V. T. HOUTEFF
Agar setiap orang yang berhaus akan kebenaran
dapat memperolehnya, maka buku-buku kecil ini disebarkan dengan cuma-cuma. Hanya satu permohonan yang dimintanya, yaitu setiap jiwa wajib memeriksa segala perkara dan berpegang teguh pada mana yang baik. Hanya benang-benang
untaian keemasan Eden dan tali-tali pengikat Golgota yang berwarna darah -- ikatan-ikatan yang mengikat itu yang merupakan pita pengikat buku
gratis yang kecil ini.
Kami sangat menghargai nama dan alamat anggota
MAHK yang dikirimkan.
1AMARAN
SEKARANG
Satu-Satunya Kedamaian Pikiran
Sakit Kronis Dengan Terlalu Banyak
Pengetahuan Dan Terlalu Sedikit
Pengertian
Roh Yang Melahirkan Kejahatan, Dan
Manifestasinya Di Waktu Ini
VICTOR T. HOUTEFF
Universal Publishing Association P. O. Box 6965/JAT-PK, Jakarta 13710
e-mail : gadsdaid@yahoo.com
2Naskah Untuk Berdoa
PENDENGAR DARI JENIS TANAH
YANG BAIK
Saya akan membacakan dari buku Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 60, paragraf yang ketiga --
“Firman Allah seringkali masuk ber- tubrukan terhadap sifat-sifat dari tabiat manusia yang turun-temurun dan yang dimanjakan dan terhadap kebiasaan-ke- biasaan hidupnya. Tetapi pendengar dari jenis tanah yang baik, dalam menerima firman, ia menyambut semua persyaratan- nya berikut semua tuntutan dari firman itu....
“Dan ia mengeluarkan buah-buah ‘de- ngan sabar.’ Tak seorangpun yang me- nerima firman Allah adalah bebas dari ke- susahan dan pencobaan; namun apabila datang kesulitan, maka orang Kristen yang sejati tidak akan menjadi gelisah, tak ber- 3 pengharapan, atau putus asa. Walaupun kita tidak dapat menyaksikan hasil yang pasti dari persoalan-persoalan, atau me- lihat maksud dari kebajikan Allah, kita tidak akan melepaskan kepercayaan kita. Sambil mengenangkan kemurahan Tuhan yang panjang sabar itu, kita harus melem- parkan semua persoalan kita kepada-Nya, dan dengan sabar menantikan penyelama- tan-Nya.
“Melalui peperangan kehidupan rohani dikuatkan. Cobaan-cobaan yang dipikul dengan baik akan mengembangkan ke- teguhan tabiat, dan karunia-karunia ro- haniah yang bernilai. Buah iman yang sempurna, lemah lembut, dan kasih sering- kali menjadi masak dengan amat baik di tengah-tengah angin ribut -- awan-awan dan kegelapan.”
Marilah kita berdoa supaya kemampuan penglihatan rohani kita dapat dihidupkan sehingga kita akan lebih cepat memahami usaha-usaha Allah dalam menjawab doa-doa kita; supaya melalui per- 4 tentangan kehidupan rohani akan diperteguhkan; supaya kita tidak akan melepaskan harapan kita apabila timbul kesusahankesusahan, melainkan supaya seperti Paulus kita akan bersukacita karena telah didapati pantas menderita dalam kesabaran.
Copyright, 1948
Hak Cipta Dijamin
V. T. HOUTEFF
2
5SAKIT KRONIS DENGAN
TERLALU BANYAK
PENGETAHUAN DAN
TERLALU SEDIKIT
PENGERTIAN
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 14 Februari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Untuk menuliskan pokok penyelidikan kita pada sore hari ini, maka marilah kita mengambil sebagai contoh buku yang Organisasi telah terbitkan mengenai Daniel dan Wahyu, yaitu, dua buku yang sangat berharga dari Alkitab. Buku yang saya maksudkan ialah yang aslinya berjudul 6 Thoughts on Daniel and The Revelation. Buku itu telah ditulis sesuai model secara ilmiah, dan semua isinya adalah demikian meyakinkan sehingga beribu-ribu eksemplar telah berhasil terjual di seluruh dunia dalam sejumlah bahasa. Seseorang yang dapat menulis sebuah buku seperti itu, tentunya memiliki pengetahuan yang luas. Tetapi bagaimanapun juga, kita hendaknya, memeriksa untuk melihat berapa luas pengertian yang terdapat pada buku-buku dari Daniel dan dari Wahyu itu sendiri.
Ambillah sebagai contoh Wahyu pasal 12, dimana dibicarakan dari hal wanita yang bermahkota dengan dua belas bintang. Di dalam buku yang kusebutkan itu Organisasi menjelaskan bahwa wanita ini adalah melambangkan sidang Kristen, bahwa pakaian mataharinya ialah Injil Kristus, lalu orang banyak tampaknya menerimanya dengan baik sekali.
Tetapi jika saudara-saudara itu ditanya: “Bagaimana mungkin wanita itu melambangkan sidang Kristen, lalu pada waktu 7 yang bersamaan juga menjadi ibu dari Kristus?” Mereka akan memerlukan waktu untuk menjawab, sebab Kristus sendiri yang telah melahirkan sidang Kristen itu menjadi kenyataan tiga puluh tahun atau lebih sesudah kelahiran-Nya. Akibatnya sidang itu tidak mungkin menjadi ibu-Nya.
