahakan untuk menyelamatkan kita di waktu ini; bahwa Ia tidak melakukan 14 percobaan-percobaan bagi diri-Nya sendiri -- tidak menyelamatkan kita dengan cara yang satu dan menyelamatkan orang lain dengan cara yang lain lagi.
Kerajaan pada akhirnya didirikan di Tanah Perjanjian dan umat dibiarkan untuk terus berada dalam “pembenaran oleh iman”. Tetapi seperti halnya di masamasa yang lalu “iman” kembali menjadi layu, dan bangsa itu menjadi sedemikian jahatnya, -- begitu jahatnya sehingga Allah tidak dapat lagi membiarkannya untuk dipanggil dengan nama-Nya sementara mereka hidup di tanah-Nya itu. Segera itu juga baik kaabah maupun istana -- baik yang rohaniah maupun yang badaniah -kedua-duanya diratakan sampai ke tanah, dan bangsa itu dibawa pergi.
6
Allah bagaimanapun juga tetap berpegang pada umat-Nya sama seperti seorang ibu memegang anak-anaknya, maka sesudah tujuh dasawarsa, Ia kembali memberikan kepada mereka pembenaran oleh karunia, Allah memberikan kepada mereka 15 kesempatan untuk kembali ke tanah air mereka dimana di sana dapat mereka menikmati pembangunan dan reformasi, tetapi hanya untuk sementara waktu. Gantinya mereka terus berada dalam “pembenaran oleh iman”, mereka ternyata telah lepas dari “karunia” dan menjadi tujuh kali lebih jahat daripada para leluhurnya.
Demikianlah halnya sehingga kalau saja Allah pada waktu itu akan menyelamatkan salah seorang anggota dari bangsa itu Ia hanya dapat melakukannya dengan cara menawarkan suatu kesempatan “karunia” yang lain lagi. Kali ini Ia mengaruniakan Anak-Nya sendiri, Yesus Kristus, yaitu Juruselamat Yang memikul semua kejahatan kita. Maka kemudian, sekalipun bengis dan jahat baik bangsa Yahudi maupun bangsa Kafir semua mereka diundang kepada pemberian “karunia” yang terbesar itu, yaitu karunia yang hanya dapat diberikan oleh nyawa dari Anak Allah. Rasul-rasul sendiripun tidak karena sesuatu perbuatan baik dari diri mereka, me- 16 lainkan oleh perantaraan pemberian “pembenaran oleh karunia” ini, mereka memperoleh kesempatan istimewa untuk ikut mengambil bagian “pembenaran oleh iman.”
Dan demikianlah semua orang yang tidak benar, semua pelanggar hukum Allah, selalu melalui “pembenaran oleh karunia” telah diundang untuk datang masuk kepada “pembenaran oleh iman”, yaitu satu-satunya pembenaran yang benar-benar akan memperoleh pahala “pembenaran Kristus”, dan hidup kekal. Ilham mengatakan, “Sekarang, orang benar akan hidup oleh iman : tetapi jika seseorang menarik diri, maka jiwa-Ku tidak akan berkenan kepadanya.” Ibrani 10 : 38. Saudara saksikan, orang benar itu, hidup oleh iman, tetapi orang jahat hidup oleh karunia. “Karunia”, sebagai saudara catat, bukanlah sentuhan penyelamatan yang terakhir. “Karunia” ditambah “iman” ditambah “pembenaran Kristus” akan menghasilkan hidup kekal.
17Lagi pula, hukum itu, tidak menyelamatkan. Hukum mempersalahkan dosa dan menegakkan kebenaran. “Sebab itu oleh pelaksanaan hukum tak seorang pun akan dapat dibenarkan di hadapan-Nya: karena oleh hukum terdapat penge-nalan akan dosa.” Roma 3 : 20. Karena sudah menjadi seorang berdosa, maka oleh hukum manusia dihukum mati. Oleh sebab itu, hanya oleh “karunia”, dapatlah ia dibebaskan dari tuduhan hukum. Akibatnya, orang berdosa, adalah pelanggar hukum, dan orang benar adalah pemelihara hukum. Oleh sebab itu, “karunia” memaafkan orang berdosa, membiarkan dia keluar dari penjara, demikianlah dimisalkan, lalu memberikan kepadanya suatu kesempatan lain untuk menang atas dosa; tetapi “iman” tetap mempertahankannya bebas. Kesimpulan dari masalah ini ialah : “pembenaran melalui karunia” ialah pembenaran melalui pengampunan, tetapi “pembenaran melalui iman” ialah pembenaran karena tindakan, maka ia itu akan dimahkotai dengan “pembenaran Kristus”.
18Mengulangi: “Karunia” mengampuni semua dosa kita dan memerdekakan kita -- memberikan kepada kita suatu kesempatan lain lagi untuk membuat hidup ini menjadi sebagaimana yang sepatutnya. Akibatnya, jika anda berada di bawah “karunia”, maka anda tidak berada di bawah hukum, karena “karunia” telah menjadikan anda bebas dari hukuman yang dijatuhkan oleh hukum.
Karena gagal mempertahankan “pembenaran oleh iman”, maka orang-orang Yahudi kembali jatuh lepas dari “karunia”; dan karena oleh hukum, mereka dijatuhi hukuman kematian yang kekal, maka kepada mereka kembali diberikan “karunia” - suatu kesempatan yang kedua kali - yaitu melalui kematian Anak Allah. Orang-orang yang memanfaatkan bagi dirinya “karunia” itu kemudian memasuki sidang Kristen untuk selanjutnya tetap tinggal bebas, dan untuk tidak berdosa lagi terkecuali karena kekeliruan, karena kecelakaan, atau karena kurang pengetahuan, dosa-dosa mana dari 19 kita dapat dimaafkan asalkan tidak terus kita melakukannya.
Ilham mengatakan : “Hai anak-anak-ku, segala perkara ini kutuliskan bagimu, supaya kamu tidak berdosa. Dan jika se-seorang berdosa, maka kita mempunyai seorang pembela pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu : dan Ia adalah korban penebus bagi segala dosa kita : dan bukan bagi dosa-dosa kita saja, me-lainkan juga bagi dosa-dosa seluruh dunia. Maka oleh karenanya kita menge-tahui bahwa kita mengenal Dia, jika kita memeliharakan segala perintah-Nya. Ba-rangsiapa yang mengatakan, saya me-ngenal Dia, tetapi tidak memeliharakan perintah-perintah-Nya, ia adalah pembo-hong, maka kebenaran tidak terdapat di dalam dirinya. Tetapi barangsiapa yang memeliharakan Firman-Nya, di dalam dialah kasih Allah benar-benar disem-purnakan: demikianlah kita mengetahui bahwa kita berada di dalam Dia.” 1 Yo-
20Walaupun demikian, sidang Kristen, tidak lama berjalan dalam “karunia”, karena ia pun, dalam suatu masa telah jatuh lebih jauh lagi daripada kejatuhan Gereja Yahudi. Perlu sesuatu dilakukan juga baginya jika seseorang dari antara anggotaanggotanya hendak dibebaskan, dan jika Allah masih akan memiliki sebuah sidang di atas bumi ini. Tak dapat disangkal, bahwa yang disebut “sesuatu” itu tak lain adalah Reformasi Protestan. Namun karena kita semua ketahui bahwa Reformasi itu belum menyelesaikan maksud Ilahi yang telah ditentukan, belum mencapai persamaan dan iman yang pernah dinikmati Sidang pada hari Pentakosta yang lalu, maka jelaslah bahwa suatu usaha pembangunan dan reformasi yang lain lagi adalah mutlak diperlukan. Tetapi untuk mengetahui semua ini secara pasti, maka kita harus melihat kepada “kata-kata nubuatan yang lebih pasti”, yaitu kepada nabi Yehezkiel.
Yehezkiel 4 : 1, 2 :
“Engkau juga, hai anak Manusia, ambillah 21 bagimu sebuah batu bata, lalu letakkan-lah itu di depanmu, dan gambarkanlah padanya rupa kota Yerusalem : dan ke-punglah kota itu, dan perdirikanlah se-buah benteng pertahanan melawan dia, dan timbunlah tanah mengepung dia; perdirikan kemah pertahanan melawan dia, dan letakkan alat-alat pendobrak me-lawan dia berkeliling.”
9
Di sini nabi itu diperintahkan untuk mengukirkan sebuah kota, yaitu suatu Yerusalem -- ibu kota dari Sidang. Tentu saja, Yerusalem ini, bukanlah benar-benar Yerusalem secara geografis, melainkan sebuah kota yang menggantikan apa yang diartikan dengan Yerusalem itu sendiri -yaitu Sidang yang tercerai-berai di antara seluruh bangsa-bangsa ”Kafir”. Lagi pula, kepada Yehezkiel sendiri sesungguhnya dikatakan bahwa lambang ini adalah mengenai sidang selama tercerai-berainya di antara bangsa-bangsa Kafir. (Lihat ayat 13). Selanjutnya, Yehezkiel di perintahkan supaya mengepung kota itu untuk me- 22 rebutnya! Kini, karena Yerusalem ini adalah menggantikan Sidang selama masih berada di antara bangsa-bangsa Kafir, dan karena Allah memerintahkan kepada hamba-Nya sendiri, nabi itu, untuk mengepungnya, untuk menantangnya, dan untuk merebutnya, maka sebab itu jelaslah bahwa Sidang, yaitu Yerusalem yang digambarkan di sini, diperlihatkan sebagai sedang meninggalkan Allah, dan bahwa Allah sedang berusaha untuk menyelamatkannya, menggiatkan suatu pembaharuan di tengah-tengahnya. Karena untuk alasan sedemikian inilah terdapat adanya pengepungan Yehezkiel itu.
Akhirnya, karena sidang Kristen, Yerusalem, terlepas dari lokasi geografis asalnya, adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah telah diserang, atau dikepung, oleh Marthin Luther -- yaitu oleh Reformasi Protestan -- maka kegenapan dari nubuatan ini jelas dimulai semenjak Luther. Kenyataan ini akan terlihat di seluruh pasal jika kita terus menyelidikinya pasal demi pasal. 23 Yehezkiel 4 : 3 :
“Dan lagi ambillah bagimu sebuah kuali besi, dan taruhlah akan dia menjadi sebuah dinding besi di antara kamu dan kota itu : dan arahkanlah mukamu menantangnya, maka ia akan terkepung, maka hendaklah kamu mengepungnya. Ini akan menjadi suatu tanda bagi isi rumah Israel.”