Dan jika mereka ditanya, ‘Bagaimana mungkin wanita yang berpakaian matahari itu melambangkan sidang Kristen yang berpakaikan pakaian Injil Kristus seperti yang anda tegaskan?’ Maka mereka akan mendapat kesulitan untuk menjawab karena perempuan itu berpakaian matahari pada waktu sebelum Kristus lahir, dan bahkan sebelum Injil muncul.
Kalau saja pertanyaan-pertanyaan ini disampaikan kepada saudara-saudara itu, maka saya yakin bahwa mereka mungkin sekali akan menjadi sangat kacau dalam usahanya untuk menjawab. Tetapi karena dari kenyataan tak seorangpun mengemukakan pertanyaan-pertanyaan ini, maka terbukti bahwa di seluruh dunia Kristen 8 terdapat sangat sedikit pengertian.
Sekali lagi anda tak dapat membantah kenyataan bahwa Organisasi telah memberikan suatu penyajian yang sangat ilmiah mengenai Tujuh Trompet, dengan memaksakan suatu cara untuk membuka jalan terhadap lambang yang sedemikian ruwet itu, sambil menguatkan penjelasanpenjelasan mereka terhadapnya dengan menggunakan berbagai komentar dan sejarah dan memungkinkan orang banyak menerimanya dengan senang hati sesuai dengan yang mereka sajikan. Sungguhpun demikian, dengan metode-metode mereka yang ilmiah mereka pertahankan bahwa belalang-belalang yang dilepaskan segera setelah Bintang dari Langit itu membukakan “lubang yang tak terduga dalamnya itu” pada waktu trompet yang kelima berbunyi (Wahyu 9 : 1– 3), adalah melambangkan bala tentara orang-orang Mohammedan. Ini mereka lakukan walaupun pada kenyataannya belalang-belalang itu tidak akan membunuh seorangpun, terkecuali 9 hanya menyakiti orang-orang yang tidak memiliki meterai Allah pada dahi-dahi mereka, tetapi sebaliknya orang-orang Mohammedan itu membunuh setiap orang yang bangkit melawan mereka, terutama orang-orang Kristen, yaitu orang-orang yang memiliki meterai itu.
Lagi pula, saudara-saudara itu menjelaskan bahwa 200.000.000 ekor kuda itu berikut para penunggangnya yang akan membunuh sepertiga bagian dari umat manusia (Wahyu 9 : 18), adalah melam-
4 bangkan pasukan kuda dari orang-orang Mohammedan itu, walaupun pada kenyataannya orang-orang Mohammedan itu tidak pernah memiliki sesuatu pasukan kuda yang sedemikian besar itu selama sejarah mereka.
Selanjutnya, Yohanes Pewahyu menceritakan dengan jelas bahwa ekor dari kuda-kuda itu adalah seperti ular, dan kepala-kepalanya adalah seperti kepala singa, yang menyemburkan api, asap, dan belerang. Bertentangan terhadap kenyata- 10 an-kenyataan ini, saudara-saudara itu mengatakan bahwa kuda-kuda itu adalah kuda-kuda Arab yang biasa, bahwa tentaratentara Turki yang bersenjata sedang menungganginya, bahwa Yohanes telah gagal untuk melihat dengan tepat bahwa api, asap, dan belerang itu sesungguhnya keluar dari senjata-senjata, bukan dari mulut kuda-kuda itu.
Saya mengatakan bagi seseorang untuk sekian kali dengan cara yang kacau terhadap Alkitab lalu kemudian membuat orang percaya bahwa ia sedemikian itu sedang mengungkapkan Kebenaran, ia harus memiliki kemampuan yang luas, tetapi terlalu sedikit pengertiannya terhadap kenyataan bahwa jika saja Yohanes telah dibiarkan keliru dalam sebagian khayalnya ini, maka ia mungkin sekali sudah dibiarkan keliru pada keseluruhan Buku Wahyu itu, dan bahwa bagi setiap orang yang menyuarakan pendapatnya mengenai Alkitab sedemikian itu ia bukanlah sedang membangun iman melainkan justru sedang meruntuh- 11 kan iman kepada semua nabi, menyebabkan orang untuk mengatakan bahwa kalau saja Alkitab itu adalah sedemikian tidak sempurna begitu seperti yang diperlihatkan oleh mereka, maka apakah kebaikan dari Alkitab itu? Dan bagaimanakah dapat kita menemukan Kebenaran itu lalu diselamatkan oleh-Nya, karena jika para nabi itu sendiri tidak mampu menceritakan kenyataan-kenyataannya, maka bagaimanakah seseorang dari kita dapat berbuat begitu beribu-ribu tahun lamanya sesudah sejarah mereka?
Oleh karena saudara-saudara itu ternyata tidak mampu untuk melihat hal ini, dan karena tak ada seorang pun yang telah mempelajari ungkapan-ungkapan mereka itu juga mampu untuk melihatnya, maka tidakkah hal itu kelihatan jelas olehmu bahwa walaupun terdapat banyak pengetahuan dimana-mana, ternyata terlalu sedikit pengertian terdapat dimana-mana?
Menghadapi keadaan yang seperti ini, maka Rasul Paulus mengatakan : 12 “Dan aku, saudara-saudaraku, tidak mung-kin mengatakan kepada kamu seperti ke-pada orang-orang rohani, melainkan se-perti kepada orang-orang yang bertabiat duniawi, bahkan seperti kepada bayi-bayi dalam Kristus.”