Tembok besi, yang digambarkan oleh kuali besi itu, adalah suatu lambang yang sempurna mengenai pemisahan yang terdapat di antara Luther dan apa yang
10 disebut Yerusalem itu, yaitu Sidang. Ini merupakan suatu pertanda, bukan bagi Yehuda, kerajaan dua suku contoh saingan yang terdapat di antara bangsa-bangsa Kafir, melainkan bagi Israel, yaitu bagi anggota-anggota dari kerajaan sepuluh suku contoh saingan selama tercerai-berai mereka itu di antara segala bangsa.
Yehezkiel 4 : 4, 5 :
“Hendaklah engkau berbaring juga pada 24 sisi kirimu, dan letakkanlah kejahatan isi rumah Israel di atasnya : sesuai de-ngan angka bilangan segala hari yang harus engkau berbaring di atasnya itu hendaklah engkau memikul segala ke-jahatan mereka itu. Karena sudah Ku letakkan atasmu tahun-tahun kejahatan mereka itu, sesuai dengan angka bilang-an segala hari, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari lamanya : demikianlah kelak engkau akan menanggung kejahatan isi rumah Israel.”
Meletakkan kejahatan seseorang ke atas orang lain, ialah membebaskan orang berdosa dari hukuman yang harus dipikulnya. Ini adalah suatu tindakan yang memberikan pengakuan “pembenaran” kepada orang berdosa “pembenaran” yang belum diperolehnya, dan inilah yang oleh Ilham disebut “pembenaran oleh karunia” itu. Sebelumnya kejahatan orang-orang Yahudi ditanggungkan ke atas Kristus, dan bangsa itu diberikan kesempatan untuk melangkah keluar meninggalkan sel ke- 25 matiannya, demikianlah dimisalkan, dan untuk berdiri merdeka dalam Kristus. Banyak dari mereka, tetapi tidak semuanya, kemudian memanfaatkan bagi dirinya “pembenaran oleh karunia” ini lalu melangkah masuk ke dalam “pembenaran oleh iman”. Karunia yang sama inipun, sebagai anda saksikan, telah ditawarkan kepada Sidang dalam abad keenam belas yang lalu, karena untuk meletakkan semua kejahatan isi rumah Israel ke atas Yehezkiel berarti secara praktis sama saja meletakkan segala kejahatan kita semua ke atas Kristus.
Karunia ini oleh perantaraan Yehezkiel berlangsung selama 390 hari -- tahun (ayat 6). Sesudah jangka waktu ini, maka isi rumah Israel, yaitu gereja-gereja Protestan, akan memikul sendiri kejahatan-kejahatan mereka; artinya, sesudah jangka waktu yang diberikan ini berakhir, maka tawaran “karunia” yang diperpanjang ini berakhir dan tidak akan ada lagi yang lain. Yehezkiel kemudian tidak lagi memikul dosa-dosa 11 26 mereka. Kemudian adalah masa dimana mereka harus berpegang teguh kepada “pembenaran oleh iman” jika mereka hendak diberi penghargaan “pembenaran Kristus” dan hidup kekal.
Yehezkiel 4 : 6, 7 :
“Maka apabila sudah engkau menyele-saikan segala hari itu, berbaringlah kem-bali engkau pada sisi kananmu, maka engkau akan memikul kejahatan isi ru-mah Yehuda empat puluh hari lamanya : aku telah menentukan bagimu satu hari untuk setahun. Oleh sebab itu hendaklah engkau menengadahkan mukamu arah ke pengepungan Yerusalem, dan lengan-mu hendaklah terbuka, maka hendaklah engkau bernubuat menentangnya.”
Yehezkiel telah berbaring pada sisi kanannya, bukan saja karena kejahatan isi rumah Israel, melainkan juga karena kejahatan isi rumah Yehuda, maka demikianlah ia menanggung kejahatan mereka itu, juga, untuk selama empat puluh tahun. Dan begitulah kedua isi rumah itu 27 (keseluruhan dunia Kristen) diberikan kesempatan yang sama. Yang satu datang lebih dulu pada waktunya dan yang lainnya pada akhirnya. Tiga ratus sembilan puluh tahun lamanya “karunia” diberikan kepada yang pertama, dan empat puluh tahun kepada yang kemudian, jumlah keseluruhannya 430 tahun. Selama jangka waktu ini mereka akan menang atas dosa, dan pada akhirnya memperoleh “pembenaran oleh iman”, dan diberi pahala “pembenaran Kristus”. Tahun yang tepat dimana jangka waktu 430 tahun ini dimulai akan kita saksikan sementara kita terus melanjutkan penyelidikan kita.
Yehezkiel 4 : 7, 8 :
“Oleh sebab itu hendaklah engkau tuju-kan mukamu arah ke pengepungan Ye-rusalem, dan lenganmu hendaklah ter-buka, dan hendaklah engkau bernubuat menentangnya. Maka tengoklah, bahwa Aku akan membubuhi tali atasmu supaya janganlah engkau berbalik dirimu dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya, sampai 28 kelak engkau mengakhiri segala hari pe-ngepunganmu itu.”
Pembentangan tangan Yehezkiel, tentunya berarti, bahwa kekuatan dari Reformasi akan dapat terlihat, dan dosa-dosa Yerusalem akan ditelanjangi secara terbuka -- dari halnya akan dinubuatkan.
Lagi pula, segala perkara yang dibicarakan di sini pasti akan jadi, karena Yehezkiel telah diikat sedemikian rupa supaya ia tidak akan dapat berbalik dan merubah lambang yang sudah digariskan ini. Ia tidak dapat bangun dengan semaunya, sebelum ia berhasil menyelesaikan perintah Allah, sebelum ia berhasil mengakhiri segala hari pengepungan itu. Kemudian pada akhir dari masa ini ia akan bangun dan semenjak itu dan seterusnya biarlah setiap orang memikul sendiri kejahatannya. Oleh sebab itu, Yehezkiel sementara berbaring adalah melambangkan keadaan-keadaan selama Reformasi semenjak dari sejarah Luther sampai kepada akhir dari masa 430 tahun itu. Kemudian Yehezkiel bangun lalu ia di- 29 jadikan pengawal : “Hai anak Manusia, Aku telah menjadikan engkau seorang pengawal bagi isi rumah Israel : sebab itu dengarlah olehmu firman dari mulut-Ku, dan berikanlah kepada mereka amaran dari- Ku”. Maka karena nubuatan ini adalah kini untuk pertama kalinya diungkapkan, maka jelaslah, bahwa Yehezkiel, adalah khusus melambangkan usaha terakhir ini dari pembangunan dan reformasi, yaitu melambangkan usaha sesudah Yehezkiel berbaring dan sementara ia bangkit dan aktif. Akibatnya, usaha yang sama yang telah dimulai oleh Luther dalam abad keenam belas itu akan kelak dikerjakan dalam cara yang lebih besar lagi sekarang ini dalam abad kedua puluh, karena demikian inilah tantangan dari nabi itu.
Perbedaan di antara Reformasi selama masa 430 tahun itu dan Reformasi yang satunya sesudah itu, adalah: Selama jangka waktu 430 tahun itu “karunia” masih tetap ada, namun sebaliknya sesudah jangka waktu itu habis, dan sementara Yehezkiel 30 bangkit, maka barangsiapa yang gagal berpegang kepada “pembenaran oleh iman” mereka sendirilah yang harus membayar untuk semua dosa-dosanya. Dosa-dosa mereka tidak lagi dapat dipikulkan ke atas Yehezkiel, dan Yehezkiel tidak lagi berbaring dan berdiam diri; mereka tidak lagi dapat dimaafkan karena alasan tidak tahu 13 sesudah amaran disampaikan ke telinga mereka, karena Yehezkiel dengan jelas mengatakan :
“Hai anak Manusia, Aku sudah men-jadikan dikau pengawal bagi isi rumah Israel : sebab itu dengarlah olehmu akan Firman dari mulut-Ku, dan berikanlah kepada mereka amaran dari-Ku. Apabila Aku berfirman kepada orang jahat itu, engkau akan mati kelak; dan tiada kamu berikan amaran kepadanya, ataupun ber-bicara mengamarkan kepada orang jahat itu untuk meninggalkan segala jalannya yang jahat, untuk menyelamatkan hidup-nya; orang jahat itu akan mati kelak dalam kejahatannya, tetapi darahnya akan Ku 31 tuntut dari tanganmu. Tetapi jika kamu mengamarkan orang jahat itu, namun ti-dak juga ia berbalik dari segala kejaha-tannya, ataupun dari segala jalannya yang jahat, ia akan mati dalam kejahatannya; tetapi kamu telah berhasil melepaskan jiwamu. Kembali, apabila orang benar itu menyimpang dari kebenarannya, lalu terlibat dalam kejahatan, dan Aku meletakkan sebuah balok rintangan di hadapannya, ia akan mati kelak : karena kamu tidak memberikan amaran kepa-danya, maka ia akan mati dalam dosa-nya, dan kebenarannya yang telah diper-buatnya itu tidak akan diingat lagi tetapi darahnya akan Ku tuntut dari tanganmu. Tetapi bagaimanapun juga jika kamu mengamarkan orang benar itu, sehingga tidak ia berdosa, dan tidak ia berbuat dosa, maka ia pasti akan hidup, sebab ia telah diberi amaran; juga kamu telah me-nyelamatkan jiwamu.” Yehezkiel 3 : 17 – 32 “Dan lagi hendaklah diambil olehmu akan gandum dan syeir dan kacang dan miju dan sekui dan cawak, masukkanlah semuanya itu ke dalam sebuah bejana dan buatlah roti daripadanya bagi diri-mu, sesuai dengan angka bilangan segala hari engkau berbaring pada sisimu yang satu itu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari hendaklah kamu makan dia. Dan makanan yang akan kamu makan itu hen-daklah, beratnya, dua puluh syikal seha-ri : dari waktu ke waktu hendaklah kamu makan dia. Dan lagi airpun hendaklah kamu minum sesuai takarannya, yaitu seperenam hin : dari waktu ke waktu hen-daklah kamu minum dia.”
14
Biji-bijian yang disebut dalam ayat 9, adalah sebanyak enam macam, dan tentunya melambangkan makanan rohani, yaitu makanan yang telah disuguhkan kepada kawanan domba selama masa 390 tahun. Enam jenis biji-bijian tidak saja menunjuk kepada enam macam kebenaran, ajaranajaran, yang disampaikan kepada kawanan 33 domba selama jangka waktu 390 tahun itu, melainkan juga menunjuk kepada tidak lengkapnya Kebenaran, sebab angka tujuh, bukan enam, adalah petunjuk Alkitab mengenai kelengkapan. Semua itu adalah hasil ajaran-ajaran yang dibawakan oleh para reformator dalam :
(1) Ajaran tentang iman yang telah mendirikan organisasi gereja Lutheran; (2) ajaran tentang Roh yang telah mendirikan organisasi gereja Presbyterian; (3) ajaran tentang karunia yang telah mendirikan organisasi gereja Methodist; (4) ajaran tentang baptisan yang telah mendirikan organisasi gereja Baptist; (5) ajaran tentang kedatangan Kristus yang kedua kali yang telah mendirikan organisasi gereja Masehi Advent Hari Pertama; (6) ajaran tentang pembersihan tempat suci berikut Sabat Hari Ketujuh yang telah mendirikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. (Semua sekte agama lainnya dengan berbagai tambahan ajarannya, pengurangan-pengurangannya, dan penghapusan-penghapusannya, jelas 34 telah muncul sebagai cabang-cabang dari enam organisasi gereja di atas ini).
Orang dapat saja mengemukakan suatu argumentasi, walaupun hanya sesuatu yang tak bakal menang, mengenai organisasi-organisasi gereja yang disebutkan di atas ini, tetapi orang sulit untuk dapat mengemukakan sesuatu argumentasi yang jujur melawan kenyataan bahwa keenam ajaran ini (biji-bijian) adalah ajaran-ajaran utama pada mana paham Protestan secara keseluruhan telah didirikan. Tetapi, terlepas dari apakah semua itu adalah ajaranajaran ini atau ajaran-ajaran lainnya, kebenaran bahwa semuanya adalah hanya enam, berarti bahwa kebenaran yang ketujuh masih akan kelak diungkapkan. Lagi pula, Ilham mengatakan, bahwa kebenaran-kebenaran ini akan diberikan secara ditakar sedikit-sedikit, sesuai dengan beratnya, -- bukan apa saja yang berkenan dengan pokok masalah ini, -- dan semua dunia Kristen mengetahui bahwa memang inilah masalahnya. 35 “Dan hendaklah kamu makan dia sebagai kue apam syeir, dan hendaklah kamu membakarnya dengan tahi yang keluar
15 dari manusia, di hadapan mata mereka itu. Maka firman Tuhan, Demikianlah juga kelak segala bani Israel akan makan rotinya yang telah dinajiskan itu di an-tara segala bangsa Kafir, ke mana mere-ka itu akan Ku halau keluar. Kemudian sembahku; Ya Tuhan Allah! Tengok-lah, belum pernah jiwaku menjadi najis : karena semenjak dari masa mudaku sampai sekarang belum pernah aku memakan bangkai atau barang sesuatu binatang yang tercarik-carik; belum per-nah masuk ke dalam mulutku sesuatu daging yang keji. Maka firman-Nya ke-padaku, Lihatlah, bahwasanya Ku beri-kan kepadamu tahi lembu akan ganti tahi manusia, maka hendaklah kamu mem-persiapkan rotimu dengannya.”
Sebagaimana halnya apam syeir yang telah memalu dan membinasakan perke- 36 mahan orang-orang Midian dahulu itu telah meramalkan bantuan Ilahi bagi kemenangan Gideon atas orang-orang Midian, demikianlah pula biji-bijian yang dimakan sebagai apam syeir melambangkan bahwa kebenaran-kebenaran yang diterima adalah bagaikan dari Roh, bagaikan dari Tuhan asalnya. Walaupun demikian, dalam mempersiapkan kue-kue apam itu telah masuk bagian yang meragukan di dalamnya, karena Ilham menunjukkan bahwa semua ini telah dibakar di atas “tahi” bukan di atas kayu api, secara tegas menunjukkan bahwa kebenaran-kebenaran ini telah dinajiskan oleh manusia sewaktu sedang dipersiapkan bagi kawanan domba. Dan apa lagi yang dimaksudkan oleh persiapan itu kalau bukan interpretasiinterpretasi pribadi, penghapusan-penghapusan, pengacauan-pengacauan, dan berbagai aplikasi yang salah yang dibuat oleh orang-orang yang tidak diilhami yang berkhotbah di atas mimbar-mimbar membicarakan pokok-pokok masalah ini, dan yang menulis apa yang disebut kebe- 37 naran-kebenaran Alkitab yang murni lalu menyampaikannya kepada seluruh umat, bukan?
Tidak ada rahasia dalam hal ini, karena setiap orang tahu bahwa berbagai angin ajaran sedang meniup dari segala jurusan, yang satu bertentangan terhadap yang lainnya, tak mungkin semuanya merupakan kebenaran Alkitab yang murni. Satusatunya bagian yang menggembirakan ialah bahwa Ilham telah meramalkannya begitu sejak dahulu, dan bahwa tak seorangpun menemukannya sebelum Ilham sendiri yang mengungkapkannya.
Allah, tentu saja, tidak menahan ini untuk menentang setiap orang, karena Ia mengatakan : “Bahkan demikian juga ke-
16 lak bani Israel akan makan roti mereka yang telah dinajiskan itu di antara segala bangsa Kafir, ke mana akan Ku halau mereka itu pergi.” Yehezkiel 4 : 13.
Demikianlah Nubuatan menyatakan bahwa yang sedemikian inilah telah men- 38 jadi makanan rohani dengan mana kawanan domba telah diberi makan selama 390 tahun lamanya, yaitu tahun-tahun selama Reformasi. Dan siapakah yang dapat menyangkal hal ini? Maka, masih herankah kita, organisasi gereja mana yang sedang mengurusi Kebenaran yang tidak dipalsukan bagi anggota-anggotanya? Nubuatan menyatakan bahwa tidak ada satupun, organisasi gereja, karena yang sedemikian itulah yang akan menjadi makanan bagi semua orang selama masa 390 tahun itu! Maka jika mereka tidak memperoleh Kebenaran Surga baru yang diilhami sesudah berlalu masa 390 tahun itu, maka mereka harus memakan roti yang dipanggang di atas “tahi” untuk selamanya, sampai mati dengannya.
Saya katakan sekali lagi bahwa ini hendaknya tidak perlu menjadi sesuatu yang mengherankan bagi siapapun, karena setiap orang tahu bahwa oleh sebab semua organisasi gereja tidak ada yang sepaham antara sesamanya dalam masalah 39 doktrin, maka mereka semuanya tidak mungkin benar. Tetapi, adalah mungkin, mengherankan untuk mengetahui bahwa tidak satupun yang adalah mutlak benar.
Nubuatan menyatakan, bahwa keterbatasan kebenaran-kebenaran manusia yang rusak telah disampaikan kepada dunia Kristen supaya mereka itu “tercengang”, supaya mereka dapat menyadari akan kemelaratan mereka, kebutuhan mereka terhadap suatu kebenaran yang mutlak, supaya apabila datang kelak Roh Kebenaran itu, maka Roh itu akan menemukan suatu tali perhubungan yang serasih di dalam hati manusia, supaya tidak mereka itu dibinasakan dalam kejahatannya.
Untuk menemukan dengan tepat saat permulaan dari masa 430 tahun itu, maka kita harus pertama-tama mencari tahun yang terakhir dari masa periode itu, yaitu tahun dimana Yehezkiel contoh saingan telah bangkit dan mulai menyuarakan amarannya, yaitu tahun dimana Roh Kebenaran telah membuka gulungan surat- 40 surat dan menghasilkan suatu Kebenaran Ilahi yang diilhami yang limpah, murni dan yang tidak dikacaukan (tidak dipanggang di atas tahi), yang tidak ditimbang beratnya dan yang juga tidak ditakar, - yaitu kebenaran-kebenaran yang sedang kita rayakan dari serial penyelidikan-penyelidikan ini dan yang oleh Persekutuan telah diterbitkan dengan percuma dan dengan setia di dalam buku-buku kecil Amaran Sekarang dan terbitan-terbitan lainnya, dan yang telah disebarkan ke seluruh dunia bagaikan daun luruh di musim gugur -- yaitu sesuatu yang luar biasa yang belum pernah disaksikan oleh Sidang sebelumnya! Maka bilamana saya katakan bagaikan daun-daun luruh di musim gugur, saya sesungguhnya memaksudkan begitu, karena daun-daun itu -- ya, berjutajuta banyaknya -- berguguran di manamana di antara orang-orang Laodikea secara tak terbatas, dengan gratis, dan tidak mengikat.
Pekabaran ini, sebagaimana beberapa 41 orang di antara anda telah mengetahui, mulai diungkapkan dalam tahun 1930. Sebab itu, jika kita mengurangkan 430 tahun dari 1930 tahun itu, maka kita akan dibawa kembali ke belakang ke tahun 1500, saat Marthin Luther dipanggil, yaitu saat ia mulai menyelidiki Alkitab, saat ia mulai mempersiapkan diri bagi tugas Reformasi. Oleh sebab itu, pekabaran ini, telah direncanakan oleh Allah sendiri jauh sebelumnya semenjak di masa Yehezkiel, kesemuanya demi kebaikan anda dan saya! Allah sungguh sangat waspada! Dan alangkah sia-sia kita ini.