Di sini Paulus menegur orang-orang yang pengetahuannya tampaknya luas, tetapi pengertian mereka tumpul, yaitu orang-orang yang tidak memiliki pertambahan kerohanian yang seimbang dengan perkembangan masa, yang tidak dapat berpegang teguh kepada apa yang dikatakan Firman, tidak berkembang menjadi orangorang Kristen yang dewasa. Oleh sebab itu ia terdorong untuk mengatakan :
“Aku sudah menyajikan kamu susu, dan bukan daging, karena sampai sekarang kamu belum dapat memakan daging, bah-kan detik inipun kamu belum dapat.”
Paulus merasa kecewa dengan kemaju- 13 an yang dicapai oleh orang-orang Korintus : Mereka masih belum mampu untuk memakan makanan keras. Dengan lebih tegas ia mengatakan :
“Karena kamu masih dalam tabiat du-niawi : karena jikalau ada dengki dan pertengkaran di antara kamu, bukankah kamu di dalam tabiat duniawi, lalu me-lakukan cara manusia? Karena sementara seseorang mengatakan, saya adalah dari pihak Paulus, dan yang lain mengatakan, saya adalah dari pihak Apollos, bukan-kah kamu orang duniawi?”
Dengan cara memihak, sebagian memihak kepada Paulus dan sebagian kepada Apollos, mereka ternyata menerima apa yang Allah kirimkan melalui perantaraan juru kabar yang satu, dan menolak apa yang dikirimkan-Nya melalui perantaraan juru kabar yang lain. Hal ini akan anda saksikan lebih jelas dalam ayat-ayat berikutnya : 14 “Maka siapakah Paulus itu, dan siapakah Apollos, kalau bukan hanya pelayan-pelayan oleh siapa kamu telah percaya, seperti yang Tuhan sudah karuniakan kepada setiap orang? Aku ini yang me-6 nanam, Apollos yang menyiram; tetapi Allah yang menumbuhkan. Maka sebab itu bukan dia yang menanam sesuatu, juga bukan dia yang menyiram itu yang dihargakan; melainkan Allah yang mem-berikan pertumbuhan.”
Allah adalah segala-galanya, dan orang-orang pilihan-Nya adalah hanya penyambung lidah-Nya saja.
“Kini dia yang menanam dan dia yang menyirami itu adalah satu : maka setiap orang akan menerima upahnya sendiri sesuai dengan pekerjaannya. Karena ka-mi adalah pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah : kamu adalah ladang Allah, kamu adalah bangunan Allah.”
Cara-cara memihak kepada seseorang 15 yang seperti ini merusak orang-orang Kristen di masa Paulus dahulu, dan itupun sedang merusak orang-orang Kristen di masa kita sekarang; artinya, orangorang sedang menyanjung-nyanjung mereka yang pernah membawanya kepada pengetahuan Injil, gantinya mereka meninggikan Dia Yang telah mengutus orangorang itu dengan Injil. Dan bahkan lebih celaka lagi ialah nyata sekarang bahwa orang banyak sedang menyanjung-nyanjung orang-orang yang justru sama sekali tidak memiliki sedikitpun terang Ilham dalam dirinya, yaitu orang-orang yang sama sekali tidak diutus oleh Allah, melainkan yang bekerja sendiri dengan bebas menurut kehendaknya.
“Sesuai dengan karunia Allah yang telah diberikan kepadaku, sebagai seorang ah-li bangunan yang pandai, maka aku su-dah meletakkan pondasi, dan orang lain membangun di atasnya. Tetapi hendaklah setiap orang memperhatikan bagaimana 16 ia membangun di atasnya.”
Kehidupan orang Kristen adalah, seolah-olah bagaikan, sebuah bangunan yang sedang dibangun. Seorang jurukabar Allah membangun pondasinya, orang lain membangun di atasnya. Jadi, tidak seluruh bahan bangunan dipercayakan kepada seorang jurukabar saja untuk membangun.
Akibatnya, jika seseorang hendak memilih menaruh harap kepada jurukabar yang ini atau jurukabar yang itu gantinya menaruh harap kepada Allah dan kepada 7 semua hamba-Nya yang telah diutus- Nya satu demi satu, maka orang itu pasti akan dibiarkan dalam kekurangan bahan bangunan, dan akibatnya ia tidak akan memperoleh cukup bahan yang diperlukan untuk dimiliki pada kedatangan Tuhan.
“Karena lain pondasi tak dapat diletak-kan oleh siapapun, kecuali apa yang su-dah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Kini jika barangsiapa membangun di atas pon-17 dasi ini emas, perak, batu yang indah-indah, kayu, rumput kering, atau jerami; maka semua pekerjaan orang-orang itu akan nyata kelak : karena waktulah yang akan menyatakannya, sebab ia itu akan diungkapkan oleh api; dan api akan menguji setiap pekerjaan manusia bagaimana rupanya. Jika pekerjaan se-seorang dapat bertahan, yaitu yang te-lah dibangunkannya di atas pondasi itu, kelak akan memperoleh pahala. Jika pekerjaan seseorang terbakar, maka ia akan menderita rugi : tetapi ia sendiri akan diselamatkan; namun seolah-olah dari dalam api. Tidakkah kamu ketahui bahwa kamulah kaabah Allah, dan bahwa Roh Allah berdiam di dalam dirimu? Jika barang seorang menajiskan kaabah Allah, maka ia akan dibinasakan Allah; karena kaabah Allah itu kudus adanya, yaitu kamulah. Janganlah seseorang menipu dirinya sendiri. Jikalau barang seorang di antara kamu tampaknya bijaksana di dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia dapat menjadi bijaksana.”