Karena masa periode 430 tahun itu selama mana dosa-dosa kita dipikulkan ke atas Yehezkiel, ternyata sudah lewat, maka sekarang dan seterusnya kita sendiri, bukan Yehezkiel, akan bertanggung jawab untuk semua dosa kita jika kita lalai mematuhi pekabaran dari hal jam dan menerima “pembenaran oleh iman”. Maka, alangkah pentingnya, agar kita jangan sekali melalaikan kesempatan kita sekarang 42 ini untuk menyambut apa yang Allah kirimkan, dan untuk menerima “pembenaran oleh iman” supaya kita dapat dianugerahi dengan “pembenaran Kristus”. Hanya dengan demikian inilah dapat kita berharap untuk lolos dari senjata-senjata pembunuh dari malaikat-malaikat lalu hidup dan memerintah bersama dengan Kristus selama seribu tahun.
18
Anda saksikan, sesuai dengan nubuatan yang baru diungkapkan ini tidak akan ada kesempatan yang lain lagi, tidak ada lagi kesempatan yang lain bagi orang-orang Laodikea, yaitu isi rumah Yehuda. Oleh sebab itu, maka pekabaran kepada orang-orang Laodikea ini, adalah pekabaran yang terakhir, kesempatan mereka yang terakhir! Memandang ke depan kepada umat dari pembersihan ini nabi Yesaya menuliskannya sebagai berikut : “Jagalah, jagalah; kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci : karena tiada lagi akan masuk ke dalam-43 mu orang yang tak bersunat atau yang najis.... Betapa indahnya di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai; yang membawakan kabar-kabar baik dari hal yang baik, yang memberita-kan keselamatan, yang mengatakan ke-pada Sion, bahwa Allahmu memerintah.”
Oleh karena kita telah melihat bahwa 430 tahun itu telah berakhir dalam tahun 1930, maka kita sebaiknya sekarang mencari tahu kapan 390 tahun itu berakhir, yaitu saat di mana 40 tahun masa karunia itu dimulai. Untuk menemukan saat ini kita kurangi 40 tahun dari 1930 tahun itu, maka kita akan dibawa kembali ke tahun 1890. Apakah yang telah jadi pada waktu itu untuk menandai permulaan dari masa 40 tahun itu? Justru inilah dia: Organisasi pada waktu itu sepenuhnya menolak pekabaran yang telah mengungkapkan mengenai “pembenaran oleh iman” dan “pembenaran dari Kristus”, yaitu kebenaran 44 penting yang kembali mulai diungkapkan bertahun-tahun kemudian, yaitulah Kebenaran yang kita sedang nikmati sekarang ini! Oleh sebab itu, Allah oleh kemurahan- Nya, telah meletakkan dosa-dosa mereka itu pada diri nabi Yehezkiel selama masa 40 tahun itu, -- memberikan kepada mereka suatu kesempatan melalui “pembenaran oleh karunia” supaya mereka dapat memperoleh kesempatan sekarang untuk masuk ke dalam “pembenaran oleh iman”, lalu dengan demikian memetik hadiah “pembenaran dari Kristus”.
Di sini kita lihat bahwa sejarah terus berulang: orang-orang Israel kuno percaya kepada laporan jahat yang dibawa oleh sepuluh orang mata-mata yang telah menyebabkan mereka kehilangan iman mereka kepada kuasa Allah, dan karena 19 itulah, mereka telah membuat diri mereka terlambat 40 tahun lamanya memasuki Tanah Perjanjian.
Dengan cara yang sama, sebagaimana anda saksikan, Organisasi pun, telah me- 45 ngembara dari tahun 1890 sampai tahun 1930 di padang belantara, demikianlah dimisalkan. Kita dapat mengatakan, bahwa mereka telah dicobai. Di sinilah anda dapat jelas melihat bahwa pengembaraan di padang belantara yang dahulu itu adalah merupakan contoh. Di sini pula contoh bertemu dengan contoh saingannya. Maka anda lihat, penolakan mereka terhadap “pembenaran oleh iman” itu tidaklah berarti bahwa Allah telah kalah dan bahwa karenanya Ia tidak lagi mau membawa kita kepada Kebenaran yang sama yang telah dapat menjadi milik mereka empat puluh tahun yang lalu.
Lagi pula, sama halnya dengan orangorang di masa Musa dahulu, yang telah menolak untuk maju dalam iman telah mati di padang belantara, demikian pula halnya orang-orang di dalam tahun 1888 tahun 1890 yang bertanggung jawab karena menolak untuk maju dalam Kebenaran, telah mati sebelum Allah datang kembali dengan kebenaran itu pada kedua kalinya. 46 Akhirnya, sebagaimana halnya dahulu usaha yang kedua untuk merebut tanah itu berhasil segera sesudah Akhan, orang berdosa yang terakhir di waktu itu, telah dilontari dengan batu, maka demikian pula usaha yang kedua pada waktu ini harus juga berhasil segera sesudah Akhan-Akhan modern yang ada sekarang dibinasakan oleh malaikat-malaikat dari Yehezkiel pasal 9.
Alangkah kerasnya teguran ini bagi Saudara-saudara pemimpin! Betapa bergunanya pelajaran ini bagi kita! Dan betapa sedikitnya kesempatan bagi mereka jika mereka terus saja secara buta menentangnya! Sungguhpun demikian, para anggota, yang datang berhubungan dengan Kebenaran ini dapat menjadi pertolongan besar bagi mereka kalau saja gantinya mereka terus menentang dengan tuntutantuntutannya yang tidak beralasan agar para anggota melepaskan penyelidikanpenyelidikan firman ini diancam dengan dipecat dari keanggotaan sidang, mereka 47 sendiri menuntut dari tantangan itu suatu penyajian firman yang dipermasalahkan yang lebih baik, atau sedikit-dikitnya yang sama benarnya, daripada menyerah begitu saja. Adalah bodoh sekali menolak
20 Kebenaran demi untuk mempertahankan namamu di dalam Laodikea. Adalah lebih baik menyambut Kebenaran dan mempertahankan namamu di dalam Buku Kehidupan Anak Domba.
Saya katakan adalah bodoh sekali menolak Kebenaran hanya atas perkataan seseorang yang sedemikian itu, lebih baik pergi kepada Allah dalam doa lalu bertindak sesuai dengan pengakuan-pengakuanmu melalui Roh yang memimpin kepada segala Kebenaran. Berbuat yang sebaliknya berarti menyangkal setiap hubungan pribadi dengan Surga, dan menaruh harapanmu kepada manusia, menjadikan “daging sebagai pegangan”. Yesaya 2 : 22. Oleh sebab itu, janganlah, membiarkan musuh mengalihkan kamu dari Kebenaran ini, terutama dalam menghadapi kenyataan 48 bahwa tantangan yang ada sama sekali tak seberapa, sama sekali tidak berkuasa, ataupun resmi, tak ada apapun yang dapat menggantikan Kebenaran itu. Maka alangkah bodohnya orang yang mencoba menentukan kepastian Kebenaran dengan menggunakan pikiran yang menentang! Sama saja halnya dengan jika anda mengumpulkan pendapat dari seorang politisi partai Republik untuk keinginan anda memberi suara untuk memilih seseorang dari partai Demokrat! Mungkin saja ada perasaan untuk pergi meminta bantuan kepada seseorang yang tidak memihak, namun jangan sekali berpikir untuk pergi kepada seseorang yang menentang Kebenaran ini seperti misalnya para imam, ahli-ahli torat, dan orangorang Farisi yang menentang semua ajaran Kristus.
Jika anda belum dapat melihat setiap pokok dari Kebenaran itu sejelas yang anda ingini, maka mengapakah tidak anda mencari penjelasannya kepada Roh Nu- 49 buat? Marilah ku bacakan bagimu beberapa paragraf di bawah ini :
“..... Jika suatu pekabaran datang yang tidak kamu mengerti, maka usahakanlah agar kamu dapat mendengar semua ala- san yang dapat diberikan oleh pembawa pekabaran itu, perbandingkanlah Injil de- ngan Injil, sehingga dapat kamu ketahui ada tidaknya ia itu ditunjang oleh firman Allah. Jika kamu yakin bahwa pendirian- pendirian yang diambil itu tidak memiliki firman Allah sebagai landasannya, jika pendirian yang kamu pegang mengenai po-
21 kok persoalan itu tidak dapat ditentang, maka keluarkanlah alasan-alasanmu yang kuat; karena kedudukanmu tidak akan goyah oleh datang berhubungan dengan kesalahan. Tidak ada satupun kebaikan atau kegagahan dalam meneruskan suatu pertentangan yang terus-menerus dalam gelap, yang menutup matamu supaya tidak dapat kamu melihat, yang menutup telingamu supaya tidak dapat kamu men- dengar, yang mengeraskan hatimu dalam 50 kebodohan dan ketidakpercayaan supa- ya tidak dapat kamu merendahkan dirimu dan mengakui bahwa kamu telah mene- rima terang dalam beberapa pokok masa- lah kebenaran.” -- Counsels on Sabbath School Work, p. 29.
“Terang yang berharga akan memancar keluar dari firman Allah, maka janganlah seorangpun mengira untuk mendikte apa yang akan disajikan atau tidak boleh di- sajikan ke hadapan umat dalam pekaba- ran-pekabaran penerangan yang akan dikirim-Nya, sehingga dengan begitu me- madamkan Roh Allah. Apapun juga ke- dudukan kekuasaannya, tidak seorang- pun berhak untuk menghalangi terang dari umat. Apabila sesuatu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, ti- dak seorangpun boleh memaafkan dirinya dari melakukan penyelidikan terhadap se- mua kewajiban yang terkandung di dalam pekabaran itu. Tidak seorangpun boleh berdiri di belakang dengan sikap acuh dan percaya diri sendiri, sambil mengatakan : 51 ‘Saya tahu apa artinya kebenaran. Saya sudah puas dengan kedudukan saya. Saya sudah memutuskan, dan saya tidak mau beralih dari kedudukan saya, apapun juga yang terjadi. Saya tidak mau mendengar kepada pekabaran dari jurukabar ini; se- bab saya tahu bahwa itu adalah tidak mungkin kebenaran.’ Adalah karena me- ngikuti cara yang sedemikian ini, maka gereja-gereja yang terkenal telah terting- gal dalam kegelapan sebagian, dan itulah sebabnya mengapa pekabaran-pekabaran dari Surga tidak berhasil mencapai me- reka.” -- Counsels on Sabbath School
“Masih banyak kebenaran yang ber- harga yang akan diungkapkan kepada umat dalam masa yang berbahaya dan gelap sekarang ini, tetapi adalah maksud Setan yang teguh untuk menghalangi te- rang kebenaran supaya tidak bersinar ke dalam hati manusia. Jika kita ingin me- miliki terang yang telah disediakan bagi kita, maka kita wajib menunjukkan ke- 52 rinduan kita terhadapnya dengan cara menyelidiki firman Allah dengan rajin. Ke- benaran-kebenaran yang berharga yang sudah lama tersembunyi dalam gelap akan diungkapkan dalam suatu terang yang akan memanifestasikan kepatutannya yang suci; karena Allah akan memuliakan firman-Nya, sehingga ia itu akan terlihat dalam suatu terang di mana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya. Te- tapi barangsiapa yang mengaku mencin- tai kebenaran wajiblah membentangkan semua kekuatan mereka, supaya dapat mereka memahami perkara-perkara yang dalam dari firman, supaya Allah dapat dipermuliakan dan umat-Nya dapat memperoleh berkat dan terang. Dengan hati yang rendah, yang berserah oleh ke- murahan Allah, hendaklah kamu datang kepada tugas penyelidikan Alkitab, ber- siap untuk menerima setiap sinar dari terang Ilahi, dan supaya berjalan dalam jalan kesucian.” -- Counsels on Sabbath School Work, p. 25.
53Lagi pula, anda tidak pernah dapat melihat seluruh dunia ini pada sekali pandang. Anda hanya melihat sebagiannya saja pada sekali melihat. Sama juga halnya anda tak dapat mengharapkan untuk melihat seluruh Kebenaran secara sekaligus, melainkan hanya sedikit pada setiap kali. Berpeganglah kepada yang sedikit itu, maka sementara anda terus dalam doa dan belajar, semuanya kelak akan menjadi jelas secerah matahari dan anda akan mulai memahami pokok masalah itu dalam keseluruhannya.
Saudara, Saudariku, jangan lagi melewati kesempatanmu yang ada. Bertindaklah sekarang dan berdamailah dengan Allah. Jauhkanlah dirimu sekarang dari kekejian, dan berdirilah anda pada sebelah kanan Allah jika anda memerlukan berkat-Nya dan hidup untuk selamanya. “Hari ini jikalau engkau mau mendengar suara-Nya, maka janganlah mengeraskan hatimu.” Ibrani 4 : 7. Insyafilah bahwa Allah sendiri yang sedang berbicara kepa- 54 damu, bahwa semua ini bukanlah katakata mati, bukan kata-kata dongeng, bahwa ini adalah sebuah pekabaran yang telah termeterai selama berabad-abad lamanya, dan yang kini diungkapkan dan dibawakan kepadamu sesegar bunga bakung yang tertutup embun di musim panas.
23
Satu dari antara bagian-bagian terpenting dari penyelidikan ini, anda saksikan, ialah kenyataan bahwa selama masa 430 tahun -- dari tahun 1500 sampai tahun 1930 -- semua kejahatan kita telah ditanggungkan pada nabi Allah. Saya katakan, oleh sebab kelimpahan “karunia” ini yang telah berlaku sepanjang tahun-tahun itu, maka kita telah diijinkan untuk berada di sini pada hari ini. Walaupun demikian, manusia, telah mengambil keuntungan dari “karunia” Allah, dan telah menyangka bahwa Ia telah meninggalkan bumi, bahwa Ia telah membiarkan kita untuk berbuat sesuka hati kita, dan untuk maju dengan sebaik kemampuan kita. Kita semua akan mengubah pikiran kita segera setelah amaran Allah lengkap.
55Sebab itu, orang-orang Laodikea yang hendak memanfaatkan kesempatan bagi dirinya untuk ikut mengambil bagian berpesta dengan “makanan pada waktunya” ini yang segar dan yang tidak dipalsukan, yang kini pada panggilan yang terakhir ini hendak berpegang kepada “pembenaran oleh karunia” yang sudah diberikan kepada mereka, -- semua mereka dapat masuk ke dalam “pembenaran oleh iman” yang kelak akan dihadiahi dengan “pembenaran dari Kristus”, lalu dengan demikian dimahkotai dengan hidup yang kekal. Jelaslah, bahwa semua orang lainnya akan wajib memikul sendiri kejahatan mereka dan membayar sendiri hukumannya. Mereka akan harus binasa.
Benar, anda mengira bahwa anda tidak memerlukan apa-apa lagi, tetapi Allah Yang betul-betul tahu mengatakan bahwa anda adalah “terkasihan, dan menyedihkan, dan miskin, dan buta, dan telanjang”, anda membutuhkan segala-galanya. Maukah anda menerima nasehat-Nya lalu mengo- 56 bati mata anda dengan salep mata supaya dapat anda melihat?
Akhirnya, bilamana pekabaran amaran berhasil mencapai seluruh umat, maka barangsiapa yang tidak mengambil manfaat daripadanya, yang tidak bereformasi, -- yang lalai untuk “berkeluh kesah dan menangis karena segala kekejian yang terdapat di tengah-tengahnya”, -- maka kelak orang-orang yang sekarang tidak mau menerima “pembenaran oleh iman”, akan mendapatkan diri mereka tanpa “meterai”. Akibatnya mereka akan harus membayar sendiri hukuman bagi segala dosanya, ya- 24 itu binasa di bawah senjata-senjata pembantai dari malaikat-malaikat. (Bacalah Yehezkiel 9; Testimonies for the Church,
Jelaslah, bahwa isi rumah Yehuda, semenjak tahun 1930 mempunyai kebutuhan yang sama seperti juga yang dibutuhkan oleh isi rumah Israel semenjak tahun 1890. Semua mereka kini membutuhkan pekabaran sekarang jika mereka berharap untuk 57 kelak memiliki sebuah rumah di dalam kerajaan Allah. Lagi pula, adalah jelas terlihat bahwa apa yang isi rumah Yehuda gagal menyelesaikan sesudah tahun 1890, kita harus sekarang menyelesaikannya melawan berbagai rintangan yang lebih besar dan dalam waktu yang lebih singkat.
Pelajaran-pelajaran yang diajarkan di dalam pasal ini adalah : Pertama ditunjukkan bahwa periode “pembenaran oleh karunia” kini sudah berlalu; bahwa kita sekarang telah sampai kepada masa dimana keselamatan kita terletak hanya kepada mempraktekkan “pembenaran oleh iman”, jika kita berharap untuk dihadiahi dengan “pembenaran dari Kristus”, dan dimahkotai dengan hidup kekal. Pelajaran yang kedua mengajarkan bahwa Sidang belum memiliki semua Kebenaran, dan bahwa apa yang dimilikinya sekarang sudah tercemar, “dipanggang di atas tahi”. Sebab itu keperluan kita yang terutama ialah supaya kita memiliki Kebenaran yang diilhami yang berasal dari Tahta Allah; karena hanya 58 dengan Kebenaran itu kita akan selamat, dan tanpa Kebenaran itu kita akan hilang.
* * *
25
59PENDIDIKAN PEMUDA
KRISTEN --- DIMANA DAN
BAGAIMANA DIPEROLEH
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 13 November 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Pendidikan orang muda Kristen yang lengkap terdapat dalam tiga fase, yaitu pendidikan moral, pendidikan dalam halhal suci, dan pendidikan keduniawian. Semua ini diperoleh di dalam tiga sekolah yang berlainan, yaitu di rumah, di sekolah gereja, dan di sekolah umum.
Masing-masing sekolah ini memiliki tugas penting tertentu kepunyaannya sen- 60 diri untuk dilaksanakan bagi kemajuan anak didik. Sekolah umum mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara hidup di dalam masyarakat. Sekolah gereja mengajarkan kepadanya bagaimana caranya untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Tetapi sekolah rumah tangga, di samping mengajarkan kepadanya tingkah laku moral, ia juga meletakkan landasan bagi semua fase pendidikan.
Lagi pula, anak kecil bukan saja memulai hidupnya bermula di dalam rumah, tetapi juga menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Oleh karena itu, sekolah rumah tangga, memainkan peranan yang terpenting dalam pembentukan kehidupan anak-anak. Dari sini dapat kita segera saksikan mengapa rumah tangga yang rusak atau yang tidak teratur, tidak pernah dapat memenuhi segala kebutuhan anaknya. Hanya oleh keajaiban saja seorang anak yang dibesarkan di dalam rumah tangga yang sedemikian ini dapat menjadi seorang warga negara yang terhormat, dan 61 yang patuh terhadap hukum, dan seorang anggota yang disegani di dalam gereja.
Ya, saya katakan, hanya oleh suatu keajaiban ia dapat naik sampai ke puncak tangga di dalam masyarakat bumi, saya tidak mengatakan sesuatu tentang kesempatan-kesempatannya yang sukar di dalam masyarakat Surga.
26
Biarlah saya melukiskan tugas dari rumah tangga : Petani memasukkan benih ke dalam tanah, maka kondisi-kondisi yang baik membuatnya bertunas lalu mengeluarkan pelepahnya yang kecil itu dari tanah. Walaupun demikian, untuk memulai, maka tanaman yang lemah ini mengambil makanan dari benih itu sambil mencuatkan ke atas pelepahnya yang halus dan memasukkan ke bawah akar-akarnya yang kecil itu. Demikianlah sementara masih berada di dalam butir benih (rumah tangga) tanaman yang kecil itu (anak kecil) telah mulai beralih dalam mengumpulkan makanan bagi dirinya sendiri dari tanah dan dari sinar matahari dari udara terbuka 62 untuk mempertahankan hidup. Prinsip yang sama inipun berlaku di dalam rumah tangga : Anak-anak sementara masih di dalam rumah tangga harus secara perlahanlahan sejak semula ditegakkan oleh para orangtua dan kemudian mereka dapat berdiri sendiri. Jika para orangtua gagal melaksanakan tugasnya ini kepada anakanaknya, maka anak-anak itu tidak akan mampu mendapatkan kesempatan hidup yang wajar yang telah disediakan oleh Khalik Pencipta baginya untuk dimiliki.