18Di sini kepada kita diceritakan bahwa teori-teori -- yaitu kayu, rumput kering, jerami -- yang dihasilkan oleh orangorang yang bukan utusan Allah, yang tidak diilhami, terhadap yang sedemikian ini seperti yang saya mintakan perhatian anda sejak mulanya, yaitu teori-teori yang tampaknya akan keluar dari suatu perbendaharaan pengetahuan yang luas, tetapi ternyata tanpa Roh Suci, seperti yang sudah anda saksikan adalah sampah yang mudah terbakar oleh api dari Allah dan jiwa-jiwa manusia mati kelaparan.
Kembali kepada kita diceritakan bahwa kepandaian duniawi adalah kebodohan bagi Allah, dan bahwa jika kita ingin susunan Kebenaran kita dapat menentang angin ribut, maka kita perlu membuang semua sampah itu lalu mengambil semua bahan kiriman Allah sementara kita terus 8 membangun.
“Karena kepintaran dunia ini adalah ke-bodohan bagi Allah. Karena ada tertulis, 19 bahwa Tuhan menangkap orang pandai itu dalam kecerdikannya sendiri. Dan lagi, bahwa Tuhan mengetahui segala pikiran orang pandai, bahwa mereka itu sia-sia adanya.”
Oleh karena kepintaran dunia ini adalah kebodohan bagi Allah, maka kita lebih baik tidak berurusan dengannya, dan berhentilah memihak -- seseorang memihak kepada Luther, seseorang yang lain memihak Wesley, orang lain lagi kepada Campbell, atau kepada White -- tetapi lebih baik kita berdiri pada pihak Tuhan saja, lalu menyambut semua Kebenaran yang datang dari semua hamba pilihan- Nya. Jika tidak maka apabila kita tiba di pintu Ia akan mengatakan kepada kita : “Enyahlah kamu daripada-Ku, Aku tidak pernah mengenal kamu.”
“Oleh sebab itu janganlah seorangpun bermegah-megah atas hal manusia. Kare-na segala perkara adalah kepunyaanmu; baik Paulus, baik Apollos, baik Kefas, 20 baik dunia ini, baik hidup ataupun mati, baik segala perkara yang ada sekarang, ataupun segala perkara yang akan datang; semua itu adalah kepunyaanmu.”
Bermegah-megah dalam manusia, apakah itu dalam diri sendiri ataupun dalam orang lain, ialah membohongi dirimu sendiri dalam segala perkara. Ambillah sebagai contoh orang-orang Yahudi : Mereka telah mengambil keputusan bahwa “mereka berasal dari Musa”, dan karena mereka berpandangan begitu, maka untuk menerima para nabi, ataupun Kristus, bagi mereka hal ini berarti melepaskan Musa! Sebagai akibatnya, gantinya segala perkara adalah milik mereka, mereka ternyata telah kehilangan segala-galanya, termasuk juga Musa, maka di manakah mereka itu pada waktu ini? Kayu, rumput kering, dan jerami yang sudah mereka susun pada struktur Kebenaran sesudah Musa meninggalkan mereka, sudah sejak lama habis terbawa oleh Api Kebenaran yaitu Roh Suci.
Satu-satunya jalan yang selamat untuk 21 membangun ialah dengan Kebenaran yang datang dari tahta Allah. Inilah caranya bagaimana Musa, nabi-nabi, dan para Rasul dahulu telah membangun, dan inipun caranya bagaimana kita harus membangun. Musa, misalnya, telah mendirikan pondasi bagi struktur Kebenarannya di atas batu karang kejadian yang kokoh, kitab Kejadian, pada pekerjaan dari Dia yang telah menciptakan segala dunia (Ibrani 1 : 1). Para nabi yang kemudian daripadanya, termasuk juga para Rasul, mereka terus membangun di atas pondasi yang sama, bukan di atas teori-teori dari para imam dan ahli-ahli Torat, yaitu para pendidik yang dikenal pada masa itu. Dan itulah sebabnya mengapa struktur Kebenaran mereka itu tetap berdiri makin teguh pada waktu ini daripada sebelumnya.
Saudara dapat saksikan, bahwa pengetahuan, yang tidak disertai pengertian Ilahi adalah sama bahayanya bagi jiwa seperti api yang dilepaskan di dalam rumah yang dibangun dari kayu dan rumput 22 kering. Oleh sebab itu jangan lagi kita menjadi orang-orang yang suka memihak, melainkan datanglah ke meja Allah yang telah dipenuhi-Nya dengan limpah dengan makanan rohani, dan dengan tidak ragu-ragu dan bebas dari semua syakwasangka berpesta pora sampai kenyang, menyegarkan jiwa kita dan menguatkan tulang punggung kita dengan pengertianpengertian yang baik sehingga kita dapat mampu berdiri melawan semua penyakit kronis dari pengetahuan duniawi; supaya kita mengalahkan cobaan dengan kekuatan dari Dia Yang Maha Tinggi, dan kita diijinkan mengambil bagian dalam memberitakan pekabaran apabila ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.