Contoh-contoh dari rumah-rumah
tangga yang baik
Pada pokok ini saya akan membaca bagimu sesuatu dari hal sekolah-sekolah rumah tangga yang cukup berhasil :
“Maka bangkitlah ketiga orang itu dari sana, lalu berjalan menuju Sodom : dan Abraham pun berjalan bersama-sama menghantarkan mereka itu. Maka firman 63 Tuhan, Hendakkah Aku menyembunyi-kan dari Abraham perkara yang hendak Ku perbuat itu; karena Abraham pun akan menjadi suatu bangsa yang besar dan berkuasa, dan segala bangsa di bumi akan diberkati karenanya? Karena Aku mengenal dia, bahwa ia akan memerin-tahkan anak-anaknya dan seluruh rumah tangganya mengikuti dia, maka mereka akan memeliharakan jalan Tuhan, yaitu melakukan kebenaran dan keadilan; se-hingga Tuhan dapat mendatangkan ke atas Abraham apa yang telah Ia bicarakan dari hal dia.”
Adalah karena keramah-tamahan Abraham yang telah mendatangkan berkat yang sedemikian besarnya bagi rumah tangganya -- yaitu ketiga tamu dari Surga itu Yang telah mengukuhkan kembali perjanjian tentang keturunannya. Dan tindakan menjamu tamu yang diperlihatkannya kepada tamu-tamu Samawi Yang telah mengukuhkan kembali janji dari hal keturunannya. Dan tindakan menjamu tamu 64 yang ditunjukkannya kepada mereka dengan menunjukkan jalan ke kota itu dengan cara berjalan beberapa langkah menemani mereka, telah membuat malaikat-malaikat itu mengungkapkan kepadanya tugas misi mereka yang menyedihkan itu terhadap kota Sodom. Oleh karena itu, hendaklah jangan kamu “lupa memberi tumpangan kepada orang asing : karena olehnya ju-ga ada orang yang telah memberi tum-pangan kepada malaikat-malaikat tanpa disadarinya.” Ibrani 13 : 2.
Dalam ayat-ayat yang baru kita baca beberapa saat yang lalu kepada kita diceritakan bahwa Abraham akan menjadi suatu bangsa yang besar dan berkuasa karena ia hendak memerintahkan anak-anaknya dan rumah tangganya mengikuti Allah, yaitu memeliharakan jalan Tuhan, melakukan “kebenaran dan keadilan.” Allah mengakui bahwa rumah tangga Abraham akan menjadi sebuah sekolah rumah tangga teladan, maka demikianlah Bapa Segala Zaman itu telah menjadi seorang “saha- 65 bat Allah”, dan “bapa dari segala orang percaya.” Anda saksikan, Allah menghargai para orangtua yang mengendalikan rumah-rumah tangga mereka dengan benar, yang memerintahkan semua rumah tangga mereka untuk mengikuti Dia.
Maukah kita sekarang menyelidiki untuk melihat sejauh mana rumah tangga Abraham itu telah merupakan sebuah sekolah rumah tangga teladan? -- Anda tahu, puteranya Ishak, berumur kira-kira tujuh belas tahun pada waktu firman Tuhan datang kepada Abraham supaya ia harus mengorbankan putera satu-satunya itu. Ayahnya dengan setia mematuhi perintah itu, lalu membawa Ishak pada perjalanan sejarah maupun pendidikan yang sangat berat itu. Sebelum sampai pada menit-menit terakhir Ishak telah diberitahu bahwa ialah yang akan dibunuh sebagai korban. Tetapi adakah ia menjadi bingung atau adakah ia menolak pada waktu hal itu diceritakan kepadanya? Sama sekali tidak. Sebaliknya, ia malahan berbuat sedemikian 66 rupa untuk menghiburkan hati ayahnya, lalu dengan rela dan dengan senang hati membaringkan dirinya sendiri di atas mezbah!
Apakah arti semuanya ini? Ini berarti bahwa Ishak telah memperoleh suatu latihan yang sempurna di dalam rumah tangga, maka demikianlah ia telah menghormati keputusan ayahnya maupun agama ayahnya. Ia patuh kepada Allahnya, dan 28 penuh percaya. Yakin bahwa jalan Allah adalah bagi kepentingan-kepentingannya yang terbaik, maka ia memutuskan agar lebih baik mati daripada melawan Allah atau melawan ayahnya.
Kita sekarang akan pergi lebih jauh lagi dan melihat kepada teladan di dalam rumah tangga Ishak sendiri untuk melihat jenis orangtua dan guru yang bagaimana ia. Esau dan Yakub adalah putera kembarnya, dan kedua-duanya telah dibesarkan di dalam rumah tangganya. Jika anda membaca di antara kedua garis keturunan dalam hikayat Alkitab yang terkenal ini, anda 67 akan menemukan dua guru dan dua jenis siswa di dalam rumah tangga Ishak. Ishak mencintai Esau, dan Ribka mencintai Yakub.
Yakub adalah seorang pembantu ibunya, dan oleh karena itu ia tahu bagaimana mempersiapkan makanan yang menarik maupun yang enak. Demikianlah ia mampu membuatkan semangkok kacang merah yang dijualkan dengan harga yang lebih mahal daripada makanan lainnya yang pernah dijual. Di samping mempelajari seni memasak ia juga sangat menaruh minat dalam agama, lalu memantapkan dirinya sendiri untuk duduk di atas tahta bapanya sebagai kepala suku.
Di lain pihak, Esau menaruh minat hanya kepada perkara-perkara yang bersifat sementara, dan ia mengorbankan hak warisnya untuk menduduki tahta bapanya demi untuk olahraga dan kesenangan makan yang tidak terkendali. Gantinya menjadi terlatih dalam kewajiban-kewajiban agamanya, ia malahan menjadi ahli 68 dalam berburu. Akibatnya hak waris untuk menduduki tahta bapanya tidak lagi berarti apa-apa baginya dari hanya seharga semangkok kacang merah.
Di dalam diri kedua anak muda ini kita saksikan dua cita-cita yang saling bertentangan dalam kehidupan -- yang satu menaruh minat kepada olahraga, yang lainnya menaruh minat kepada agama. Ishak cukup menyadari akan hal ini, tetapi karena ia lebih mencintai Esau daripada Yakub, dan karena Esau adalah putera yang tertua, maka baginya tidak ada alasan bagi Esau untuk tidak boleh menerima ber- 29 kat untuk duduk di atas tahta kepala suku. Tetapi, Ribka, cepat melihat bahwa Esau adalah tidak pantas untuk kedudukan jabatan tersebut, dan bahwa Yakub adalah lebih pantas untuk mendudukinya. Begitulah keadaannya sehingga sementara pada satu pihak Ishak memerintahkan kepada Esau untuk mempersiapkan suatu hidangan lalu datang kepadanya untuk pemberkatan, di pihak lain Ribka menasehati dan 69 membantu Yakub untuk menirukan dirinya sebagai Esau dan mengambil keuntungan dari penglihatan mata bapanya yang sudah kabur itu untuk menerima pemberkatan itu. Penipuan ini, tentunya, dilakukan hanya karena Takdir telah mengaturnya begitu.
Sekarang, marilah kita lihat apa yang kita ketahui dari hal pendidikan Esau dan dari hal pendidikan Yakub. Oleh karena Ishak adalah dekat kepada Esau, dan Ribka kepada Yakub, dan karena Esau adalah orang yang gagal dan Yakub adalah yang berhasil, maka tidakkah hal ini dapat disimpulkan, bahwa Ribka telah berhasil mendidik Yakub dengan sepatutnya, sebaliknya Ishak telah melalaikan kebutuhan Esau untuk dapat berkenalan dengan Allah dan dengan tugas-tugasnya di dalam rumah tangga?
Dari perbandingan ini saya secara bebas mengatakan bahwa Ishak adalah seorang ayah yang memperturutkan kehendak hatinya, tetapi Ribka adalah seorang 70 ibu yang lebih keras dan disiplin. Benar, seharusnya ada sejenis benda yang satu digunakan dalam pembentukan Yakub dan yang lain digunakan dalam pembentukan Esau, tetapi Esau seharusnya lebih dulu diperbaiki; dan kalaupun teguran tidak dapat menolongnya, maka berkat seharusnya tidak perlu ditawarkan kepadanya. Keteguhan pendirian jangan sekali memberi kesempatan kepada pemanjaan.
Berikutnya kita akan menengok sebentar ke dalam sekolah rumah tangga yang dipimpin sendiri oleh Yakub, dan kita akan melihat apa hasil-hasilnya. Melihat kepada kenyataan-kenyataan bahwa keluarganya (seluruhnya tiga belas orang anak) adalah lebih besar daripada keluarga-keluarga para leluhurnya; bahwa semua anak lelakinya telah diterima menjadi para nenek moyang dari anggota-anggota sidang yang 30 kekal; bahwa anaknya Yusuf memiliki kontrol diri sendiri yang sempurna, memiliki roh suka mengampuni, hormat kepada ayahnya, berpegang teguh kepada syariat- 71 syariat hukum Surga, dan berkenan kepada Allah dan manusia; -- Saya tegaskan, bahwa dari semua kenyataan ini kita mengetahui bahwa Yakub telah memberikan kepada rumah tangganya pendidikan yang terbaik mungkin. Dari yang terkecil, ia telah membangkitkan seseorang yang memiliki tabiat yang terbesar dan terhormat yang pernah disaksikan oleh dunia.
Saya yakin bahwa waktu masih mengijinkan kepada kita untuk melihat kepada sebuah sekolah rumah tangga yang baik lainnya, yaitu rumah tangga di mana Musa telah dilahirkan.
Mengetahui bahwa Abraham dan keturunannya akan merantau di negeri asing hanya selama 430 tahun, ibu dari Musa menyadari bahwa masa kelepasan mereka dari perhambaan Mesir sudah akan jadi dalam masa hidupnya. Tetapi keputusan Firaun menuntut agar setiap anak lakilaki Ibrani supaya dibuang ke sungai Nil, maka dengan begitu walaupun adanya keputusan itu ia tetap berketetapan hati un- 72 tuk menyembunyikan bayinya yang baru lahir itu. Ia menyangka dalam pikirannya, bahwa anaknya itu dapat menjadi seseorang yang akan membawa bangsa Ibrani yang banyak itu keluar dari Mesir dan masuk ke dalam tanah perjanjian, dan jika demikian halnya, maka Allah akan meluputkan dia.
Sungguhpun demikian, tiga bulan kemudian, ia merasa bahwa ia tidak dapat lagi menyembunyikan Bayi Musa, maka dengan begitu daripada mengambil resiko kehilangan anaknya yang tak dapat dielakkan, ia lalu membuatkan sebuah keranjang kecil, dimasukkannya bayi itu ke dalamnya, lalu ditaruhnya bayi itu dalam pengawasan Allah di sungai Nil. Allah mengawasi daerah itu dan bayi itu terus hidup. Sekarang perhatikanlah keajaiban yang terjadi. Segera setelah puteri raja melihat anak itu, maka ia mengetahui bahwa itulah seorang anak Ibrani, tetapi daripada dibiarkan dia dibunuh sesuai keputusan Firaun ia lalu mengambil 73 anak itu bagi dirinya sendiri! Lagi pula, Takdir dari Tuhan mengatur agar anak itu supaya dibesarkan di dalam rumah tangga orang Ibrani. Demikianlah halnya, bahwa Bayi Musa secara ditakdirkan te-
31 lah dikembalikan kepada ibunya sendiri untuk pemeliharaan, dan semua biaya perawatannya dibayar dari perbendaharaan raja!
Ternyata sesudah menyaksikan semua keajaiban ini, maka ibunya mengetahui dengan pasti bahwa Musa akan menjadi pelepas bangsanya. Maka pendidikan rumah tangga yang diberikan kepadanya selama masa dua belas tahun bersamasama dengan ibunya itu tidak pernah dilupakan Musa walaupun ia berada di tengahtengah orang banyak dari tahta kerajaan yang terbesar dalam hidupnya itu.
Sesungguhnya pendidikan yang diperoleh seseorang di dalam rumah tangga, sebagai anda saksikan, adalah landasan dari seluruh hari depannya.
74Contoh-contoh dari rumah-rumah
tangga yang jelek
Sebagai perbedaan yang mencolok terhadap rumah-rumah tangga yang baik di atas ini, maka saya akan membawakan perhatian anda kepada satu atau dua sekolah rumah tangga yang jelek, dan hasilhasilnya.
Pertama-tama saya memikirkan rumah tangga Lot. O, ya, saya tahu bahwa Lot adalah seorang tokoh yang besar di kota Sodom, namun tidak seorangpun mau mendengarkan himbauannya pada malam menjelang kota Sodom hendak dihancurkan sampai menjadi asap dan abu untuk dibawa angin dan untuk dihanyutkan oleh Laut Mati. Bahkan anak-anaknya sendiripun yang berada di dalam rumahrumah tangga mereka dengan penuh kesenangan tidak juga mau mendengarkan suaranya. Hanya dua orang dari gadisgadisnya yang meloloskan diri dari api pembakaran yang besar itu, hanya karena malaikat-malaikat yang menarik mereka 75 itu keluar bagaikan puntung yang ditarik keluar dari api.
Betapa gagalnya rumah tangga Lot! Betapa besar ruginya! Ada dua sebab yang menjadi alasan dari semua itu yang telah menimpa dirinya; pertama, karena ia memasang perkemahannya mengarah ke kota Sodom; dan kedua, karena ia lalai mendidik seisi rumah tangganya dalam hal takut akan Allah. Lagi pula, kalau saja Lot telah menghantarkan keluar sepuluh
32 jiwa saja kepada Kebenaran dan keadilan dari antara seluruh penduduk kota Sodom yang luas itu, maka ia sudah akan dapat menyelamatkan baik kota Sodom maupun kota Gomora dari kebinasaan.
Perkenankan saya sekarang membicarakan kepadamu dari hal sebuah rumah tangga jelek yang lain, yaitu rumah tangga Eli, imam Israel kuno itu. Sebagaimana yang diperbuat oleh Lot, maka ia, telah membuat kegagalan total terhadap rumah tangganya, walaupun secara berulang kali 76 telah diperlihatkan kepadanya akan kelalaiannya itu :
“Maka datanglah seorang hamba Allah kepada Eli, lalu katanya kepadanya, Demikianlah firman Tuhan, bukankah kepada orang isi rumah bapamu juga sudah Aku menyatakan diri-Ku tatkala mereka itu berada di Mesir di dalam istana Firaun? Dan bukankah Aku te-lah memilih dia dari segala suku bangsa Israel untuk menjadi imam-Ku, untuk mempersembahkan korban di atas mez-bah-Ku, untuk membakar dupa, untuk memakai sebuah efod di hadapan hadi-rat-Ku? Dan bukankah Aku sudah mem-berikan isi rumah bapamu segala persem-bahan bakaran dari semua bani Israel? Mengapakah maka engkau menendang akan korban-Ku dan akan persembahan-Ku, yang sudah Kuperintahkan di dalam tempat kediaman-Ku, lalu mempermulia-kan anak-anak lelakimu melebihi Aku, membuat dirimu sendiri gemuk dengan 77 bagian yang terbaik dari segala persem-bahan umat-Ku Israel? Maka sebab itu Tuhan Allah Israel berfirman, sesungguh-sungguhnya Aku mengatakan, bahwa isi rumahmu dan isi rumah bapamu, akan berjalan di hadapan hadirat-Ku sampai selama-lamanya : tetapi kini Tuhan me-ngatakan, Jauhlah ia itu daripada-Ku; ka-rena barangsiapa yang mempermuliakan Daku, Akupun akan mempermuliakan-nya kelak, dan barangsiapa yang mem-permalukan Daku akan kelak dipandang rendah. Tengoklah, hari-hari itu datang, bahwa Aku akan mematahkan lengan-mu, dan lengan dari isi rumah bapamu, sehingga tidak lagi terdapat orangtua di dalam rumahmu. Maka kamu akan menyaksikan seorang musuh di dalam tempat kediaman-Ku, dalam semua ke-kayaan yang akan dikaruniakan Allah kepada Israel : maka tidak akan ada se-orang tua pun di dalam rumahmu untuk selamanya. Dan orangmu, yang tidak akan Ku tumpas dari mezbah-Ku, ia itu akan menghancurkan matamu, dan akan 78 menduka-citakan hatimu : dan semua tambahan keluargamu akan mati dalam masa dewasanya. Maka ini akan menjadi suatu alamat bagimu, yang akan menim-pa kedua anakmu laki-laki, yaitu Hofni dan Pinehas; dalam sehari saja keduanya akan mati. Maka Aku akan membangkit-kan bagi-Ku seorang imam yang setia, yang akan berbuat sesuai dengan apa yang terdapat dalam hati-Ku dan pikiran-Ku : maka Aku akan membangunkan ba-ginya sebuah rumah yang tentu; maka ia akan berjalan di hadapan orang yang Ku urapi untuk selama-lamanya.”
Ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa Eli telah ditegur karena kelalaiannya memerintahkan isi rumah tangganya untuk menurut Allah. Ia bahkan telah diberi amaran terhadap akibat-akibat kelengahannya yang tak dapat dielakkan; bahwa rumah tangganya, seluruh keturunannya, akan mati dalam umur dewasa jika ia terus saja berbuat demikian itu. Tetapi Eli tidak berbuat apa-apa untuk itu, dan karenanya 79 ia menderita semua akibat seperti yang telah diperingatkan kepadanya sebelumnya.
Tidakkah semua perkara ini tertulis sebagai pengajaran bagi kita, untuk sebagai contoh bagi kita? Maka, mengapakah, terdapat lebih banyak rumah tangga yang hancur pada waktu ini sebagai akibat dari pendidikan rumah tangga yang jelek, atau tanpa pendidikan sama sekali, daripada yang hancur di zaman Eli dahulu? Dan, tampaknya lebih aneh lagi, bahwa kecelakaan ini timbul lebih sering di dalam rumah-rumah tangga di mana para orangtuanya adalah sangat teliti agar anakanaknya tidak masuk sesuatu sekolah umum, melainkan memperoleh seluruh pendidikannya di dalam sekolah gereja. Sesungguhnya kesalahan itu tidak hanya terletak pada sekolah gereja itu sendiri, melainkan karena kenyataan bahwa para orangtua berharap sekolah gereja dapat mengambil alih semua tanggung jawab dari jabatan orangtua -- untuk berbuat apa saja yang para orangtua sendiri gagal 80 melakukannya. Maka biarlah saya tegaskan kepadamu di sini, bahwa apakah itu sekolah gereja ataupun apakah itu sekolah umum, tak ada satupun daripadanya yang dapat menggantikan tempat dari sekolah rumah tangga.
Di samping itu, oleh karena sekolah-sekolah gereja adalah merupakan suatu masalah keluarga yang luas, yang kebanyakan meluas sejauh yang dipesankan oleh para orangtua sendiri, maka sekolah-sekolah ini sesungguhnya sudah membuktikan suatu kegagalan yang sangat menye-34 dihkan! Jika anda meragukan pernyataan amaran ini, maka cobalah mengadakan pungutan suara terhadap semua keanggotaan gerejamu, maka anda akan heran melihat, bahwa terbanyak dari mereka itu adalah hasil dari sekolah umum, dan bahwa terbanyak dari para tamatan sekolah gereja berada di luar di dalam dunia. Sesudah mendengarkan pernyataan-pernyataan ini, maka salah seorang saudari mengadakan pungutan suara di gerejanya 81 dan ia menemukan, bahwa 70 persen dari mereka memperoleh pendidikan di dalam sekolah-sekolah umum, 27 persen memperoleh pendidikan baik di dalam sekolah umum maupun di dalam sekolah gereja, dan hanya 3 persen saja yang mendapat pendidikan sekolah gereja.
Ini pun belum semua : Anda akan menemukan bahwa anggota-anggota gereja yang hanya setengah bertobat, atau yang belum bertobat, biasanya, kalau bukan seluruhnya, adalah hasil dari sekolah gereja. Lebih jauh, anda akan menemukan, bahwa penentang-penentang terbesar yang melawan Kebenaran sekarang, yang melawan “makanan pada waktunya”, dan penganjur-penganjur berbagai kekejian di dalam sidang, pada umumnya adalah hasil dari sekolah gereja!