* * * 10
23Ia Segera Datang
Lama di atas bukit-bukit, lelah,
Kawanan gembala yang tercerai-berai telah
meratap;
Gelapnya jalan-jalan padang pasir, dan suram;
Keluhan segala pencobaan telah mereka pikul. Kini panggilan untuk berhimpun diperdengarkan,
Sungguh hikmat suara amarannya;
Persatuan, iman, dan kasih, melimpah,
Meminta kawanan gembala bersorak.
Kini terang kebenaran sedang mereka cari,
Dalam bidang mengejar maju ke depannya; Semua orang pemelihara hukum-hukum Allah,
Mereka adalah suci, adil, dan benar.
Pada firman yang hiduplah mereka menikmati,
Mulia bagi perasaan mereka, sungguh indah; Semua mereka memperhatikan perintah-perintah Tuannya,
Sujud menyembah di kaki-Nya.
Dalam dunia yang terang dan indah,
Dalam gerbang emas kota yang permai itu, Segera mereka akan memasuki gerbang mutiaranya,
Dan segala kemuliaan menyatu.
Di sana, bertambahnya jiwa yang suci,
Bebas dari dosa, dan kematian, dan
kesusahan;
Air mata tidak akan pernah diingat lagi di tempat itu
24Dimana orang-orang suci yang tiada bersifat
mati memerintah.
Ia segera datang! Bersama turunnya segala awan;
Segala orang suci-Nya, yang mati dalam
kubur, bangkit;
Tertebus, dalam nyanyian kemuliaan yang berpadu,
Menyorakkan kemenangan memenuhi
angkasa.
O, kami begitu rindu melihat Engkau;
Datanglah, O Juruselamat, segeralah datang! Pengharapan yang mulia! Semangat kami bersuka-suka,
Dibawanya anak-anak tebusan-Mu pulang ke
rumah.
-- Annie R. Smith
* * *
11
25ROH YANG MELAHIRKAN
KEJAHATAN, DAN
MANIFESTASINYA
DI WAKTU INI
Oleh :
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian
Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 21 Februari 1948
Kapel Gunung Karmel, Waco, Texas
Bacaan kita terdapat dalam Yesaya, pasal 2, ayat 22 :
“Berhentilah kamu bergantung kepada manusia, yang nafasnya terdapat didalam lubang hidungnya : karena dalam apakah dapat ia diperhitungkan?
Didalam ayat Alkitab ini Allah mengan- 26 jurkan supaya kita berhenti bergantung kepada manusia. Dan alasan yang diberikan ialah bahwa nafas manusia itu terdapat di dalam lubang hidungnya; sebab tanpa nafas ia hanyalah berupa segumpal kotoran, dan karenanya sama sekali tak berharga. Ia bukanlah Allah.
Anjuran itu sesungguhnya tak perlu dibuat kalau saja orang-orang tidak menggantungkan kepercayaan mereka pada manusia melainkan kepada Allah untuk keselamatan mereka; yaitu gantinya mereka menyelidiki untuk mengetahui apakah “segala perkara ini memang demikian” sebagaimana yang dilakukan oleh orangorang mulia Berea dahulu umat Allah malahan menaruh perhatian kepada apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh orangorang lain. Mereka pada waktu inipun sedang melakukan apa yang ratusan ribu orang telah lakukan di masa Yesus dahulu : yaitu menaruh harap kepada pendapatpendapat dari para imam, ahli-ahli Torat, dan guru-guru. Orang-orang Yahudi mena- 27 ruh harap kepada apa yang didengar sebagai gantinya menyelidiki sendiri dan mengalami sendiri terhadap sumber Kebenaran itu, maka itulah sebabnya mengapa mereka telah menyalibkan Tuhan.
12
Maka menurut pendapat anda dari manakah kira-kira percaya kepada manusia yang sedemikian ini berasal? -- Kita seringkali berpikir bahwa kejahatan itu berasal dari Hawa pada waktu ia sampai kepada pohon buah yang terlarang itu. Tetapi kenyataannya adalah bahwa kejahatan itu sudah terlebih dulu ada sebelum Hawa datang berhubungan dengan pohon buah larangan itu. Marilah kita baca masalah ini pada tulisan nabi Yesaya :
“Bagaimana engkau sudah jatuh dari langit, hai Lucifer, putra fajar! Bagaimana engkau sudah ditebang rebah ke bumi, engkau yang telah melemahkan segala bangsa! Karena sudah engkau mengata-kan didalam hatimu, Aku hendak naik ke langit, aku hendak meninggikan tahtaku di atas segala bintang Allah : aku hendak 28 duduk juga di atas bukit perhimpunan pada segala sisi sebelah Utara: aku hendak naik tinggi di atas segala ketinggian awan; aku hendak menjadi seperti Yang Maha Tinggi. Tetapi kamu akan dicampakkan ke dalam neraka, kepada segala sisi dari
Dapatlah kita mengerti bahwa nama dari Setan itu sebelum kejatuhannya dalam dosa adalah Lucifer, dan bahwa ia lebih dulu berdosa sebelum Hawa berdosa, bahwa ia telah mewujudkan dirinya di dalam ular yang menyesatkan Hawa. Oleh karena itu kita supaya membayangkan dahulu dosa yang di dalam surga itu sebelum kita selanjutnya memikirkan dosa yang di bumi.
Kepada kita diceritakan, bahwa Setan, bukanlah satu-satunya orang berdosa di dalam surga, sebab bersama-sama dengan dia telah terlempar keluar dari surga sepertiga dari malaikat yang banyak itu (Wahyu 12 : 4). Semua mereka ini telah tercampak keluar dari Surga, sebab mereka 29 menaruh harap pada kata-kata Lucifer, yaitu kepada seseorang yang di dalam Surga, sebagai gantinya menaruh harap kepada firman Allah. Inilah kejatuhannya malaikat-malaikat itu. Lucifer sendiri jatuh sewaktu ia bercita-cita untuk menjadi sama dengan Allah.
Kedua dosa ini, yaitu percaya kepada manusia, dan keinginan untuk meninggikan diri sendiri, masih juga merupakan unsur-unsur dosa yang terkemuka pada waktu ini di bumi. Di masa lalu inilah batu
13 sandungan Hawa dan bagi banyak orang diwaktu inipun inilah batu sandungannya. Bukan hanya selera makan yang telah merupakan penyebab kejatuhannya Hawa. Ular itu tidak mengatakan, “Engkau supaya memakan buah ini karena buahnya indah, lebih enak daripada setiap buah yang lain didalam taman Allah.” Melainkan katanya: “Allah mengetahui bahwa pada hari eng-kau memakannya, maka matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, yang mengetahui baik dan jahat.” Kejadian 3 : 5.
30Buah itu, tentunya menarik kepadanya, tetapi ia tergoda oleh pikiran dari hal memperoleh kesempatan untuk diangkat ke atas tahta Allah, untuk ditinggikan kepada kedudukan yang sama seperti yang dicita-citakan oleh Lucifer sendiri. Lucifer harus secara jujur percaya bahwa ia akan bisa jadi seperti Allah jika segala malaikat di dalam Surga berikut semua orang di bumi hanya mau tunduk kepada perintahperintahnya.
Dan demikian itulah kita saksikan bahwa si Jahat itu telah menyesatkan Hawa pada landasan-landasan yang sama seperti ia sendiri telah menyesatkan dirinya dan semua malaikat-malaikatnya, hanya perbedaan yang ada ialah bahwa ia menyebabkan Hawa memakan buah pohon itu, yang mana ia sendiri berikut semua malaikatnya tidak mau memakannya. Akibatnya, Hawa telah berdosa melanggar juga keadaan fisiknya, oleh memakan sesuatu yang telah diciptakan bukan bagi makanan manusia, maka akibatnya ia mati. Tetapi Setan dan 31 malaikat-malaikatnya masih tetap hidup.
Batu sandungan yang sama ini, yaitu keinginan untuk meninggikan diri sendiri, telah berkuasa sepanjang zaman, dan itupun masih berkuasa di waktu ini. Saya bukanlah mengucapkan kata-kata kosong dan terburu-buru. Saya memiliki faktafakta untuk menunjang semua ucapan saya. Sebagai contoh, di dalam sejarah Pergerakan Keluaran yang lalu, terdapat Korah, Datan, dan Abiram yang mencita-citakan kedudukan Musa dan Harun seperti yang dicita-citakan oleh Lucifer terhadap tahta Allah, yaitu kedudukan yang tertinggi yang dapat dicita-citakan mereka. Maka tidakkah Lucifer jatuh
14 karena gagal berada di atas semua orang lain karena tidak lebih daripada hanya meninggikan diri sendiri? Dan bukankah keadaan yang sama itu juga dengan kejatuhan Korah, Datan dan Abiram?
Pada waktu ini kita menyaksikan teriakan-teriakan yang sama untuk mendapatkan kedudukan itu bahkan di dalam 32 gereja-gereja kita sendiri. Jabatan-jabatan tua-tua Sidang, Pemimpin Sekolah Sabat, Sekretaris-Sekretaris, Pemain-pemain piano, dan jabatan-jabatan gereja sedemikian lainnya, supaya kita ingat, bahwa semua itu tidak memperoleh kompensasi pembayaran apapun. Tetapi walaupun begitu, pada setiap tahun pada kebanyakan gereja-gereja sejauh mana yang saya telah dapat saksikan, terdapat teriakan dan pertikaian oleh orang-orang laki-laki dan perempuan untuk memperoleh satu atau lebih daripada jabatan-jabatan ini. Oleh karena tidak terdapat adanya penghargaan dengan uang untuk jasa pekerjaan-pekerjaan yang sedemikian, maka apakah tujuan dari percekcokan yang tak berguna itu kalau bukan semata-mata untuk usaha meninggikan diri sendiri, kalau bukan dengan maksud untuk dapat dipandang sebagai seorang terpandang?
Jadi, dapatlah Saudara saksikan, bahwa teriakan-teriakan yang sama untuk promosi diri sendiri yang terdapat dengan diri 33 Lucifer, dengan diri Hawa, dengan diri orang-orang lainnya sepanjang sejarah yang lalu, terdapat pula di waktu ini. Ucapan-ucapan saya, sebagaimana Saudara saksikan adalah dikuatkan oleh fakta-fakta yang nyata. Lagi pula, kalaupun keadaan yang sedemikian itu terdapat dengan diri orang-orang yang tidak memperoleh penghargaan berupa uang untuk jasa pelayanan-pelayanan mereka, maka apa pula yang akan jadi dengan diri orangorang yang sepenuhnya memperoleh upah? Pertanyaan ini akan dapat Saudara jawab sendiri sampai memuaskan.