Pengalaman saya bertahun-tahun lamanya dalam pekerjaan Injil telah membuktikan kepada saya bahwa apa yang sedang saya katakan ini adalah benar. Janganlah salah paham terhadap saya; saya 82 tidak menuduh-nuduh siapapun juga. Saya hanya mencoba untuk membantu masingmasing anda untuk kebaikanmu sendiri supaya bangkit melihat akan keadaan ini, lalu supaya memperhatikan Firman Allah. Tak lama lagi para penguasa pemerintah mungkin akan mulai memenjarakan para orangtua, juga, karena penangkapan dan karena perbuatan tidak senonoh dari anakanaknya, kalau saja rumah-rumah tangga terus saja berbuat seperti yang mereka perbuat sekarang.
Seorang penulis terkenal dan penguasa dalam masalah-masalah dan berbagai hubungan sosial, Tuan Leon J. Saul, menulis yang berikut ini di dalam bukunya yang berjudul, Emotional Maturity (Kematangan Perasaan Emosi) : “Tidak ada masalah anak-anak, hanya masalah para orangtua dan masalah lingkungan hidup.”
Maka jika saya sekarang menjadi musuhmu karena saya membicarakan yang benar kepadamu, maka tidakkah anda mau membuktikan sendiri kebenaran dari 83 segala perkara ini?
Sistem Pendidikan Allah
Kita sekarang telah saksikan hasil-hasil baik dari sekolah-sekolah rumah tangga yang baik maupun dari sekolah-sekolah rumah tangga yang jelek, tetapi kita akan lebih banyak tertolong oleh memandang langsung ke dalam sistem pendidikan yang dianjurkan oleh Ilham, dan oleh menggunakannya menjadi sistem mengajar kita terhadap orang-orang muda. Inilah dia :
“Maka hendaklah kamu mengambil se-ikat hysop, lalu celupkan dia ke dalam darah yang di dalam bokor, dan percik-kanlah darah yang di dalam bokor itu kepada ambang diatas dan kepada kedua kerangka pintu; maka janganlah seorang-pun daripada kamu keluar dari pintu ru-mahnya sampai pagi hari. Karena Tuhan hendak berjalan lalu untuk membunuh 84 orang-orang Mesir; maka apabila dilihat-Nya darah itu pada ambang di atas dan pada kedua kerangka pintu, maka Tuhan akan berjalan lalu daripada pintu itu, dan tidak akan dibiarkan-Nya pembinasa masuk ke dalam rumah-rumahmu untuk membinasakan kamu. Maka hendaklah kamu memeliharakan perkara ini seba-gai suatu perintah bagi dirimu dan bagi segala anakmu sampai selama-lamnya. Maka akan jadi kelak, apabila kamu ma-suk ke dalam negeri yang akan dikaru-niakan Tuhan kepadamu, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, agar hendak-lah kamu memeliharakan kebaktian ini. Maka akan jadi kelak apabila anak-anakmu akan mengatakan kepadamu, Apa yang dimaksudkan olehmu dengan kebaktian ini? Supaya hendaklah kamu katakan, bahwa inilah korban dari Pas-kah Tuhan, Yang telah berjalan melewati rumah-rumah bani Israel di Mesir, pada waktu Ia membunuh orang-orang Mesir itu, dan meloloskan rumah-rumah kita. Maka orang banyak itupun menunduk-85 kan kepala lalu menyembah.”
“Lalu kata Yosua kepada mereka itu, Ber-jalanlah kamu di hadapan Tabut Tuhan Allahmu sampai ke tengah-tengah Yor-dan, lalu angkatlah olehmu masing-ma-sing sebuah batu di atas bahunya sesuai dengan bilangan segala suku bani Israel : supaya ini dapat menjadi suatu tanda di antara kamu, supaya apabila anak-anak-mu kelak menanyakan kepada bapa-ba-panya dalam masa mendatang, Apa yang dimaksudkan olehmu dengan batu-batu
36 ini? Maka hendaklah kamu menjawab kepada mereka, Bahwa segala air sungai Yordan telah terbelah dua di hadapan Tabut Perjanjian Tuhan itu; pada waktu ia itu melewati sungai Yordan maka segala air sungai Yordan telah terbelah dua : maka semua batu ini akan menjadi sebuah peringatan bagi bani Israel untuk selama-lamanya.”
Kita saksikan, bahwa Allah, telah me- 86 negakkan tanda-tanda peringatan bagi perkara-perkara kehidupan yang penting sedemikian rupa sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Para orangtua harus berbuat yang sama untuk menciptakan perhatian terhadap perkara-perkara yang mereka ingin ajarkan kepada anak-anak mereka.
“Dengarlah olehmu, Hai Israel : Tuhan Allah kita adalah satu Tuhan: maka hen-daklah kamu mengasihi Tuhan Allahmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan sebulat-bulat jiwamu, dan dengan sebu-lat-bulat kuatmu. Maka semua perkataan ini, yang Ku perintahkan kepadamu pada hari ini, hendaklah dimasukkan dalam hatimu : dan hendaklah kamu menga-jarkannya dengan rajin kepada anak-anakmu, dan hendaklah kamu membi-carakannya selagi kamu duduk di dalam rumahmu, dan selagi kamu berjalan di jalan, dan selagi kamu berbaring, dan selagi kamu bangkit. Maka hendaklah 87 kamu mengikatnya pada tanganmu men-jadi suatu tanda, dan hendaklah ia itu bagimu menjadi akan patam di antara kedua belah matamu. Dan hendaklah ka-mu menuliskannya pada kerangka pintu rumahmu, dan pada pintu-pintu ger-bangmu.”
Perkara-perkara kehidupan yang penting harus selalu dipegang di hadapan anak-anakmu, dan selalu dalam cara yang menarik dan menyenangkan, -- jangan sekali dengan cara yang membuat mereka itu jemu terhadap agama, dan jangan sekali dalam cara yang akan membuat pelajaran itu menjadi menggelisahkan.
Pohon yang jelek tidak akan
mengeluarkan buah yang baik
Para orangtua maupun anak-anak hendaklah selalu ingat bahwa Allah sedang menghitung-hitung akan mereka itu, dan bahwa mereka sendiri dapat membangun ataupun mereka sendiri yang dapat meng- 88 halangi hari depannya. Ini kita saksikan secara khusus sekali sebagai berikut :
Oleh karena pekerjaan Yesus adalah maha penting dan mempunyai akibat yang besar, maka Allah adalah sangat teliti terhadap asal usul keturunan dari Yesus. Untuk alasan ini Ia memilih garis keturunan dari Abraham (sebuah pohon yang baik), dari Ishak, Yakub, Yehuda, Isai, Daud, dan turun sepanjang garis keturunan sampai kepada Yusuf yang telah menjadi suami dari Maria. Walaupun Yusuf hanya merupakan ayah angkat bagi Yesus, namun Allah adalah sangat teliti dalam memilih dia.
Dan sejauh mana Allah begitu teliti untuk memilih orang yang akan menjadi ayah angkat bagi Yesus, Ia ternyata jauh lebih teliti lagi dalam memilih seorang ibu bagi Yesus. Demikianlah Allah telah memilih ibu dari Juruselamat kita itu dari garis keturunan Yusuf, putera dari Yakub.
Bagaimanakah dapat saya mengetahui 89 asal-usul garis keturunan dari Yesus? Ya, garis keturunan dari ayah angkat-Nya saya ketahui dari kronologi yang diberikan oleh Rasul Matius. Dan garis keturunan ibu-Nya saya ketahui dari nubuatan Musa yang akan saya bacakan di bawah ini : “Yusuf ialah sebuah batang pohon yang penuh buah, yaitu sebuah batang pohon yang penuh buah pada sisi mata air, yang cabang-cabangnya melata me-lewati tembok yang tinggi; walaupun orang-orang pemanah telah sangat me-nyusahkannya, dan memanahnya, dan membencinya : namun batang pohonnya tetap tinggal teguh, dan lengan-lengan tangannya dibuat menjadi kuat oleh ta-ngan-tangan Allah Yakub yang maha kuasa; (dari sana terdapat gembala, yaitu batu dari Israel).” Kejadian 49 : 22 – 24.
Bukan hanya asal usul dari garis keturunan Yesus telah dipilih dengan seksama, tetapi juga demikian telah dipilih garis keturunan dari setiap orang hamba Allah yang dipercayakan dengan tanggung 90 jawab-tanggung jawab yang berat. Saya bertanya kepadamu, mengapa perhatianperhatian yang sangat teliti sedemikian ini harus diambil jika para orangtua tidak memikul bagian yang terpenting dalam kehidupan anak-anaknya?
38
Ia itu harus diingat sekarang, bahwa, walaupun anak memperoleh pendidikannya dengan wajar secara menyeluruh di dalam tiga sekolah -- yaitu rumah tangga, sekolah gereja, dan sekolah umum, namun sekolahnya yang terpenting adalah rumah tangga, karena anak itu sebagian besarnya dibentuk oleh rumah tangga.
Hasil-hasil
“Maka akan jadi kelak, bahwa jikalau kamu hendak mematuhi dengan rajin akan suara Tuhan Allahmu, menurut dan melaksanakan semua perintah-Nya yang ku pesankan kepadamu pada hari ini, maka kamu akan diangkat tinggi oleh 91 Tuhan Allahmu melebihi segala bangsa yang di bumi : maka segala berkat ini akan datang kelak atasmu, dan ia itu akan sampai kepadamu, jikalau kamu hendak mematuhi akan suara Tuhan Allahmu.
“Berbahagialah kelak kamu di dalam negeri, dan berbahagialah kelak kamu di padang. Berbahagialah kelak buah kandunganmu, dan hasil tanahmu, dan hasil ternakmu, kandungan lembumu, dan kawanan dombamu. Berbahagialah kelak keranjangmu dan lumbungmu. Berbahagialah kamu kelak apabila kamu masuk dan berbahagialah kamu kelak apabila kamu keluar.” Ulangan 28 : 1 - 6.
Ia itu akan membawa kebaikan bagi jiwamu jika kamu membaca di rumah dari hal kewajiban para orangtua seperti yang dikemukakan di dalam buku Counsels to Teachers, pp. 158, 159; Testimonies for the Church, vol. 3, pp. 143, 144; dan kewajiban anak-anak di dalam buku Keluaran 20 : 12;
92Catatan:
93Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
94UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org