Jelaslah, bahwa seseorang yang mencita-citakan sesuatu kedudukan hanya untuk meninggikan diri sendiri, khususnya apabila jabatan yang sedemikian itu memiliki tanggungjawab-tanggungjawab rohani seperti misalnya sesuatu jabatan sidang, maka orang yang sedemikian itu supaya sama sekali jangan dipertimbangkan. Dan jika ia telah memiliki sesuatu jabatan yang bertanggung jawab, maka ia harus dicopot 34 dari jabatan itu, karena pemimpin-pemimpin sombong yang sedemikian itu adalah buta rohani, maka mereka menarik orang banyak kepada dirinya sendiri seperti yang dilakukan Lucifer menarik malaikat-malaikat kepada dirinya sendiri dan kepada kebinasaan.
15
Lagi pula, kelas para pemimpin yang seperti ini, adalah mati bagi Kristus dan hidup bagi dirinya sendiri, setiap peraturan mereka suka memamerkan, dan bahkan membesar-besarkan perbuatan-perbuatan peribadatan mereka. Oleh karena itu yang sedemikian ini hendaknya dicap sebagai para pencari murid yang diilhami Setan. Kelas orang-orang ini secara alamiah adalah pintar. Mereka berusaha untuk memenangkan kepercayaan orang-orang dengan menggunakan metode yang sama oleh mana segala imam dan ahli torat di masa Yesus dahulu telah menyesatkan bangsa itu : Mereka berdoa di tempat-tempat dimana mereka dapat dilihat orang; mereka mencat muka mereka supaya tam- 35 pak mereka sedang berpuasa; mereka berbuat sebagai kebiasaannya berjemur di alam terbuka jauh dan di mana-mana apa saja yang baik yang dapat diperbuatnya; mereka mahir membuat dirinya terlihat sebagai orang-orang yang sungguh-sungguh beribadah, saleh, dermawan dan benar.
Orang banyak masih tetap tertarik oleh apa yang disebut orang-orang baik yang sedemikian ini, dan orang banyak tanpa ragu-ragu menerima keputusan-keputusan mereka seolah-olah semua itu adalah keputusan-keputusan Allah. Terhadap yang sedemikian ini, agar supaya ingatlah akan amaran Ilham yang berbunyi : “Ber-hentilah kamu bergantung kepada ma-nusia, yang nafasnya terdapat di dalam lubang hidungnya, karena dalam apakah ia dapat diperhitungkan?” Yesaya 2 : 22.
Supaya orang-orang penyembah manusia ini akan tampak lebih nyata, maka biarlah kuceritakan kepadamu sesuatu sebagai berikut : Beribu-ribu orang telah menasehatkan kepada kami agar kembali 36 bertobat jika presiden dari General Conference tidak melihat sesuatu terang di dalam ajaran kami, jika ia tidak melihat sesuatu terang di dalam ajaran kami pembangunan dan reformasi di antara umat Allah. Mereka tampaknya benar dan jujur di dalam hal ini seperti halnya orang-orang Yahudi yang dengan setia telah mengambil pendirian melawan Yesus dengan cara menggunakan segala keputusan imam besar sebagai keputusan-keputusan mereka sendiri!
Keinginan mereka kepada kami untuk kembali bertobat “jika presiden tidak melihat sesuatu terang”, menunjukkan bahwa mereka sedang meniru cara-cara orang-orang Yahudi yang dahulu, gantinya menyelidiki sendiri masalah itu, dengan percaya di dalam Roh Allah untuk menunjukkan kepada mereka secara 16 pribadi apa sebenarnya Kebenaran itu; mereka percaya secara mutlak kepada apa manusia “presiden” itu mengatakan kepada mereka!
37Bukankah ini roh itu juga yang terdapat di dalam hati orang-orang yang telah menolak dan menyalibkan Tuhan? Jelaslah kelas orang-orang ini bukanlah dipimpin oleh Kebenaran, melainkan oleh orangorang yang berkedudukan. Orang-orang yang sedemikian tidak akan pernah bertanya, “Apakah itu Kebenaran?” melainkan “Oleh siapakah itu diajarkan?” Maka jika ia itu tidak datang melalui saluran, oleh mana mereka menghendakinya datang demikian, maka pastilah, Kebenaran akan ditolak.
Mereka tidak pernah berpikir sejenak bahwa Allah tidak akan menjalankan petunjuk-petunjuk dari mereka; bahwa bukanlah mereka yang akan memilih hambahamba Allah bagi-Nya, dan bahwa presiden General Conference adalah di pilih oleh manusia, bukan karena kekuasaannya yang ada pada Alkitab, melainkan karena kemampuannya untuk memerintah; bahwa Kebenaran belum pernah muncul keluar melaluinya, bahwa apapun kebenaran 38 Alkitab yang ia sendiri telah pelajari, hanya itulah yang diajarkan kepadanya oleh orang-orang yang diilhami oleh Allah. Olehnya itu, para anggota, belum pernah memiliki keperluan yang sangat besar untuk berhenti bergantung kepada manusia seperti yang diperlukannya di waktu ini. Dan jika tidak mereka bereformasi, Allah akan kasihan terhadap mereka.
Bagaimanapun, hendaklah diingat, bahwa mereka sedang melakukan perkara yang bodoh ini hanya karena kepemimpinan gereja telah melatih mereka demikian, hanya karena beberapa pendeta sedang menyatukan kekuatan dengan roh itu yang terdapat dalam Korah, Datan, dan Abiram sewaktu mereka mencita-citakan menduduki jabatan para nabi, walaupun Allah tidak mendelegasikan kepada mereka yang sedemikian itu.
Kemudian juga, apabila seorang pengkhotbah mulai memberitakan segala perbuatan baiknya berikut semua yang telah dikerjakannya, bersama-sama dengan pe- 39 ngalaman-pengalaman peribadatannya; juga apabila seorang pengkhotbah menggosok matanya dan mengisak-isak hidungnya secara tidak perlu sementara ia berkhotbah sambil berusaha membuat para pendengarnya ikut menangis; apabila anda saksikan segala perkara ini pada seorang pengkhotbah, ketahuilah dengan pasti bahwa ia sedang menipu para pendengarnya, bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di dalam dirinya. Saya tegaskan, apabila anda saksikan seorang pengkhotbah melakukan segala perkara ini, ia sedang bermaksud untuk menarik pengakuanmu terhadap sesuatu miliknya. Berhati-hatilah!
Saudara boleh meneliti seluruh isi Alkitab itu, maka saya menjaminkan kepadamu bahwa anda tidak akan menemukan salah satu perkara ini dipraktikkan oleh seorang nabi pun. Mereka tidak pernah bermaksud untuk membuat umat Allah sedih hatinya, melainkan selalu menggembirakan mereka di dalam Tuhan.
40Ambillah sebagai contoh Yesus Kristus. Pekerjaan-Nya, misi-Nya, adalah lebih besar dan lebih penting daripada siapapun yang mendahului-Nya ataupun yang datang sesudah-Nya. Ia memiliki pengalaman beragama yang pantas untuk diceritakan, maka jika yang sedemikian ini merupakan prosedur yang akan membawa manfaat dalam pekerjaan penyelamatan jiwa, maka Ia pasti sudah akan mengambil keuntungan daripada cara itu. Tetapi gantinya ia mengkhotbahkan dirinya sendiri, Ia malahan mengkhotbahkan Kebenaran itu. Ia tidak pernah mencoba membujuk siapapun dengan cara berbicara tentang diri-Nya sendiri, Ia hanya berbicara dari hal kebenaran Alkitab, lalu memberikan kepada Allah, bukan kepada dirinya sendiri, sebagai yang berhak. Dan jika seseorang dapat mengkhotbahkan dari hal pertobatan dan kasih, maka ia pun dapat, namun ia tidak pernah mencoba mempermainkan perasaan emosi para pendengar-Nya, tidak pernah Ia mencoba membuat mereka menangis dari hal sesuatu.
41Lagi pula, tak seorang pun, termasuk pula kita pernah memperoleh tulisan para nabi tentang jasa-jasa kebaikan mereka, pendidikan mereka, ataupun pengalamanpengalaman pribadi mereka. Mereka tidak menulis apapun dari hal diri mereka sendiri, dan tak ada sesuatu pun yang dapat menyombongkan kedudukan jabatan mereka. Semua orang yang menerima mereka telah melakukan yang sama dari hal jasa-jasa tulisan-tulisan mereka sendiri. Begitulah semuanya. Mereka tidak pernah mencoba untuk memenangkan jiwa-jiwa baru dengan cara bagaimana diri mereka
18 sendiri telah menang ataupun tidak. Tidakkah mereka itu sampai kepada hari ini terus memiliki sukses? Dan bukankah itulah Kebenaran Allah yang patut kita ikuti? Orang-orang Yahudi meminta suatu tanda, dan orang-orang Gerika meminta kebijaksanaan, tetapi umat Allah pada waktu ini sedang memohonkan keduaduanya baik tanda maupun kebijaksanaan, bukan memohonkan kebenaran.
42Oleh karena itu, marilah kita, jangan pernah lupa bahwa roh meninggikan diri sendiri telah melahirkan semua kejahatan yang kita saksikan di waktu ini, dan sedang makin giat kerjanya daripada sebelumnya. Kita supaya jangan membiarkan naga itu berkesempatan untuk menjerat kita, lalu menjual kita dengan murah kepada celaka bersama-sama dengan ‘sepertiga bagian malaikat-malaikat itu’ yang telah berpegang kepada ekornya dan tidak dapat dibiarkan lepas daripadanya. Hendaklah selalu kita ingat, bahwa :
“Segala pandangan tinggi orang ke-lak akan direndahkan, dan segala kesom-bongan manusia kelak akan ditunduk-kan, maka Tuhan sajalah yang kelak akan ditinggikan pada hari itu.” -- Yesaya 2 : 11.
* * *
43Surat dialamatkan kepada:
Universal Publishing Association
(Kantor Pusat)
Waco, Texas 76714
U S A
Universal Publishing Association
(Divisi Indonesia)
P. O. Box 6965/JAT-PK
Jakarta 13710
e-mail:
gadsdaid@yahoo.com
dikerjakan oleh:
Penerbitan 2018
44UNIVERSAL PUBLISHING ASSOCIATION
P.O. BOX 7613
WACO, TX 76714
+1 800-729-7494
www.davidiantoday.org